5337 research outputs found
Sort by
“Patemon”
Karya ini memanfaatkan salah satu jenis mode (patet/patutan) yang ada pada gamelan
Semar Pagulingan Saih Pitu yaitu patemon. Patemon memiliki karakteristik mode yang seolah-
olah memadukan dua model scale (laras), dimana nuansa laras slendro muncul atau terjadi
ketika salah satu pola patet dimainkan pada gamelan Semar Pagulingan Saih Pitu. Kata
petemon berasal dari kata bahasa Bali “temu” yang berarti bertemu kemudian mendapat awalan
“pa” dan akhiran “an” menjadi “patemuan” dan mendapat perubahan bunyi (dalam bahasa Bali
disebut kruna tiron) menjadi “patemon”.
Patemon adalah musik instrumental yang di ciptakan tahun 2014 di Missouri, Kansas
City, Amerika Serikat dan dimainkan oleh grup Genta Kastur
“Guci Hias Motif Cili”
Karya ini mengambil ide dari bentuk botol yang dilambangkan pada kaki dan diberikan tangkai
pada leher guci, pemberian guci dengan motif cili dikarenakan mengambil dari wajah Cili yang
diterapkan menjadi ornamennya, dan pada badan, kaki dan leher Cili diberikan motif pepatran
mas-masan sebagai penambah ciri khas ornamen Bali pada penampilannya.
Guci ini memiliki fungsi sebagai elemen penghias ruang dan juga bisa difungsikan sebagai
tempat untuk menempatkan bunga hias atau bunga alami. Ciri khas guci ini terdapat pada
ornamen Bali dengan penerapan teknik ukir pada body kerami
“Guci Hias”
Konsep Karya
a. Ornamen
Bangsa Indonesia terdiri banyak suku bangsa yang terbesar dari Sabang sampai Merauke,
terdiri dari berbagai daerah dan suku-suku yang hampir pada setiap daerah tersebut telah
mewariskan hasil-hasil karyawannya berupa kesenian yang besar dan bernilai tinggi serta
meyakinkan. Hasil kesenian tersebut ternyata hingga saat sekarang masih hidup dan terpelihara.
Kenyataan itu memberikan harapan tentang kelangsungan hidup dari seni-seni tradisi yang
memiliki nilai-nilai tinggi dan adhiluhung dengan berbagai variasinya, serta semakin besarnya
perhatian masyarakat dan pemerintah dalam mengelola masalah tersebut. Atas dasar kenyataan
tersebut amatlah disayangkan apabila kesenian yang sudah sedemikian itu sampai mengalami
kepunahan karena adanya arus globalisasi dengan masuknya budaya barat ke Indonesia.
Dalam kehidupan dan budaya masyarakat yang dijiwai oleh agama, dengan didasari logika,
etika dan estetika sangan memungkinkan mendorong untuk berkembangnya suatu bentuk
kesenian. Kegiatan keagamaan yang disertai dengan aktivitasnya, ada suatu keinginan untuk
membuat lebih indah, nyaman, tenang, dan sebagai pengingat atau simbolis tertentu dalam
komunitas. Jika di Bali yang mayoritas Hindu ada kegiatan seperti menghias bangunan pura,
membuat pratima, melaksanakan upacara pitra yadnya (ngaben) adalah juga merupakan dasar
pertumbuhan seni hias tradisi, karena kegiatan berkesenian ini merupakan kekuatan lokal yang
telah dimiliki sebagai modal dasar. Dalam buku yang berjudul ”Seni Hias Damar Kurung” yang
membahas tentang seni tradisi menjelaskan bahwa merupakan kekayaan budaya yang
dipergunakan sebagai landasan pertumbuhan seni daerah yang tumbuh dengan subur sejak
zaman dulu dan menjadi kekuatan lokal (Ika, 2002, 26-27).
