Institut Seni Indonesia Denpasar

ISI Denpasar | Institutional Repository
Not a member yet
    5337 research outputs found

    DOKUMENTER Teori dan Aplikasi

    Get PDF

    Alat Permainan Tradisional Berbahan Bambu Sebagai Ide Kreatif Perancangan Bentuk instalasi Bambu

    Get PDF
    Tujuan penulisan ini adalah meneliti alat-alat permainan tradisional berbahan bambu sebagai ide kreatif perancangan bentuk instalasi bambu. Alat permainan tradisional anak-anak berbahan bambu masih digunakan sampai sekarang diantaranta, Engrang (tajog), Dagongan, Bedil Jepret, Rakku Alu, dan lain sebagainya. Selain itu kebudayaan agraris Indonesia mengimplementasikan bahan bambu marasuk pada fungsi guna kehidupan sehari-hari. Namun demikian sangat jarang ditemukan rancangan instalasi bambu yang khusus menjadi bagian gerak tari. Permasalahan dalam penelitian adalah kenapa perlu di rancang bentuk instalasi bambu sebagai bagian gerak, kemudian bagaimana proses konsep perancangan bentuk instalasi bambu menjadi bagian bentuk koreo pertunjukan? Beberapa teori yang dijadikan landasan penciptaan karya senirupa berbasis bambu antara lain: Menggunakan teori Graeme Sullivan dalam menentukan praktik seni rupa sebagai penelitian, (2005), metode penciptaan MAL dalam merancang, serta inter-komunikasi subyek dengan sumber utama I Gusti Ngurah Sudibya (koreografer). Mengasilkan beberapa rancangan bentuk-bentuk visual kreatif bermedium bambu sebagia bagian subyek bentuk koreo pertunjukan. Kata Kunci: Alat Permainan Tradisional, Kreatif, visua

    BAHAN AJAR: ORNAMEN NUSANTARA

    Get PDF
    Pengantar Mata kuliah ini sangat penting bagi mahasiswa Seni rupa, untuk memahami budaya Nusantara khususnya di bidang motif-motif hias di kepulauan Indonesia. Hal ini berupa dokumen sebagai upaya penyebarluasan warisan budaya bangsa, dengan tujuan mahasiswa mampu meningkatkan apresiasi terhadap karya budaya bangsa. Urgensi mata kuliah Ornamen Nusantara, bagi mahasiswa bisa mengembangkan dalam berbagai karya cipta seni rupa lainnya. sesuai dengan bidang yang digeluti. Mata kuliah ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan, terhadap budaya Nusantara, dalam memperkuat jati diri dan menjadi kebanggaan dalam berpacu dan menghadapi tantangan dunia semakin berkembang dan maju di era global ini. Ornamen sebagai khasanah budaya bangsa yang tersebar di wilayah Nusantara, yang disebut “Ornamen Nusantara” diklasifikasian ke dalam sejumlah motif, yaitu motif Geometris, motif hias manusia, motif hias binatang air dan melata, motif hias binatang darat dan makhluk imajinatif, motif hias tumbuh-tumbuhan, motif hias benda alam dan pemandangan, serta benda teknologis. Materi ini akan dibahas pada setiap kali pertemuan. Setelah mengikuti mata kuliah ornamen nusantara, mahasiswa memahami dan mampu meningkatkan kecintaan terhadap khasanah budaya bangsa yang tersebar di wilayah Nusantara, khususnya seni Ornamen. Secara khusus mahasiswa mampu melakukan pengembangan dalam praktek, dengan memperhatikan kreativitas, ekspresi, gaya, media (bahan dan teknik) yang dipakai dalam ornamen (dari daerah mana asalnya) serta mampu mengungkapkan konsep karyanya secara lisan dan tertulis. Adapun capaian pembelajaran mata kuliah ornamen nusantara: a. Mahasiswa Seni rupa, memiliki kemampuan untuk memahami budaya khususnya di bidang Motif-motif hias/Ornamen di kepulauan Indonesia,ari aspek sejarah: Zaman Pra-sejarah Zaman Sejarah/Klasik Zaman Madya, Zaman Belanda, Zaman Kemerdekaan. b. Mahasiswa mampu menelaah karakteristik Ornamen: berdasarkan motif atau pola dan Gaya/Styles, daerah, antara lain: Mahasiswa memahami sifat-sifat ornamen nusantara antara lain: Daerah Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,Bali,Lombok/Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Irian Jaya/Papua c. Mahasiswa mampu menelaah Jenis/macam-macam: ornamen Nusantara, meliputi: Mahasiswa memahami jenis ornamen Nusantara, seperti ornament. Geometris, antara lain: Flora, fauna, Manusia, benda alam, hayali, Teknologi, kaligrafi d. Mahasiswa mampu memandang lebih jauh, terhadap faktor pendorong kelahiran seni Ornamen, di kepulauan Indonesia/Nusantara, dalam hal ini mahasiswa dapat memahami teori timbulnya kesenian atau seni, antara lain: a. Theory of play; b. Theory of Utility; c. Theory of Magis/Religy e. Mahsiswa mampu memahami dan memiliki pengetahuan tentang Fungsi Ornamen Nusantara f. Mahasiswa mampu memahami makna/nilai Ornamen Nusantara, yang berada di daerah-daerah. Dalam bahan ajar tahap awal ini, baru membahas dua (2) daerah yaitu Sumatra dan Bali. Karena sangat luasnya cakupan materi diberikan dalam satu semester, dua daerah ini pun disinggung hanya garis besar saja, dan sebagian kecil materi yang dihadirkan. Mudahan bagian yang kecil ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi mahasiswa maupun pada pembaca pada umumnya, Demikian secara singkat pengantar kuliah ornamen nusantara ini disampaikan, mudah-mudahan ada manfaat bagi mahasiswa dan pembaca yang budiman. Untuk penyempurnaan tulisan ini, dengan rendah hati kami mohon saran dan kritiknya. Tim Penuli

