5337 research outputs found
Sort by
Solo Exhibition of Contemporary Painting WASTU WAKTU Fifteen Years on Developing New Paintings of Explotion on Drawings
Wastu Waktu
Ruang Imajinasi Waktu Kelana
Oleh Wayan Kun Adnyana
Hal yang paling maha luas adalah ruang, menyeluruh
memenuhi dimensi dan arah. Ruang berdimensi jamak,
menampung seluruh raga dan jiwa. Ruang hadir tanpa
batas pada imajinasi, pun sebaliknya imajinasi terjejak
pada ruang-ruang yang kita diami. Ruang merupakan
wadah, sementara waktu seperti perjalanan, yang
terkadang siklis, acap serba hadir, dan seringkali
niscaya. Romo Mangunwijaya, membangun istilah
Wastu Citra untuk ruang atau bangunan berdaya guna,
sekaligus memiliki keindahan yang tinggi. Pada konteks
batas; segayut keberadaan waktu yang abadi, seri terbaru
karya-karya yang melintas ke berbagai tema, bersama
kurator pameran, kita menyebutnya: Wastu Waktu.
Pameran tunggal Wastu Waktu, menjadi panggung atas
pemaknaan 15 tahun penemuan teknik gambar garis
dalam membangun seni lukis baru. Seni yang yang
Praktik penciptaan seni rupa, khususnya seni lukis, telah
saya lakukan intensif sejak bangku sekolah menengah
seni rupa tahun 1992, hingga kini. Sekitar 30 tahun,
ruang imajinasi dipupuk kelana lintas ruang dan waktu.
Perjalanan praktik seni, dengan berundag-undag jalan
terjal. Tidak selamanya mulus, penuh riang dengan
capaian mengundang decak kagum. Berkali-kali menemu
terjal, penuh perjuangan dan penolakan.
Hanya kegigihan dan fokus yang mengantar pada fase-fase
harapan. Suntuk mengenyam studi magister pengkajian
seni rupa, pada Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI)
Yogyakarta, 2006, di tengah-tengah tumpukan tugas
karya tulis, kehendak untuk tetap mencipta karya seni
lukis tidak pernah surut. Kala lelah dan jenuh memainkan
kata-kata pada komputer, sekejap berpaling pada bidang-bidang kanvas yang menyesak menghimpit
kamar tidur. Goresan demi goresan menemu alurnya
sendiri; berkelindan saling merajut; halus menggulunggulung;
ribuan
jumlahnya.
Berlapis-lapis
goresan,
meluas
memenuhi
bidang
kanvas,
akhirnya
membentuk
bentuk
Sebelum jenuh dan lelah berubah jadi kantuk dan pulas,
justru yang hadir gairah tidak berujung, menggores
menumpuk garis-gemaris. Seluruhnya jelimet, rumit,
kompleks, dan tidak terkenali mana pangkal dan ujung.
Semua luruh menuju objek-objek tanpa nama (seri Hana
Tan Hana, 2008).
Temuan teknik, atau bahasa artistik berbasis drawing ini,
sangat memudahkan dalam mengembangkan kedua
bakat sekaligus, yakni tetap menulis dan kritis; selalu
bergairah untuk menggores menjelajah kemungkinankemungkinan
imajinasi. Saya berikrar untuk selalu
menjaga, mengembangkan, sekaligus menjadikan kedua
talenta titipan Semesta ini, sebagai medium perjuangan
cita-cita publik.
Atas temuan teknik, atau bahasa artistik berbasis
drawing ini, telah mengantarkan praktik seni pada jelajah
tematik yang sangat luas. Teknik khas dan mempribadi
ini, mampu memanifestasikan beragam tematik, dari
representasional, simbolik, metaforik, hingga abstraktif.
Sejak 2006, berbagai seri tematik telah dijelajah, pasca
Ibu dalam seri ‘Venus’. Seri ‘Bayi’ hadir setelahnya,
kemudian seri ‘The Bodies Theater’, berikutnya seri
“Poem Michigan”, yakni jelajah gambar garis dikombinasi
cat air.
