20988 research outputs found
Sort by
Daylighting Evaluation of Perforated Screen Facade with Light Shelf in the Tropics
The use of large glass facades in buildings without external shading devices leads to a high daylight level, uneven daylight distribution, and glare. A perforated screen facade (PSF) is one of the shading systems that can provide daylight and view and prevent direct solar radiation into a building. More research is needed about the daylight performance of PSF in integration with daylighting systems in the tropics. A combination of PSF and light shelf (LS), a daylighting system that can redirect daylight to the ceiling and enhance daylight distribution, is proposed to improve daylight levels and reduce glare. The research aims to evaluate the daylight performance of PSF and LS in the tropics. The research method is experimental with simulation utilizing IES-VE Radiance IES. Average Daylight Factor (DFavg), Useful Daylight Illuminance (UDI), and Daylight Glare Probability (DGP) of a room with a side window were compared with a room with PSF and LS. The results showed that implementing PSF and LS improved daylight performance by lowering the DFavg by 55%, increasing the UDI, and reducing the DGP
The Effect of ESG on Firm Value and Performance During Covid-19: Moderation Role of Industry Characteristic
The objective of this study was to examine the correlation between Environmental, Social, and Governance (ESG), corporate value and performance, with the aim of establishing a basis for assessing ESG. An independent variable is the ESG score. The variables that will be measured are firm value and performance. Firm performance will be assessed using return on assets (ROA), while firm value will be indicated by Tobins Q. Industrial growth, which quantifies the development of industrial aspects, will serve as a moderator to harmonise the connection between the independent and dependent variables. Analysis of data indicates that ESG factors have a detrimental effect on company value. ESG improves the performance of enterprises. Moreover, the growth of the industry does not alleviate the connection between environmental, social, and governance (ESG) factors and the value of a business. The correlation between ESG and corporate success is mitigated by the growth of the industry
Starting from an Empty Plate: A Semiotic Study of Instant Noodle Advertisements during the Fasting Month of Ramadan in the Covid-19 Pandemic
From the beginning of the Covid-19 pandemic in 2020 until 2022, Indomie
has consistently issued advertisements during the fasting month of Ramadan.
During this period, it is a challenge for food manufacturers to promote their
products. In the case of Indomie�s advertisement, which started with an idea
that visually displays an empty plate and is broadcast during the fasting
month, is quite viral because it dares to advertise without displaying the
products it sells. Interestingly, Indomie is still holding up empty plates for
their advertisement in 2021. The continuity of the story that started with
empty plates is what prompted me to continue the analysis of Indomie instant
noodle ads that were aired during the fasting months of Ramadan during the
pandemic in 2020, 2021, and 2022. The purpose of this research is to reveal
the meaning and ideology of what is to be conveyed through these ads.
Rolland Barthes semiotic analysis method is considered suitable to analyze
the mythology and ideology behind them. The presence of an empty plate
shows the meaning of tolerance for fasting Muslims. Each advertisement
describes this form of tolerance differently. Even though it is covered by
religious, social, cultural, and economic discourses, the ideology of capitalism is
still sensed in all the advertisements that are displayed
Optimalisasi Pemakaian HDPE dan PP Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar Terhadap Kuat Tarik dan Kuat Tekan Beton
Semakin meningkatnya perkembangan teknologi baik di bidang infrastruktur maupun non infrastruktur, maka kebutuhan akan prasarana seperti gedung, jalan, jembatan, dan prasarana lain pada saat ini pun terus meningkat. Kebutuhan akan mutu dan jenis beton pun bervariasi sesuai permintaan di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah mengoptimalisasi dan mengevaluasi seberapa besar kemampuan beton dengan penggantian sebagian agregat kasar (split) oleh agregat kasar plastik (HDPE) dan (PP) terhadap kuat tarik dan kuat tekan beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di Laboratorium dengan membuat benda uji berupa silinder beton dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat taik dan kuat tekan beton. Kemudian dilakukan pengujian kuat tarik dan kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan menggunakan Mesin CTM (Compression Testing Machine) setelah melalui tahap perawatan (curing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai slump adukan beton terus mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan persentase penggantian agregat kasar (split) dengan agregat kasar plastik yaitu berkisar antara 9,50 � 14,2 cm akibatnya kadar air dalam campuran beton meningkat sehingga berpengaruh terhadap mutu beton yang dihasilkan semakin menurun. Semakin meningkat persentase penggantian agregat kasar (split) oleh agregat kasar plastik terhadap campuran beton normal, kuat tekan beton mengalami penurunan sebesar 8% atau sebesar 18,752 Mpa.. Terjadi peningkatan nilai kuat tarik pada persentase campuran 2% kemudian cenderung menurun seiring dengan meningkatnya persentase agregat kasar pengganti pada campuran beto
Keyakinan Guru Dalam pemberian Tugas Proyek
Penelitian kualitatif ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana keyakinan guru berperan dalam pemberian tugas proyek di Kelas 2 SDTK Pelangi Kristus Surabaya. Penelitian ini juga menjelaskan kesesuaian antara keyakinan guru dengan praktiknya di kelas. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang guru sains yang sering memberikan tugas proyek sebagai bagian dalam proses pembelajaran. Keyakinan bisa menjadi alasan utama atas tindakan apa yang dilakukan oleh semua orang tak terkecuali guru (Bandura, 1997). Keyakinan guru mempengaruhi cara dan bentuk pembelajaran yang diberikan termasuk tugas proyek. Tugas proyek merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi pelajaran dengan membuat suatu karya. Dalam pembuatan tugas proyek, dukungan diberikan untuk memperlancar jalannya proses pengerjaan tugas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keyakinan guru berperan penting terhadap proses tersebut. Keyakinan guru tersebut berkaitan dengan kemampuan guru dan murid, minat murid dan kegiatan murid di luar sekolah
Pengenalan Profesi dan Pengembangan Cita-cita pada Siswa Taman Kanak-kanak melalui Inovasi Alat Permainan Edukatif
Setiap individu pasti memiliki harapan untuk meraih masa depan cerah yang tercermin dalam bentuk cita-cita. Pemahaman terhadap cita-cita seringkali dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan pendidikan yang diterima.
