Institut Seni Indonesia Denpasar

ISI Denpasar | Institutional Repository
Not a member yet
    5337 research outputs found

    Solo Exhibition of Contemporary Painting WASTU WAKTU Fifteen Years on Developing New Paintings of Explotion on Drawings

    Get PDF
    Wastu Waktu Ruang Imajinasi Waktu Kelana Oleh Wayan Kun Adnyana Hal yang paling maha luas adalah ruang, menyeluruh memenuhi dimensi dan arah. Ruang berdimensi jamak, menampung seluruh raga dan jiwa. Ruang hadir tanpa batas pada imajinasi, pun sebaliknya imajinasi terjejak pada ruang-ruang yang kita diami. Ruang merupakan wadah, sementara waktu seperti perjalanan, yang terkadang siklis, acap serba hadir, dan seringkali niscaya. Romo Mangunwijaya, membangun istilah Wastu Citra untuk ruang atau bangunan berdaya guna, sekaligus memiliki keindahan yang tinggi. Pada konteks batas; segayut keberadaan waktu yang abadi, seri terbaru karya-karya yang melintas ke berbagai tema, bersama kurator pameran, kita menyebutnya: Wastu Waktu. Pameran tunggal Wastu Waktu, menjadi panggung atas pemaknaan 15 tahun penemuan teknik gambar garis dalam membangun seni lukis baru. Seni yang yang Praktik penciptaan seni rupa, khususnya seni lukis, telah saya lakukan intensif sejak bangku sekolah menengah seni rupa tahun 1992, hingga kini. Sekitar 30 tahun, ruang imajinasi dipupuk kelana lintas ruang dan waktu. Perjalanan praktik seni, dengan berundag-undag jalan terjal. Tidak selamanya mulus, penuh riang dengan capaian mengundang decak kagum. Berkali-kali menemu terjal, penuh perjuangan dan penolakan. Hanya kegigihan dan fokus yang mengantar pada fase-fase harapan. Suntuk mengenyam studi magister pengkajian seni rupa, pada Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, 2006, di tengah-tengah tumpukan tugas karya tulis, kehendak untuk tetap mencipta karya seni lukis tidak pernah surut. Kala lelah dan jenuh memainkan kata-kata pada komputer, sekejap berpaling pada bidang-bidang kanvas yang menyesak menghimpit kamar tidur. Goresan demi goresan menemu alurnya sendiri; berkelindan saling merajut; halus menggulunggulung; ribuan jumlahnya. Berlapis-lapis goresan, meluas memenuhi bidang kanvas, akhirnya membentuk bentuk Sebelum jenuh dan lelah berubah jadi kantuk dan pulas, justru yang hadir gairah tidak berujung, menggores menumpuk garis-gemaris. Seluruhnya jelimet, rumit, kompleks, dan tidak terkenali mana pangkal dan ujung. Semua luruh menuju objek-objek tanpa nama (seri Hana Tan Hana, 2008). Temuan teknik, atau bahasa artistik berbasis drawing ini, sangat memudahkan dalam mengembangkan kedua bakat sekaligus, yakni tetap menulis dan kritis; selalu bergairah untuk menggores menjelajah kemungkinankemungkinan imajinasi. Saya berikrar untuk selalu menjaga, mengembangkan, sekaligus menjadikan kedua talenta titipan Semesta ini, sebagai medium perjuangan cita-cita publik. Atas temuan teknik, atau bahasa artistik berbasis drawing ini, telah mengantarkan praktik seni pada jelajah tematik yang sangat luas. Teknik khas dan mempribadi ini, mampu memanifestasikan beragam tematik, dari representasional, simbolik, metaforik, hingga abstraktif. Sejak 2006, berbagai seri tematik telah dijelajah, pasca Ibu dalam seri ‘Venus’. Seri ‘Bayi’ hadir setelahnya, kemudian seri ‘The Bodies Theater’, berikutnya seri “Poem Michigan”, yakni jelajah gambar garis dikombinasi cat air. Hampir enam tahun terakhir, justru orientasi penciptaan secara terfokus mengenali, menyelami, dan menghayati keutuhan pemaknaan atas artefak relief Yeh Pulu, di Bedulu, Gianyar, Bali. Menggali energi artistik yang khas dan berkarisma peninggalan Kerajaan Bali Kuno terakhir ini, semakin memberi keyakinan pada saya, bahwa praktik seni sesungguhnya menyatu dalam praktik riset, untuk menemu yang tidak sepenuhnya tersirat, untuk memeriksa yang abadi dilihat, sekaligus menghayati utuh lahir-batin segalanya yang begitu dahsyat memancar energi. Wastu Waktu, mimbar penghormatan pada yang tidak sepenuhnya meraga, tetapi kepada seluruh yang memancarkan energi. Wastu Waktu, menjadi bangunan maha besar, artistik visual yang menampung utuh seluruh imajinasi. Selamat menikmati pameran. Wayan Kun Adnyana Perupa dan Penulis Seni Rupa (Naskah ini disusun dalam perjalanan terbang dari Denpasar ke Dubai, untuk menuju Warsawa, Polandia, 7 November 2022