Hampir enam tahun terakhir, justru orientasi penciptaan
secara terfokus mengenali, menyelami, dan menghayati
keutuhan pemaknaan atas artefak relief Yeh Pulu, di
Bedulu, Gianyar, Bali. Menggali energi artistik yang khas
dan berkarisma peninggalan Kerajaan Bali Kuno terakhir
ini, semakin memberi keyakinan pada saya, bahwa
praktik seni sesungguhnya menyatu dalam praktik riset,
untuk menemu yang tidak sepenuhnya tersirat, untuk
memeriksa yang abadi dilihat, sekaligus menghayati utuh
lahir-batin segalanya yang begitu dahsyat memancar
energi. Wastu Waktu, mimbar penghormatan pada yang tidak
sepenuhnya meraga, tetapi kepada seluruh yang
memancarkan energi. Wastu Waktu, menjadi bangunan
maha besar, artistik visual yang menampung utuh seluruh
imajinasi.
Selamat menikmati pameran.
Wayan Kun Adnyana
Perupa dan Penulis Seni Rupa
(Naskah ini disusun dalam perjalanan terbang dari
Denpasar ke Dubai, untuk menuju Warsawa, Polandia, 7
November 2022
Deskripsi Dramatari Arja “DUKUH SILADRI”
Dramatari Arja adalah salah satu gengre kesenian Bali yang di dalam pertunjukannya merangkum
berbagai bidang seni seperti: seni karawitan vocal/instrumental, seni tari, seni drama, seni rupa,
seni sastra, dan seni pemanggungan, merupakan salah satu wujud seni pertunjukan total teater.
Dramatari arja pada umumnya menjadikan ceritera Panji sebagai babon pokok ceritera. Namun
demikian, kisah-kisah epic pewayangan, ceritera rakyat, ceritera barat, dan cerita-cerita lainnya
sungguh terbuka untuk diadopsi menjadi unsur dramatic untuk dilakonkan. Dramatari arja
dikenal memiliki karakter baku (stock scene character) sperti condong, galuh manis/liku, desak,
limbur, mantri manis/buduh, penasar dan tokoh sisipan lainnya. Apapun ceriteranya, dari
manapun sumber kisahnya dipetik, penyesuaian dengan tokoh-tokoh baku tersebut menjadi
keharusan untuk disesuaikan. Kalaupun kenyataannya tokoh-tpkoh sisipan dapat ditambahkan
sesuai kebutuh ceritera. Dua tokoh dalam pearjaan yakni tokoh Galuh dan Mantri Manis (yang
disebut sebagai arjanya) secara konsisten dalam pementasannya menggunakan tembang sebagai
media ungkap dramanya. Sementara tokoh-tokoh yang lainnya merupakan campuran dengan
menggunakan tembang, ujaran (pocapan) baik secara monolog, dialog epilog dalam memainkan
lakon
Pencipta karya rupa 14 buah (lukisan sampul) di "Kali Sengsara Kumpulan Puisi Makasi Bali I Wayan Dibia"
IMBA KIDUNG YADNYA (Dharmagita)
SEKAPUR SIRIH DARI PENULIS
Om Suastyastu
Penulis tiada hentinya memanjatkan puja dan puji syukur ke
hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Penga-
sih) karena setelah sekian lama berproses sebagai endapan wujud
niatan dan berkat asung kerta waranugraha-Nya buku Imba Ki-
dung Yadnya (Dharmagita) ini dapat terselesaikan. Sujud bakti
penulis kehadapan para leluhur, Hyang Kawi sebagai Hyang Kawi
Sastra dan Hyang Kawi Suara yang telah membimbing secara spi-
ritual sekala niskala dalam mewujudkan karya agung menggaung
sepanjang waktu. Keindahan untaian sastra bermakna filosofis
yang mendalam, tuntunan hidup dan kehidupan dengan estetik
alunan melodi yang indah berkumandang setiap saat sebagai ba-
gian dari persembahan yadnya dalam berbagai domainnya. Penulis
hanya berusaha mendokumentasikan karya-karya leluhur untuk
tetap terjaga eksistensinya, ditengah kekhwatiran semakin dijauhi
oleh generasi pelanjutnya karena kemajuan jaman dengan teknolo-
gi kekinian. Buku “Imba Kidung Yadnya” ini ditulis dengan tujuan
ingin memenuhi keinginan para pembina kidung khususnya juru
kidung, dan penggemar tembang-tembang yang berkaitan dengan
