5337 research outputs found
Sort by
BRANDING UMKM SUARI SNACKS DI DAERAH SEMPIDI, BADUNG
Masa kini Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang
punggung bagi perekonomian nasional. Sektor ini mampu menggerakkan
perekonomian masyarakat dan meyerap tenaga kerja yang dapat dikatakan dalam
jumlah besar. Sebuah UMKM itu sangat penting untuk melakukan branding, karena
berfungsi untuk menanamkan citra positif kepada konsumen agar sebuah usaha
mudah diingat oleh masyarakat atau konsumen dalam jangka waktu yang panjang.
Sebuah UMKM penjual kripik milik Ibu Suari di Kawasan Sempidi, Badung ini
sudah berjalan selama 11 tahun, tetapi sama sekali belum memiliki media yang
dapat mendukung branding dari usaha ini, termasuk nama usaha. Jadi pada artikel
ini dibahas mengenai pembuatan beberapa jenis media branding dari UMKM milik
Ibu Suari yang diberikan nama Suari Snacks, media yang dibuat ini berdasarkan
analisis studi literatur, dengan menggunakan konsep warna, tipografi, dan
komposisi yang memberikan kesan profesional dengan sesuai karakteristik
produknya. Adapun jenis-jenis media terpilih yang dapat mendukung branding dari
Suari Snack, yang pertama adalah Logo, elemen grafis yang berbentuk ideogram,
simbol, emblem, ikon, tanda yang digunakan sebagai lambang sebuah merek,
kemudian packaging yang bertujuan untuk menambah estetika dan melindungi
sebuah produk saat akan dikirim, disimpan atau dijajakan, lalu kartu nama, sebagai
informasi kontak yang dapat dihubungi untuk pelanggan yang akan memesan kripik
di kemudian hari, kemudian glass sign yang berfungsi untuk memudahkan pembeli
dalam menemukan tempat usaha Suari Snacks dikarenakan usaha yang masih
didalam rumah, dan yang terakhir adalah paper bag, karena jenis tas ini
menggunkan bahan yang ramah lingkungan jadi sangat cocok sebagai pengganti
dari kantong belanja plastik, dan penggunaan paper bag ini juga dapat digunakan
sebagai tanda pengenal Suari Snacks agar diketahui banyak orang.
Kata kunci: Branding, UMKM, Sempidi, Badun
DESAIN PENJENAMAAN BALI PERANCANGAN MEDIA PROMOSI BOKOR TEJAKULA DI DESA TEJAKULA, BULELENG, BALI
Bokor merupakan Industri Kreatif Dengan Sentuhan Seni Ukir Bali. Bokor
terbuat dari bahan perak asli ataupun dari kuningan dengan lapisan perak. Karena sifat
pemasarannya masih lokal, pelaku usaha Bokor Kuningan dan Perak, masih berkutat
di pasar lokal. Namun sesungguhnya potensi pasar yang lebih luas masih bisa digarap,
secara Nasional atau Export. Kerajian bokor di buat melalui proses yang rumit, dan
terdiri dari berapa tahapan proses produksi yang harus mempunyai ketrampilan khusus
dengan cita rasa seni ukir yang tinggi.. Bentuk, ukuran dari Bokor itu sendiri ada dalam
berbagai macam, untuk fungsi serta bentuknya pun dibuat sesuai dengan kebutuhan
dari kebiasaan masyarakat Bali yang kental dengan adat istiadat keagamaan yang
kental. Bokor Kuningan atau Bokor Perak di Bali digunakan sebagai sarana
persembahan kepada Tuhan sebagai wujud rasa syukur kepadaNYA. Selain itu juga
dapat di gunakan sebagai hantaran dalam prosesi perkawinan dan banyak fungsi yang
bisa digunakan bokor Bokor. Sedangkan untuk wisatawan yang tertarik dalam seni
ukir, dapat menggunakan bokor sebagai pajangan atau koleksi seni. Bokor is a Creative
Industry with a Touch of Balinese Carving. Bokor is made of real silver or brass with
a silver coating. Because the nature of the marketing is still local, the business actors
of Bokor Kuningan and Silver are still struggling in the local market. But in fact the
wider market potential can still be worked on, nationally or export. The bokor craft is
made through a complicated process, and consists of how many stages of the
production process must have special skills with a high taste in carving. The shape, size
of the bokor itself is in various kinds, for function and shape it is made according to
the needs of Balinese customs which are thick with strong religious customs. Bokor
Kuningan or Bokor Perak in Bali is used as a means of offering to God as a form of
gratitude to Him. Besides that, it can also be used as a delivery in a wedding procession
and has many functions that can be used as a bokor bokor. Meanwhile, tourists who are
interested in the art of carving, can use the bowl as a display or art collection
PENGUATAN PEMASARAN MELALUI BRANDING MEDIA KOMUNIKASI VISUAL TERHADAP PERKEBUNAN JERUK SLAYER MILIK DEWA MADE RAKA
Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat desain media komunikasi visual yang baik
digunakan untuk meningkatkan pemasaran produk dari perkebunan jeruk salyer kintamani