    Deskripsi Dramatari Arja “DUKUH SILADRI”

    Get PDF
    Dramatari Arja adalah salah satu gengre kesenian Bali yang di dalam pertunjukannya merangkum berbagai bidang seni seperti: seni karawitan vocal/instrumental, seni tari, seni drama, seni rupa, seni sastra, dan seni pemanggungan, merupakan salah satu wujud seni pertunjukan total teater. Dramatari arja pada umumnya menjadikan ceritera Panji sebagai babon pokok ceritera. Namun demikian, kisah-kisah epic pewayangan, ceritera rakyat, ceritera barat, dan cerita-cerita lainnya sungguh terbuka untuk diadopsi menjadi unsur dramatic untuk dilakonkan. Dramatari arja dikenal memiliki karakter baku (stock scene character) sperti condong, galuh manis/liku, desak, limbur, mantri manis/buduh, penasar dan tokoh sisipan lainnya. Apapun ceriteranya, dari manapun sumber kisahnya dipetik, penyesuaian dengan tokoh-tokoh baku tersebut menjadi keharusan untuk disesuaikan. Kalaupun kenyataannya tokoh-tpkoh sisipan dapat ditambahkan sesuai kebutuh ceritera. Dua tokoh dalam pearjaan yakni tokoh Galuh dan Mantri Manis (yang disebut sebagai arjanya) secara konsisten dalam pementasannya menggunakan tembang sebagai media ungkap dramanya. Sementara tokoh-tokoh yang lainnya merupakan campuran dengan menggunakan tembang, ujaran (pocapan) baik secara monolog, dialog epilog dalam memainkan lakon

    Pencipta karya rupa 14 buah (lukisan sampul) di "Kali Sengsara Kumpulan Puisi Makasi Bali I Wayan Dibia"

    Get PDF

    IMBA KIDUNG YADNYA (Dharmagita)