sastra dan nyanyian keagamaan (Dharmagita).. Hal ini sangat pen-
ting sebagai srada bakti dan bukti bakti kehadapan Sang Pencipta
Ida Sang Hyang Parama Kawi beserta sinar suci beliau. Buku ini
berhasil mendokumentasikan beberapa kidung yadnya dengan ber-
bagai gaya daerah yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di
Bali. Menyadari karena luas dan kayanya diskursus tentang ki-
dung, buku ini belum bisa mencatat semua kidung-kidung yang
masih tersebar luas di kabupaten/kota di Bali. Tentunya dengan
harapan semoga secara perlahan namun pasti jenis kidung yang lain akan terdokomentasi pada kesempatan yang akan datang. Be-
berapa informasi tentang teknik olah vokal, teknik penotasian, dan
teori-teori kidung lainnya bermanfaat sebagai acuan untuk lebih
mengerti membaca dan menyanyikan kidung. Oleh karena itu atas
kekurangannya penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya dan
kepada para pembaca dimohon agar sudi kiranya melengkapinya
demi kesempurnaan buku ini. Atas kerendahan hati, semoga buku
Imba Kidung Yadnya (Dharmagita) ini dapat menggugah para
penggiat kidung terutama anak-anak muda Hindu sebagai penerus
tradisi budaya religius, untuk mencintai, menekuni, mempelajari,
dan menyanyikan jenis-jenis kidung warisan budaya adhi luhung
yang kita cintai ini. Buku ini dilengkapi dengan notasi dingdong
(penganggening aksara Bali), yang juga dilengkapi dengan peng-
gunaan garis nilai dan garis lengkung/legato. Legato sebagai peng-
hubung beberapa not atau not satu dengan not lainnya yang biasa
dipergunakan dalam penotasian musik Barat
Ucapan terima kasih yang tulus penulis haturkan kehadapan
para sujana, para ahli kidung yang telah banyak memberikan
petuah-petuah dan informasi yang sangat berguna demi kesem-
purnaan buku ini. Rasa hormat dan sujud bakti penulis haturkan
kehadapan almarhum ayahnda tercinta I Dewa Putu Sasih (almar-
hum), yang sejak kecil menggembleng dan menanamkan bibit seni
dengan kegiatan pelatihan berkesenian baik dalam bidang seni tari,
seni tabuh, dan juga tatembangan Bali (sekaran). Sebagai fondasi
awal yang penulis terus dalami menjadi pembuka jalan karier yang
sesungguhnya dimulai dari usaha beliau. Oleh karenanya buku ini
penulis dedikasikan kepada beliau bersama ibunda terkasih kedua
istri pendamping almarhum. Disamping itu ucapan terima kasih
penulis haturkan kepada para pakar, pembimbing, pembina, yang
membukakan jalan buat penulis memberi kesempatan menapaki
mengikuti langkah-langkah beliau berkiprah dan berolah seni ta-
tembangan Bali. Mereka itu diantaranya: Bapak I Wayan Pamit (almarhum), Ida Pedanda Lebar Ida Pedanda Gede Oka Tembau
(almarhum), saat walaka bernama Ida Bagus Made Putra. Ida Wa-
yan Ngurah (almarhum), A.A. Gede Agung (almarhum), dan para
pakar sepuh lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Ba-
pak I Wayan Pamit dari tahun 1985 sudah berjasa memberi kesem-
patan kepada penulis untuk tampil sebagai peserta di bidang mem-
baca Kakawin dalam ajang lomba Seni Baca Lontar, sebutan dari
Utsawa Dharmagita saat itu dari tingkat kabupaten sampai tingkat
provinsi. Bersama Ida Pedanda Gede Oka Tembau bapak I Wayan
Pamit telah dengan tulus membukakan jalan dan membina penulis
sehingga selalu tampil sebagai pemenang. Langkah ini telah meng-
antarkan penulis menjadi anggota Widyasabha sekaligus sebagai
pembina dan juri di tingkat kabupaten/kota dan lanjut di tingkat
provinsi dan nasional. Sebagian besar materi kidung penulis dapat-
kan dan merekontruksikannya dari kidung-kidung pemberian ba-
