Repository Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Not a member yet
9773 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN MEDIA KURSI ERGONOMIS TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP DAN PRAKTIK PEKERJA BATIK KATURA CIREBON
Latar Belakang: Pekerja batik tulis di Indonesia, termasuk di Industri Batik Katura Cirebon, kerap mengalami keluhan nyeri punggung akibat postur kerja yang tidak ergonomis dan penggunaan kursi kerja yang tidak sesuai. Penyuluhan berbasis media kursi ergonomis dipandang sebagai intervensi potensial untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pekerja dalam menerapkan prinsip ergonomi.
Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan dengan media kursi ergonomis terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, praktik kerja, serta risiko keluhan nyeri punggung pada pekerja Batik Katura Cirebon.
Metode: Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest with control group. Sampel terdiri dari 60 pekerja batik yang dibagi secara acak menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen masing-masing 30 orang. Kelompok eksperimen menerima penyuluhan serta intervensi kursi ergonomis selama satu bulan, sementara kelompok kontrol hanya menerima penyuluhan tanpa penggunaan kursi ergonomis. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, serta dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan, sikap positif, dan praktik kerja ergonomis pada kelompok eksperimen setelah intervensi. Risiko keluhan nyeri punggung juga menurun secara bermakna pada kelompok eksperimen (p < 0,05).
Kesimpulan: Penyuluhan dengan media kursi ergonomis efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik kerja serta menurunkan risiko keluhan nyeri punggung pada pekerja batik. Intervensi ini dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam pengendalian risiko ergonomi di sektor UMKM.
Kata Kunci: penyuluhan, kursi ergonomis, ergonomi, nyeri punggung, pekerja batik
PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI MOTION GRAPHIC TERHADAP PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA PENJAMAH MAKANAN CATERING DI KABUPATEN SLEMAN
Latar Belakang: Penerapan personal hygiene atau kebersihan pribadi di kalangan penjamah makanan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keamanan dan kualitas pangan khususnya jasaboga. Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang telah penulis lakukan, penjamah makanan di perusahaan catering A dan B belum menerapkan personal hygiene yang baik seperti tidak mencuci tangan dengan semestinya, tidak menggunakan sarung tangan ketika berhubungan dengan makanan, tidak menggunakan penutup kepala, tidak menggunakan masker. Media animasi Motion Graphic dapat menarik perhatian dan memudahkan untuk memahami serta menyerap informasi yang diberikan, sehingga pesan dapat diterima dengan efektif dan efisien.
Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan video animasi Motion Graphic terhadap perilaku personal hygiene pada penjamah makanan catering di Kabupaten Sleman.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian Quasi Experimental Design dengan desain penelitian Pretest-Posttest With Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah penjamah makanan di Catering A, B, C, dan D dengan jumlah sampel sebanyak 60 penjamah makanan, yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan video animasi Motion Graphic terhadap pengetahuan, sikap, dan praktik dalam penerapan personal hygiene penjamah makanan catering dengan p-value 0.000.
Kesimpulan: Penggunaan animasi motion graphic efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik dalam penerapan personal hygiene penjamah makanan catering di Kabupaten Sleman
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP SISTEM REKAM MEDIS ELEKTRONIK DALAM APLIKASI DGS KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE END USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) DI PUSKESMAS SEDAYU II TAHUN 2025
Latar Belakang: Keberhasilan penyelenggaraan RME oleh tenaga kesehatan dapat dilihat dari tingkat kepuasan pengguna. Puskesmas Sedayu II telah menerapkan Aplikasi DGS Kesehatan sejak Februari 2023. Kendala yang muncul meliputi sulitnya mengakses rekap kunjungan, kurangnya petunjuk, tampilan sistem yang kecil, serta gangguan sistem. Kepuasan pengguna diukur dengan Metode EUCS, yang mencakup isi, keakuratan, tampilan, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu.
Tujuan: Mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pengguna terhadap Sistem Rekam Medis Elektronik dalam aplikasi DGS Kesehatan menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS) di Puskesmas Sedayu II Tahun 2025.
Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, dilaksanakan pada Desember 2024–Mei 2025. Subjek penelitian adalah 34 pengguna RME di Puskesmas Sedayu II, dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan diolah menggunakan Microsoft Excel.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kepuasan petugas pengguna RME dalam Aplikasi DGS Kesehatan berada pada kategori "Puas" di semua dimensi: isi (3,47), keakuratan (3,67), tampilan (3,55), kemudahan penggunaan
(3,54), dan ketepatan waktu (3,57).
