5337 research outputs found
Sort by
PEER review The Benefits of Visual Cartoons m an Effort to Disseminate Plastic Waste Reduction in Bali
PEER Review Makna Pesan Visual Pada Media Informasi Berbasis One Line Terhadap Pasca Pandemi Covid-19 di Bali
Video NUWUR KUKUWUNG RANU
NUWUR KUKUWUNG RANU adalah sebuah pentas seni kolosal Kesenian Bali, yang diadakan dalam rangka pemuliaan terhadap sumber air penting dalam kehidupan masyarakat Bali, Danau Batur.
#purikauhanubud #toyauripingbhuwana #nuwurkukuwungran
Motivation for Creating the Baris Nadewa Creation Dance in the New Normal Era
Baris Nadewa creation dance is one of the male dance creations whose existence is still relatively new
in Bali. The duration of this dance is approximately 10 minutes and in each performance, this dance is
accompanied by the Gong Kebyar gamelan instrument. Baris Nadewa dance is a duet dance because it
is performed by two male dancers and each carries the property of a spear that looks like a bow. This
dance represents the bravery and patriotism of Nakula and Sahadewa fighting on the battlefield. The
creation of this dance was inspired by the characters Nakula and Sahadewa who are part of the Five
Pandavas in the Mahabharata story. The idea of the movement comes from the development of the
bebarisan dance movement (a traditional dance genre in Bali) that already existed before. The form of
presentation of this dance represents the spirit of patriotism, courage, and skill of Nakula and Sahadewa
in martial arts while on the battlefield. The motivation for creating this dance is none other than
responding to the existence of radicalism that has begun to poison the younger generation in particular
which can break up national unity. Presented through dynamic and firm movements, indirectly the
creation of this dance work wants to convey the message of the importance of cultivating patriotism,
such as being brave, never giving up, and being willing to sacrifice for the nation and state. This study
uses a qualitative descriptive research method to determine the function and motivation for the creation
of the Baris Nadewa dance.
Keywords: Baris Nadewa Creation Dance, motivatio
TARI REJANG SANTI
Tari Rejang Shanti terinspirasi dari Tari papendetan yang biasanya ditarikan sebagai pengiring
upacara piodalan diPura. Geraknya sangat sederhana menunjukkan suatu keiklasan dalam
melakukan persembahan. Gerak-gerak persembahan yang dipakai dalam tari ini seperti; gerak
tangan keatas ngayab, agem atau pose diam terdiri dari agem mentang (kedua tangan lurus
kesamping), agem nyirang (tangan membentuk diagonal) dan agem nyiku (satu tangan lurus
kedepan dan yang satu lurus ke samping) dari segi pola lantai atau komposisi; pola melingkar,
vertikal, horizontal, yang ditunjukkan dengan lintasan penari, dari segi kostum; kebaya, kamen
(kain), selendang, sanggul Bali dengan aksesoris sebagai pelengkap, dengan dominan warna putih
dan kuning, keseluruhan dari gerak-gerak serta perlengkapan tersebut ada pada Tari Rejang Shanti.
Filosofi, makna dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tari Rejang Shanti dapat membentuk
keharmonisan serta kedamaian.
Struktur pertunjukan Tari Rejang Shanti terdiri dari; pangawit, pangawak, pangecet dan pakaad.
Iringannya mempergunakan Gong Semarandana.
Sinopsis Tari Rejang Shanti merupakan Tari persembahan, rasa puji syukur kehadapan Ida
Sanghyang Widhi Wasa atas turunnya para widyadari kedunia untuk menyaksikan upacara
piodalan, diharapkan masyarakat menjadi damai dihati damai didunia.
Tari Rejang Shanti di ciptakan Tahun 2020. Pencipta Tari: Ni Wayan Suartini dan I Ketut Sariada.
Pencipta Tabuh: I Gede Mawan