pak Wayan Pamit saat beliau masih hidup. A.A. Gede Agung (al-
marhum) adalah seorang pembina kidung yang mempuni dari De-
sa Sading Kabupaten Badung telah memberikan teknik olah vokal
dan cara menembangkan kidung yang beliau dapatkan dari sera-
sehan Kidung pada tahun 1975. Teknik-teknik yang beliau terap-
kan telah menghasilkan para pembina dan penyanyi kidung yang
handal baik di wilayah Kabupaten Badung maupun di kabupaten-
kabupaten lainnya di seluruh Bali. Sama halnya dengan Ida Wayan
Ngurah yang juga seorang seniman multi talent dan sastrawan
mumpuni. Sejak pertemuan penulis dengan beliau pada tahun 1978
telah menginspirasi penulis untuk menggeluti dan mencintai Ki-
dung serta memberikan penulis beberapa materi Kidung khas
Karangasem (Desa Budakeling) tempat dimana beliau berasal. Di
samping kidung-kidung khas Karangasem beliau juga memberi-
kan kidung-kidung Sasasakan (kidung khas Lombok) yang sering
dinyanyikan saat upacara Yadnya. Melalui keponakan beliau Ida
Ayu Wayan Arya Satyani, S.Sn., M.Sn dan Ida Ayu Nyoman Diana Pani, S.Ag penulis berhasil mendapatkan kidung “Gebang Apit
Lontar” karya Ida Made Oka Gejel dan kidung-kidung lainnya
yang beliau janjikan sejak belum meninggal. Kidung Gebang Apit
Lontar merupakan sebuah kidung yang khas karena menggunakan
dua laras yaitu Laras Slendro dan Laras Pelog. Beberapa jenis ki-
dung juga penulis dapatkan dari I Gusti Nyoman Wirata (almar-
hum) pormer Ketua Widyasabha Kabupaten tabanan dan juga dari
bapak I Wayan Mudra (almarhum) yang saat hidupnya aktif mem-
bina dan selalu bergelut di bidang Dharmagita dari Desa Tanah-
ampo Manggis Karangasem. Sumber kidung lainnya termasuk
Kidung “Turun Daun” (Kidung khas Lombok) yang biasa dinya-
nyikan oleh kaum muslim dan Hindu/watu telu) penulis dapatkan
dari bapak I Wayan Dana, Ketua LPDG Pusat. Terima kasih pula
kepada para sahabat para penggiat kidung atas dorongannya un-
tuk menjadikan catatan penulis untuk diterbitkan menjadi sebuah
buku.
Terima kasih kepada buah hati ananda Adiyana Paramita
(Adi), Dwiyana Stirabudi (Dwi) dan Nyoman Triyana Usadhi
(Mang Gus) dan seluruh keluarga besar penulis baik di Mengwitani
Badung maupun di Jro Manggis Karangasem atas segala duku-
ngannya. Berkat dukungan penuh I Nyoman Catra (suami/pen-
damping hidup) yang atas usaha kretifnya menciptakan font no-
tasi dingdong dengan panganggēning aksara Bali ini yang sangat
bermanfaat dan memudahkan penulis mengumpulkan secara per-
lahan penotasian kidung tersebut di dalam file computer. Doro-
ngan dan suportnya memacu semangat dan gairah untuk menja-
dikan kumpulan catatan hasil unuh-unuhan ragam kidung yang
berproses dalam perjalanan panjang akhirnya dapat dikumpulkan
dalam bentuk buku. Penulis menyadari Imba Kidung Yadnya
(Dharmagita) ini jauh dari sempurna. Walau dalam keterbatasanya
penulis memberanikan diri untuk menyuguhkannya kehadapan
khalayak pencinta kidung. Kritik, saran dan masukan dari para pakar dan kritikus sangat diharapkan demi perbaikan di masa-
masa mendatang. Sebagai akhir kata dengan mengucapkan Om
awignamastu namo siddham buku “Imba Kidung Yadnya: Dharma-
gita” ini penulis persembahkan kehadapan khalayak dengan ha-
rapan semoga bermanfaat.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om
Mangupura, Oktober 2022
Penulis,
Desak Made Suarti Laksm
"PASAR OTOMOTIF Motor"
Minat otomotif pada era pandemi masih terbilang tinggi. Tidak banyak
orang sekarang rela merogoh uang untuk memiliki suatu koleksi mobil dan motor,
dan didorong oleh konten otomotif yang sekarang marak di platform youtube.