Kesimpulan: Tingkat kepuasan pengguna RME dalam Aplikasi DGS Kesehatan di Puskesmas Sedayu II memiliki rata-rata skor keseluruhan 3,56 dengan kategori Puas.
Kata Kunci: Kepuasan penggua, RME, Aplikasi DGS Kesehatan, EUCS, Puskesmas Sedayu II
PENERAPAN HIDROTERAPI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA NYAMAN PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMPING I
ABSTRAK
Latar Belakang: Permasalahan utama yang dialami oleh lansia dengan hipertensi. umumnya menimbulkan gejala seperti sakit kepala, rasa tidak nyaman atau pegal di bagian leher belakang, sensasi berputar seperti akan jatuh, serta jantung berdebar atau detak jantung yang terasa cepat. Kondisi tersebut menimbulakan efek ketidaknyamanan yang menggangu aktivitas fisik lansia.
Tujuan : Memperoleh gambaran nyata dalam penerapan Hidroterapi dalam pemenuhan kebutuhan rasa nyaman pada anggota keluarga dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gamping I.
Metode : Karya ilmiah ini disusun menggunakan metode penelitian deskriptif berbasis studi kasus.
Hasil : Pemberian intervensi hidro terapi pada lansia hipertensi yang mengalami ketidaknyamanan akibat nyeri hipertensi dilakukan selama 3x kunjungan dengan durasi 15-20 menit diperoleh hasil adanya peningkatan rasa nyaman, penurunan tekananan darah dan penurunan skala nyeri pada kedua klien. Hasil ini menandakan
keberhasilan iintervensi hidroterapi sebagai bagian dari asuhan keperawatan gerontik.
Kesimpulan : Pemberian intervensi hidroterapi pada lansia hipertensi yang mengalami gangguan rasa nyaman dapat peningkatan rasa nyaman, penurunan tekananan darah dan penurunan skala nyeri pada lansia hipertensi.
Kata Kunci : Hidroterapi, Rasa Nyaman, Lansia, Hipertens
PENGARUH PENGGUNAAN PENYULUHAN EDU-ECOBRICK TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI DEMAK IJO 1
Latar Belakang : Sampah plastik merupakan masalah lingkungan utama di
Indonesia, dengan timbulan nasional mencapai 35 juta ton per tahun (SIPSN, 2023).
Di Yogyakarta, masalah ini kian memburuk karena kondisi darurat sampah dan
padatnya kapasitas TPST Piyungan. Kabupaten Sleman tercatat sebagai
penyumbang sampah tertinggi di provinsi ini. Pendidikan lingkungan sejak dini
menjadi strategi penting untuk menanggulangi masalah tersebut. Studi pendahuluan
di SDN Demak Ijo 1 menunjukkan rendahnya pemahaman siswa tentang
pengelolaan sampah, sehingga diterapkan metode “Edu-Ecobrick” sebagai solusi
edukatif.
Tujuan : Mengetahui pengaruh penyuluhan Edu-Ecobrick terhadap peningkatan
pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pengelolaan sampah.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi
experimental. Sampel terdiri dari 56 siswa kelas V yang dibagi menjadi kelompok
eksperimen dan kontrol, masing-masing 28 siswa. Data diperoleh melalui kuesioner
pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-
Whitney.
Hasil : Terdapat peningkatan signifikan pada variabel pengetahuan memperoleh
ilai sebesar rata-rata yaitu 92 dan bermakna dengan (Sig.2-tailed) sebesar 0,000.
Pada variabel sikap nilai sebesar rata-rata yaitu 99 dan bermakna dengan (Sig.2-
tailed) sebesar 0,002. Pada variabel perilaku nilai sebesar rata-rata yaitu 93 dan
bermakna dengan (Sig.2-tailed) sebesar 0,000. Pada uji Mann-Whitney
menunjukkan adanya perbedaan signifikan kelompok eksperimen dan pembanding
pada variabel pengetahuan (p = 0,032), sikap (p = 0,007), dan perilaku (p = 0,000).
