Institut Seni Indonesia Denpasar

ISI Denpasar | Institutional Repository
Not a member yet
    5337 research outputs found

    CAHYANING SEGARA

    Get PDF
    Karya batik dengan teknik Sibori penerapan warna alam (daun indogofera) merupakan daun yang menghasilkan zat warna biru yang menarik. Penerapan warna alam pada kain dengan daun indigofera menghasilkan warna biru redup yang unik. Pembangkit warna biru menggunakan fikasi dengan perendaman pada air cuka. Teknik ikat pada kain dengan teknik sibori dengan mengatur besar kecil ikatan yang menghasilkan bentuk bervariasi. Karya ini terinspirasi dari lautan dalam dengan beragam hewan dan tumbuhan yang berkembang didalamnya. Judul karya “Cahyaning Segara”, dapat diartikan sinar didalam lautan yang diambil dari salah satu hewan Crystal jellyfish (ubur-ubur) laut yang mengeluarkan sinar biru yang indah pada laut dalam. Susunan ikatan dibuat dan dibentuk dengan perpaduan beragam memberikan irama gerak yang dinamis. Ubur-ubur merupakan hewan laut yang cantik nan indah sehingga menarik untuk disentuh, namun didalam kecantikan yang terlihat ada bahaya yang mengancam yakni ubur-ubur bisa menyengat dan mengeluarkan racun sebagai benteng pertahan dirinya. Makna Karya, dengan konsep hewan laut ini (ubur-ubur) pada batik warna alam dengan judul Chyaning Segara dapat dimaknai bahwa segala sesuatu yang tampak indah, cantik, menawan tidak selalu harus ditampilkan dipermukaan. Namun ada kalanya harus disembunyikan sebagai benteng diri tidak terjerumus dalam harus kehidupan duniawi

    WARISAN POLA RUANG ARSITEKTUR PUNDEN BERUNDAK PADA SISA GUNUNG PENULISAN PURBA

    Get PDF
    Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan ruang, baik secara psikologi, emosional, maupun secara dimensional. Akan tetapi, ruang sering dianggap sebagai sesuatu yang bersifat abstrak, yang hanya menjadi urusan para filsuf dan ilmuwan. Teori ruang arsitektur barulah berkembang pada akhir abad ke-19. Ruang arsitektur adalah ruang yang diciptakan manusia sebagai interaksi antara ruang luar dengan ruang dalam yang memperhitungkan aspek dimensi, sirkulasi dan estetika. Di Indonesia, khususnya di Daerah Bali, upaya menggubah bentang alam menjadi ruang arsitektur, telah dilakukan oleh masyarakat Bali sejak masa prasejarah. Peninggalannya antara lain dapat dilihat dalam bentuk pola ruang arsitektur teras (punden) berundak untuk pemujaan, seperti Pura Penulisan. Pura penulisan dirancang dengan konsep ruang punden berundak pada sebuah bukit sisa Gunung Penulisan purba. Pola ruang ini merupakan kebudayaan asli bangsa Indonesia indigenous Bali. Pada masa Bali kuno, tempat suci ini merupakan Pura Gunung Kerajaan Bali kuno, yang diberi nama Pura Tegeh Koripan. Tempat suci ini kemudian lebih dikenal dengan nama Pura Penulisan. Dalam tradisi di Bali, maupun bangsa lain di dunia pada zaman purba, puncak gunung atau puncak pegunungan sangat disucikan, karena diyakini sebagai stana para dewa. Sama halnya dengan punden berukdak Gunung Padang di Jawa Barat. Suku bangsa Indian Inka, bahkan merancang pemukimannya di atas gunung di Manchu Picchu (Peru), sebagai implementasi penghayatan religius bangsanya. Pura Penulisan kini masuk Kawasan Taman Bumi Batur, setelah ditetapkan UNESCO sebagai bagian dari anggota Jaringan Global Taman Bumi (Global Geopark Network) pada 2012. KATA KUNCI: Ruang-arsitektur, Punden-berundak, Gunung-Penulisan, Indigenous-Bali, Taman-Bum

    Tetes Air Kehidupan

    Get PDF

    "Sepenggal Kisah"

    Get PDF
    Kekerasan seksual merupakan masalah serius yang telah lama menjadi problematik di berbagai lapisan masyarakat, termasuk lingkungan perguruan tinggi. Semua pihak, khususnya mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola perguruan tinggi, memiliki kewajiban untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Beragam cara dilakukan untuk meningkatkan awarness terkait isu kekerasan seksual, salah satunya melalui media poster. Poster yang telah dirancang ini diberi judul “Sepenggal Kisah”, menciptakan kesan kesuraman yang relevan dengan dampak dari kekerasan seksual. Dalam poster ini terdapat teks berupa puisi yang mewakili dinamika perasaan salah satu korban kekerasan (pelecehan) seksual yang telah dialami seorang perempuan. Berawal dari curahan keputusasaan, kebimbangan tanpa berdaya, hingga bangkit dari keterpurukan dan akhirnya menemukan keberanian untuk menuntut keadilan. Menampilkan ilustrasi seorang gadis yang sedang duduk merenung, meratapi kejadian buruk yang telah menimpa, seolah harga dirinya terengut (diilustrasikan oleh tangan yang menggapai di atas kepala). Selain untuk menambah daya tarik, ilustrasi tersebut juga bertujuan untuk memperkuat narasi puisi. Tampilan poster diakhiri dengan hastag ajakan untuk menolak dan melaporkan kekerasan seksual yang terjadi di tengah lingkungan masyarakat

