Repository Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Not a member yet
9773 research outputs found
Sort by
KAPPA TEST WITH PLATELET RICH PLASMA (PRP) AND PLATELET POOR PLASMA (PPP) BLOOD PREPARATION METHOD FOR EXAMINING THE VALUE OF ACTIVATED PARTIAL TROMBOPLASTIN TIME (APTT) AND PLASMA PROTROMBIN TIME (PPT)
Latar Belakang : Pemeriksaan Activated Partial Thrombolastin Time (APTT) dan Plasma protrombin Time (PPT) merupakan serangkaian jenis pemeriksaan hemostasis dilakukan dalam rangka uji screening atas kelainan hemostasis. Pemeriksaan ini menggunakan sampel plasma yang didalamnya terdapat faktor-faktor pembekuan yang dapat dipengaruhi keberadaan sel trombosit. Pemusingan sampel darah sitrat yang dilakukan terlalu cepat atau terlalu lambat akan menyebabkan kondisi plasma dengan variasi jumlah trombosit. Praktek di sebagian laboratorium belum ada keseragaman terutama pemusingan darah sitrat untuk mendapatkan plasma sitrat dengan kandungan sedikit trombosit.
Tujuan penelitian : Untuk mengetahui nilai Kappa dari uji kesesuaian antara dua metode PRP dan PPP untuk pemeriksaan PPT dan APTT.
Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian true experiment dengan rancangan penelitian post test without control. Sampel plasma sitrat didapatkan melalui 10 sampel darah sisa yang berpasangan satu 2 perlakuan yaitu dengan pemusingan 3000 rpm selama 10 menit untuk PPP dan pemusingan 1000 rpm selama 10 menit untuk PRP . Kemudian kedua metode (PPP dan PRP) diperiksa dengan parameter PPT dan APTT.
Hasil penelitian : Pada hasil pemeriksaan PPT pada sampel plasma PRP didapatkan nilai rerata 11,6 detik pada sampel PPP didapatkan rerata 11,0 detik. Hasil pemeriksan APTTpada sampel PRP nilai rerata 34.27 detik dan pada sampel PPP rerata 33,18 detik. Ada kesesuaian hasil yang sangat baik antara metode PPP dan PRP untuk pemeriksaan PPT dan APTT ( Kappa=1)
Kesimpulan : Ada kesesuaian hasil yang sangat baik antara metode PPP dan PRP untuk pemeriksaan PPT dan APTT ( Kappa=1)
Kata kunci : PRP, PPP, APTT, PPT, Kapp
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN ENERGI TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)
Latar Belakang : Suplemen makanan berfungsi sebagai pembangkit atau penambah energi. Salah satu jenis suplemen makanan yaitu minuman energi. Minuman energi mengandung kafein yang berfungsi sebagai stimulan. Kafein mempengaruhi level energi dengan memblokade reseptor adenosin sehingga tubuh dikelabuhi untuk tetap beraktivitas tinggi. Efek lain dari kafein yaitu terjadinya penyempitan pembuluh darah yang apabila terjadi pada organ ginjal akan menyebabkan gagal ginjal atau penurunan fungsi ginjal yang dapat dimonitor secara akurat melalui pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin.
Tujuan Penelitian : mengetahui adanya pengaruh pemberian minuman energi terhadap kadar ureum dan kreatinin tikus putih (Rattus norvegicus).
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni dengan percobaan secara in vivo pada tikus putih (Rattus norvegicus) dengan desain penelitian Pre and Post Test with Control Group Design. Dosis minuman energi 0,0828 gram/200gramBB/hari ; Dosis 0,1656 gram/200gramBB/hari; Dosis 0,248 gram/200gramBB/hari ; Dosis 0,3312 gram/200gramBB/hari ; Dosis 0,414 gram/200gramBB/hari merupakan variabel bebas, sedangkan kadar ureum dan kreatinin tikus putih (Rattus norvegicus) merupakan variabel terikat. Uji statistik yang dilakukan adalah uji One Way Anova.
Hasil Penelitian : Rata-rata selisih kadar ureum tiap kelompok berturut-turut adalah 0,44 ; 0,60 ; 1,22 ; 3,84 ; 8,33 dan 37,77 mg/dl. Selisih kadar kreatinin. 0,12 ; 0,01; 0,11; 0,32; 0,70 dan 2,55 mg/dl. Uji One-Way Anova didapatkan p<0.05 yang menunjukkan adanya perbedaan antar kelompok.Uji LSD pada ureum menunjukan dosis II-V ada perbedaan yang signifikan.Uji Tamhane’s T2 untuk kreatinin dosis III-V menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Hasil uji Correlation ureum didapatkan nilai R sebesar 0,785 yang berarti terdapat hubungan yang kuat antar kelompok. Pada kreatinin R sebesar 0,800 terdapat hubungan yang sangat kuat antar kelompok.
Kesimpulan : pengaruh pemberian minuman energi terhadap peningkatan kadar ureum tikus putih (Rattus norvegicus) sebesar 61,6 % dan kreatinin sebesar 63,9 %. Semakin besar dosis yang diberikan, kadar ureum dan kreatinin semakin meningkat.
Kata Kunci : minuman energi, ureum, kreatinin, tikus putih