5337 research outputs found
Sort by
SURAT KEPUTUSAN REKTOR TENTANG PEMBERHENTIAN DAN PENGANGKATAN KOORDINATOR PUSAT LABORATORIUM BAHASA PADA LEMBAGA PENELITIAN, PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR PERIODE TAHUN 2021-2025
SURAT TUGAS Untuk bertugas mengajar di Diklat Pengusahaan Batu Mulia dan Batu Hias Berbasis Online
SURAT PENCATATAN CIPTAAN Tari (Sendra Tari): TARI KEBESARAN PASCASARJANA UNIVERSITAS WARMADEWA “WARMADEWA DURENG NEGARI”
EKSISTENSI KESENIAN DRAMATARI GAMBUH DI DESA ADAT PEDUNGAN, KOTA DENPASAR SELAMA PANDEMI COVID-19
Penelitian ini mengangkat topik tentang perkembangan kesenian Dramatari Gambuh di Desa Adat Pedungan
selama pandemi Covid-19 bersama anak dari pakar kesenian Dramatari Gambuh dan kontribusinya terhadap
kesenian Dramatari Gambuh di Desa Adat Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Keterlibatan
I Gede Geruh dalam Dramatari Gambuh di Pedungan tidak hanya sebagai seorang penari, melainkan sebagai
seorang guru atau pelatih Dramatari Gambuh dan juga sebagai pengurus dalam sekaa Gambuh di Pedungan.
Semua ini menunjukkan kebesaran peran dan totalnya keterlibatan I Gede Geruh dalam Dramatari Gambuh di
Pedungan sebagai pengukuh dan pengokoh. Kata pengukuh digunakan untuk memposisikan I Gede Geruh
sebagai seorang tokoh yang mempunyai peran penting agar nilai-nilai estetik Gambuh Pedungan tidak sampai
berubah. Pengokoh digunakan untuk memposisikan Geruh sebagai seorang figur yang ibarat pilar yang mampu
membuat kesenian Dramatari Gambuh Pedungan tetap eksis ditengah-tengah perubahan nilai sosial dan budaya
Bali. Kata pengokoh dimaknai sebagai seorang tokoh yang ibarat tiyang penyangga untuk menjaga “bangunan”
sekaa Gambuh ini jangan sampai roboh. Kehadiran seniman ini memiliki dampak yang cukup luas terhadap
kehidupan kesenian, aktivitas upacara agama dan pembangunan sosial dan budaya di Desa Adat Pedungan.
Namun, di situasi pandemi Covid-19 saat ini, perkembangan Gambuh di Desa Adat Pedungan mulai jarang
dipentaskan atau melakukan ngayah. Walaupun akan melakukan ngayah yang biasanya dilakukan pada pujawali
nutug ketelun tumpek wayang, diharapkan para penari tetap untuk menetapkan protokol kesehatan.
Kata Kunci: I Gede Geruh, pengukuh dan pengokoh, Dramatari Gambuh Pedungan, Pandemi, Covid-1
Megargitan (Ritual Makan Hidangan Bersama Pada Piodalan di Pura Panataran Keloncing Padangtegal)
Ubud sebagai daerah kantong Budaya tersibuk di Bali, tiada henti menyajikan atraksi budaya baik
dalam bentuk sakral maupun profan. Seakan berjalan seirama dengan nafas kehidupan masyarakat
Ubud itu sendiri. Geliat aktivitas kebudayaan di Ubud tumbuh begitu kuat dan digerakkan secara
konsisten oleh masyarakatnya. Alunan gamelan, lenggokan tarian, sapuan kuas bergerak
menopang piodalan di pura, ngaben, dan upacara manusia yadnya lainnya. Kadang saling sahutan
dengan riuh kepak pariwisata
Penggalian Seni Tradisi Tari Telek di Banjar Kangin Desa Adat Panjer Denpasar Selatan
Tari Telek di Banjar Kangin Desa Adat Panjer memiliki kekhasan dari segi sejarah awal mula
terciptanya tari Telek tersebut, bentuk, dan fungsinya memiliki kekhasan tersendiri. Perlu untuk
dilakukan penelitian secara mendalam dengan tujuan penggalian seni tradisi langka yang ada di
Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sosio Historis dengan metode analisis
deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui sumber langsung berupa wawancara terstruktur, dan
secara tidak langsung melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun hasil yang didapatkan
yaitu tari Telek yang merupakan bagian dari pementasan sesolahan Sesuhunan atau manifestasi
Tuhan Yang Maha Esa tersebut masih dilestarikan hingga sekarang. Tari Telek yang ada di Banjar
Kangin Desa Adat Panjer merupakan bagian dari pertunjukan Tari Barong, Rangda, Rarung, dan
Topeng Sidakarya yang berfungsi sebagai sarana pengungkapan kepercayaan atau keyakinan
dari masyarakat penyangganya yaitu khususnya masyarakat Banjar Kangin terhadap keberadaan
manifestasi Tuhan yang berstana sebagai Sesuhunan berupa Barong, Rangda, Rarung, dan Topeng
Sidakarya yang menjaga dan melindungi masyarakat Desa Adat Panjer Denpasar Selatan.
Kata kunci: panjer, seni tradisi, tele
RENTENG MAHARYA PERTIWI: METAFORA SESAJI SATE RENTENG DALAM BUSANA GAYA EXOTIC DRAMATIC
Kebudayaan, agama dan tradisi memiliki peran penting di setiap daerah khususnya umat Hindu di Bali.
Keyakinan umat Hindu sehari-hari diungkapkan melalui banten sebagai persembahan dalam menjalankan
aktivitas ritual. Banten memiliki keanekaragaman bentuk dan fungsi seperti sate renteng yang memiliki
karakteristik bentuk yang berbeda dari jenis sate lainnya. Adanya aktivitas merangkai daging babi dan ornamen
yang terbentuk dari kulit babi menjadikannya ciri khas pada sate ini. Sate renteng memiliki arti bergelantungan
atau ngelenteng. Selain itu, sate renteng merupakan simbol dari senjata nawa sanga serta bermakna keseimbangan
dalam menjaga makrokosmos dan mikrokosmos. Sate renteng terwujud dari peperangan Dewi Durga melawan
asura. Keunikan sate renteng ini menginspirasi saya menjadikan ide pemantik dalam penciptaan koleksi busana
Renteng Maharya Pertiwi. Penciptaan karya tugas akhir ini berupa busana ready to wear, ready to wear deluxe
dan semi couture dengan menggunakan metode Frangipani yaitu delapan tahapan penciptaan busana dari disertasi
Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, serta beberapa teori yang mendukung dalam perencanaan desain busana. Teori
tersebut meliputi: teori semiotika dengan gaya ungkap metafora, teori warna, teori estetika serta teori strategi
pemasaran, merek, dan penjualan. Karya busana ini juga dipadupadankan dengan style exotic dramatic, look boho-
chic dan trend svarga. Koleksi Renteng Maharya Pertiwi memiliki siluet H dan X. Hasil karya yang diciptakan
tak lepas dari elemen dan prinsip desain yang membuat suatu koleksi dapat menjadi satu kesatuan, keselarasan
dan keharmonisan dengan konsep. Koleksi yang diciptakan akan di branding dengan strategi pemasaran dari
Business Model Canvas (BMC) Osterwalder dan Pigneur untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu busana.
Kata Kunci: Metafora, Sate Renteng, Exotic Dramatic, Renteng Maharya Pertiw