Institut Seni Indonesia Denpasar

ISI Denpasar | Institutional Repository
Not a member yet
    5337 research outputs found

    PEER Review Rekonstruksi Tari legong Tombol dalarn Karya Seni

    Get PDF

    MENGUAK DAN MEMPROVOKASI PERSOALAN PENCIPTAAN SENI LUKIS DENGAN PENDEKATAN: BRAINSTORMING TANGRAM DAN INTERPRETASI SEMANTIK.

    Get PDF
    PENGANTAR Puja dan puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena dapat menyelesaikan buku kecil ini. Telah disadari untuk membuat buku kecil ini dengan tiga materi yakni, Brainstorming, Tangram dan Interpretasi Simantik yang baik dan lengkap tentunya diperlukan suatu pengalaman dan pengetahuan yang mendalam dan waktu yang cukup. Buku kecil ini dimaksudkan untuk menggarisbawahi metode dalam beberapa tahap proses kreatif dengan meminjam / mempergunakan Brainstorming, Tangram dan Interpretasi Simantik sehingga akan terbukalah ruang-ruang imajiner dan kebolehjadian dalam proses kreatif. Konsep-konsep yang dikemukakan dalam Brainstorming dapat dipergunakan untuk menggali ide-ide dan sebagai kunci untuk membuka semua pintu dan menawarkan hasil-hasil yang sangat mengejutkan. Memacu meningkatkan kemampuan mengkaitkan apa yang lazimnya tidak terkait, merelevankan suatu relasi yang sebelumnya tidak relevan. Tangram dapat menolong untuk mendapatkan identitas baru dari yang sederhana, dari hal-hal kecil yang ada dan hidup disekitar kita karena disitu tergelar serta terpendam potensipotensi yang penting dan berarti untuk membuka imej-imej yang bergema. Sedangkan interpretasi semantik mampu memberikan kerangka pengalaman yang lebih komprehensif, dengan memasuki relung-relung relasi yang tersembunyi dari suatu fenomena. Secara operasional semantik dapat membantu untuk melihat hubungan antara subtansi karya seni lukis dan bahasa ungkap / ekspresinya. Hal diatas sesuai dengan tulisan Victor Shklovsky, seorang ahli estetika dari Rusia menulis: Seni muncul untuk membantu kita menemukan sensasi hidup: seni muncul untuk membuat kita merasakan sesuatu, membuat batu menjadi berbatu. Tujuan dari seni adalah memberi sensasi pada suatu obyek seperti yang terlihat, bukan seperti yang terkenali. Teknik dari seni adalah untuk membuat sesuatu “tidak lazim”. Pada kesempatan ini saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam pembuatan buku kecil ini terutama kepada M. Dwi Marianto atas nasehat dan dorongan dengan segala komentar dan saran yang nilainya tak terhitung. Diharapkan buku ini akan memberi dasar-dasar dan arah berpikir untuk proses kreativitas dengan wawasan yang lebih luas. I Wayan Setem

    MAWAR BERDURI #1

    Get PDF

    LAMPU TIDUR

    Get PDF
    Pencanangan ekonomi kreatif dalam perkembangan era industri dan informasi pada masa sekarang ini, sangatlah penting. Progam pencanangan ekonomi kreatif berfotensi pada sigmen pasar yang dapat dikembangkan salah satunya adalah dibidang kebutuhan produk rumah tangga pada masyarakat umum. Dari hal tersebut, kebutuhan bidang produk yang memiliki fungsi praktis maupun hias berkembang dengan pesat untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat umum. Beberapa jenis produk tersebut seperti perlengkapan ruang tamu, kamar tidur, produk rumah tangga dan lain sebagainya. Hasil survey lapangan yang dilakukan penulis menunjukkan, masyarakat yang memiliki kamar tidur dengan ukuran kurang dari 3x4 m saat ini mengalami kesulitan dalam menata bentuk dan estetika kamar tidur mereka, karena sering terkesan sesak dan kurang artistik. Untuk itu, perlu adanya perubahan atau inovasi yang dapat menata fungsi dan estetika produk mebel tersebut. Dalam hal ini dibutuhkan ide yang baru untuk merancang suatu produk yang kreatif. Dalam menciptakan produk kamar tidur, agar terkesan elegan perlu adanya penghematan ruang agar memiliki kenyamanan dan keindahan. Inovasi dan ide kreatif sangat diperlukan untuk mengolah suatu produk kriya. Produk kriya yang baik yakni yang memiliki nilai ergonomis, nilai kebaruan dan estetika. Dalam desain produk yang ada perlu adanya kebaruan untuk mengikuti zaman dan perkembangan desain. Desain harus dikembang secara wajar mengikuti perkembangan lingkungannya

