5337 research outputs found
Sort by
“Transformasi Perempuan”
“Transformasi Perempuan” merupakan karya seni yang mengambil tema perubahan kehidupan
perempuan dari masa ke masa. Seiring perubahan zaman, keberadaan serta peran perempuan kini
mengalami perubahan meskipun tidak seutuhnya. Transformasi ke Era Baru yang menawarkan
perubahan pada segala bidang turut serta memberikan peluang bagi beberapa perempuan yang selama
ini mendapatkan ketidak adilan untuk bangkit. Karya yang dibuat menggunakan gaya vector ini
mencoba memvisualisasikan perubahan kehidupan perempuan mulai dari gaya berpakaian, gaya
hidup hingga peran yang dilakoni. Karya ini memberikan pesan bahwa setiap perempuan memiliki
hak untuk merdeka dalam mengekspresikan dirinya sesuai dengan bakat dan minatnya.
Kata kunci : Transformasi, Perempuan, Vekto
Turnitin STORY OF EPOS SUTASOMA AS DANCE ORATORIUM IDEA CREATION IN IMPROVING UNITY AND HARMONY OF NATION
TURNITIN The meanings of the performance of Rejang Tegak Dance for the people of Busungbiu Village, Buleleng, Bali, Indonesia in the global era
Genggong Seni Vokal Desa Tejakula Buleleng Bali
PRAKATA
Puja dan puji syukur penata panjatkan kehadapan Ida Sang
Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), karena berkat
dan rahmat beliau skripsi yang berjudul “Kesenian Genggong
Di Desa Adat Tejakula” ini dapat terselesaikan dengan baik
dan tepat pada waktunya. Buku ini merupakan hasil penelitian
yang membahas tentang kesenian Genggong yang ada di Desa
Adat Tejakula. Kesenian ini merupakan sebuah karya cipta
dari masyarakat Desa Tejakula yang menjadi warisan dari para
leluhur terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
dan memahami kemunculan, bentuk dan juga fungsi dari
kesenian Genggong Tejakula.
Kesenian ini masih kosisten ditampilkan hingga saat
ini, namun kesenian ini mengalami penurunan minat pada
konteks regenerasinya yang hingga saat ini hanya ada satu
sekaa yang masih konsisten untuk melestarikan kesenian
Genggong ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu metode deskriptif kualitatif, dengan maksud agar dapat
mendeskripsikan kesenian Genggong Tejakula sebagaimana
adanya dengan berpedoman pada racangan penelitian.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu (1) teori
fungsi musik, dimana fungsi dapat terwujud Ketika kemudian
produk seni telah tercapai, atau mendahuluinya sebagai
implikasi atas gagasan yang terkonsepsi dalam benak-ide
penciptanya, dan (2) teori estetika yang dibagi menjadi tiga
turunan ilmu yang terakumulasi dalam estetika yakni, ontologi
seni, epistemologi seni, dan filsafat sosial. Hasil dari penelitian
ini menunjukkan bahwa kesenian ini merupakan hasil karya cipta
dari masyarakat Desa Tejakula terdahulu yang keberadaannya
masih ada hingga saat ini. Kesenian Genggong ini merupakan
salah satu kesenian yang bentuk penyajiannya menggunakan
suara manusia sebagai sumber suara.
Tulisan ini tidak akan selesai tanpa melibatkan adanya dukungan,
dorongan,
dan
serta
bimbingan
dari
berbagai
pihak.
Oleh
karena itu,
pada kesempatan
ini penulis menghaturkan
ucapan
terimakasih kepada semua pihak yang membantu
terbit
nya
buku
ini.
Terutama
kepada
Dr.
I Ketut
Garwa,
S.Sn.
M.Sn.,
selaku
Dekan
Fakultas
Seni
Pertunjukan
Institut
Seni
Indo
nesia
Denpasar, yang
telah
bersedia
membuatkan
pengan
tar
pada
buku
yang berjudul
Genggong Seni
Vokal
Desa Tejakula,
Buleleng
Bali.
Seluruh
informan
yang
telah
terlibat
dalam
penelitian
ini dari
awal hingga akhir proses penelitian. Bapak I Putu
Mandiasa,
Ibu
Puspasari Dewi selaku orang tua,
serta
ke
luar
ga
besar
peneliti
yang
selalu
memberikan
semangat
dan
dukungan,
baik secara
mental, moral,
dan material
kepada peneliti.
Kami mohon maaf jika tulisan ini kurang berkenan di hati
pem baca, mohon masukan dan sarannya untuk perbaikan ke
depan. Semoga buku ini bermanfaat bagi kehidupan berkesenian
di Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Singaraja, 18 November 2022
Penuli