milik bapak Dewa Made raka. Dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu metode
kualitatif dengan cara seperti wawancara, observasi, dokumendata, analisis data ll. Hasil
penelitian menunjukan bahwa pemasaran jeruk slayer di kintamani masih sangat tradisional
hanya berdasarkan pemasaran dari mulut ke mulut, padahal potensi perkebunan yang banyak
sedangkan jangkauan pasar yang dirasa masih sangat sempit karena pemasaran yang di
lakukan hanya dengan cara tradisional. Maka dari itu terbentuklah penelitian ini yang dimana
meneliti tentang media media yang dirasa di butuhkan dalam pemasaran jeruk slayer
kintamani, dari desain desain yang di ciptakan juga diharapkan dapat meningkatkan nilai seni
dan ke ciri khasan dari para pesaing perkebunan jeruk slayer kintamani milik bapak Dewa
made raka karena cukup banyaknya pesaing pesaing pesaing yang memiliki perkebeunan
jeruk slayer di sekitaran kintamani desa skaan, dan juga di harapkan dapat membranding
Kembali peruhaan perkebunan jeruk slayer kintamani dan memperluas target pasar baik dari
daerah Bali yang dimana jeruk sangat dibutuhkan untuk beberapa kegiatan keupacaraan atau
juga sebagai konsumsi sehari hari maupun hingga keluar pulau untuk di kirim ke kota kota
yang membutuhkan pemasokan jeruk
DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI PERANCANGAN VISUAL BRANDING PIA CINTA DENPASAR
Branding dalam dunia Desain Komunikasi Visual (DKV) memiliki peranan yang besar
terhadap suatu produk/ usaha. Adapun fungsi dari branding itu sendiri adalah sebagai
pembentuk citra, penambah daya tarik, dan memberi keyakinan pada target pasarnya.
Penelitian ini bertujuan untuk membranding dan mempromosikan Pia Cinta Denpasar.
Pia cinta Denpasar merupakan usaha yang bergereak di bidang kuliner dengan ciri
khasnya yakni pia yang proses pembuatannya dipanggang. Konsep yang digunakan
adalah mengangkat budaya lokal Denpasar melalui bunga jempiring dan aksen
padmanasa jaganatha, dimana dalam proses perancangannya dibuat dengan
memadukan konsep modern dan penyederhanaan bentuk, dengan tidak meninggalkan
bentuk aslinya. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan metode
kualitatif, dimana pengumpulan datanya didapatkan dengan metode wawancara,
observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Adapun proses penulis dalam branding pia
cinta Denpasar yakni mengidentifikasi masalah yang ada, analisis, sintesis, dan
evaluasi. Hal yang ditemukan pada kasus pia cinta Denpasar ialah belum terbentuknya
branding yang kuat, dan belum maksimalnya pengaplikasian branding pada media
yang digunakan. Dengan adanya kasus yang ada, penulis kemudian menganalisa data
yang telah didapatkan sebelumnya, kemudian menyimpulkan dan dapat menentukan
serta merancang media komunikasi visual sebagai branding pia cinta Denpasar, yakni
logo, banner, poster daftar menu, kemasan, dan totebag. Hasilnya, penulis dapat
merancang dan membranding pia cinta Denpasar dimana setelah disimpulkan,
didapatkan hasil branding yang lebih tepat dan efektif dari sebelumnya.
Kata Kunci : Pia Cinta Denpasar, Branding, Desain Komunikasi Visua
PEER review The Ideologies Behind the Creation of the Sckar Jepun Dance as a Mascot Dance of the Badung Regency, Bali
OTENTISITAS HONG KONG “HAWKER” DAN PECINAN GLODOK PADA GERAI BUBUR CAP TIGER, JAKARTA SELATAN KARYA RAFAEL MIRANTI ARCHITECTS
Saat ini sebuah rancangan desain tidak hanya didasari oleh idealisme arsitek, desainer, dan klien.
Kondisi sosial suatu wilayah yang kemudian melahirkan budaya perlu menjadi perhatian dalam
membuat sebuah rancangan desain yang baik, tidak hanya dari sudut pandang arsitek, desainer, dan
klien, tetapi juga lingkungannya. Kondisi sosial dan budaya dilihat juga sebagai sumber inspirasi dan
rumusan masalah yang harus dijawab oleh arsitek. Jurnal ini dibuat untuk meninjau kembali suatu
desain berdasarkan studi kasus nyata untuk menemukan latar belakang suatu rancangan dan
mengindikasikan suatu makna yang ada dalam suatu desain. Dalam sebuah tinjauan tentunya
terdapat objek yang menjadi studi kasus yang digunakan sebagai media proses analisa. Memiliki
konsep desain dan hasil akhir yang menarik, kedai Bubur Cap Tiger yang berlokasi di Petogogan,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta yang dirancang oleh Rafael Miranti Architects digunakan sebagai objek
studi kasus pada jurnal tinjauan desain ini. Jurnal ini akan menjelaskan secara umum pendekatan
desain yang dilakukan oleh arsitek sehingga menghasilkan suatu kedai yang menggabungkan kondisi
sosial dan budaya sebagai aspek penting dalam perancangannya.
Kata Kunci: Kedai, Sosial, Budaya, Otentisitas, Pecinan