    Bhuwana

    Get PDF

    EH HO-CITTAKRAMA-ABYUDAYA DESA SWABUDAYA GADUNGAN

    Get PDF
    Om Swastyastu, Namobudaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Terima kasih dihaturkan ke hadapan Hyang Widi Wasa atas asung kertha wara nugraha-Nya, pelaksanaan Nata Citta Swabudaya (NCS) Desa Gadungan dapat terlaksana dengan lancar, sukses, dan bermakna. NCS merupakan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Pengembangan Pendidikan (LP2MPP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar bermitra dengan Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Desa Gadungan dipilih sebagai mitra NCS karena potensi desa yang layak dikembangkan dalam bidang seni budaya. Adapun kegiatan NCS di Desa Gadungan terdiri atas penciptaan tari dan iringan (Murdha Nata Sekar Gadung), video profil Desa Gadungan, peletakan prasasti NCS ISI Denpasar dan buku monografi Desa Gadungan. Kegiatan NCS dilaksanakan dengan saling bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat yang ada di Desa Gadungan. Buku monografi Desa Gadungan dengan judul Yeh Ho-CittakramaAbyudaya memberikan gambaran mengenai Desa Gadungan dengan potensi sumber daya alam yang dilintasi sungai Yeh Ho sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Desa Gadungan. Sungai Yeh Ho memberikan manfaat bagi lahan pertanian dan perkebunan warga sehingga potensi agro di Desa Gadungan menjadi potensi terbesar. Cittakrama berkaitan dengan latar belakang sejarah perjuangan kemerdekaan RI 1945. Desa Gadungan menjadi basis perjuangan dengan menghadirkan pejuang-pejuang tangguh yang membela persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dibuktikan dengan adanya monumen perjuangan. Abyudaya terkait dengan kemakmuran dan semangat hidup masyarakat. Potensi Desa Gadungan dikembangkan melalui program NCS sebagai upaya mendorong pemajuan perekonomian masyarakat setempat sejalan visi NCS, yakni mewujudkan ekosistem seni budaya berkelanjutan Seluruh tim NCS Desa Gadungan menghaturkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Desa Gadungan yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan NCS ini. Om Santih, Santih, Santih Om

    Technology Transfer Method of Tantri Darmaswami Dance Theater as a Virtual Work

    Get PDF
    The COVID-19 pandemic has become a scourge for performing arts activists. The impact narrows the movement of art life, both formal and non-formal. Creative people try to be creative in finding breakthroughs to overcome this stagnation. This cannot be done unilaterally, it needs cooperation with the Business World and the Industrial World (DUDI) to communicate the results of the work. Solving problem, through the Diktiristek Matching Fund Program, the Faculty of Performing Arts (FSP) of the Indonesian Arts Institute (ISI) Denpasar in collaboration with PT. Bali Ranadha Television, created the work of Darmaswami Tantri Dance Theatre, which combines elements of tantri dance theater with cinematographic techniques into a virtual masterpiece. Using the technology transfer method is the transfer of the ability to utilize, master science, and technology. The goal is to increase art knowledge, produce quality creations, continue artistic work, and can be enjoyed by the public through virtual communication Keywords---COVID-19 pandemic, dance theatre, method, technology transfer, virtual work

