5337 research outputs found
Sort by
PEER Review The Ideology of Cultural Preservation in the Legong Sambeh Bintang Dance in Bangle Village, Karangasem
PEER Review Naranatha-Kanya : Jejak Sejarah Dewa Agung Istri Kanya dan Perkembangan Seni Kerajaan Klungkung Abad ke-19
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI WARUNG NYOMAN RUJAK BATU BATU DI TANJUNG BENOA, KUTA SELATAN, BADUNG ,BALI
Rujak satu ini terdengar memiliki nama yang sulit dibayangkan. Apa mungkin kita disajikan rujak
berbahan dasar batu yang keras seperti yang biasa kita ketahui? Jawabannya justru tidak. Rujak
Batu Batu ini berbahan dasar kerang laut yang memiliki warna dominan hitam keputihan atau
kehijauan yang memang terlihat menyerupai batu. Ukurannya kecil, mirip seperti keong sawah,
namun rasanya sangat kenyal dan gurih. Para nelayan biasanya mencari kerang laut ini di pinggir
pantai ataupun menempel di bebatuan Pantai Tanjung Benoa. Rujak Batu Batu ini memang
menjadi ciri khas di daerah Tanjung Benoa karna mengingat juga daerah ini berada di pinggir
pantai Tanjung Benoa sehingga untuk menemukan kerang–kerang laut ini tidaklah susah. Warungwarung
makanan
di
daerah
Tanjung
Benoa
juga
sudah
banyak
menyediakan
makanan
ini
seperti
Warung
Nyoman
yang menjual rujak Batu Batu. Namun, belum banyak masyarakat tahu selain
masyarakat lokal Tanjung Benoa tentang rujak Batu Batu ini.Maka dari itu branding sangat penting
bagi sebuah perusahaan atau pedagang. Dengan branding ini dapat memberikan kesan mendalam
dan juga meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Promosi adalah suatu hal yang harus
dilakukan setiap perusahaan. Hal utama dalam promosi adalah membuat pesan yang persuasif yang
efektif untuk menarik perhatian konsumen., dengan begitu di buatnya 5 media branding dan
promosi ini bertujuan untuk membranding dan mempromosikan Rujak Batu Batu agar dapat
menambah konsumen serta meningkatkan penjualan dan mempromosikan produk mereka lebih
jauh kepada masyarakat di luar daerah desa Tanjung Benoa, Kuta Selatan
BRANDING USAHA KERAMIK RAI POTTERY DI DESA KAPAL, MENGWI, BADUNG, BALI
Branding dalam dunia Desain Komunikasi Visual memiliki peranan yang besar
terhadap suatu produk/usaha. Penelitian ini bertujuan untuk membranding dan
mempromosikan usaha keramik Rai Pottery. Konsep yang digunakan adalah
mengangkat budaya lokal Kabupaten badung melalui bunga kamboja/jepun.
Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan metode kualitatif., dimana
pengumpulan datanya didapatkan dengan metode wawancara, observasi,
dokumentasi. Adapun proses penulis dalam membranding usaha keramik Rai Pottery
yakni mengidentifikasi masalah yang ada, analisis, sintesis, dan evaluasi. Hasilnya,
penulis dapat menentukan serta merancang media komunikasi visual sebagai
branding usaha keramik Rai Pottery, yakni voucher discount, catalog, dan video
company profile dimana setelah disimpulkan, didapatkan hasil branding yang tepat
dan efektif.
Kata Kunci : Branding, Usaha Keramik, Desain Komunikasi Visua
PEER Review Purusadasanta Oratory : Transformation of Epos Sutasoma into Creation of Performing Arts
BAHAN AJAR PENGOLAHAN BAHAN KERAMIK EARTHENWARE
Bahan ajar ini merupakan acuan dalam pengolahan bahan keramik secara
sederhana dengan teknik pengolahan kering dan pengolahan basah. Penyusunan
bahan ajar ini sebagai arahan proses pembelajaran pada praktikum pengetahuan
pengolahan bahan lempung earthenware (keramik bakaran rendah) dan stoneware
(keramik bakaran tinggi). Dalam hal pengolahan bahan sangat terkait dengan
kebutuhan bahan yang dipakai oleh para perajin/kriyawan. Keberhasilan sebuah
karya keramik sangat dipengaruhi oleh bahan lempung yang dipergunakan dalam
pembentukan karya. Hal ini di karenakan bahan lempung akan bersentuhan
langsung dengan api pembakaran. Berkaitan dengan hal tersebut, bahan lempung
sebaiknya diproses/diolah terlebih dahulu sebelum dibentuk. Proses pengolahan
dengan menambah bahan-bahan penguat pada pencampurannya.
