5337 research outputs found
Sort by
KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR NOMOR : 642/IT5.4/PT/2022 TENTANG PENETAPAN DOSEN MENGAJAR TETAP FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2022/2023 a.n Drs. I Made Mertanadi, M.Si
PEER Review SEKALA NISKALA" KONSEP KESEIMBANGAN HIDUP MASYARAKAT HINDU BALI UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN DALAM KARYA INSTALASI FOTOGRAFI
PEER Review Rasayatra: Eksplorasi Estetika Hindu 'Nawarasa' dalam Desain Interior Museum 30 Interactive Trick Art
BRANDING USAHA PATUNG BIMAS DI DESA SUKAWATI, GIANYAR, BALI
Sarkofagus Bali merupakan hasil seni pahat yang tertua, cikal bakal seni pahat
Bali. Bukti-bukti arkeologi di wilayah Gianyar yang ditemukan berupa batu, logam
dan relief-relief yang menggambarkan kehidupan manusia, candi serta goa-goa yang
ditemukan di daerah tebing-tebing sungai Pakerisan, Gianyar membuktikan seni
pahat nyata adanya. Menurut I Ketut Budiana dan I Wayan Seriyoga Parta, 2015, seni
pahat Bali memiliki penggambaran kedok muka dengan memperlihatkan mata yang
melotot, telinga lebar, mulut terbuka, dengan lidah keluar maupun gigi yang mencuat
melambangkan nenek moyang atau pemimpin yang mempunyai kekuatan magis dan
menjadi pelindung bagi masyarakat. Dengan demikian karya seni pahat pada
sarkofagus berfungsi sebagai estetis-dekoratif dan juga simbolis magis. Usaha patung
Bimas merupakan salah satu dari pemilik usaha patung yang berada di Sukawati,
Gianyar, Bali. Namun usaha patung milik Bimas belum memiliki media – media
untuk merepresentasikan usaha patung sebagai pembeda antar penjual lain. Tujuan
dari penulisan ini adalah untuk mengetahui media yang efektif dalam proses
perancangan media komunikasi visual. Konsep yang digunakan menggunakan
identitas lokal Bali yang mana menggunakan daerah Gianyar sebagai perancangan
media komunikasi visual. Dengan harapan perancangan media – media komunikasi
visual ini dapat membantu usaha patung Bimas agar proses branding tidak dilupakan
sebagai pembeda, pembentuk yang menjadikan citra atau persepsi di masyarakat.
Hasilnya, penulis dapat menentukan serta merancang media komunikasi visual
sebagai branding usaha patung Bimas di Sukawati, Gianyar, Bali.
Kata Kunci : Seni Pahat, Branding, Usaha Patung Bimas, Gianyar Bal
DESAIN PENJENAMAAN BALI PERANCANGAN MEDIA PROMOSI JAMU MENKUEG
Brand Awareness menjadi tujuan utama sebuah perusahaan dari promosi yang
diterapkan pada produk maupun jasanya. Fungsi branding dalam suatu bisnis yaitu
sebagai pembeda, promosi dan daya tarik, serta membangun citra perusahaan, karena
setiap produk yang mempunyai brand yang kuat, maka konsumen akan mudah untuk
membedakannya dengan brand perusahaan lain. Selain itu, branding juga dapat
memberikan penanda dan ciri khas suatu produk dan dapat mempengaruhi stigma
konsumen agar konsumen lebih percaya dan ingin Kembali menggunakan produk
tersebut.
Dalam memasarkan produknya dahulu mereka hanya mempromosikan dari mulut
kemulut serta menitipkan di beberapa toko di sekitar desa, akan tetapi karena
beberapa pesaing juga menitipkan di toko-toko tersebut, owner berkeinginan agar
bisa bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas lagi dengan bantuan branding
dan media promosi lainnya.
Dengan adanya latar belakang seperti yang sudah dijelaskan di atas, maka timbul
permasalahan antara lain: Dalam pembuatan media branding dan promosi ini, untuk
mendapatkan data mengenai umkm penulis melakukan observasi yang dilakukan
dengan cara meneliti atau melalui eksperimen secara langsung ke lapangan.
Perancangan media promosi produk jamu Men Kueg ini di harapkan dapat
memberikan dampak yang baik yaitu meluasnya pemasaran produk tersebut dengan
di buat nya ke 5 media, serta meningkatnya penjualan serta konsumen dan promosi
ini dapat berdampak positif kepada pemilik produk dan masyarakat sekitar
PERANCANGAN MEDIA KOMUNIKASI VISUAL UNTUK BRANDING PRODUK TOKO PAKAIAN ADAT BALI SEMUT API DI BADUNG
Toko Semut Api merupakan usaha jasa yang menjual dan membuat berbagai
pakaian adat bali dengan banyak pilihan motif kain yang sedang menjadi trend.
Adapun permasalahan yang dikaji merupakan brand identitas dari produk Toko
Semut Api tersebut tidak terciptanya identitas visual yang berkonsep, selain itu
permasalahan yang didapatkan pada produk Toko Semut Api merupakan kurangnya
pengetahuan dalam mempromosikan produk itu sendiri. Maka dari itu penulis
merancang branding pada produk Toko Semut Api, membuat inovasi dengan cara
membuat dan merancang media komunikasi visual yang diperlukan untuk
mendukung kegiatan promosi produk dan meningkatkan eksistensinya. Metode
yang digunakan pada perancangan ini yaitu metode kualitatif, dengan teknik
pengumpulan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer yang
dilakukan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data
sekunder dilakukan melalui tahapan studi literatur yang sesuai dengan topik
perancangan. Hasil analisis data tersebut dilakukan untuk memahami konsep
perancangan dasar desain, sehingga dapat menghasilkan ide desain baru yang
bertujuan bisa meningkatkan efesiensi dan kualitas pada citra produk saat promosi
yang diimplementasikan melalui media komunikasi visual seperti logo, papan
nama, hangtag, kartu nama dan paper bag. Kesimpulan dari perancangan ini
bertujuan memperkuat identitas visual dari produk Toko Semut Api berdasarkan
permasalahan yang terdapat pada Toko Semut Api dengan harapan dapat
menyelesaikan permasalahan tersebut sehingga dapat memberikan citra yang baik
pada masyarakat.
Kata Kunci : Toko Pakaian Adat Semut Api, Branding, Media Promosi, Desain
Komunikasi Visual