5337 research outputs found
Sort by
Solo Exhibition of Contemporary Painting Charma Dharma The Enigmatic Senzation of Portrait in Contemporary Painting
Charma Dharma
Karisma Seni Lukis Potret
Konsul Kehormatan Indonesia untuk Pomerania,
Polandia, Miroslaw Wawrowski, setahun yang lalu,
mengundang saya untuk menggelar pameran tunggal,
merespon dan merayakan konser musik internasional
The Hollywood Vampires yang digelar di Amphitheater
Dolina Charlotty Resort, pada 22 Juli 2023. Pameran
yang secara khusus mengeksplorasi potret personil
grup musik asal negeri Paman Sam, yaitu: Alice Cooper,
Johnny Depp, Joe Perry, dan Tommy Henriksen. Bapak
Miroslaw mengirimkan foto-foto personil The Hollywood
Vampires tersebut kepada saya untuk dilukis dengan
gaya artistik dan teknik khas seni lukis berbasis drawing
yang saya punyai.
Undangan untuk pameran tunggal secara khusus dan
fokus mengeksplorasi seni lukis potret merupakan
kehormatan sekaligus tantangan berkarya lebih keras.
Konser The Hollywood Vampires, serangkaian The
Legend of Rock Festival ke-14 ini, menjadi momentum
mengenalkan karya seni lukis saya kepada publik seni
Eropa Tengah, khususnya Polandia. Saya menghayati
pesona potret personil The Hollywood Vampires
dengan eksperimen artistik personal, yang berbeda
dari kecenderungan karya-karya potret yang saya
lakukan sejak tahun 2010, yang menggabungkan antara
potret dengan berbagai metafora visual. Pada seri
Charma Dharma ini, Potret berdiri independen sebagai
karisma tatapan mata, ekspresi bibir, dan karakter raut
muka. Seluruh pesona potret merupakan kekuatan
yang terpancar dari wajah. Karisma dan pesona yang
merefleksikan sosok bereputasi dan mendunia.
Eksplorasi potret personil The Hollywood Vampires,
menginspirasi saya untuk melukis potret Presiden
Indonesia Ir. Soekarno, Megawati Soekarnoputri, dan
Joko Widodo yang juga ditampilkan pada pameran ini.
Teknik seni lukis berbasis drawing yang saya temukan
pada 2006 lalu, tetap menjadi fondasi penjelajahan atas potret sosok-sosok berkarisma tersebut. Potret
berkarakter yang mewartakan sejarah biografis yang
panjang dan memengaruhi publik luas. Seni lukis potret
seri Charma Dharma ini, merupakan persembahan atas
rasa kagum pada sosok-sosok berkarakter sekaligus
bereputasi yang telah menginspirasi zaman.
Wayan Kun Adnyana, perupa, profesor sejarah seni
rupa, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni
Indonesia Denpasar-Bali
”Canda Prameswara”
Komposisi kreasi baleganjur ini diciptakan di tahun 2007 untuk mewakili Kecamatan
Denpasar Selatan pada lomba baleganjur yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Denpasar
dalam rangka memperingati Serangan umum Kota Denpasar. Garapan musiknya bertemakan
kepahlawanan rakyat Denpasar dalam mempertahankan tanah leluhur dari penjajahan tentara
Belanda. Kata “Canda” berarti keinginan/cita-cita, sedangkan “Prameswara” berarti kekuasaan
tertinggi. Jadi “Canda Prameswara” dimaksudkan adalah keinginan rakyat Denpasar untuk
mempertahankan kekuasaan wilayah mereka dari rongrongan penjajah. Ide tersebut kemudian
dipresentasikan melalui karakteristik musik yang dinamis, tempo cepat, menghentak, dan
kompleks. Hal tersebut menggambarkan suasana kesiapsiagaan masyarakat Denpasar
menghadapi peperangan dan berkecamuknya perang di pusat kerajaan Denpasar.