Untuk itulah sudah sewajarnya bangsa Indonesia dan para generasi mudanya ikut andil
dalam melestarikan keterampilan warisan nenek moyang, sekaligus mengembangkan seni
budaya yang dimiliki. Sebagaimana diketahui bahwa cabang kesenian tradisi yang ada di
Indonesia diantaranya meliputi bidang seni rupa, seperti keramik, patung, lukisan, bentuk
arsitektur dan percandian, mebelair, kain dan busana, peralatan atau perabotan sehari-hari dan
sebagainya. Dalam bidang senirupa inipun masih terbagi-bagi lagi menjadi bermacam-macam
jenisnya, dan salah satunya adalah ornamen seni.
Ornamen merupakan salah satu unsur dari cabang senirupa yang tidak kalah pentingnya
dalam usaha memenuhi tuntunan jiwani. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa ornamen
memiliki peran yang sangat besar, hal ini dapat dilihat melalui penerepannya di berbagai hal,
meliputi segala aspek kehidupan manusia baik bersifat jasmaniah maupun rohaniah. Seperti
misalnya penerapannya pada alat-alat upacara, alat berburu, angkutan, rumah-rumah adat, alat-
alat pertanian, souvenir dan sebagainya.
Ornamen merupakan salah satu unsur seni rupa yang sudah selayaknya mendapat perhatian
besar dari masyarakat luas, demi suatu kemanfaatan dan untuk menjaga kelestariannya.
b. Ide Penciptaan
Motif pada ornamen juga merupakan bentuk dasar dalam penciptaan atau perwujudan suatu
karya ornamen. Motif dalam ornamen meliputi motif geometris, motif tumbuh-tumbuhan, motif
binatang, motif manusia, motif gunung, motif air, motif awan, motif batu-batuan, motif kreasi atau
khayalan dan lainnya.
Ornamen merupakan komponen produk seni yang ditambahkan atau dibuat untuk tujuan
sebagai hiasan. Di samping tugasnya sebagai penghias secara implisit mengangkat segi-segi
keindahan, menambah keindahan suatu barang sehingga lebih bagus dan menarik dan menarik
dalam ornamen sering ditemukan nilai-nilai simbolik atau maksud-maksud tertentu yang ada
hubungannya dengan pandangan hidup (falsafah hidup, simbolisasi dan keagamaan) dari
manusia atau masyarakat pembuatnya, sehingga benda-benda yang diterapinya memiliki arti dan
makna yang mendalam.
Dalam perkembangan selanjutnya, penciptaan karya seni ornamen tidak hanya dimaksudkan
untuk mendukung keindahan suatu benda, tapi dengan semangat kreativitas seniman mulai
membuat karya ornamen sebagai karya seni yang berdiri sendiri tanpa harus menumpang atau
mengabdi atau kepentingan lain. Karya semacam ini dikenal dengan seni dekoratif termasuk
lukisan atau karya lain yang mengandalkan hiasan unsur utama.
Motif tumbuh-tumbuhan penggambaran motif tumbuh-tumbuhan dalam seni ornamen
dilakukan dengan berbagai cara baik natural maupun stilirisasi sesuai dengan keinginan
senimannya, demikian juga dengan jenis tumbuhan yang dijadikan objek atau inspirasi juga
berbeda tergantung dari lingkungan alam, sosial dan kepercayaan pada waktu tertentu tempat
motif tersebut diciptakan
LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT : PEMBUATAN BEBAKTIAN (OGOH-OGOH) DALAM RANGKA PERSIAPAN UPACARA NGABEN MASAL DI BANJAR ADAT PANECA, DESA MELINGGIH KELOD, KECAMATAN PAYANGAN, KABUPATEN GIANYAR
Salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan oleh setiap dosen
suatu lembaga perguruan tinggi sebagai tenaga pendidik adalah kegiatan Pengabdian Kepada
Masyarakat ( PKM ) sesuai dengan peraturan pemerintah no 37 tahun 2009 tentang dosen dan
beban kerja, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bisa diselenggarakan oleh perguruan
tinggi yang bersangkutan atau bisa bekerja sama dengan lembaga lain. Kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen Fakultas Seni Rupa Dan Desain Institut
Indonesia Denpasar yang terdiri dari Program Studi Kriya, Program Studi Desain Produk, dan
Program Studi Seni Murni. Kegiatan ini akan dilaksanakan Minggu tanggal 11 dan 17 Juni
2023. Pengabdian yang dilaksanakan selama dua hari tersebut yaitu membuat bebaktian (ogoh-
ogoh) dalam rangka persiapan uapacara ngaben massal di Banjar Adat Paneca Payangan yang
membuat bebaktian (ogoh-ogoh) dalam rangka persiapan uapacara ngaben massal di Banjar
Adat Paneca Payangan
“Sari Mekar”
Kata “Sari” berarti inti dan “Mekar” berkembang. Komposisi ini terinspirasi dari karya-
karya I Wayan Lotring yang berkembang di awal abad ke-20. Sari Mekar adalah musik neo-
klasik yang merupakan perpaduan genre musik klasik palegongan dan gandrung dengan
melakukan pengembangan pada beberapa unsur musikalnya dari kedua gaya musik tersebut
seperti: motif kekotekan (jalinan antara dua bagian), dinamika, dan pengolahan melodi.
