3183 research outputs found
Sort by
KEAKTIFAN IBU DALAM PIJAT BAYI TERHADAP LAMA TIDUR
Objective: This study aims to determine the activeness of mothers to do baby
massage to the length of sleep in babies aged 7-12 months in Ngumpul village,
peterongan district, jombang regency in 2022.
Methods: The method used in the study was analytic with a cross sectional
approach by two variables; the mother's activeness in baby massage and the
length of sleep of babies aged 7-12 months with 30 respondents who had babies
aged 7-12 months during April - May 2022. A questionnaire is used as the tool
in collecting the data. The questionnaire consists of 2 parts, namely the
respondent's questionnaire to find out the identity of the respondent, and a true
or false questionnaire as an observation sheet consisting of 15 questions.
Meanwhile, to determine the relationship between the two variables, the
Spearman Correlation statistical test was used with the help of the SPSS 13
Statistical Test. The level of probability in this study is if α ≤ 0.05 then H0 is
rejected and H1 is accepted, meaning that there is a relationship between the
mother's activeness in baby massage and the length of baby's sleep.
Results: The results of this study show that there is a correlation between the
two variables, meaning that there is a relationship between the activeness of
mothers doing baby massage and the length of baby's sleep. The more often the
mother does the massage, the longer the baby's sleep will be and the better the
quality of sleep. This can be one of the treatments to optimize the growth and
development of babies.
Conclusion: Baby massage can make babies sleep longer so that the baby's
growth and development can run optimall
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEANGGOTAAN IPSI KABUPATEN JOMBANG MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER
Ikatan Pencak Silat Indonesia atau yang kita kenal dengan sebutan IPSI yang
mana IPSI merupakan induk atau wadah untuk organisasi resmi pencak silat di
Indonesia.Sebelum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) sebagai wadah dari perguruan
silat yang ada di Negara Indonesia. Lahirnya IPSI mendapat tentangan dari berbagai
lembaga silat yang telah didirikan sebelumnya, dengan alasan dominasi sekolah seni
bela diri tertentu dalam IPSI. Salah satu tujuan utama didirikannya IPSI adalah untuk
membina dan melestarikan latihan pencak silat, sekaligus menggalakkan konsolidasi
semua aliran pencak silat di seluruh Indonesia. Dalam Kongres IPSI perdana yang
dihadiri oleh beberapa tokoh pencak silat terkemuka, muncul perbedaan pendapat
tentang IPSI. Tujuannya adalah untuk mengkonsolidasikan berbagai aliran seni bela diri
di dalam negeri. Tahap awal pembinaan dan pelestarian pencak silat di Indonesia adalah
dengan melakukan langkah tersebut di atas. Tahun 1957 menandai dimulainya sebuah
lembaga seni bela diri baru di Jawa Barat, Indonesia, yang dikenal sebagai Persatuan
Pencak Silat Indonesia, biasa disebut PPSI. Lahirnya PPSI mengakibatkan munculnya
dikotomi dalam penggarapan pencak silat di Indonesia. Kejadian tersebut di atas sangat
berpengaruh terhadap kemajuan IPSI. Namun pada tahun 1973, PPSI menyatakan
kesediaannya untuk menjadi bagian dari IPSI. Keberadaan IPSI juga turut memberikan
kontribusi tersendiri bagi kemajuan pencak silat di Indonesia. Oleh karena itu, penulis
sangat tertarik untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan Persatuan Pencak
Silat Indonesia, dengan judul penelitian yang belum ditentukan “Sistem Informasi
Manajemen Keanggotaan IPSI Kabupaten Jombang”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuhi siapakah ketua ketua perguruan dan
atlit perguruan untuk memonitoring kegiatan yang ada di perguruan terutama di wadah
perguruan yaitu Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesi (IPSI) yang ada di Kabupaten
Jombang. Dalam penelitian ini metode penelitian obsevasi.
