5337 research outputs found
Sort by
TURNITIN Purusadasanta Oratory: Transformation of Epos Sutasoma into Creation of Performing Arts
Deer Returns to Dream House
Concept
In the work of Deer Returning to the Dream House, there are
markers with the object being referred to, namely a deer crossing
the river water, birds flying among the trees, the moon, against
the backdrop of lush green leaves, and andesite rocks. This work
tells about food security and biosecurity which are two issues that
are closely related to one another. Food security is achieved when
all people at all times have adequate physical and economic
access to safe and nutritious food for a healthy life. Meanwhile,
biological resilience is all defense management efforts to fight
biological threats, including pest and disease control to reduce
food loss. Biosecurity is a key factor for food security, because
food security is achieved if we succeed in carrying out biological
control. Biological resilience has the meaning of rules, and
procedures for protecting plants and animals against exotic pests
and diseases also includes protection of areas against economic,
environmental and/or human health losses caused by harmful
organisms. The scope of biosecurity as a strategic and integrated
approach to analyze, and manage risks in the sectors of food
security, plant life and health, animal life and health (including
humans), and risks associated with the environment. At this
time, biosecurity has developed into a holistic concept, which
has direct relevance to agricultural sustainability, food security,
biodiversity and environmental protection
Water Cycle
“The hydrological cycle of water emergence originates from sea water vapor that gathers in the form of clouds and water
falling from the sky in the form of rain over the mountains. After falling to the ear th it burrows into the ground through the
holes created by countless tiny creatures (micro-organisms). Water moves through the canal chambers through layers of
sand and soil and rocks. When the water finally reaches a layer of hard clay or stone bed, the water drops collect and flow
as springs (teletuan) and then flow through various types of watercourses such as tributaries, then several tributaries join to
form the main river leading to the sea, once again to be evaporated into the atmosphere. That’s the’’journey of water on ear th.
In mythology, the river as the pulse of the water cycle is Naga Basuki, an incarnation of Lord Vishnu. The dragon’s head is
the sea, its tail is the mountain and its body is the river. The dragon’s head goes into the sea to move the sea water until
it evaporates to become cloudy. The clouds continued to rain, then the rain was accommodated by a mountain in the
form of a dragon’s tail. Mountains store rainwater and then flow it into springs, lakes, rivers and continue to the ocean
RAGAM METODE PENCIPTAAN SENI
KATA PENGANTAR
Berkat anugerah Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan yang
Mahaesa, akhirnya Ragam Metode Penciptaan Seni bisa
diterbitkan menjelang akhir tahun 2022.
Dengan ini disampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah memberikan dukungannya untuk
menerbitkan buku ini. Ucapan yang sama diberikan
kepada pihak Eureka yang membantu upaya kolaborasi
dalam rangka menerbitkan buku ini. Semoga di masa
mendatang kerja sama yang lebih intens bisa dilakukan
untuk mensosialisasikan dan mendesiminasikan lebih
banyak lagi keilmuan seni, baik pendekatan, paradigma,
teori, konsep, dan metode pengkajian dan/atau penciptaan
maupun aspek-aspek aplikasinya, ke masyarakat luas.
Setidaknya diharapkan buku ini mampu mengisi
beberapa hal pokok pada relatif kurang banyaknya buku
perihal penciptaan seni yang beredar dan terbaca
masyarakat. Tentu buku ini tidak dikhususkan hanya
untuk pembaca dari kalangan mahasiswa pascasarjana
seni.
Denpasar, 17 November 2022
Koordinator Program Studi Seni
Program Magister
Institut Seni Indonesia Denpasa
Garis Air
Kita menyadari air buanlah unsur alam yang berdiri sendiri.Di samping sangat tergantung pada unsur alam lainnya seperti keadaan tanah, udara, matahari, keadaan hutan, dan daerah resapan, air juga sangat tergantung pada sikaf hidup manusia dalam pemahaman pada keberadaan alam yang secara fisik dibangun dengan lima unsur yang disebut Panca Maha Bhuta.Kalau semua unsur itu berfungsi secara baik barulah air akan dapat dijaga. Air bagi manusia Bali, bukan sekedar untuk dikomsumsi, melainkan menjadi satu kesatuan jagat yang utuh dalam semesta raya. Pengetahuan ini menghidupkan alam batin manusia Bali bahwa air baik untuk dikomsumsi,lahan pertanian dan perkebunan,maupun dalam kepercayaan merupakan sesuatu yang bersifat suci sehingga air harus disakralkan
Keep the Change
Iklan layanan masyarakat merupakan salah satu kampanye sosial yang menyajikan
pesan yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah
masalah yang ada disekitar lingkungan, esan tersebut dengan kata lain bermaksud
memberikan gambaran tentang peristiwa dan kejadian yang akan berakibat pada suatu
keadaan tertentu, baik yang bersifat positif maupun negatif. Strategi iklan layanan
masyarakat, selain menciptakan pesan dengan tema yang relevan dengan kondisi yang sedang
terjadi di tengah masyarakat yang menjadi target iklan. Tema iklan layanan masyarakat
dalam jangka panjang diharapkan dapat merubah perilaku suatu masyarakat kearah kebiasaan
dalam batasan-batasan tertentu, dan diharapkan dapat menyentuh emosi masyarakat dan
sifatnya adalah melayani masyarakat.