    MATA

    Get PDF
    Motif ini diinspirasi oleh keindahan mata manusia yang dianggap sebagai jendela jiwa. Mata dalam budaya Indonesia sering dianggap sebagai simbol kebijaksanaan, kecerdasan, dan spiritualitas. Motif "Mata" dalam Batik tulis dengan menggunakan warna alam kombinasi dari ekstrak buah manggis dan buah palm putri ini, mencoba menggambarkan keunikan dan kecantikan dalam ekspresi mata, serta mengeksplorasi elemen-elemen artistik untuk menciptakan karya seni yang esteti

    KELAHIRAN KEMBALI

    Get PDF
    Konsep kelahiran kembali meyakini bahwa kehidupan manusia adalah bagian dari siklus yang terus-menerus, yang mencakup kelahiran, kehidupan, kematian, dan kemudian kelahiran kembali. Siklus ini diyakini terjadi secara berulang sampai seseorang mencapai keadaan spiritual atau pencerahan tertentu. Konsep ini tertuang dalam motif batik tulis warna alam dengan ekstrak kulit buah manggis dan buah palm putri ini, pada motif biji kopi, tumbuh menjadi pohon kopi, berbunga dan kembali menjadi buah kopi

    BALAGANJUR MUSIK PROSESI BALI

    Get PDF
    Balaganjur adalah sebuah ‘orkestra tradisional Bali’ yang memiliki perangai keras, didominasi oleh alat-alat perkusi dalam bentuk lepas. Ciri lain yang sangat menonjol untuk menentukan identitas Balaganjur, bahwa umumnya dimainkan sambil berjalan kaki. Semua jenis alat yang membentuk Balaganjur masih memiliki kesamaan dari cara memainkannya yaitu dengan cara dipukul dan didominasi oleh instrumen-instrumen ‘berpencon'. Sejak tahun 1980-an Balaganjur telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, banyak hal yang terjadi dengan Balaganjur, sungguh sayang jika moment berharga yang terjadi pada Balaganjur tidak didokumentasikan dengan baik. Buku ini ditulis untuk mencatat eksistensi serta beberapa fenomena menarik yang dialami Balaganjur selama ini. Sebagai salah satu wujud ekspresi budaya Bali, Balaganjur memperlihatkan identitas repertoar yang cukup sederhana berbeda dengan barungan gamelan Bali lainnya. Mencirikan masyarakat Bali yang komunal, dijiwai rasa kebersamaan, dan semangat gotong royong, tercermin melalui orkestrasi bunyi ritmis dan melodis dalam pertunjukan Balaganjur. Sebagai sebuah seni pertunjukan yang lahir dari aktivitas seni ritual, Balaganjur membuka ruang kepada para seniman muda yang memiliki tingkat kecerdasan musikal dan kinestetik yang berbeda-beda. Balaganjur yang tumbuh dari unsur kesenian tradisional dan berkembang dengan gagasangagasan seni modern, menjadikan Balaganjur sebagai seni pertunjukan Bali yang digandrungi oleh sebagian besar generasi muda Bali. Fenomena perkembangan Balaganjur bukanlah menggeser Balaganjur ritual, melainkan lebih mengarah kepada kualitas, baik musikalitas maupun tata penyajiannya. Kendatipun telah mengalami perkembangan sebagai seni yang presentasi estetis, fungsi aslinya untuk mengiringi prosesi ritual tetap dipertahankan, bahkan dengan adanya perkembangan fungsi dapat lebih memantapkan peranannya sebagai seni ritual. Perkembangan yang paling menonjol dapat diamati pada penataan koreografi penabuh (pemain gamelan) yang menentukan pengaturan penempatan instrumen, penonjolan variasi teknik permainan, inovasi dan tata garap secara musikalitas, sehingga Balaganjur menjadi bentuk pertunjukan yang kompleks dengan memadukan unsur musik dan gerak tari

    The Rwa Bhineda Painting Principles: The Art of I Dewa Nyoman Batuan

    Get PDF
    Rwa Bhineda are two distinct characteristics that exist in this life. The goal of this article is to reveal the principle of rwa bhineda in I Dewa Nyoman Batuan's mandala paintings. The mandala paintings by I Nyoman Batuan are very distinctive and have inspired many other artists' paintings. However, there has been no study that discusses the principle of rwa bhineda, which makes mandala paintings by I Dewa Nyoman Batuan look distinctive. This article discusses the principle of rwa bhineda in a painting by I Dewa Nyoman Batuan and the meaning of rwa bhineda in a mandala painting by I Dewa Nyoman Batuan. This study uses a qualitative method. The data sources for this study were mandala paintings by I Dewa Nyoman Batuan himself, mandala painters, cultural observers, and people observing mandala paintings selected based on purposive sampling and snowball techniques. All data obtained through observation, interviews, and literature studies were analyzed qualitatively and interpretatively using aesthetic theory and deconstruction theory. The results of the research show that the principle of rwa bhineda in the mandala painting by I Dewa Nyoman Batuan is made in the form of a circle, which is beautified by the duality motif. The principle of rwa bhineda in mandala paintings by I Dewa Nyoman Batuan has an aesthetic meaning, a cultural meaning, and a counter- destruction mean

    Menenun Endek Melalui Aplikasi i-Endek

    Get PDF
    Jaman semakin canggih, penenun endek pun diajak ikut memanfaatkan teknologi dalam menghasilkan sebuah produk kerajinan. Melalui sebuah aplikasi, perajin endek sudah bisa lebih cepat menghasilkan sebuah kerajinan endek. Penasaran? Lihat saja Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pelatihan Pembuatan Motif Tenun Endek dengan aplikasi digital i- Endek di Pertenunan Astiti, Klungkung. Melalui pelatihan tersebut, para perajin semakin cepat menghasilkan sebuah produk. Wah, membanggakan sekali

    4,402

    full texts

    5,337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ISI Denpasar | Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