5337 research outputs found
Sort by
MOBILE ART LABORATORY RUANG KOLABORASI SENI RUPA PERTUNJUKAN BERBASIS MASYARAKAT
Mobile Art Lab, an alternative space for community-based performance art, is an art
creation for transferring the methods and art practices of artists in society through experience. This
study focused on the importance of creating a Mobile Art Lab, the form and processes of the
Mobile Art Lab as an alternative education-based space that can facilitate the exclusivity of
community-based contemporary performing arts in Bali, and the cultural benefits of the Mobile
Art Lab as an approach to contemporary performing arts in local, national, and international
communities.
This study was a qualitative interpretation study designed for the research of art creation
with a participatory approach. This study was conducted based on the one-dimensional society art
theory of J. J. Hogman, actor network theory (ANT), and nonformal education theory of
Conscientizacao. Data were collected through observation, interviews, and literature study. The
interactive analysis model was used in presenting the data and analyses; data were presented
formally and informally.
This study revealed differences in the forms of bamboo art installations in each area and
community. The historical trajectories of the appearance, movements, and sound produced in their
art showed the uniqueness of each community space and time. Produced four design concepts and
six implementations of Mobile Art Laboratory (trajectory), namely: the Sawe Negare design
concept; the design concept in front of the Buleleng Disbud office; design concept in Klungkung
Public Square; design concept in front of the Lata Mahosadhi Pusdok, trajectory at ARMA
Pengosekan Ubud; trajectory at Art Bali Nusa Dua; trajectory at Titik Dua Mas Ubud; trajectory
in Jatijagat Poetry Village; trajectory at Santrian Gallery Sanur; and trajectories at Komaneka
Gallery.
Mobile Art Lab is an approach that can facilitate people becoming involved in art activities,
inspire critical appreciation of the art of individual artists, and allow individuals to collaborate with
artists in creating in the form of visual arts, sound, and each area’s unique historical trajectory of
events. Most people need experience and knowledge of art for self-actualization and practical
independence in their lives, and the Mobile Art Lab is one approach to actualizing this in the wider
community.
Keywords: Mobile, Art, Lab, an alternative space, Performance art, Community-based
Pembuatan Musik Bumper Dan Ilustrasi Program Acara Grand Final BRTV Bali TV 2021
This paper aims to discuss the process of making bumper music, MC opening
illustration music, teaser illustration music for the finalists, and illustration music for the
announcement of winners from the BRTV Bali TV 2021 Grand Final program. In
accordance with the MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) curriculum, the author
gets the opportunity to carry out internships/ field work practices, which are carried out on
Bali TV. In this implementation, the author had the opportunity to make several pieces of
music to be used in the Grand Final event of BRTV Bali TV 2021. The implementation of
making this music went through several stages, namely the preliminary stage, the spotting
stage, the music making stage, the mastering and review stage, and the execution stage
at the event. Preliminary stage discusses plans for making the new music for the program.
The spotting stage is carried out to determine the musical elements that match the visuals.
The music making stage begins the creative process of making the music. The mastering
and review stage is the process of rendering to audio format and then reviewed by the
partner. The execution stage during the event is the writer's activity as a music operator
when the program is running. The music that has been created has also been directly
applied to the 2021 BRTV Bali TV Grand Final program.
Keywords : Grand Final BRTV Bali TV 2021, Bumper Music, Illustration Musi
PERANCANGAN MURAL BERNUANSA BALI DAN JEPANG UNTUK CIROKOI DI DENPASAR
Mural merupakan salah satu bentuk seni rupa, atau lebih tepatnya seni lukis, yang biasanya
menggunakan dinding atau tembok sebagai medianya, atau dapat juga menggunakan media besar dan
datar lainnya seperti, langit-langit, papan besi, maupun kain, baik eksterior maupun interior. Magang
praktik/kerja merupakan mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual
dengan penerapan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Tempat magang yang dipilih yakni
Made Blez Studio merupakan perusahaan desain grafis studio di Denpasar. Real projek yang didapat
merupakan projek mural mulai dari proses penggarapan desain mural sampai dengan pengamplikasian
dilakukan oleh mahasiswa. Mural yang nanti digarap mempadupadankan antara dua budaya yang
berbeda yang nantinya akan menghasilkan sebuah mural bernuansa Bali dan Jepang yang tentunya
memiliki keunikannya sendiri. Cirokoi merupakan tempat pembudidayaan ikan koi serta
memperjualbelikan pakan dan lain sebagainya untuk kebuhan ikan koi yang bertempat di Denpasar Bali.
