5337 research outputs found
Sort by
"Pohon Curiga"
"Dalam keyakinan Hindu, termuat dalam lontar Atma Prasangsa "pohon curiga"
adalah pohon besar yang berdaun senjata tajam (keris dan berbuah bola besi.
Disebutkan pula, bahwa Atma (rah) yang melewati hutan tersebut akan diuji
dengan jatuhnya senjata-senjata tajam serta bola besi ersebut. Yang dimaksud
adalah jika pada masa kehidupan nyata manusia yang kerap melakukan kejahatan
dalam bentuk apa pun, termasuk perbuatan merusak alam (hutan), setelah
meninggal maka rohnya akan lebih banyak mengalami siksaan, termasuk ketika
melewati hutan yang banyak ditumbuhi pohon besar akan dihujani daun berupa
senjata tajam dan buah berupa bola besi dari "Pohon Curiga" tersebut.
PEER Review Kajian Elemen Wayang Kulit Lakon Kang Ching Wie Oleh Dalang I Dewa Gede Agung Sutresna
EKSISTENSI KESENIAN REBANA GENDING DALAM MASA PANDEMIK COVID-19 DI LOMBOK
Tulisan bertujuan untuk mengungkap eksistensi kesenian Rebana
Gending yang merupakan salah satu bentuk musik tradisional Sasak,
Lombok. Sejak merebaknya pandemic Corona Virus Disease (Covid)
19 pada tahun 2019 dan mengalami perkembangan di Indonesia pada
awal tahun 2020, sangat berdampak dalam berbagai aspek kehidupan
termasuk salah satunya di bidang budaya. Kesenian sebagai salah satu
aspek kebudayaan mengalami stagnasi dimana banyak aktivitas
berkesenian dibekukan sehingga berdampak secara negative terhadap
eksistensi berbagai bentuk kesenian yang terdapat di masyarakat.
Fenomena ini juga terjadi pada eksistensi kesenian Rebana Gending
yang terdapat di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten
Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Rabana Gending merupakan
salah satu bentuk kesenian tradisional yang hidup dan berkembang di
dalam masyarakat Sasak. Kesenian ini memiliki berbagai keunikan
dalam bentuk, fungsi dan musikalitas sehingga berbeda dengan
kesenian rebana yang secara umum berkembang di berbagai wilayah di
Indonesia. Berkenaan dengan berbagai keunikan tersebut, berkenaan dengan topik yang dikaji secara khusus akan membahas bentuk dan
fungsinya di dalam kehidupan masyarakat. Adapun metode yang
digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan organologi dan
ethnomusikologi. Dari pembahasan topik ini selanjutkan akan
diketahui dan dipahami bentuk dan fungsi kesenian Rebana Gending di
dalam kehidupan masyarakat Sasak.
Kata Kunci: Eksistensi, Rebana Gending, Musik Sasak, Covid-1
Tinjauan Desain POSTER BALI
Kata Pengantar
Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa/ Tuhan Yang
Maha Esa, berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan
buku pengayaan bahan ajar dengan judul Tinjauan Desain;
POSTER BALI ini tepat pada waktunya sebagai materi
perkuliahan.
Hasil peneliian ini diharapkan memberikan kontribusi; Secara
Teoriis, melalui kajian semioika Poster akan dapat menambah
pengetahuan tentang poster Bali, serta mampu memberikan
penjelasan atau paparan tentang pembacaan bentuk visual
karya desain komunikasi visual berupa poster, hubungan
tanda dan makna terhadap poster BALI serta menambah
kajian keilmuan desain komunikasi visual. Secara Prakis,
hasil peneliian ini diharapkan dapat memberikan manfaat
bagi penelii yang lain, sehingga hasil peneliian ini sangat
tepat dijadikan bahan kajian maupun perbandingan dalam
melakukan peneliian lain yang sejenis. Bagi masyarakat,
diharapkan mampu memberikan pemikiran dan wacana
terhadap POSTER sebagai salah satu media komunikasi visual
yang memiliki peranan pening di masyarakat. Bagi Insitut
Seni Indonesia Denpasar, peneliian ini akan berguna sebagai
bahan ajar dalam perkuliahan. Dengan pengumpulan data,
kajian semioika, dapat mengungkap tanda dan makna poster.
Peneliian ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi
dan sumbangan pemikiran berkenaan dengan pengembangan
desain komunikasi visual.
Buku ini terdiri dari; Sejarah Poster, Baliseering, Teori Desain
Komunikasi Visual, Teori Semioika (makna denotasi, makna
konotasi), dan Sejarah singkat budaya Bali. Semua bab pada
buku ini merupakan hasil peneliian penulis. Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
atas segala bantuan yang diberikan oleh Insitut Seni Indonesia
Denpasar, para narasumber dan informan, teman-teman
di Jurusan Desain Komunikasi Visual, FSRD- ISI Denpasar,
juga kepada teman-teman lainnya yang telah memberikan
saran, wawasan dan pengetahuannya kepada penulis untuk
memperkaya buku ini. Ucapan terima kasih juga kami
sampaikan kepada pimpinan dan staf LP2MPP ISI Denpasar,
dan teman-teman lainnya yang idak bisa penulis sebutkan
satu persatu. Penulis mohon masukan, kriik dan saran dalam
penyempurnaan buku ini.