Kesimpulan : Penyuluhan menggunakan metode Edu-Ecobrick efektif untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengelolaan sampah
Pengaruh Lama Penyimpanan Serum Kontrol Liofilisat Komersial Setelah Rekonstitusi Pada Suhu -20C Terhadap Aktivitas Enzim Alanine Aminotransferase
Latar Belakang: Laboratorium harus memperhatikan kualitas hasil yang dikeluarkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Stabilitas bahan kontrol merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas hasil pemeriksaan.Aktivitas enzim Alanine Aminotransferase deketahui dapat menurun seiring lamanya penyimpanan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan serum kontrol liofilisat komersial setelah rekonstitusi pada suhu -20°C selama 20, 30, dan 40 hari terhadap aktivitas enzim Alanine Aminitransferase (ALT).
Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Grup Design. Menggunakan subjek berupa serum kontrol komersial yang direkonstitusi dan disimpan pada suhu -20°C.Aktivitas enzim Alanine Aminotransferase (ALT) diukur segera setelah rekonstitusi dan setelah penyimpanan selama 20, 30 dan 40 hari.
Hasil: Analisis deskriptif menunjukan adanya penurunan rata-rata aktivitas enzim Alanine Aminotransferase (ALT) seiring bertambahnya waktu penyimpanan dengan presentase penurunan sebesar 2,70% (20 hari), 7,48% (30 hari) dan 11,71% (40 hari) dibandingakn dengan pengukuran segera setelah rekonstitusi. Analisis statistikRepeated Measures Anova dan Pairwise Compromised menunjukan adanya pengaruh penyimpanan terhadap aktivitas enzim Alanine Aminotransferase setelah penyimpanan pada suhu -20°C dengan rata-rata penurunan sebanyak 1,07 U/L (20 hari), 2,94 U/L (30 hari) dan 4,58 U/L (40 hari).
Kesimpulan: Ada pengaruh penyimpanan serum kontrol liofilisat komersial setelah rekonstitusi pada suhu -20°C terhadap aktivitas enzim Alanine Aminotransferase
Kata Kunci: Lama Penyimpanan, Bahan Kontrol, Aktivitas Enzim Alanine Aminotransferase (ALT
HUBUNGAN CAIRAN INFUS HANGAT DENGAN KEJADIAN PENURUNAN DERAJAT SHIVERING INTRA OPERASI PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD Dr. HARJONO PONOROGO
Latar Belakang : Shivering intra operasi merupakan respons fisiologis yang sering terjadi pada pasien yang menjalani prosedur bedah, terutama pada mereka yang mendapatkan anestesi spinal. Shivering dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi pasien dan berpotensi mengganggu stabilitas hemodinamik selama operasi. Salah satu penyebab utama shivering pada pasien yang menjalani anestesi spinal adalah penurunan suhu tubuh akibat vasodilatasi yang disebabkan oleh anestesi. Anestesi spinal dapat mengganggu mekanisme pengaturan suhu tubuh, sehingga pasien lebih rentan terhadap hipotermia. Tujuan Penelitian : Diketahuinya pengaruh pengaruh pemberian cairan infus hangat terhadap kejadian shivering intra operasi pada pasien spinal anestesi di RSUD dr. Harjono Ponorogo. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non probability sampling dengan menggunakan consecutive sampling. Analisis pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan cairan infus hangat dengan kejadian penurunan derajat shivering intra operasi pada pasien spinal anestesi menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil Penelitian : Hasil uji chi square didapatkan nilai p-value 0,000. Nilai signifikansi p-value 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian cairan infus hangat dengan kejadian penurunan derajat shivering intra operasi pada pasien spinal anestesi di IBS RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Kesimpulan : Infus Hangat berhubungan terhadap penurunan derajat shivering intra operasi pada pasien spinal anestesi. Kata Kunci : Infus hangat, intra operasi, shivering, spinal anestesi
PEMANFAATAN TANAH LIAT, KULIT SINGKONG, DAN AMPAS TEH SEBAGAI MEDIA ADSORBEN TERHADAP KADAR KESADAHAN AIR SUMUR GALI DI PADUKUHAN PANJANGAN, SENDANGSARI, PAJANGAN, BANTUL
Latar Belakang : Menurut BSN (2002), Salah satu parameter air bersih penting ialah kesadahan. Berdasarkan WHO (2009), air dengan kesadahan > 180 mg/L tergolong sangat sadah. Studi pendahuluan di Padukuhan Panjangan, Bantul, menunjukkan kesadahan air sumur gali mencapai 250,25 mg/L maka perlu pengolahan. Tanah liat memiliki luas permukaan dan kapasitas tukar kation tinggi, kulit singkong kaya karbon, dan ampas teh mengandung selulosa serta lignin yang mendukung penurunan kadar kesadahan. Warga sekitar mengeluhkan sakit tenggorokan setelah meminum air sumur gali, beberapa warga yang sudah lanjut usia juga mengalami sakit batu ginjal setelah mengonsumsi air dari sumur gali yang mengandung kadar kesadahan yang tinggi dalam jangka waktu yang panjang.