Kata Kunci: Mural, Bali, Japan, Budaya, Magang, Koi, Desai
Perancangan Desain Undangan Wedding Dalam Perusahaan Wedding Di PT Duta Niaga Dewata
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), merupakan mata kuliah yang
harus dilalui mahasiswa Desain Komunikasi Visual ISI Denpasar dengan tujuan mendorong
mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk dunia kerja. Salah satu
mata kuliahnya ialah Magang / praktek kerja. Tempat yang dipilih dalam melakukan Magang
/ praktek kerja adalah di PT.Duta Niaga Dewata , PT.Duta Niaga Dewata merupakan
perusahaan yang bergerak dalam bidang Event Organizer dan Wedding Organizer , dalam
kegiatan Magang/Praktik Kerja ini penulis memperoleh berbagai tugas dan salah satu yang
dipercayakan adalah tugas untuk merancang sebuah Desain Wedding. Wedding organizer
adalah suatu jasa yang berfungsi secara pribadi membantu calon pengantin dan keluarga dalam
perencanaan dan supervise pelaksanaan rangkaian acara pernikahan sesuai dengan budget yang
telah ditetapkan.Sistem informasi Wedding Organizer yang di buat dengan memanfaatkan
teknologi informasi,dengan tujuan untuk memperluas area promosi dan penjualan paket
pernikahan dan mempermudah proses pemesanan. Undangan pernikahan merupakan hal yang
dianggap penting pada persiapan menjelang acara resepsi berlangsung. Banyak pemesan
undangan pernikahan yang saat ini memesan undangan dengan cara harus mendatangi tempat
jasa pemesanan atau percetakan undangan pernikahan. Hal ini sangat menyita waktu dan
tenaga. Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini menimbulkan banyak usaha yang
menjual produknya ke media internet (E-Commerce). Sistem undangan pernikahan ini sebagai
pemecah masalah produsen dan konsumen, yang di dalam sistem ini bisa memesan dan
melakukan transaksi secara online maupun offline di manapun dan kapanpun. Dan terdapat
juga perhitungan untuk menghitung secara otomasi jika terdapat pesanan dalam bentuk massal
/ banyak. Konsumen juga dapat memilih desain undangan pernikahan sesuai yang tersedia di
dalam website.
Kata Kunci : Sistem informasi wedding,Undangan Pernikahan,Desain Undangan
pernikaha
TARI KREASI BARIS NADEWA
Tari kreasi Baris Nadewa merupakan tarian kreasi baru yang dalam penyajiannya dibawakan oleh
dua orang penari pria membawa properti tombak yang kedua ujungnya berbentuk pedang dan
diiringi instrumen gamelan Gong Kebyar. Tarian ini merepresentasikan kegagahan dan jiwa
patriotisme Nakula dan Sahadewa bertempur di medan laga. Terciptanya tarian ini terinspirasi dari
tokoh Nakula dan Sahadewa dalam cerita Mahabharata dan ide gerakannya berasal dari
pengembangan gerak tari bebarisan yang sudah ada sebelumnya. Terciptanya tarian ini tiada lain
karena merespon adanya paham-paham radikalisme yang mulai meracuni nilai-nilai patriotisme
dan nasionalisme para generasi muda pada khususnya, karena dapat memecah persatuan bangsa.
Dengan disajikan melalui gerak yang dinamis dan tegas, secara tidak langsung penciptaan karya
tarian ini ingin menyampaikan pesan pentingnya menumbuhkan sikap patriotisme, seperti
pemberani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif guna mengetahui elemen estetis dan makna
dari bentuk penyajian tari kreasi Baris Nadewa
Kata kunci: tari kreasi Baris Nadewa, estetika, makn
PEMBELAJARAN GAMELAN SELONDING STYLE BEBANDEM DI SANGGAR SARATI SVARA BANJAR PANDE TUNGGAK DESA BEBANDEM
Sanggar Sarati Svara merupakan salah satu sanggar seni yang aktif di bidang seni Karawitan
Bali khususnya pada gamelan golongan tua seperti gamelan Selonding yang ada di desa
Bebandem. Gamelan Selonding merupakan seni musik tradisional yang diperkirakan hidup
sejak zaman Bali kuno dan merupakan peninggalan dari kegiatan berkesenian nenek moyang
di masa silam dan merupakan salah satu contoh peninggalan dari leluhur. Sanggar Sarati
Svara berupaya melestarikan seni budaya Bali dan memperkenalkan kesenian tersebut melalui
pembelajaran praktek Gamelan Selonding kepada peserta didik yang dalam hal ini
ditunjukkan kepada generasi muda yang masih awam dengan kesenian yang ada di Bali serta
menjadikan cambuk semangat dalam mengembangkan potensi intelegensi peserta didik
terhadap seni budaya Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tiga
aspek, yaitu proses pembelajaran, metode pembelajaran dan faktor pendukung dan
penghambat pembelajaran. Pada pengumpulan data mengunakan metode atau teknik
penelitian yang meliputi observasi, wawancara, dekumentasi dan studi kepustakaan. Analisis
data menggunakan analisis kualitatif dengan demikian hasil analisis data akan disajikan
dengan cara naratif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa proses pembelajaran Gamelan
Selonding syle Bebandem di Sanggar Sarati Svara menggunakan empat tahapan meliputi tahap
persiapan (preparatio), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice) dan tahap
penampilan (performance). Dalam pendukung dan penghambat dalam pembelajaran Gamelan
Selonding syle Bebandem dipengaruhi oleh dua faktor meliputi faktor internal dan faktor
eksternal. Faktor internal: tingkat intelegensi peserta didik, emosi, bakat, motivasi. Faktor
eksternal: pendidik, lingkungan.
Kata Kunci: Pembelajaran, Gamelan Selonding, Sangga