Sekarang usaha jual beli mobil banyak diminati orang, sehingga orang ingin
membangun usaha otomotif sendiri. Salah satunya adalah, Pasar Otomotif Motor
yang akan melakukan perancangan logo dan desain lain nya. Pembuatan desain
dibimbing oleh mitra magang agar sesuai dengan standar usaha. Pembuatan logo
Pasar Otomotif Motor dilakukan dengan sejumlah metode dan pengumpulan data
pada kompetitor lain, sehingga desain dari logo tersebut memiliki makna dan
identitas sendiri terhadap Pasar Motor.
Keyword : MBKM, Magang, Minat, Perancangan, Desain, Logo, Otomoti
PERANCANGAN KOMIK KARTUN TU KARMA DI STUDIO BOG-BOG KOMUNIKARTUN
Saat ini perkembangan teknologi yang ada semakin cepat perkembanganya seiring dengan
globalisasi telah mengubah aspek kehidupan hingga yang terkecildan kini banyaknya cerita dari luar
negeri yang disuguhkan d i sosial media. Perancangan yang berjudul “Perancangan Komik Kartun Tu
Karma di Studio BOG-BOG Komunikartun” memiliki rumusan masalah bagaimana cara merancang komik
Tu Karma dan bagaimana bidang manajemen BOG-BOG Komunikartun. Tujuan pembuatan karya ini
adalah untuk Dapat memberikan pengalaman dan manfaat untuk diri sendiri sebagai seorang desainer
dalam merancang media komunikasi visualdan untuk memberikan informasi kepada khalayak ramai /
masyarakat luas tentang cerita cerita karmaphala melalui komik kartun
Perancangan karya ini menggunakan metode wawancara, observasi dan metode
kepustakaan adapun sumber data yang digunakan adalah sejarah perkembangan BOG-BOG
Komunikartun dari awal berdiri hingga saat ini. Landasan teori digunakan adalah teori konik,
kartun, tipografi, dan warna.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa dalam proses
magang/praktek kerja yang dilaksanakan di BOG-BOG Komunikartun selama kurang lebih 3 bulan
ini penulis mendapatkan banyak manfaat baik, Penulis dapat menganalisis bahwa
magang/praktek kerja ini telah memberi pengalanan dapat merasakan terjun langsung kedunia
industri kusunya industri kreatif yang bergerak di bidang kartun,.Dalam pembuatan projek
penulis mendapatkan pengalaman mulai dari pembuatan karakter kartun, cover buku, dan komik
kartun dikerjakan berdasarkan permintaan pemilik BOG-BOG Komunikartun yang diawali dengan
pembuatan ide, tema, konsep, unsur pembentuk komik untuk mencerminkan karakter tokoh
yang diinginkan.
Kata Kunci : Kartun, Komik, Karakte
PELATIHAN MELUKIS PADA MEDIA KACA DI YAYASAN BUNGA BALI DENPASAR
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahNya sehingga laporan pengabdian Masyarakat dengan judul: “Pelatihan
melukis Pada media Kaca di Yayasan Bunga Bali ” berjalan dengan lancar dan dapat
di selesaikan dengan baik.
Penulis menyadari, banyak pihak yang telah memberi dorongan, bimbingan, bantuan
maupun arahan sejak awal sampai selesai proses penelitian ini. Oleh karena itu pada
kesempatan ini penulis sampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya
kepada: Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar Prof. Dr. Wayan Adnyana, S.Sn.
M,Sn., Ketua LP2MPP ISI Denpasar Dr. Komang Arba Wirawan, M.Si., Dekan
FSRD ISI Denpasar Dr. A A Gede Bagus Udayana, S.Sn,, M.Si, Koordinator Prodi
Seni Murni FRSD ISI Denpasar Dr. I Wayan Setem, S.Sn, M.Sn., Ketua Yayasan
Bunga Bali Bpk. I Gusti Bagus Alit Putra, S.H., M.Si., Drs. I Nyoman Dana, M.Erg
selaku pengurus Yayasan Bunga Bali, Team anggota pengabdian kepada masyarakat
atas segala bantuannya.