Garapan komposisi ini berhasil meraih juara 2, kemudian direkam dan dilaunching di
tahun 2009 oleh perusahaan rekaman Bali Record
“Sangku Dewata Nawa Sanga #2”
Konsep Karya
a. Bentuk
Bentuk adalah manifestasi fisik luar dari suatu objek yang mati. Bentuk merupakan sesuatu
yang kita amati, sesuatu yang memiliki makna, dan sesuatu yang berfungsi secara struktural pada
objek-objek seni. Berbagai bentuk yang diciptakan seniman memiliki suatu ragam sumber yang
luas, berupa gambaran dari alam, atau dunia buatan manusia (SP. Gustami, 1991; 28-29).
b. Sangku
Sangku merupakan wadah atau tempat tirta (air suci) yang biasa digunakan untuk upacara-
upacara di Bali. Sangku bahannya dari berbagai media ada dari perak, tembaga, alluminium dan
dari bahan tanah liat yang diolah menjadi keramik dalam bentuk sangku.
c. Dewata Nawa Sanga
Dewata Nawa Sanga adalah sembilan penguasa di setiap penjuru mata angin dalam
konsep agama Hindu Dharma di Bali. Dalam karya Sangku ini menggunakan konsep Dewata
Nawa Sanga dengan penempatan sembilan senjata dewa sesuai arah mata angin, uripnya,
warna, sebagai dekorasi pada Sangku Keramik. Dewata Nawa Sanga merupakan 9(sembilan)
manifestasi Ida Sang Hyang Widhi yang menjaga sembilan penjuru arah mata angin. Dewata
Nawa Sanga terdiri dari Dewa Wisnu, Dewa Shambu, Dewa Iswara, Dewa Maheswara, Dewa
Brahmana, Dewa Rudra, Dewa Mahadewa, Dewa Sangkara, dan paling tengah adalah Dewa
Siwa dengan simbol senjata adalah teratai. Sembilan penguasa tersebut merupakan Dewa Siwa
yang dikelilingi delapan aspeknya.
d. Ide Penciptaan
Dilandasi dengan tema, bentuk sangku, dan makna Dewata Nawa Sanga, serta visualisasi
karyanya. Dewata Nawa Sanga dengan penampilan dekorasi terpusat pada sembilan senjata
dewa yang bersthana sesuai dengan arah mata angin dan pengider-idernya. Karya ini mencoba
menampilkan sembilan senjata Dewata sebagai dekorasi pada sangku kerami
Satgas PPKS my hero
Karya komik strip ini mengambil ide dari terbitnya mandat menteri pendidikan,
nomor 30 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di
Lingkungan Perguruan Tinggi dengan membentuk satgas PPKS sebagai garda
depan perwujudan kampus merdeka dari kekerasan seksual di lingkungan
perguruan tinggi, sebagai garda depan terhadap kasus kekerasan seksual
diharapkan hadirnya satgas PPKS mampu menciptakan lingkungan belajar
mengajar yang kondusif di perguruan tingg
Bunga Jepun
Teracotta atau gerabah merupakan bahan tanah liat pembuat keramik dengan bakaran rendah
(earthenware) dengan pembakaran suhu 900°C. Karya berjudul Bungan Jepun (bunga kamboja)
merupakan salah satu bunga yang sangat sering dijumpai pada setiap perayaan upacara agama
Hindu di Bali (sebagai penghias) dari sesaji yang dipersembakan pada saat persembahyangan.
Bunga jepun (kamboja) menjadi hal yang menraik bagi pencipta untuk dituangkan dalam karya
dengan bahan terracotta. Bilahan atau kelopak bunga jepun (kamboja) dalam karya dibuat
dengan teknik cetak tekan yang disusun menyatu sehingga membentuk pola dinamis
menyerupai motif pada kain batik yang berkesan kelembutan dengan garis-garis lengkung
berpola. Warna alami dari terracotta memberikan kesan unik dan klasik. Karya ini merupakan
seni dekoratif tile menjadi hiasan pada dinding ruangan yang memberikan aksen atau point of
intrest pada objek