20988 research outputs found
Sort by
PENGARUH LEADER MEMBER EXCHANGE DAN KEPUASAN TERHADAP BONUS PADA MOTIVASI KERJA KARYAWAN PT. GARUDA NUSA INDAH JAYA
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh leader member exchange dan kepuasan terhadap bonus pada motivasi kerja karyawan PT. Garuda Nusa Indah Jaya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 orang karyawan bagian produksi PT. Garuda Nusa Indah Jaya. Sampel penelitian ini menggunakan metode sampel jenuh , maka ditetapkan sampel penelitian sebanyak 40 orang karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data untuk penelitian ini diperoleh melalui angket penelitian yang telah diisi oleh responden yang sudah ditentukan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi linier berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen leader member exchange dan kepuasan terhadap bonus secara parsial maupun simultan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja karyawan PT. Garuda Nusa Indah Jaya
Optimum Configuration of Stand-alone Hybrid Distributed Generation: A Case of Eastern Indonesia
This paper presents analysis of electricity generation
using stand-alone hybrid renewable energy resources for typical household in remote area situated in the eastern Indonesia. In the previous study, the optimum sizing problem is solved with PV/battery/wind-hybrid system without any generator addition. In this study, gasoline generator is added as a non-renewable resource option for 3 hybrid system alternatives, for which system’s reliability and economic, and energy storage requirement is analyzed. The main objective is to determine the optimum size to meet the daily energy requirement based on available technology options. The analysis results show that PV/battery/wind-hybrid system is the most economically feasible with the cost of energy US$ 0.817/kWh, and system reliability remains unaffected in the absence of generator
Media Kristen Pada Era New Media: Tantangan dan Peluang
Keserba-hadiran media adalah fakta yang paradoksal. Di satu sisi ia mengusung prinsip-prinsip imparsialitas, namun pada saat yang bersamaan ia tunduk terhadap pembelaan semu kepentingan tertentu yang memihak. Di satu sisi ia berupaya keras tampil elegan meneriakan kebenaran fakta, tetapi pada waktu yang berhimpitan ia gundah akan adanya kepalsuan-kepalsuan yang mesti disembunyikan. Pada saat tertentu ia ingin bertumbuh sebagai institusi media yang mandiri , namun fakta di lapangan intervensi kapital meluluh lantakan spirit berdikari. Realitas tersebut masih perlu dilengkapi bahwa di atas semua itu, jangan dilupakan meretas dan merebaknya media sosial di era teknologi informasi.
Mengelola media di era post industrialisasi pers adalah pergulatan yang serba pelik di atas ayunan idealism dan pragmatism. Parahnya, belum lagi kerangka ideologi terhayati hempasan demi hempasan terus menerjang mengikis eksistensi jatidiri insan media. Lalu pertanyaannya, peran apakah yang sebaiknya diambil oleh media-media kristiani dalam situasi seperti itu? Pendekatan apa saja yang masih relevan di era new media