Kata Kunci: sejarah, Pencak Silat, IPS
PENGARUH PEMBERIAN POLIHERBAL TERHADAP KADAR SGOT PADA TIKUS YANG DIBERI OBAT ANTI TUBERKULOSIS
Tuberkulosis merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Beberapa
permasalahan muncul sebagai efek samping pengobatan antara lain kerusakan hati
(hepatotoksik) oleh OAT (Obat Anti Tuberkulosis). Oleh karena itu WHO
merekomendasi penggunaan herbal dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat,
pencegahan dan pengobatan penyakit, terutama untuk penyakit kronis, penyakit
degenerative dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh
poliherbal terhadap kadar SGOT pada tikus yang diberi obat anti tuberkulosis.
Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan Post-Test
Only Control Group, menggunakan 25 ekor tikus wistar rat jantan yang dibagi
menjadi 5 kelompok dengan teknik Random Sampling yang diberi perlakuan
aquades (K-), OAT (K+), dan poliherbal (temu giring, jahe, asam, teh hijau) dengan
perbedaan dosis (P1, P2, P3) selama 30 hari. Parameter pengukuran yaitu kadar
Serum Glutamate Oxaloasetat Tranferase (SGOT), dan pemeriksaan secara
histopatologi organ hati. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dan secara
statistic dengan analisa One Way ANOVA dan Post Hoc Test dengan tingkat
kemaknaan α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok P1 (Temu
giring = 100 mg/kg, Jahe = 75 mg/kg, Asam = 50 mg/kg dan Teh hijau = 200 mg/kg)
lebih kecil 49,03% dibandingkan kelompok kontrol positif. Kesimpulannya
terdapat pengaruh secara signifikan terhadap kadar SGOT pada tikus yang diberi
OAT. Hal ini ditunjukkan dengan ke empat ekstrak poliherbal tersebut positif
mengandung Flavonoid, Polifenol, Alkaloid, Saponin sehingga dapat
direkomendasikan sebagai hepatoprotektor untuk melindungi hati akibat OAT.
Kata Kunci: Hepatoprotektif, Herbal, SGOT, Tuberkulosis
Peran Komunikasi Interpersonal antara Pimpinan dan Karyawan Guna Meningkatkan Kinerja Karyawan pada Assyifa Farma Group Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal antara pimpinan dan karyawan pada Assyifa Farma Group Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan kinerja karyawan. Analisis data bertujuan mengevaluasi dan mengapresiasikan data yang dikumpulkan dengan cara observasi, wawancra, dokumentasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan komunikasi interpersonal antara pimpinan dan karyawan yang belum berjalan dengan maksimal, masih banyak informasi yang simpang siur dari pimpinan, adanya miskomunikasi, sehingga kondisi ini membuat karyawan tidak bisa mengapresiasikan kritik, saran, atau keluh kesahnya pada pimpinan selama bekerja
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH NUMERASI MENGGUNAKAN TAHAPAN POLYA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan
kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah numerasi pada
materi bangun datar yang ditinjau dari motivasi belajar siswa.
Karena itu penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Jenis kesalahan yang digunakan dalam
penelitian adalah jenis kesalahan menurut Tahapan Polya.
Pada penelitian ini diambil 3 subjek penelitian, yaitu satu
subjek yang memiliki motivasi belajar siswa tinggi dengan
jumlah kesalahan terbanyak, satu siswa yang memiliki
motivasi belajar siswa sedang dengan jumlah kesalahan
terbanyak, satu siswa yang memiliki motivasi belajar siswa
rendah dengan jumlah kesalahan terbanyak. Pengumpulan data
dilakukan dengan cara tes soal tertulis, wawancara dan angket
motivasi belajar siswa.