Misalnya terdapat pengolahan atau ornamentasi motif kekotakan yang berbeda dengan
menggunakan melodi yang sama. Struktur lagu terdiri dari beberapa bagian namun tidak
menggunakan susunan yang baku seperti pada tabuh klasik lainnya.
Sari Mekar diciptakan di tahun 2010 di Tokyo, Jepang. Adapun alasan penciptaanya
adalah atas permintaan dari sebuah komunitas gamelan Bali di Jepang yang bernama Sari
Mekar. Berdasarkan informasi yang kami terima dari salah satu anggota grup bahwa gending
Sari Mekar masih dipertunjukkan sampai saat ini sehingga seolah-olah menjadi maskot dari
kelompok gamelan tersebut
“Mendak Siwi”
“Mendak” secara literatur berarti menyambut dan Siwi adalah simbolik dari Dewa Siwa
yang juga berkonotasi sebagai Tuhan. Jadi “Mendak Siwi” adalah musik persembahan kepada
Tuhan. Ini adalah karya musik instrumental yang terinspirasi dari genre musik bebonangan,
ensambel prosesi utama, yang umumnya dipertunjukan dalam konteks upacara keagamaan
Hindu di Bali. Komposisi ini menggambarkan sebuah eksplorasi musikal dengan memanfaatkan
empat dari lima nada laras pelog. Ensambelnya terdiri dari gong, kempur, sepasang jegogan,
jublag, dan kantilan, sejumlah cengceng kopyak dan cengceng ricik (simbal kecil), reong,
kendang, dan kajar. Jegogan dan jublag memainkan melodi sementara reong dan kantilan
mengelaborasi melodi pokok dengan jalinan pola ritmik yang rumit. Gong menandai fase lagu
dan cengceng memberikan hiasan dan aksen. Kendang memandu perubahan dinamika dan
memberi sinyal untuk ensambel aksentuasi, sedangkan kajar berfungsi sebagai pemegang
matra.
Komposisi ini pertama kali dipertunjukkan di Tauranga Library, Christchurch, New
Zealand di tahun 2020
“Guci Teratai / Lotus Porcelain”
Dalam penciptaan sebuah seni, dibutuhkan suatu pemikiran yang matang dalam proses
penciptaannya, hal ini didasari pengalaman dari kejiwaannya. Kemudian pengalaman kejiwaan
itu hadir atau dinyatakan dengan bentuk-bentuk atau lambang melalui bahasa seni yang
diharapkan mampu mengiringi penikmat seni apa yang menjadi tujuan dari karyanya.
Adapun proses penciptaan keramik ini penulis menggunakan metode eksplorasi dan
metode eksperimen. Metode eksplorasi dilakukan dengan cara melakukan pencarian-pencarian
akan hal-hal yang berkaitan dengan konsep dan makna-makna imajinasi yang akan
divisualisasikan, disesuaikan dengan teknik-teknik yang diperlukan maupun wujud yang
diinginkan. Dalam proses penciptaan Guci Teratai ini, pencipta melakukan survei mengenai
bentuk-bentuk dan jenis daun teratai yang ada, dengan tujuan untuk menambah informasi-
informasi serta pengetahuan. Mengumpulkan informasi terhadap sumbu ide dan kajian yang akan
dijadikan dalam semangat berkarya dan mengembangkan imajinasi