Akhirnya kepada semua pihak yang terlibat dalam penelitian ini, penulis ucapkan
terima kasih.
Denpasar, Januari 2022
Penuli
PEER Review Analisis Ilustrasi dan Headline pada Media Berita Online T e rhadap Kesiapan Mental Pasca Pandemi Covid-19 di Bali
LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: PELATIHAN MELUKIS YOUNG ARTIS DI SANGGAR WASUNDARI KAMASAN KLUNGKUNG
PRAKATA
Puji syukur dihaturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang
Maha Esa, karena atas berkat-Nya, laporan pengabdian kepada masyarakat yang
berjudul PELATIHAN MELUKIS YOUNG ARTIS DI SANGGAR WASUNDARI
KAMASAN KLUNGKUNG.
Tentunya laporan ini tak akan terwujud tanpa adanya restu dari Tuhan Yang
Maha Esa dan juga dukungan dari berbagai pihak, baik moral maupun material.
Untuk itu, hanya sejumput ucapan terima kasih dari hati yang tulus yang bisa kami
persembahkan kepada :
1. Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., selaku rektor Institut Seni
Indonesia Denpasar.
2. Dr. I Komang Arba Wirawan, S.Sn, M.Sn. selaku Ketua LP2MPP ISI
Denpasar, begitu juga Drs. I Made Ruta, M.Si. sebagai Ketua Bidang
Pengabdian pada masyarakat.
3. Terima kasih kepada Tim pengabdian masyarakat
Yang turut serta dalam kegiatan pengabdian hingga proses penciptaan
karya
4. Dr. A.A. Gde Bagus Udayana, S.Sn, M.Si, Dekan Fakultas Seni Rupa dan
Desain Institut Seni Indonesia Denpasar beserta jajarannya, atas dukungan
moral, sarana dan prasarana yang sangat berharga. Bapak/Dosen Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain,
Institut Seni Indonesia Denpasar yang telah banyak memberi dukungan
moral.
6. Staff Administrasi LP2MPP ISI Denpasar yang telah begitu bersahabat
melayani, hal-hal yang terkait dengan administrasi.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sanggar Seni Lukis
Wasundari, tentunya masih banyak yang harus disempurnakan. Oleh
sebab itu kritik dan saran yang bersifat membangun, dari semua pihak
sangat kami butuhkan
BAHAN AJAR DASAR-DASAR KEINDAHAN DESAIN DALAM SENI RUPA
Pengantar
Dalam tulisan ini tidak banyak membicarakan hal-hal yang berhubungan
dengan filosofi atau aktivitas kejiwaan seseorang. Hal-hal yang banyak
diungkapkan terbatas pada persoalan teknis dan pengetahuan praktis serta akan
membicarakan prinsip-prinsip organisasi dan unsur-unsur seni dua dimensi dalam
seni rupa. Penulis menyadari bahwa penulisan buku ajar ini baru rnemiliki sebuah
metode, sistematika yang baik, analisis dan praktis. Kiranya penyusunan buku ajar
ini masih jauh dari cara-cara tersebut tersebut diatas namun tidak akan
mengurangi arti dan isi serta tujuan.
Ilmu Nirmana termasuk salah satu pengetahuan tentang dasar-dasar
keindahan, perancangan karya Seni Rupa dan disain harus diketahui oleh seluruh
mahasiswa FSRD ISI Denpasar di semester I dan semester II. Setelah selesai
membaca buku ajar ini, mahasiswa diharapkan dapat rnemperoleh kemudahan
teoritis didalam merancang bentuk-bentuk seni rupa sesuai dengan program studi
yang dipilihnya.
Demikian kepada semua pihak yang telah banyak membantu, memberi
saran dan kritik, tentu sangat bermanfaat bagi penyusunan buku ajar ini oleh
karena itu penulis ucapkan banyak terima kasih.
iv
Denpasar, Juni 2022
Penyusun
Drs. I Made Jan