    Get PDF
    SEKAPUR SIRIH DARI PENULIS Om Suastyastu Penulis tiada hentinya memanjatkan puja dan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Penga- sih) karena setelah sekian lama berproses sebagai endapan wujud niatan dan berkat asung kerta waranugraha-Nya buku Imba Ki- dung Yadnya (Dharmagita) ini dapat terselesaikan. Sujud bakti penulis kehadapan para leluhur, Hyang Kawi sebagai Hyang Kawi Sastra dan Hyang Kawi Suara yang telah membimbing secara spi- ritual sekala niskala dalam mewujudkan karya agung menggaung sepanjang waktu. Keindahan untaian sastra bermakna filosofis yang mendalam, tuntunan hidup dan kehidupan dengan estetik alunan melodi yang indah berkumandang setiap saat sebagai ba- gian dari persembahan yadnya dalam berbagai domainnya. Penulis hanya berusaha mendokumentasikan karya-karya leluhur untuk tetap terjaga eksistensinya, ditengah kekhwatiran semakin dijauhi oleh generasi pelanjutnya karena kemajuan jaman dengan teknolo- gi kekinian. Buku “Imba Kidung Yadnya” ini ditulis dengan tujuan ingin memenuhi keinginan para pembina kidung khususnya juru kidung, dan penggemar tembang-tembang yang berkaitan dengan sastra dan nyanyian keagamaan (Dharmagita).. Hal ini sangat pen- ting sebagai srada bakti dan bukti bakti kehadapan Sang Pencipta Ida Sang Hyang Parama Kawi beserta sinar suci beliau. Buku ini berhasil mendokumentasikan beberapa kidung yadnya dengan ber- bagai gaya daerah yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Bali. Menyadari karena luas dan kayanya diskursus tentang ki- dung, buku ini belum bisa mencatat semua kidung-kidung yang masih tersebar luas di kabupaten/kota di Bali. Tentunya dengan harapan semoga secara perlahan namun pasti jenis kidung yang lain akan terdokomentasi pada kesempatan yang akan datang. Be- berapa informasi tentang teknik olah vokal, teknik penotasian, dan teori-teori kidung lainnya bermanfaat sebagai acuan untuk lebih mengerti membaca dan menyanyikan kidung. Oleh karena itu atas kekurangannya penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya dan kepada para pembaca dimohon agar sudi kiranya melengkapinya demi kesempurnaan buku ini. Atas kerendahan hati, semoga buku Imba Kidung Yadnya (Dharmagita) ini dapat menggugah para penggiat kidung terutama anak-anak muda Hindu sebagai penerus tradisi budaya religius, untuk mencintai, menekuni, mempelajari, dan menyanyikan jenis-jenis kidung warisan budaya adhi luhung yang kita cintai ini. Buku ini dilengkapi dengan notasi dingdong (penganggening aksara Bali), yang juga dilengkapi dengan peng- gunaan garis nilai dan garis lengkung/legato. Legato sebagai peng- hubung beberapa not atau not satu dengan not lainnya yang biasa dipergunakan dalam penotasian musik Barat Ucapan terima kasih yang tulus penulis haturkan kehadapan para sujana, para ahli kidung yang telah banyak memberikan petuah-petuah dan informasi yang sangat berguna demi kesem- purnaan buku ini. Rasa hormat dan sujud bakti penulis haturkan kehadapan almarhum ayahnda tercinta I Dewa Putu Sasih (almar- hum), yang sejak kecil menggembleng dan menanamkan bibit seni dengan kegiatan pelatihan berkesenian baik dalam bidang seni tari, seni tabuh, dan juga tatembangan Bali (sekaran). Sebagai fondasi awal yang penulis terus dalami menjadi pembuka jalan karier yang sesungguhnya dimulai dari usaha beliau. Oleh karenanya buku ini penulis dedikasikan kepada beliau bersama ibunda terkasih kedua istri pendamping almarhum. Disamping itu ucapan terima kasih penulis haturkan kepada para pakar, pembimbing, pembina, yang membukakan jalan buat penulis memberi kesempatan menapaki mengikuti langkah-langkah beliau berkiprah dan berolah seni ta- tembangan Bali. Mereka itu diantaranya: Bapak I Wayan Pamit (almarhum), Ida Pedanda Lebar Ida Pedanda Gede Oka Tembau (almarhum), saat walaka bernama Ida Bagus Made Putra. Ida Wa- yan Ngurah (almarhum), A.A. Gede Agung (almarhum), dan para pakar sepuh lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Ba- pak