Tujuan : Mengetahui tanah liat, kulit singkong, dan ampas teh dapat dimanfaatkan sebagai media adsorben granul untuk menurunkan kadar kesadahan air sumur gali di Padukuhan Panjangan, Sendangsari, Pajangan, Bantul.
Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experiment, desain penelitian menggunakan pre test – post test design with control group.
Hasil : Melalui uji deskriptif dari perbandingan rata-rata pengukuran melalui selisih penurunan, didapatkan hasil filter yang lebih baik ialah filter A dan C, dengan penurunan terbanyak sejumlah 195,585 mg/L dan 164,59 mg/L. Sedangkan uji analitik menunjukkan dari ketiga jenis filter tidak terdapat filter yang efektif (p value = 0,171 > 0,05) maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari ketiga jenis filter. Meski demikian jika dibandingkan dengan WHO maka hasil pengolahan dari ketiga filtrasi sudah memenuhi baku mutu sebesar 180 mg/L.
Kesimpulan : Filter A dan C teruji lebih baik secara deskriptif, namun secara analitik baik dari filter A, B, dan C tidak terdapat perbedaan yang signifikan
GAMBARAN HIGIENE SANITASI PANGAN PADA GERAI PANGAN JAJAN WILAYAH KAMPUS ISI, SEWON, BANTUL
Latar Belakang : Keamanan pangan merupakan faktor penting dalam mencegah penyakit bawaan makanan, khususnya di lingkungan kampus yang memiliki aktivitas konsumsi pangan jajanan cukup tinggi. Praktik higiene dan sanitasi yang tidak memenuhi standar dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang dan gangguan kesehatan masyarakat.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kondisi higiene dan sanitasi pangan pada gerai pangan jajan di wilayah Kampus ISI, Sewon, Bantul.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasi dan wawancara langsung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh gerai pangan jajan di wilayah Kampus ISI, Sewon, Bantul. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 gerai yang dipilih secara acak (random sampling). Instrumen yang digunakan adalah formulir inspeksi higiene sanitasi pangan yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% gerai tidak memenuhi syarat dan 28% memenuhi syarat personal higiene, 16% tidak memenuhi syarat dan 84% memenuhi syarat sanitasi peralatan, dan 56% tidak memenuhi syarat dan 44% fasilitas sanitasi. Secara keseluruhan, 60% gerai memenuhi syarat dan 40% tidak memenuhi syarat higiene sanitasi pangan.
Kesimpulan : Sanitasi peralatan menunjukkan tingkat kepatuhan tertinggi (84%), sementara personal higiene merupakan aspek dengan tingkat kepatuhan terendah (28%). Diperlukan upaya peningkatan edukasi dan pengawasan terhadap pelaku usaha untuk mendorong penerapan praktik higiene sanitasi pangan yang sesuai dengan standar yang berlaku.
Kata Kunci : Gerai pangan jajan, Higiene sanitasi, Keamanan panga
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK KANAK AMONG SIWI KECAMATAN GAMPING SLEMAN TAHUN 2025
Latar Belakang: Data SIGA Kementerian PPPA menunjukkan kasus kekerasan seksual anak di DIY mencatat 265 kasus pada 2023, tertinggi di Sleman sebanyak 101 kasus. Anak usia dini rentan karena kurang pemahaman tentang tubuh dan perlindungan diri, sehingga pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini penting. Ibu sebagai pendidik utama memiliki peran besar, namun banyak yang masih menganggap topik ini tabu dan belum memiliki pengetahuan yang cukup.
Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pendidikan kesehatan reproduksi pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Among Siwi, Kecamatan Gamping, Sleman, Tahun 2025.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 110 ibu siswa yang bersekolah di Taman Kanak-Kanak Among Siwi dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup berskala Guttman dan dianalisis secara univariat.
Hasil: Sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (50,9%), cukup (32,7%), dan kurang (16,4%). Mayoritas ibu berusia 31–40 tahun (53,6%), berpendidikan menengah (60,9%), dan tidak bekerja (58,2%).
Kesimpulan: Mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahuan baik mengenai pendidikan kesehatan reproduksi pada anak usia dini