5337 research outputs found
Sort by
Samudra-Rakta-Samasta Bahari Daya Cipta Seni Kini (Sebagai Ketua Tim Kurator)
Pameran “Samudra-Rakta-Samasta” sesungguhnya adalah sebuah perayaan kebersamaan antar perguruan tinggi seni se Indonesia serta mancanegara. Sekaligus juga ruang mediasi, sosialisasi, kolaborasi, dan pengembangan manajemen seni. Bersatunya ikatan persaudaraan perguruan tinggi seni se-Indonesia diharapkan menjadi ruang kreatif yang menyuburkan keunggulan intelektual dan mengembangkan kreativitas seni berbasis kearifan budaya Nusantara. Seni juga berpeluang menjadi ruang dialektika terbuka untuk mengatasi masalah perbedaan atau perpecahan. Pameran ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan diseminasi pengetahuan bagi masyarakat guna meningkatkan kesadaran khalayak tentang pentingnya menjaga kelestarian pada tanah dan air, bumi dan segala isinya, serta segala peristiwa sebagai penanda dari eksistensi keberadaan manusia di Bumi
“Invention”
“Invention” adalah sebuah musik eksperimental yang diciptakan tahun 2020. Karya ini
memanfaatkan kelompok instrumen melodi pada gamelan Gong Kebyar Mereka adalah jegogan,
jublag, dan penyacah dimana instrument-instrumen tersebut memiliki stratifikasi oktaf yang
berbeda dari yang terendah ke tertinggi. “Invention” mengeksplorasi beberapa aspek musik
Bali—teknik, fungsi instrument dan harmoni. Fungsi dari ketiga jenis instrumen ini dimana
umumnya hanya memainkan melodi diperluas untuk memainkan kotekan (pola jalinan yang
rumit), yang biasanya dimainkan oleh gangse ataupun reong. Komposisi ini juga
mempertunjukan pengembangan seperti melodi poliponik dan harmoni yang tidak biasa dalam
musik klasik Bali.
Premier performance dari “Invention” di tahun 2020 bertempat di Tauranga Library,
Christchurch, New Zealand
Nalar dan Teknologi dalam Penciptaan Seni Rupa
alam konteks ‗ipteks‘, dipahami bahwa seni tampak
berbeda dengan ilmu dan teknologi. Seni
dikonotasikan sebagai bidang yang berkaitan dengan
perasaan (afeksi). Ilmu dipandang sebagai bidang
kegiatan yang terkait dengan penalaran (kognisi),
sedangkan teknologi dipandang sebagai kegiatan yang
terkait dengan aspek perbuatan (psikomotorik).
Pengertian ilmu, dalam hal ini, menunjuk pada tiga hal,
ilmu sebagai proses berupa aktifitas kognitif-intelektuali,
ilmu sebagai prosedur berupa metode ilmiah, dan ilmu
sebagai hasil atau produk berupa pengetahuan sistematis.
Dengan demikian maka posisi seni akan berada di
samping ilmu atau juga teknologi. Sering terjadi
kekeliruan bahwa seni dianggap bukan ilmu dan juga
bukan teknologi. Jika kita mengikuti model berpikir
‗trilogi‘ tersebut maka seni, ilmu, dan teknologi tampak
berbeda, berdiri sendiri, dan tak terhubung
I Nyoman Windha Sang Maestro Karawitan Bali
I Nyoman Windha dilahirkan di Banjar Kutri, Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar pada 4 Juli 1956. Putra pasangan I Nyoman Kantun dan Ni Nyoman Radi ini, sejak masih kecil sudah bergelut dengan seni karawitan Bali dimulai dari seni vokal Janger. Windha kecil kemudian ikut bergabung dengan sekaa gamelan di banjar setempat, walaupun masih kecil Windha sudah menjadi penabuh dengan kostum yang kebesaran. Bakatnya mulai ditempa ketika memasuki SMP Dharma Putra di lingkungan yang memiliki ekosistem keseniman yang unggul di Desa Singapadu. Pada masa Sekolah di SMP ini Windha telah dipercaya sebagai penabuh yang cukup disegani. Tempaan sebagai seorang seniman terus berlanjut ketika sekolah di Kokar, ASTI Denpasar, ISI Yogyakarta, dan Mills College Amerika tahun 2005 dengan tesis berjudul Jayabaya yang sangat monumental. Berbagai karya ciptaan gending karawitan telah berhasil diciptakan bukan saja dengan menggunakan gamelan Gong Kebyar, tetapi juga menggunakan gamelan Genta Pinara Pitu yang sekarang ditempatkan di Australia, gamelan Semar Pagulingan, gamelan Angklung, gamelan Selonding, gamelan Jawa, dan lainnya. Ketika pensiun Windha mulai kembali tinggal di lingkungan banjar Kutri dan membina penabuh yang mumpuni. Tidak lupa Windha juga terus mengembangkan Sanggar JES Gamelan Fusion dengan berbagai kolaborasi karya dengan seniman besar sekelas Dwiki Darmawan. JES merupakan singkatan dari Jegog dan Semar Pagulingan
Sendratari Kolosal “Karang Kaang Kambang”
Komposisi ini merupakan karya bersama untuk produksi Sendratari Kolosal yang berjudul
Karang Kaang Kambang oleh ISI Denpasar dalam pagelaran (Rekasadana) Pesta Kesenian
Bali ke 45, Tahun 2023. Pementasan sendratari tersebut berlangsung pada tanggal 18 Juni
2023 bertempat di panggung terbuka Arda Candra Denpasar. Ide cerita diangkat dari tokoh
I Gede Mecaling, titisan Dewa Siwa yang berstana di Pura Dalem Peed, Nusa Penida.
Garapan ini mengisahkan peran I Gede Mecaling dalam menjaga keharmonisan Pulau Bali
dari kekacauan yang terjadi oleh ulah para Bhuta. Berkat kesaktian yang dimiliki oleh I
Gede Mecaling akhirnya mampu menaklukan segenap bhuta yang mengganggu
ketenteraman rakyat Bali