Secara umum hasil yang diperoleh dari penelitian ini
adalah: subjek yang memiliki motivasi belajar siswa tinggi
mengantuk saat mengerjakan saol numerasi, jika jawabannya
berbeda dengan temannya subjek akan mengganti jawabannya
sehingga sama dengan jawaban temannya akibatnya subjek
melakukan kesalahan melaksanakan rencana penyelesaian dan
kesalahan memeriksa kembali jawaban. Subjek yang memiliki
motivasi belajar siswa sedang cenderung bertindak pasif saat
kegiatan berdiskusi dan mengemukakan pendapat serta merasa
bergantung pada orang lain dalam menjawab pertanyaan
matematika sehingga subjek melakukan kesalahan
melaksanakan rencana penyelesaian dan tidak melakukan
tahap memeriksa kembali jawaban. Subjek yang memiliki
vii
motivasi belajar siswa rendah tidak memiliki kegemaran
dalam pelajaran matematika, dan tidak berusaha dengan
maksimal dalam mengerjakan soal yang dianggap sulit
sehingga subjek melakukan kesalahan merencanakan
penyelesaian, kesalahan melaksanakan rencana penyelesain,
dan tidak melakukan tahap memeriksa kembali jawaban.
Kata Kunci : Kesalahan, Masalah Numerasi, Motivasi Belajar
Sisw
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI GENDER PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING
perbedaan kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari
gender pada penerapan model pembelajaran creative problem
solving. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif kuasi
eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi dalam
penelitian ini yaitu kelas X di MAN 2 Jombang tahun ajaran
2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik
cluster random sampling dan diperoleh sebanyak 4 kelas yaitu
kelas IPS 1, kelas IPS 2, kelas IPS 3 dan kelas IPS 4.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen
kemampuan pemecahan masalah yang berbentuk soal uraian.
Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai tertinggi dan terendah
serta rata-rata secara berurutan pada kelas kontrol laki-laki
yaitu 53 dan 75 serta 65,7. Nilai tertinggi dan terendah serta
rata-rata secara berurutan pada kelas kontrol perempuan yaitu
53 dan 73 serta 64,03. Nilai tertinggi dan terendah serta rata-
vii
rata secara berurutan pada kelas eksperimen laki-laki yaitu 72
dan 88 serta 80,85. Nilai tertinggi dan terendah serta rata-rata
secara berurutan pada kelas eksperimen perempuan yaitu 72
dan 88 serta 81,37. Besaran nilai taraf signifikansi pada uji
Anova Dua Arah sebesar 0,000, hal ini > 0,05. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima karena taraf
siginifikansi < 0,05 yaitu ada perbedaan rata-rata kemampuan
pemecahan masalah matematika ditinjau dari gender pada
penerapan model pembelajaran creative problem solving.
Rerata kemampuan pemecaan masalah ditinjau dari gender
pada penerapan model pembelajaran creative problem solving
lebih tinggi perempuan daripada laki-laki.
Kata Kunci : Kemampuan Pemecahan Masalah, Gender,
Model Pembelajaran CPS
Business Process Analysis and Modeling Using Bizagi Software (Case Study : Canteen 375)
Canteen 375 yang merupakan usaha dibidang jasa penyediaan makanan dan minuman yang bediri di lingkungan pendidikan yang ada di Peterongan Jombang. Canteen 375 memiliki beberapa proses bisnis yang telah berjalan, diantaranya pemesanan menu, persediaan stok dan pelaporan keuangan. Namun pada proses yang dusah ada akan dilakukan permodelan dan dilakukan Analisa sehingga proses tersebut dinyatakan valid atau tidak valid, jikalaupun valid apakah perlu diusulkan proses bisnis yang lebih baik lagi. Maka penelitian ini akan mencoba membahas permodelan dari proses bisnis yang sedang berjalan dan melakukan Analisa dari sisi kevalidan proses bisnis, Analisa waktu yang dibutuhkan dan sumberdaya yang dibutuhkan dalam simulasi proses bisnis. Dari proses bisnis yang berjalan akan diusulkan proses bisnis yang baru dan diusulkan dan mencoba untuk