5337 research outputs found
Sort by
Waskita Rupa Dharma Patra Jaladi
Waskita Rupa “Dharma-Patra-Jaladi” merupakan forum untuk mempresentasikan produk dari seluruh proses pembelajaran di FSRD ISI Denpasar berupa karya seni-desain media rekam dari mahasiswa dan dosen terpilih yang secara komprehensif ingin membangun dialog lebih jauh dan intens dengan publik lebih luas khususnya membangkitkan potensi seni di wilayah Indonesia Timur. Kegiatan ini juga sebagai sebuah pertanggungjawaban dari hasil proses studi sebagai
instrument yang efektif untuk mengukur tingkat keberhasilan
dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pameran
bukan sekedar menampilkan karya-karya ke ruang publik,
namun di balik peristiwa tersebut terdapat gagasan, konsep,
dan ideologi yang memiliki tujuan baik dalam konteks sosial,
budaya, promosi, dan kesadaran membangun identitas
STRATEGI PENERJEMAHAN ALEGORI DALAM TEKS SRIMAD BHAGAVATAM DARI BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA
Penerjemahan secara umum dipahami sebagai suatu usaha untuk
mengalihkan pesan dari bahasa sumber (BS) ke bahasa target (BT).
Penerjemahan adalah pemindahan atau reproduksi suatu pesan dari BS ke dalam
BT dengan padanan terdekatnya. Ukuran kesepadanan tersebut adalah
kesepadanan makna atau kandungan isi dan kesepadanan gaya bahasanya.
Selain itu, penerjemahan juga menyangkut pengalihan makna dari satu budaya
ke budaya yang lain.
Tulisan ini dimaksudkan untuk mendiskripsikan majas alegori yang
terdapat dalam teks Srimad Bhagavatam dan terjemahannya ke bahasa Inggris.
Selain itu tulisan ini juga dimaksudkan untuk melihat strategi penerjemahan
yang diterapkan dalam penerjemahan majas alegori termasuk kesepadanan
makna majas alegori pada teks Srimad Bhagavatam berbahasa Inggris dan
terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Tulisan ini secara teoriotis akan bermanfaat bagi dunia linguistik
khususnya penerjemahan majas pada teks religi. Selain itu, secara praktis tulisan
ini akan bermanfaat bagi setiap orang yang ingin memahami pengetahuan
tentang Tuhan.
Kata Kunci: Strategi penerjemahan, majas alegori, kesepadanan makn
VIDEO Film Pendek : Genderang Wayang Wong
Sebuah film produksi Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Bali yang dipersembahkan untuk Tiga Genre Tari Tradisional Bali yang telah resmi masuk dalam UNESCO Representatif List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada tahun 2015 serta Gamelan yang telah resmi masuk dalam UNESCO Representatif List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada tahun 2021.
Naskah film ini ditulis oleh Dirmawan Hatta, disutradarai oleh Harvan Agustriansyah, berkolaborasi dengan maestro tari I Ketut Suteja. Mengetengahkan tentang Sebuah dunia paralel dari kisah seorang utusan yang mengemban tugas penting demi terciptanya dunia yang harmonis.
#filmpendek #trending #shortvideo #wayang #pemajuankebudayaan #bal
COMMODIFICATION OF WAYANG KAMASAN PAINTING AS KRIYA PRODUCT IN KAMASAN VILLAGE KLUNGKUNG BALI (Change and Continuity)
This paper will talk about the existence of community leaders in Kamasan Klungkung Village who are
majorists in Wayang painting activities in sustaining their chronicles. Painted Activity is known as "Seni
Lukis Wayang Kamasan (SLWK) Series" is a traditional art, has a strong tradition of tradition and
inherited from generation to generation with Schingga's painting activities still exist in the midst of the
people of Kamasan Klungkung Village. In this case there has been a commodification of Wayang
Kamasan Painting, impacting on changes in society and continuity. Ichih leads to mass-oriented titles
of distribution, market, and consumption under the legitimacy of capitalists. Conditions of
representation of community activities of wayang kamasan paintings are constructed from Atonomists
are dominated by struggle in the posbut niche, by the dispocition (society) who have symbolic capital
(prestige, status, and authority). Thus, analyzes permanently the ones using the critical social theory
approach. In this study there was a change in the tradition which has been entrenched in the welfare
of the Kamasan Village community, namely the changes that occur are. 1) there are changes in the
traditional tradition of wayang kamasan painting, 2) the real lifestyle and social nature of society, and
3) the occurrence of commodification of positive presence in the continuation of wayang painting
activities, namely enriching the arts that have been inhabited in Kamasan Village communities, and
creating community creativity, more creative, and can improve the economic support of the
community.
