5337 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN ILUSTRASI SEBAGAI PENDUKUNG VISUAL BRANDING DAN PROMOSI KOPI NINI DI DADOS DESAIN
Desain Komunikasi Visual atau yang dikenal dengan dekave adalah ilmu tentang merancang sebuah desain guna
untuk menyampaikan informasi dengan menggunakan elemen-elemen desain yang bisa dilihat (visual). Salah satu perusahaan
yang bergerak dibidang Desain komunikasi visual adalah Dados Desain. Dados Desain merupakan perusahaan yang bergerak
dalam bidang Desain Komunikasi Visual atau Desain Grafis yang beralamat di Jalan Raya Padang Luwih No.124, Dalung,
Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Di pelaksanaan magang ini, penulis merancang ilustrasi sebagai pendukung visual
branding dan promosi Kopi Nini yang sejalan dengan latar belakang dari Kopi Nini dan menerapkan ilmu Desain Komunikasi
Visual. Kopi Nini memiliki latar belakang ingin mengembangkan produknya untuk pasar lokal dan wisatawan domestik. Tidak
hanya sebatas pengerjaan proyek saja, namun mahasiswa juga dapat mempelajari sistem manajeman di Dados Desain.
Berdasarkan latar belakang diatas maka, adapun rumusan masalah: (1) bagaimana sistem manajemen yang diterapkan
dalam perusahaan Dados Desain? (2) bagaimana cara merancang ilustrasi untuk visual branding dan promosi untuk Kopi
Nini? (3) bagaimana diseminasi hasil program magang MBKM di Dados Desain? Dari rumusan masalah tersebut,
magang/praktik kerja ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem manajemen yang diterapkan di studio Dados Desain,
mengetahui bagaimana proses merancang ilustrasi sebagai pendukung visual branding dan promosi Kopi Nini, dapat
menyelesaikan desiminasi dari program magang MBKM di studio Dados Desain. Data yang mendukung studi visual
perancangan ilustrasi menggunakan data primer dan sekunder yang kemudian dikumpulkan melalui metode observasi,
wawancara, kepustakaan, dokumentasi, dan internet. Manfaat pelaksanaan magang ini yaitu mahasiswa mendapatkan
pengetahuan dan pengalaman bekerja yang sesungguhnya. Tak hanya itu, mahasiswa dapat mengasah kompetensi yang selama
ini didapatkan di lingkungan kampus untuk diterapkan di perusahaan.
Kata Kunci: Ilustrasi sebagai visual branding, Manajemen studio Dados Desain, Diseminasi magang MBK
"Mina-asti"
Kehidupan bukan hanya benar-salah, putih-hitam, gunung-laut, tapi juga kebaikan,
kebijaksanaan sebagai posis! antara rivalitas-dualitas. Realitas air dan daratan jauh
melebihi dari yang bisa diamati. Penciptaan ini mengungkap bentuk padu (sandirupa)
dari ikan pari dan binatang gajah sebagai konsep padu dari bentuk ikan dan gajah.
Keduanya adalah metafora kesatuan laut-darat, air dan tanah dalam harmoni a/am
Turnitin SINKRETISASI MASA MAJAPAHIT SEBAGAI DASAR UNTUK MEMPERKUAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA
The Ideology of Cultural Preservation in the Legong Sambeh Bintang Dance in Bangle Village, Karangasem
The purpose of this publication is to announce the results of research on the ideology and performances of the
Legong Sambeh Bintang dance. The Legong Sambeh Bintang is a traditional Balinese dance that is preserved by the Bangle
Villager. However, not all people in Bali preserve the Legong Sambeh Bintang dance. The questions are: 1) What is the form of
the Legong Sambeh Bintang Dance in Bangle Village?; 2) Why do people in Bangle Village preserve the Legong Sambeh Bintang
dance?. This article has been completed based on qualitative research. All the primary data has been collected through interviews
with informants and observations in Bangle village. The data collection is completed by the data collected through a literature
study on the ideology and art of Balinese dance. The totality of the data in the study was analyzed qualitatively by using aesthetic
theory and the theory of power relations of knowledge. The results of the study show that : 1) the form of the Legong Sambeh
Bintang dance is a delicate princess dance which is traditionally classified as wali art and non-representational art. This Legong
show can be danced by up to 50 female dancers with uncomplicated movements and Balinese clothing that has a design pattern
like the rays of the stars in the sky to be able to build the representation of many nymph; 2) The Bangle Villager preserves the
Legong Sambeh Bintang dance because it is closely related to the perfection of spiritual practice through the Village Ngusaba
Ceremony in their cultural heritage, aesthetic taste, and social comfort in Bangle Village. Ideologically, the great interest of the
local people in always carrying out the Ngusaba Desa ceremony perfectly and seeking entertainment that can build social comfort
has resulted in the sustainability of the Legong Sambeh Bintang Dance in Bangle Village.
KEYWORDS: The Ideology of Cultural Preservation, Legong Sambeh Bintang Dance, Bangle Village, Karangase