Institut Seni Indonesia Denpasar

ISI Denpasar | Institutional Repository
Not a member yet
    5337 research outputs found

    “Batu Kali”

    Get PDF
    Karya ini terinspirasi dari fenomena alam yang menangkap bunyi-bunyi yang berasal dari bebatuan yang ditimbulkan oleh gesekan atau benturan bebatuan di sungai (atau sering disebut kali). Benturan atau gesekan bebatuan terjadi akibat dari hempasan air yang terkadang cepat dan tiba-tiba. Kadang bunyi yang muncul tak beraturan, kadang lirih dan kadang keras, kadang banyak suara secara simultan atau kadang hanya satu bunyi secara silih berganti. Semua itu tergantung dari kuat dan lemahnya hepasan air yang menggerakkan bebatuan tersebut. Batu Kali adalah experimental musik yang menggunakan instrumen reong dalam ensemble gamelan Gong Kebyar. Komposisi ini menggambarkan polyrhythmic and polyphonic melodi yang memiliki beragam ritme dan melodi yang dimainkan secara simultan. Batu Kali juga mengeksplorasi kerumitan jenis kekilitan (complex interlocking-rhythmic patterns), perubahan dinamika secara spontan, berbagai tehnik untuk menghasilkan suara instrumen agar menghasilkan warna bunyi yang berbeda. Batu Kali dipentaskan pertama kali pada Recital Performance di The Great Hall, the Arts Centre Christchurch, New Zealand pada konser yang bertajuk “Gurnita ing Dakshina”, yang berarti Gemelan dari selatan. Adapun konser tersebut melibatkan mahasiswa, dosen, dan community gamelan pada University of Canterbury yang tergabung dalam group gamelan Udgita Canda (UC). Link Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=r43rjQlV5QI&t=1224s (menit 13:33-21:11

    TURNITIN Ogoh-Ogoh Attraction Of Nyepi Ritual in Bali

    Get PDF

    "All of Me for Us"

    Get PDF
    Karya ini menceritakan lihatan pribadi saya tentang kehidupan domestik para perempuan yang memberikan seluruh KEUTUHAN dirinya untuk semua orang. Ia membagi sampai sehabis – habisnya seluruh pikiran, jiwa, tenaga, raga, perasaan, dan kehidupannya. Tidak hanya untuk diri sendiri tapi untuk meneruskan lagi generasi berikutnya. Membiarkan setiap lubang dan relung dirinya terkuak rusak tak berdaya dengan doa untuk menjadikan kehidupan penerusnya menjadi lebih mulia. Perempuan sering linglung di jalan, sering gagal fokus karena pikiran dan jiwanyasudah tercabik dan terbagi – bagi sampai sehabis – habisnya untuk seluruh keluarga dan sosialnya, lebih – lebih lagi harus berkarir dan eksis agar dirinya tidak tenggelam dalam pembagian yang tiada hentinya

    PEMAHAMAN NILAI ESTETIKA BAGI SEORANG SENIMAN

    Get PDF
    ILMU estetika adalah suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut keindahan. Misalnya, apa arti indah? Apakah yang menumbuhkan rasa indah itu? Apa yang menyebabkan barang yang satu dirasakan indah dan yang lainnya tidak? Apa yang menyebabakan rasa indah yang dirasakan satu orang berlainan dengan yang dirasakan oleh orang lain? Apakah indah itu terletak pada barang atau benda yang indah itu sendiri ataukah hanya persepsi kita saja? Pertanyaan-pertanyaan yang demikian telah merangsang manusia untuk berpikir dan dan selanjutnya mengadakan penyelidikan dan penelitian. Makin hari makin banyak orang yang terdorong untuk memikirkan hal-hal mengenai keindahan semakin banyak muncul pertanyaan yangperlu mendapatkan jawaban. Ilmu Estetika sebenarnya baru bisa berkembang lebih maju setelah terjadi perkembangan pesat di Eropa pada abad ke-17 dan ke-18 dalam segala bidang ilmu pengetahuan (science). Ilmu estetika dapat memperoleh manfaat dari penggunaan hasil-hasil penyelidikan dari perkembangan ilmu yang ada