Fokus penulisan bahan ajar ini mengenai pengolahan bahan earthenware
(keramik bakaran rendah) dengan menambah campuran ayakan pasir, padas, dan
cammot (pecahan keramik bakaran biscuit). Penambahan bahan campuran pada
lempung bertujuan untuk memperkuat bodi keramik dan uji coba untuk mengetahui
susut kering, susut bakar dan kekuatan bakar dari bahan lempung tersebut. Adapun
penulisan bahan ajar ini merupakan panduan praktis pengolahan bahan secara
sederhana. Penulis berharap supaya pembaca dapat memahami langsung dan dapat
mempraktikan proses pengolahan bahan tersebut.
Demikian pengantar dari penulis semoga bahan ajar ini bisa bermanfaat bagi
pembaca dan penulis berharap mendapatkan banyak masukan dan saran untuk
penyusunan bahan ajar berikutnya yang berkaitan dengan pengolahan bahan
keramik stoneware (keramik Bakaran tinggi). Pada kesempatan ini penulis ucapkan
terimakasih untuk semua pihak yang telah berperan dalam mewujudkan bahan ajar
“Pengolahan Bahan Keramik Erathenware”.
Denpasar, Juli 2022
Penyusu
MEMBURU BULAN
Menciptakan sebuah karya seni karena ada sesuatu yang ingin disampaikan kepada
orang lain entah perasaannya, suasana hatinya, pemikirannya, pesan atau amanat yang
diyakininya, semua dinyatakan lewat bentuk sesuai denga maksudnya. Muatan-muatan yang
disampaikan melalui bentuk-bentuk yang diciptakan itu merupakan isi atau makna dari karya
seni.
Seniman atau kriyawan dalam mewujudkan bentuk-bentuk karya seninya itu dilakukan
dengan mengolah media tertentu. Proses pengolahannya disusun, melalui simbol atau
lambang-lambang, kemudian ditransformasikan, diekspresikan dan diinterpretasikan sendiri
berdasarkan gagasan dan pengalamannya, sebagai wujud pengkonkritan terhadap realitas
kehidupan dan karya seni sebagai struktur organisasi lambang diciptakan untuk menangkap
dan mengkomunikasikan gagasan-gagasan dan pengalaman-pengalaman tersebut.
Berdasarkan uraian di atas, diangkat Tema “Ekspresi Dalam Gerak” adalah sebagai
bentuk refleksi kehidupan yang mengandung nilai filosofi, berhubungan erat dengan usaha,
tekad, cita-cita, falsafah dan pedoman hidup.
Setelah diketahui bahwa seni kriya yang notabena dalam penciptaan sangat
membutuhkan kekriyaan (craftsmanship) yang tinggi, ketangkasan teknik (virtuositas) dari
pembuatnya, maka sesuai dengan perubahan zaman, bahwa penciptaan seni kriya pada saat
seni tidak hanya mengarah pada produk seni kriya yang memenuhi kebutuhan praktis, tetapi
penciptaan seni kriya juga telah banyak mengarah pada tujuan-tujuan ekspresi pribadi.
Sesungguhnya perkembangan itu merupakan suatu realitas yang terjadi atas dasar
kemerdekaan berkreasi, sejalan dengan perubahan situasi dan kondisi masyarakat
MENGGAPAI AWAN
Karya ini dibuat bermatra tiga dimensional, dibentuk dan berdiri di atas space yang
dirancang khusus dan mendukung keharmonisan komposisi dengan figur seorang perempuan
yang berdiri setengah meloncat, satu tangan di atas memegang kepala kuda, didukung oleh
draperi kain seolah-olah ingin terbang. Kuda di sini adalah simbol nafsu perempuan yang
ingin keluar dari kungkungan moralitas.
Apa yang kita lihat di sini, adalah relasi pandangan yang beroperasi sebagai turunan
dari hasrat. Individu tak sepenuhnya menyadari ini, tak ubahnya dioperasikan melalui remote
control. Memodifikasi formula pemikiran yang mengatakan bahwa manusia memiliki hasrat
sebagai bentuk ketidaksadaran. Bahwa ini adalah seperangkat hasrat yang pada akhirnya
mampu dipertontonkan atau dilihatnya.
Posmodernisme adalah bejana tempat pembebasan hasrat manusia seperti pembebasan
energi libido seksual dari kungkungan, pembebasan energi kehendak berkuasa, pembebasan
tanda, pembebasan energi banalitas dari kungkungan modernisme, dan pembebasan tubuh
dari kungkungan moralitas