Pendidikan yang diberikan kepada siswa TK berperan penting dalam mengembangkan bakat dan minat yang
dimiliki. Dengan begitu, siswa TK akan mulai membentuk pemikiran untuk menentukan cita-cita. Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan konsep cita-cita, menanamkan pemahaman mengenai
pengelolaan keuangan, dan mendorong motivasi siswa TK untuk mencapai cita-cita yang diharapkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui tiga langkah, yakni persiapan, pelaksanaan,
dan evaluasi. Observasi terhadap jumlah siswa dan fasilitas yang tersedia, serta persiapan materi dan alat permainan edukatif dilakukan pada tahap persiapan. Pada tahap pelaksanaan, observasi diterapkan melalui penggunaan metode pembelajaran interaktif dengan melibatkan permainan dan dialog dengan siswa TK. Penilaian terhadap hasil pengamatan dan dokumentasi dilakukan pada tahap evaluasi guna menguji efektivitas dari media pembelajaran yang digunakan. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa alat permainan edukatif efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat dan antusiasme siswa TK untuk memahami konsep bagaimana mencapai cita-cita melalui sikap bijak dalam mengelola keuangan
Pengaruh Kunjungan Pengabdian Masyarakat terhadap Motivasi Siswa TK dalam Meraih Cita-Cita
Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengobservasi motivasi para siswa Taman Kanak-kanak terkait cita-cita yang ingin dicapai di TK Bethel Sulung 3, Surabaya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan motivasi
kepada para siswa Taman Kanak-kanak dalam mewujudkan cita-cita yang berupaya mempengaruhi keinginan siswa Taman Kanak-kanak untuk bercitacita, dimana hal tersebut mendorong keinginan siswa Taman Kanak-kanak untuk menabung demi mencapai cita-citanya. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa respon yang terjadi terhadap siswa Taman Kanak-kanak mengalami perubahan
sesudah dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini, dimana para siswa Taman Kanakkanak menjadi lebih termotivasi untuk meraih cita-cita yang dimiliki
Pentingnya Media Pembelajaran : Meningkatkan Kualitas Pemahaman Tentang Kebutuhan Dan Keinginan Pada Siswa Taman Kanak � Kanak
Tantangan finansial yang dihadapi seringkali mewajibkan suatu keluarga untuk cermat dalam mengelola pengeluaran sehari-hari. Dalam situasi dimana penghasilan tidak selalu mengalami peningkatan sementara harga barang cenderung meningkat, keterampilan menghemat menjadi kunci utama. Pentingnya pola hidup hemat perlu ditanamkan sejak anak menginjak bangku Taman Kanak-kanak. Kegiatan edukasi kreatif di TK Kristen Eleos diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya berhemat pada para siswa. Sosialisasi alat peraga mengajarkan kepada para siswa TK untuk memprioritaskan pembelian berdasarkan kebutuhan daripada keinginan semata. Metode pengabdian masyarakat yang diterapkan adalah observasi partisipan yakni dengan terlibat langsung pada kegiatan belajar mengajar di TK Kristen Eleos Surabaya. Hasil dari kegiatan ini menunjukan perubahan positif pada perspektif siswa TK Kristen Eleos, dimana siswa menjadi lebih bijak dalam memilih barang yang diperlukan dan diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
Metode Storytelling untuk mengenalkan Emosi Pada Anak usia 4-5 tahun
Metode storytelling merupakan salah satu cara yang digunakan oleh guru dalam pengenalan emosi pada anak usia dini. Storytelling juga merupakan metode yang menarik untuk dilakukan karena metode ini melibatkan seorang guru dalam bercerita dengan menggunakan ekspresi baik wajah maupun suara, intonasi bercerita, dan alat yang digunakan ketika bercerita. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah metode storytelling dapat memperkenalkan emosi kepada anak usia 4-5 tahun. Jenis pendekatan yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif. Penelitian atau pengumpulan data di ambil di salah satu PAUD Surabaya. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 orang anak, yang berada di kelas Pre - K2 yang berusia 4-5 tahun, dengan melibatkan guru disekolah tersebut sebagai informan. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi, atau pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah metode storytelling efektif digunakan untuk mengenalkan emosi pada anak usia dini. Melalui storytelling, anak belajar mengenali emosi yang dirasakan oleh tokoh dalam cerita, mampu menyebutkan nama emosi, lebih mudah mengingat emosi yang telah diperkenalkan sebelumnya, dan dapat mengaitkan emosi tersebut dengan dirinya sendir