    SOLAH PURUS

    Get PDF
    Tari Solah Purus adalah karya tari kontemporer mengambil tema kesuburan yang sumber kreatifnya dari peristiwa budaya yaitu Sanghyang Enjo-Enjo.Sanghyang Enjo-Enjo merupakan wujud keyakinan masyarakat yang mempunyai makna kesuburan, menggunakan alat vital laki-laki sebagai simbol. Sanghyang Enjo-Enjo ini memiliki keunikan yaitu dari segi wujud dibuat dari ilalang (ambengan) Berbentuk sosok laki-laki (purusa), yang memegang simbol kesuburan laki-laki dan symbol kesuburan tersebut bisa digerakan dengan cara tarik-ulur serta dari segi penyajian yang ada lima yaitu didorong, ditarik, diangkat, dibanting, dan diputar. pencipta tertarik mengangkat prosesi, bentuk penyajian dan makna dari peristiwa budaya tersebut. Karya tari Solah Purus ini ditarikan oleh Sembilan penari putra dengan postur tubuh yang sama. Metode penciptaan yang digunakan dalam karya tari Solah PurusiniadalahmetodeMencipta LewattariolehY.sumandiyoHadi yangmencakup tahap penjajagan, tahap percobaan dan tahap pembentukan. Karya tari Solah Purus ini menggunakan tata rias wajah dan busana berupa baju dan celana menjadi satu dengan variasi kain rangrang khas Nusa Penida, gelang kana, gelang lengan, deker kaki, gelang kaki, jestring, kancut purus dan sabuk pinggang. Iringan yang digunakan dalam karya tari Solah Purus ini adalah beberapan instrumen gamelan Semar Pegulingan yaitu Riong, Kajar, Jegog, Jublag, Gong, Gentorang serta menggunakan vokal pada bagian opening dan Ending. Karya tari kontemporer Solah Purus dipentaskan di panggung proscenium Gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia Denpasar. Tujuan penciptaan karya ini yaitu untuk memberikan pesan moral bahwa janganlah menyia-nyiakan kesuburan karena kesuburan dibutuhkan setiap manusia dan mewujudkan karya tari baru berbasis kearifan lokal. Hal ini dilatari karena banyaknya kini generasi muda tidak mengenali kearifan lokal budaya mereka sendiri, padahal peristiwa budaya tersebut mengandung nilai-nilai budaya adiluhung yang patut untuk dilestarikan. Kata Kunci: Solah Purus, Kontemporer, Karya Tari, Sanghyang Enjo-Enjo, kesuburan

    RANCANGAN PEMBERDAYAAN MENGGAMBAR WAYANG BALI MELALUI IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) DI LINGKUNGAN BANJAR BERABAN, DESA DAUH PURI KAUH, KECAMATAN DENPASAR BARAT, KOTA MADYA DENPASAR

    Get PDF
    Dengan memanjatkan doa puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Atas asung kerta wara NugrahaNya, penulis telah berhasil menyelesaikan rancangan pengabdian masyarakat yang berjudul “Rancangan Pemberdayaan Menggambar Wayang Bali Melalui Ipteks Bagi Masyarakat (Ibm) Di Lingkungan Banjar Beraban, Desa Dauh Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Madya Denpasar”. Rancangan ini disusun untuk memberikan gambaran kepada generasi muda, bahwa menggambar wayang itu sangatlah mudah, sehingga generasi muda nantinya mampu mengaplikasikannya lewat media yang lain. Penulis telah mencoba melakukan yang terbaik dalam merancang pengabdian masyarakat, namun penulis menyadari bahwa penyususnan pengabdian masyarakat ini masih banyak kekurangannya. Akhirnya dengan segala keterbatasan dan kerendahan hati, dalam penyususunan rancangan pengabdian masyarakat ini penulis persembahkan kepada para pembaca, dan mahasiswa yang nantinya mengambil matakuliah Kuliah kerja nyata, khususnya di fakultas seni rupa dan desain, Institut Seni Indonesia Denpasar, bisa dipergunakan untuk membimbing masyarakat di tempat KKN nantinya, semoga bermanfaat adanya, terutama bagi kemajuan ilmu pengetahuan, seni dan budaya Bali

    4,402

    full texts

    5,337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ISI Denpasar | Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