Keyword: Commodification, Wayang Kamasan, Cultur
Sosial Humaniora dalam Penciptaan Karya Seni
Penciptaan karya merupakan pengalaman personal yang meyakini memiliki alter ego atau sosok aku yang lain di dalam diri sehingga menimbulkan kompleksitas atau kerumitan cara berpikir maupun mengambil keputusan dalam menghadapi realitas sosial maupun aktivitas sehari – hari (Septian et al., 2022). Faktor lingkungan menjadi salah satu pengaruh pada pembentukan konsep diri seseorang. George Herbert
Mead menjelaskan konsep diri sebagai pandangan, penilaian dan perasaan individu mengenai dirinya yang timbul sebagai hasil dari suatu interaksi sosial (Handaningtias & Agustina, 2017). Hubungan antara lingkungan maupun interaksi sosial di masa lalu akan mempengaruhi psikologis diri seseorang di masa depan. Dalam situasi ini, penulis mengalami kesulitan dalam memahami konsep diri. Hal ini dipengaruhi oleh faktor
psikologis yang dialami perupa dan ditunjang dengan hasil pemeriksaan konseling psikolog dan melakukan tes MCMI (Millon Clinical Multiaksial Inventory) IV, terdiagnosa mengalami gangguan afektif bipolar episode dengan gejala Psikotik. Hal inilah yang akan diusung ke dalam proses penciptaan karya seni. Sebuah ungkapan Sosial Humaniora dalam Penciptaan Karya Seni| 1 ekspresi visual bukan mencerminkan kepribadian perupa, tetapi justru sisi kepribadian lain yang akan diungkapkan
Two Faces History
The Face is the part of the human body that is most often used to communicate, express stories or show emotions. Through facial expressions, it is possible to understand the emotions that are fluctuating within a person or even to know a person’s personality. Because facial expressions or expressions are actually a form of nonverbal communicaton which is the result of one or more muscle movements on the face that can convey emotional states. The face has a very complex structure and has its own characteristics. From these characteristics, faces store important information that can be used to predict gender, race, age, etc. Each age stage of human development is grouped into four, namely children, teenagers, adults and the elderly. As we age, the human face also experiences fundamental changes such as more wrinkles, changes in cheekbones and the distance between key facial features such as the eyes, nose and mouth
Surya Sewana in Balinese Wayang Wong Performance at Sanur Village Festival 2022
Balinese see puppetry as the model and source of dance drama. A dalang (puppeteer) responds
flexibly to the change from puppet, to masking, to human dancers and suits the needs of those
seeking his/her expertise. To revive tourism, which had fallen due to the COVID-19 pandemic,
the 2022 Sanur Village Festival (Sanfes) took the theme Surya Sewana (Glorifying the Sun). As a
dalang, the author I Made Sidia, created a wayang wong (literally,“human puppetry”)
performance staged at the festival telling the Ramayana story of the hermit Resi Wiswamitra,
Rama, and Lakshmana carrying out the Surya Sewana ceremony to neutralize catastrophe. This
innovative wayang wong was performed by young Balinese actors/dancers and accompanied by
hybrid music (gamelan, keyboard, and bass), using digital technology and other innovations.
The performance glorified the sun, rising above pandemic challenges as both a purification
effort and a pragmatic attempt to renew Balinese touris
Representasi Sarang Burung Manyar
Burung manyar sering juga disebut burung penganyam. Beberapa jenis sarang burung manyar
dilengkapi dengan “pintu tipuan” untuk mengelabui pemangsa. Pintu tersebut tampak jelas menganga,
sementara pintu yang sebenarnya tersembunyi. Pemangsa yang mencoba masuk pintu tipuan akan
menemui jalan buntu, tidak terhubung ke rongga tempat telur atau anak burung berada. Arsitektur
atau konstruksi sarang burung manyar ini sangat estetik, dianyam dari rumput-rumput kering dan
ranting, dan memiliki fungsi sangat penting bagi seekor burung manyar jantan, karena sarang burung
manyar yang di anyam tersebut akan mempengaruhi daya tarik bagi seekor burung manyar betina