Denpasar, Januari 2021
Penuli
KAJIAN BENTUK DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM TARI RAGA KUANTUM KARYA RINTO WIDYARTO
Tari Raga Kuantum merupakan karya tari inovasi baru yang diciptakan pada masa pandemi covid-
19 yang mencerminkan tentang kehidupan generasi saat ini, dimana generasi industri 4.0 sangat
ketergantungan dengan gadget dimulai dari menggunakan sosial media seperti Instagram, whatsapp,
facebook, dan berbagai aplikasi jejaring sosial lainnya. Dilihat dari fenomena yang terjadi maka, penata
mengemas dan mengembangkan menjadi suatu pertunjukan tari yang banyak mengandung pesan moral
dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan nilai-nilai pendidikan dalam
tari Raga Kuantum karya Rinto Widyarto. Penelitian ini menggunakan beberapa teori sebagai acuan. Teoriteori
yang dimaksud antara lain: 1) Kajian Bentuk Tari Raga Kuantum, 2) Nilai-nilai Pendidikan yang
terkandung dalam Tari Raga Kuantum, 3) Faktor Pendukung dan Penghambat dalam proses Tari Raga
Kuantum.
Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa metode. Metode yang
dimaksud antara lain, 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Studi Kepustakaan, 4) Dokumentasi.
Kata Kunci: Tari Raga Kuantum, Kajian Bentuk, Nilai-nilai Pendidika
DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI MEDIA PROMOSI DAN PENDUKUNG PRODUK HELM PRIMA METALFLAKE CUSTOM DI GIANYAR
Helm adalah alat perlindungan yang dikenakan di kepala dan biasanya terbuat dari metal atau bahan keras
lainnya seperti kevral, serat resin, atau plastik. Di daerah Gianyar tepatnya Jalan Durian Nomor 2, Banjar
Telabah, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Terdapat industri pembuatan helm yang bernama
Prima Metalflake Custom, industri ini berdiri sejak tahun 2013. Prima Metalflake Custom menyediakan
jasa pembuatan helm custom, restorasi helm yang meliputi: penggantian spon helm, kulit helm dan
pengecatan helm. Prima Metalflake Custom juga melayani jasa pengecatan body motor, mesin motor,
sparepart motor, sepeda, velg, poles mesin maupun tromol dan sandblasting mesin. Prima Metalflake
Custom memiliki kelebihan dan ciri khas pada produknya seperti kualitas bahan yang digunakan, bentuk
helm, dan tehnik pewarnaan yang memiliki karakteristiknya tersendiri. Berdasarkan hasil wawancara
dengan I Wayan Pradana Putra selaku pemilik dari industri helm Prima Metalflake Custom, masih terdapat
kendala seperti minimya media penunjang informasi dan promosi, dan media promosi yang dibuat hanya
sekedarnya. Dengan potensi yang dimiliki dan kurangnya media promosi yang ada untuk mempromosikan
industri ini, maka penulis tertarik untuk mengangkat judul “Desain Komunikasi Visual Sebagai Media
Promosi dan Pendukung Produk Helm Prima Metalflake Custom Di Gianyar” sebagai Skripsi Karya Tugas
Akhir. Perancangan ini bertujuan untuk menentukan media komunikasi visual yang efektif dan komunikatif
sebagai sarana promosi agar industri helm Prima Metalflake Custom semakin dikenal oleh masyarakat
Gianyar dan diharapkan nantinya semakin banyak masyarakat yang menggunakan jasa dari Prima
Metalflake Custom. Dari hasil analisis data SWOT menghasilkan 10 media promosi yang efektif dan
komunikatif, antara lain: Papan Nama, Video Promosi, Poster Online, Instagram Feeds, T-Shirt, Sticker,
Gatungan Kunci, Dust Bag, Kardus Helm dan Katalog Karya.
Kata kunci: Prima Metalflake Custom, Media Promosi, Desain Komunikasi Visual
DESAIN INTERIOR BADUNG TRAINING CENTER SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN KEAHLIAN DAN PELUANG KERJA SDM Jl. Pantai Pererenan, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali
Bali sedang berkembang pariwisata dan industrinya di Kab. Badung, membuat kebutuhan SDM
meningkat. Namun tidak semua calon pelamar pekerjaan akan mendapatkan sebuah pekerjaan. Perlu ada
persaingan di antara mereka , karena di beberapa tempat terlalu banyak pegawai tidak akan membuat tempat
menjadi produktif. Maka dari itu tanpa adanya keahlian di bidang tertentu kemungkinan diterima kecil. Maka
dari itu diperlukan sebuah tempat pelatihan atau badan pelatihan yang bisa memberikan edukasi berbasis teori
dan praktek yang dapat membantu para calon pekerja. Maka dari diperlukan peran Balai Latihan Kerja yang
memberikan fasilitas yang tidak hanya mengembangkan bakat calon pekerja tetapi mengajarkan berbagai hal
yang diperlukan agar lebih siap dalam menghadapi dunia kerja dan mengurangi tingkat pengangguran. Selain
mengajarkan sebuah keahlian, lembaga juga akan mengajarkan sebuah teori tentang pedoman kerja masrakat
Bali sehingga membuat calon peserta menjadi pribadi yang berbakat dan juga beretika. Bangunan BLK ini akan
merepakan konsep Bali dari beberapa kata yaitu Jujur , Jemet, dan Jengah yang disinggkat menjadi Etos Jejungah.
Fokus penerapan ini adalah menciptkan ruangan yang memenuhi kebutuhan peserta dan sekaligus
menambah minat para pengunjung untuk menjadi peserta di sebuah progam pelatihan sehinga menambah
pengalaman dan bakat.
Kata Kunci : Lapangan Pekerjaan, Etos Kerja, Etos Jeju-ngah, Keahlian