    Peer Review Dramatari Solah Tutur (Taru Premana)

    Get PDF

    “THE SMOKE”

    Get PDF
    Bila dicermati bersama, tanda larangan merokok yang beredar di khalayak umum cenderung berfokus menciptakan ketakutan dan kesedihan untuk menunjukkan ketidaksetujuan serta risiko yang diakibatkan dari merokok. Dibutuhkan beragam pendekatan untuk merancang kampanye larangan merokok yang dapat memberikan kesadaran pada masyarakat bahwa merokok dapat merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekelilingnya. Rancangan poster yang berjudul “The Smoke” ini memiliki konsep sarkasme-humor, menampilkan kalimat seruan yang bersifat sarkasme, seolah seruan tersebut menyiratkan kejenuhan untuk memperingati bahaya merokok, serta rasa ketidakpedulian lagi terhadap para perokok, sehingga terlontar kalimat “You can smoke here, and swallow the smoke at the same time!!!” (kamu boleh merokok di sini dan sekalian telan asap rokoknya). Kalimat pada poster ini juga seakan lebih memprioritaskan hak orang-orang non perokok yang ada di masyarakat untuk menghirup udara segar (bebas asap rokok). Teks pada poster didukung oleh gambar (foto) yang menampilkan seorang laki-laki yang sedang berusaha menahan asap rokok dengan mengembungkan pipinya, namun asap tersebut akhirnya keluar dari sisi-sisi mulutnya. Rambut laki-laki ditampilkan keriting, kaku dan berasap, untuk memberikan kesan hiperbola bahwa asap yang ditahan di mulutnya keluar dari pori-pori kepala melewati rambut. Ekspresi jenaka laki-laki tersebut menciptakan kelucuan tersendiri. Poster “The Smoke”, dirancang untuk mendukung kampanye global yang diluncurkan WHO, yakni “Commit to Quit” (komitmen berhenti merokok). Poster ini bertujuan mendorong orang untuk meningkatkan kesadaran bahwa orang-orang di sekitarnya juga memiliki hak yang sama untuk menghirup udara segar tanpa asap rokok. Dengan dirancangnya poster ini, diharapkan dapat mengubah perilaku dan membangun kepercayaan masyarakat untuk berhenti merokok. Desain poster ini dapat diaplikasikan sebagai tanda larangan merokok yang dapat ditempatkan di kawasan/lingkungan/tempat komersial yang memprioritaskan kawasan bebas asap rokok. Poster ini diikutsertakan sebagai karya desain monumental tingkat Nasional (26 Januari 2023)

    Kopi atau Ngopi

    Get PDF
    Karya komik strip ini terinspirasi dari budaya “nongkrong di coffee shop” yang sedang trend di masyarakat urban saat ini, ritual NGopi (menikmati segelas kopi) dahulu lazimnya dilakukan pada pagi hari sebelum memulai aktivitas,namun saat ini bergeser menjadi pilihan gaya hidup baru terutama di kalangan anak muda. Menikmati segelas kopi tidak lagi dilakukan pada pagi hari saja, namun siang hari atau malam hari di coffee shop yang menawarkan menu berbagai macam varian kopi, aktivitas menikmati kopi ini umumnya dilakukan sambil mengerjakan tugas,atau pertemuan bisnis, dan tidak jarang aktivitas di coffee shop sekedar bercengkrama sambil menikmati kopi. Dalam proses menikmati kopi di coffee shop melahirkan banyak interaksi social diantara pengunjung,tidak jarang aktivitas social itu tidak selalu melahirkan komunikasi yang positif namun tidak jarang ada beberapa percakapan yang mengarah ke hal negative seperti misalnya “bergunjing atau bergosip” di Bali istilah ini dikenal dengan ngortang pisage. Hal inilah yang menjadi sumber inspirasi dalam berkarya,dimana KOPI dan NGOPI bisa dimaknai sebagai aktivitas berKOmunikasi PIkiran atau bisa jadi aktivitas NGOrtang PIsage (bergunjing/bergosip)

    PEER Review Balinese Cultural Identity on Commercial Interiors in Denpasar

    Get PDF

    4,402

    full texts

    5,337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ISI Denpasar | Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