    TIGA KEKUATAN #2

    Get PDF

    SURAT PENCATATAN CIPTAAN Musik BATU KALI

    Get PDF

    PEER Review BERSATU HIDUP BERCERAI MATI

    Get PDF

    PEER Review KARYA SENI / HaKI Renungan Sang Gadis

    Get PDF

    Dharma-Tirtha-Matra Kreativitas Pemuliaan Air dalam Multi-rupa

    Get PDF
    “Puncak persoalan lingkungan adalah keegoisan, ketamakan, dan apatisme manusia...dan untuk menyelesaikan masalahmasalah itu, kita membutuhkan perubahan secara spiritual dan kebudayaan.” (James Gustave Speth, Dewan Penasehat Senior Lingkungan Hidup Amerika Serikat). Ungkapan Speth di atas telah memberikan reorentasi tentang persoalan ekologi global saat ini, bahwa simpul-simpul ancaman terbesar bagi lingkungan hidup bukanlah lagi tentang polusi, kerusakan ekosistem, dan perubahan iklim. Problem besar yang dihadapi justru terletak pada perilaku manusia itu sendiri. Kerusakan ekologi khususnya degradasi sumber-sumber air untuk kehidupan menjadi fenomena tersendiri. Air pada kebudayaan kuno bukanlah sekadar penopang hidup belaka. Ia menjadi awal dari peradaban manusia. Peradaban artinya lebih dari sekadar bertahan hidup, namun melingkupi aspek multidimensi yakni sistem sosial, spiritualitas, religiusitas, ekonomi, moralitas, hingga relasi-relasi kultural. Jika demikian, secara tidak langsung, sumber-sumber air ikut membangun peradaban tersebut. Namun mengapa hal tersebut seolah-olah tidak terwariskan pada kita dan kita ? Apakah modernisme dan industri sebagai eksesnya pemicu perubahan paradigma. Oleh karena itu, perlu mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada kita hari ini

    4,402

    full texts

    5,337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ISI Denpasar | Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