I Wayan Pamit dari tahun 1985 sudah berjasa memberi kesem- patan kepada penulis untuk tampil sebagai peserta di bidang mem- baca Kakawin dalam ajang lomba Seni Baca Lontar, sebutan dari Utsawa Dharmagita saat itu dari tingkat kabupaten sampai tingkat provinsi. Bersama Ida Pedanda Gede Oka Tembau bapak I Wayan Pamit telah dengan tulus membukakan jalan dan membina penulis sehingga selalu tampil sebagai pemenang. Langkah ini telah meng- antarkan penulis menjadi anggota Widyasabha sekaligus sebagai pembina dan juri di tingkat kabupaten/kota dan lanjut di tingkat provinsi dan nasional. Sebagian besar materi kidung penulis dapat- kan dan merekontruksikannya dari kidung-kidung pemberian ba- pak Wayan Pamit saat beliau masih hidup. A.A. Gede Agung (al- marhum) adalah seorang pembina kidung yang mempuni dari De- sa Sading Kabupaten Badung telah memberikan teknik olah vokal dan cara menembangkan kidung yang beliau dapatkan dari sera- sehan Kidung pada tahun 1975. Teknik-teknik yang beliau terap- kan telah menghasilkan para pembina dan penyanyi kidung yang handal baik di wilayah Kabupaten Badung maupun di kabupaten- kabupaten lainnya di seluruh Bali. Sama halnya dengan Ida Wayan Ngurah yang juga seorang seniman multi talent dan sastrawan mumpuni. Sejak pertemuan penulis dengan beliau pada tahun 1978 telah menginspirasi penulis untuk menggeluti dan mencintai Ki- dung serta memberikan penulis beberapa materi Kidung khas Karangasem (Desa Budakeling) tempat dimana beliau berasal. Di samping kidung-kidung khas Karangasem beliau juga memberi- kan kidung-kidung Sasasakan (kidung khas Lombok) yang sering dinyanyikan saat upacara Yadnya. Melalui keponakan beliau Ida Ayu Wayan Arya Satyani, S.Sn., M.Sn dan Ida Ayu Nyoman Diana Pani, S.Ag penulis berhasil mendapatkan kidung “Gebang Apit Lontar” karya Ida Made Oka Gejel dan kidung-kidung lainnya yang beliau janjikan sejak belum meninggal. Kidung Gebang Apit Lontar merupakan sebuah kidung yang khas karena menggunakan dua laras yaitu Laras Slendro dan Laras Pelog. Beberapa jenis ki- dung juga penulis dapatkan dari I Gusti Nyoman Wirata (almar- hum) pormer Ketua Widyasabha Kabupaten tabanan dan juga dari bapak I Wayan Mudra (almarhum) yang saat hidupnya aktif mem- bina dan selalu bergelut di bidang Dharmagita dari Desa Tanah- ampo Manggis Karangasem. Sumber kidung lainnya termasuk Kidung “Turun Daun” (Kidung khas Lombok) yang biasa dinya- nyikan oleh kaum muslim dan Hindu/watu telu) penulis dapatkan dari bapak I Wayan Dana, Ketua LPDG Pusat. Terima kasih pula kepada para sahabat para penggiat kidung atas dorongannya un- tuk menjadikan catatan penulis untuk diterbitkan menjadi sebuah buku. Terima kasih kepada buah hati ananda Adiyana Paramita (Adi), Dwiyana Stirabudi (Dwi) dan Nyoman Triyana Usadhi (Mang Gus) dan seluruh keluarga besar penulis baik di Mengwitani Badung maupun di Jro Manggis Karangasem atas segala duku- ngannya. Berkat dukungan penuh I Nyoman Catra (suami/pen- damping hidup) yang atas usaha kretifnya menciptakan font no- tasi dingdong dengan panganggēning aksara Bali ini yang sangat bermanfaat dan memudahkan penulis mengumpulkan secara per- lahan penotasian kidung tersebut di dalam file computer. Doro- ngan dan suportnya memacu semangat dan gairah untuk menja- dikan kumpulan catatan hasil unuh-unuhan ragam kidung yang berproses dalam perjalanan panjang akhirnya dapat dikumpulkan dalam bentuk buku. Penulis menyadari Imba Kidung Yadnya (Dharmagita) ini jauh dari sempurna. Walau dalam keterbatasanya penulis memberanikan diri untuk menyuguhkannya kehadapan khalayak pencinta kidung. Kritik, saran dan masukan dari para pakar dan kritikus sangat diharapkan demi perbaikan di masa- masa mendatang. Sebagai akhir kata dengan mengucapkan Om awignamastu namo siddham buku “Imba Kidung Yadnya: Dharma- gita” ini penulis persembahkan kehadapan khalayak dengan ha- rapan semoga bermanfaat. Om Shanti, Shanti, Shanti Om Mangupura, Oktober 2022 Penulis, Desak Made Suarti Laksm

