5337 research outputs found
Sort by
Karya Karawitan Baru “Manikam Nusantara”
“Cintailah warisan, pelajari dan kembangkan yang baru”, merupakan kredo Vincent McDermoth yang
dijadikan arah pola pikir penciptaan karya karawitan baru. Gamelan Semaradhana sebagai sebagai sebuah
orkes tradisi karawitan Bali dengan spesifikasinya dipelajari dan dipahami secara seksama serta mendalam.
Setelah dipahami maka dalam lingkup kreatif, penata memikirkan sebuah tawaran baru dengan menggarapnya
dengan pikiran dan arah baru pula. Keaneka-ragaman musik Nusantara terbentang dari timur (Papua) hingga
barat (Aceh) memberikan inspirasi dan menggugah daya kreatif penata untuk menciptakan sebuah karya musik
baru yang bertemakan keanekaragaman budaya nusantara dan diberi judul Manikam Nusantara. Gagasan dan
konsep Manikam Nusantarayaitu merangkum keragaman melodi dan ritme, dipilih untuk kemudian dijadikan
landasan dalam kekaryaan karawitan Bali dalam media gamelan Semara Dhana, dengan bernafaskan melodi
nusantara dari bentang timur hinga barat. Tujuan dari penciptaan ini dapat dilihat dalam dua perspektif
yaitu intra musikal dan ekstra musikal serta mengasah daya kreatif penata untuk selalu menghasilkan karya-
karya yang progresif, sedangkan manfaatnya adalah sebagai diplomasi budaya dikarenakan penciptaan seni
karawitan Bali bersumber dari keaneka ragaman musik nusantara. Metode penciptaan atau langkah-langkah
dalam penciptaan karya musik Manikam Nusantara ini menggunakan metode penciptaan seni yang digunakan
oleh dua (2) composer local yaitu Pande Made Sukerta terdiri dari ; Menyusun Gagasan Isi, Menyusun Ide
Garapan dan Menentukan Garapan, dan I Wayan Beratha terdiri dari ; Nguping, Menahin, Ngalusin dan
Ngungkab Rasa. Komposisi Manikam Nusantara ini diwujudkan dengan mempertimbangkan aspek-aspek
seperti konsep estetis, kontinuitas dalam perubahan, sikap kreatif, kiat-kiat artistik dan konsep keseimbangan.
Dengan penerapan aspek-aspek tersebut, sehingga menghasilkan komposisi musik baru yang berbobot. Luaran
dari hasil penciptaan ini nantinya dideseminasikan dalam pergelaran dan diunggah dalam jurnal terakreditasi.
Kata kunci: karawitan, semara dhana, manikam nusantar
PROSIDING: FRUITY LOOPS (FL) STUDIO PERANGKAT BERKOMPOSISI MUSIK DI MASA PANDEMI COVID-19
Pandemi Covid-19 yang melanda dunia meluluhlantakkan aktiviats interaksi manusia. Akibatnya aktivi tas
yang berkaitan dengan interaksi manusia dibatasi. Seni budaya khususnya seni pertunjukan terdampak
keras akibat dari pembatasan interaksi manusia ini. Seni pertunjukan memerlukan interaksi manusia
berupa apresiai antara seniman dengan apresiatornya. Seni musik/gamelan adalah salah satu seni
pertunjukan yang sangat memerlukan interaksi manusia tersebut. Dalam konteks pementasan, seni musik/gamelan
dapat disiati dengan format pementasan seacara virtual. Dalam proses penggarapan musiknya
memerlukan solusi dalam masa pandemi Covid-19. Perangkat Fruity Loops (FL) Studio adalah
solusi dalam menggarap komposisi musik dalam masa pandemi Covid-19. Tulisan ini menjelaskan
beberapa karya yang menggunakan perangkat FL Studio sebagai usaha untuk membuat komposisi di
masa pandemi Covid-19.
Kata Kunci: Covid-19, Komposisi Musik dan FL Studi
THE IMPROVEMENT OF ENDEK WEAVING PATTERN DESIGN WITH DIGITAL APPLICATION AT PERTENUNAN ASTITI IN BALI THROUGH A STRUCTURED TRAINING
An improvement and enhancement of Endek weaving pattern design are essential. Particularly
with a condition where Endek weaving currently is entering the consumer market. The center
weaving place and weavers are expected to produce Endek weaving textiles with creative pat-
terns in a shorter period of time compared to previous one. Therefore, digital apps become a
solution for the weavers. In addition to that, training is required in order (1) to teach the dig-
ital app to the weavers, pattern makers, and young generations who have a passion for Endek
weaving textiles, and (2) to educate the users on how to translate the pattern designs into the
calculation of the weft threads –the pattern in Endek is created on the weft threads. This train-
ing is divided into two sessions, where the first session is reserved for the public and the second
session is reserved for the weavers and pattern makers. At the end of the session, the partici-
pants are expected to master designing patterns through the digital application. This training is
not only focusing on the weavers but also public or young generations in order to preserve the
culture in weaving Endek, especially in the design process.
Keywords: Endek, digital application, training, patterns design, textil
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SENI NUSANTARA DALAM SENI PERTUNJUKAN WADANTARA
Bangsa Indonesia yang sedang memperkuat persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan
Republik Indonesia memerlukan dukungan untuk kebersamaan yang dilandasi oleh toleransi bermasya-
rakat. Kebersamaan yang dilandasi oleh toleransi bermasyarakat ditawarkan oleh semi pertunjukan
Wadantara. Pendidikan semi Nusantara bertujuan memperkenalkan sejumlah nilai luhur budaya Indo-
nesia untuk memperkokoh kepribadian bangsa dan ketahanan budaya nasional; menumbuhkem-
bangkan dan menanamkan harga diri pada anak didik supaya memiliki raga sadar budaya dan tidak
terasing dari budayanya sendiri; menanamkan kebanggan, kecintaan, dan tanggung jawab kepada kebu-
dayaan sendiri serta menumbuhkan sikap saling menghormati. Semi pertunjukan Wadantara merupakan
basil penelitian penugasan Konsorsium Riset Unggulan Peguruan Tinggi tahun 2olg s.d tahun 2o21
(Kolaborasi ISI Denpasar, ISI Yogyaharta dan ISBI Bandung). Penelitian ini bexpendehatan researcft and
deuezopment. Proses produksi melalui tahap pra produksi, produksi dan pasca produksi. Teknik
pengumpul datanya digunakan wawancara, observasi, dokumentasi, angket, catatan lapangan. Analisis
datanya digunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Dampak positif yang diperoleh adalah penguatan
ideologi bangsa dan ekonomi melalui pengembangan semi pertunjukan. Hasil Pene]itian Semi Wadantara
beljudul Satria Nusantara Mahawira mengangkat lakon Gajah Mada dalam konteks sistem politik
menyatukan Nusantara sebagai perwujudan sumpahnya (Sumpah Palapa). Konsep garapannya mema-
dukan wayang, drama, karawitan, tari Nusantara dilengkapi mutimedia, narasi dan vokal. Uji efektivitas
produk di lapangan terbatas dan lingkungan sebenarnya menunjukkan sebarian besar responden yang
beriumlali 5o orang memberi nilai 4 (sangat bagus) terhadap kualitas karya semi Wadantara. Hasil
reflektif menunjukkan semi Wadantara sangat menarik, karena memberikan kesan dan pesan persatuan
Nusantara dan kaya inovasi yaitu perpaduan antara semi tradisi dan kontemporer didukung musik digital
dan multimedia.
Kata kunci: Pendidikan, sehi n:usantara, sent wadantar