Salah satu tema iklan layanan masyarakat yang telah dirancang diberi judul Keep the
Change. Tema ini mengangkat fenomena atau keberadaan pengemis khususnya pengemis
anak-anak yang ada di sekitar lingkungan masyarakat khususnya di jalan raya (seputar lampu
lalu lintas). Kecenderungan yang dapat dilihat akhir-akhir ini adalah semakin bertambahnya
jumlah pengemis jalanan yang meminta-minta, mengais rejeki dari belas kasihan orang lain.
Pemandangan ini sungguh tidak menyenangkan, ditambah lagi, pengemis semakin
mengeksploitasi anak-anak, demi menarik simpati para pengguna jalan khususnya yang
menggunakan motor atau mobil, dapat diasumsikan pengemis tidak segan-segan menyuruh
anak-anak di bawah umur untuk mengemis bahkan adapula yang sambil menggendong balita.
Masih banyak pengguna jalan yang merasa iba kemudian merongoh saku untuk memberikan
sekedar uang receh, padahal sebenarnya tindakan tersebut sudah dilarang, bisa dilihat dalam
peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 1 Tahun 2015 pasal 41 yang menyatakan bahwa
kegiatan mengemis dan memberikan sesuatu pada pengemis adalah kegiatan yang dilarang
dan ada sanksi atau hukumannya.
Berikut di atas merupakan penjelasan atau landasan dirancangnya sebuah desain poster
dengan judul “Keep the change”, teks yang digunakan dalam poster berfungsi sebagai
pendukung dari ilustrasi yang berupa foto beberapa pengemis jalanan khususnya anak-anak.
Karya ini dibuat sebagai himbauan, mengajak masyarakat untuk lebih memikirkan konsekuensi
dari memberikan uang kepada pengemis jalanan khususnya pengemis yang masih anak-anak.
Poster ini diikutsertakan pada acara Pameran Nasional Adikara Rupa di Puri Anyar Art SpaceSingapadu,
yang
diselenggarakan
oleh
Prodi
DKV
FSRD
ISI
Denpasar
2022
Buku: PERTUNJUKAN WAYANG CENK BLONK ERA PANDEMI
KATA PENGANTAR
Puji Syukur dipanjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, atas
karunia-Nya, buku ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Terselesaikannya buku ini tidak terlepas atas bantuan berbagai
pihak baik materi maupun sumbangsih pikiran dan masukan
terhadap penelitian PDUPT ini. Kajian ini belumlah sempurna,
masih terdapat kelemahan dan kekurangannya, sehingga perlu
dari perbaikan teori, metode, maupun analisisnya atau lainnya.
Untuk itu, ijinkan penulis mengucapkan terima kasih yang
setulus-tulusnya kepada Bapak dan Ibu sebagai berikut ini.
1. Bapak Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan Adnyana,
S.Sn., M.Sn, yang telah memberikan fasilitas dalam menyelesaikan
penelitian
PDUPT
ini.
2. Bapak Dekan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia
Denpasar, Wardizal, SSen, M.Si, yang telah membantu
dan
memberi
dorongan
untuk
penyelesaian
penelitian
ini.
3. Ibu Kepala LP2MPP ISI Denpasar, Dr. Ni Made Arshiniwati.,
SST., M.Si, dan staf yang telah memberikan fasilitas
dan ruang untuk melakukan penelitian bagi para dosen dan
khususnya bagi penulis sendiri.
4. Kepada nara sumber dan seluruh pihak yang telah memberikan
informasi yang terkait dengan Wayang Ceng Blonk
dalam Pertunjukan Virtual, sehingga penelitian PDUPT ini
dapat diselesaikan.
5. Rekan-rekan dosen Prodi Pedalangan yang memberikan motivasi
untuk
melakukan
penelitian
dan
semangatnya.
Kajian ini sebagai hasil penelitian unggulan dasar, oleh karena
atas kekurangan dalam hal mengolah data, bahasa, analisis, dan
teknik penyajian hasil penelitian, kami memohon permakluman dan saran yang membangun agar dapat dipertanggungjawabkan
secara ilmiah. Semoga buku ini bermanfaat.
Denpasar, Juni 2022
Penulis,
Dru Hendro - I Made Marajay