    "PASAR OTOMOTIF Motor"

    Get PDF
    Minat otomotif pada era pandemi masih terbilang tinggi. Tidak banyak orang sekarang rela merogoh uang untuk memiliki suatu koleksi mobil dan motor, dan didorong oleh konten otomotif yang sekarang marak di platform youtube. Sekarang usaha jual beli mobil banyak diminati orang, sehingga orang ingin membangun usaha otomotif sendiri. Salah satunya adalah, Pasar Otomotif Motor yang akan melakukan perancangan logo dan desain lain nya. Pembuatan desain dibimbing oleh mitra magang agar sesuai dengan standar usaha. Pembuatan logo Pasar Otomotif Motor dilakukan dengan sejumlah metode dan pengumpulan data pada kompetitor lain, sehingga desain dari logo tersebut memiliki makna dan identitas sendiri terhadap Pasar Motor. Keyword : MBKM, Magang, Minat, Perancangan, Desain, Logo, Otomoti

    PERANCANGAN KOMIK KARTUN TU KARMA DI STUDIO BOG-BOG KOMUNIKARTUN

    Get PDF
    Saat ini perkembangan teknologi yang ada semakin cepat perkembanganya seiring dengan globalisasi telah mengubah aspek kehidupan hingga yang terkecildan kini banyaknya cerita dari luar negeri yang disuguhkan d i sosial media. Perancangan yang berjudul “Perancangan Komik Kartun Tu Karma di Studio BOG-BOG Komunikartun” memiliki rumusan masalah bagaimana cara merancang komik Tu Karma dan bagaimana bidang manajemen BOG-BOG Komunikartun. Tujuan pembuatan karya ini adalah untuk Dapat memberikan pengalaman dan manfaat untuk diri sendiri sebagai seorang desainer dalam merancang media komunikasi visualdan untuk memberikan informasi kepada khalayak ramai / masyarakat luas tentang cerita cerita karmaphala melalui komik kartun Perancangan karya ini menggunakan metode wawancara, observasi dan metode kepustakaan adapun sumber data yang digunakan adalah sejarah perkembangan BOG-BOG Komunikartun dari awal berdiri hingga saat ini. Landasan teori digunakan adalah teori konik, kartun, tipografi, dan warna. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa dalam proses magang/praktek kerja yang dilaksanakan di BOG-BOG Komunikartun selama kurang lebih 3 bulan ini penulis mendapatkan banyak manfaat baik, Penulis dapat menganalisis bahwa magang/praktek kerja ini telah memberi pengalanan dapat merasakan terjun langsung kedunia industri kusunya industri kreatif yang bergerak di bidang kartun,.Dalam pembuatan projek penulis mendapatkan pengalaman mulai dari pembuatan karakter kartun, cover buku, dan komik kartun dikerjakan berdasarkan permintaan pemilik BOG-BOG Komunikartun yang diawali dengan pembuatan ide, tema, konsep, unsur pembentuk komik untuk mencerminkan karakter tokoh yang diinginkan. Kata Kunci : Kartun, Komik, Karakte

    PELATIHAN MELUKIS PADA MEDIA KACA DI YAYASAN BUNGA BALI DENPASAR

    Get PDF
    KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga laporan pengabdian Masyarakat dengan judul: “Pelatihan melukis Pada media Kaca di Yayasan Bunga Bali ” berjalan dengan lancar dan dapat di selesaikan dengan baik. Penulis menyadari, banyak pihak yang telah memberi dorongan, bimbingan, bantuan maupun arahan sejak awal sampai selesai proses penelitian ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis sampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar Prof. Dr. Wayan Adnyana, S.Sn. M,Sn., Ketua LP2MPP ISI Denpasar Dr. Komang Arba Wirawan, M.Si., Dekan FSRD ISI Denpasar Dr. A A Gede Bagus Udayana, S.Sn,, M.Si, Koordinator Prodi Seni Murni FRSD ISI Denpasar Dr. I Wayan Setem, S.Sn, M.Sn., Ketua Yayasan Bunga Bali Bpk. I Gusti Bagus Alit Putra, S.H., M.Si., Drs. I Nyoman Dana, M.Erg selaku pengurus Yayasan Bunga Bali, Team anggota pengabdian kepada masyarakat atas segala bantuannya. Akhirnya kepada semua pihak yang terlibat dalam penelitian ini, penulis ucapkan terima kasih. Denpasar, Januari 2022 Penuli

    LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: PELATIHAN MELUKIS YOUNG ARTIS DI SANGGAR WASUNDARI KAMASAN KLUNGKUNG

    Get PDF
    PRAKATA Puji syukur dihaturkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat-Nya, laporan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul PELATIHAN MELUKIS YOUNG ARTIS DI SANGGAR WASUNDARI KAMASAN KLUNGKUNG. Tentunya laporan ini tak akan terwujud tanpa adanya restu dari Tuhan Yang Maha Esa dan juga dukungan dari berbagai pihak, baik moral maupun material. Untuk itu, hanya sejumput ucapan terima kasih dari hati yang tulus yang bisa kami persembahkan kepada : 1. Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., selaku rektor Institut Seni Indonesia Denpasar. 2. Dr. I Komang Arba Wirawan, S.Sn, M.Sn. selaku Ketua LP2MPP ISI Denpasar, begitu juga Drs. I Made Ruta, M.Si. sebagai Ketua Bidang Pengabdian pada masyarakat. 3. Terima kasih kepada Tim pengabdian masyarakat Yang turut serta dalam kegiatan pengabdian hingga proses penciptaan karya 4. Dr. A.A. Gde Bagus Udayana, S.Sn, M.Si, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar beserta jajarannya, atas dukungan moral, sarana dan prasarana yang sangat berharga. Bapak/Dosen Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar yang telah banyak memberi dukungan moral. 6. Staff Administrasi LP2MPP ISI Denpasar yang telah begitu bersahabat melayani, hal-hal yang terkait dengan administrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sanggar Seni Lukis Wasundari, tentunya masih banyak yang harus disempurnakan. Oleh sebab itu kritik dan saran yang bersifat membangun, dari semua pihak sangat kami butuhkan

    BAHAN AJAR DASAR-DASAR KEINDAHAN DESAIN DALAM SENI RUPA

    Get PDF
    Pengantar Dalam tulisan ini tidak banyak membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan filosofi atau aktivitas kejiwaan seseorang. Hal-hal yang banyak diungkapkan terbatas pada persoalan teknis dan pengetahuan praktis serta akan membicarakan prinsip-prinsip organisasi dan unsur-unsur seni dua dimensi dalam seni rupa. Penulis menyadari bahwa penulisan buku ajar ini baru rnemiliki sebuah metode, sistematika yang baik, analisis dan praktis. Kiranya penyusunan buku ajar ini masih jauh dari cara-cara tersebut tersebut diatas namun tidak akan mengurangi arti dan isi serta tujuan. Ilmu Nirmana termasuk salah satu pengetahuan tentang dasar-dasar keindahan, perancangan karya Seni Rupa dan disain harus diketahui oleh seluruh mahasiswa FSRD ISI Denpasar di semester I dan semester II. Setelah selesai membaca buku ajar ini, mahasiswa diharapkan dapat rnemperoleh kemudahan teoritis didalam merancang bentuk-bentuk seni rupa sesuai dengan program studi yang dipilihnya. Demikian kepada semua pihak yang telah banyak membantu, memberi saran dan kritik, tentu sangat bermanfaat bagi penyusunan buku ajar ini oleh karena itu penulis ucapkan banyak terima kasih. iv Denpasar, Juni 2022 Penyusun Drs. I Made Jan

    4,402

    full texts

    5,337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ISI Denpasar | Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