memberikan tingkat optimalisasi dalam karyawan bekerja. Pada proses bisnis diatas yang telah dibahas, tingkat efektifitas dan efisiensi meningkat dengan dimodelkannya proses bisnis yang diusulkan, dalam hal ini proses bisnis pemesanan menu terdapat peningkatan nilai hasil simulasi sebesra 10%, yang awalnya 80% menjadi 90%, hal ini didorong dengan pengunaan aplikasi yang langsung menyentuh kepada pelanggan dalam pemesanan menu sedangkan dalam pelaporan keuangan terdapat juga efisiensi waktu yang dibutuhkan dalam pelaporan keuangan jika proses pelaporannya disajikan langsung pada aplikasi yang sudah ada
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEPUNG TERIGU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA USAHA KECIL MENENGAH CV SOKO ADJI JOMBANG
Perusahaan didirikan untuk mencapai berbagai tujuan. Salah satu tujuan
tersebut yaitu memperoleh laba dari suatu aktivitas organisasi. Mengelola bahan
baku mentah menjadi barang jadi yang siap dipasarkan merupakan kegiatan
operasional UKM. Akan tetapi, perusahaan seringkali belum menunjukkan
pengelolaan persediaan secara tepat, sehingga tidak dapat mencapai laba yang
maksimal. Perusahaan industri kecil dan menengah yang bergerak di bidang indutri
dan melakukan operasi produksi akan membutuhkan persediaan bahan baku karena
dengan persediaan bahan baku yang cukup diharapkan suatu usaha dapat
melakukan kegiatan produksi sesuai dengan permintaan atau kebutuhan pelanggan.
Saat ini perencanaan pengendalian persediaan khususnya mengenai bahan baku
tepung terigu yang diterapkan oleh pabrik mie Soko Adji Jombang hanya dengan
metode konvesional atau berdasarkan pada pengalaman dan pengamatan digudang
saja. Permasalahan yang terjadi pada bagian Produksi yaitu Manajemen Persediaan.
Perusahaan belum mempunyai metode yang pasti untuk perhitungan persediaan
bahan baku yang dapat meminimalkan biaya persediaan sehingga sering terjadinya
Kekurangan dan Kelebihan Bahan Baku. Dalam upaya tersebut sehingga
dibutuhkan adanya pengendalian persediaan dengan menggunakan salah satu
metode pengendalian persediaan EOQ.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan serta
memfokuskan terhadap kondisi pengendalian persediaan bahan baku tepung terigu
UKM CV Soko Adji Jombang sebagai objek. Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Kualitatif yang memiliki tujuan untuk mengkaji lebih dalam
tentang bagaimana analisis pengendalian persediaan bahan baku tepung terigu
menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada CV Soko Adji
Jombang. Hasil penelitian didapatkan kuantitas persediaan optimal bahan baku
tepung terigu menggunakan metode EOQ sebesar 715 zak dengan frekuensi
pembelian sebanyak 20 kali, Safety Stock sebesar 310 zak dan ROP dilakukan pada
saat bahan baku digudang sebesar 355 zak dengan TIC Rp 18.215.000. Kesimpulan
dari penelitian ini adalah perhitungan menggunakan metode EOQ pada bahan baku
tepung terigu CV Soko Adji Jombang lebih efisien dibandingkan metode yang
selama ini diterapkan. Saran yang dianjurkan bagi perusahan untuk
mempertimbangkan pengendalian pada manajemen persediaan dengan
menggunakan metode EOQ karena mampu menekan biaya persediaan serta dapat
mengetahui jumlah kuantitas pemesanan optimal pembelian bahan baku tepung
terigu.
Kata Kunci : Pengendalian, Persediaan Bahan Baku, Economic Order
Quantity, Biaya Persediaan
TRADISI NGGEMBLONG (LAMARAN) DALAM PERKAWINAN PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH (STUDI KASUS LAMARAN DI KELURAHAN PANYURAN KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN)
Khitbah atau lamaran dalam Islam, sebagai bentuk pengikat dan pengenalan sebelum
menuju jenjang pernikahan, proses Khitbah dapat bervariasi dalam budaya atau
komunitas Islam yang berbeda, di kabupaten Tuban khususnya di kelurahan Panyuran
terdapat tradisi yang di sebut Nggemblong, yaitu upacara lamaran khusus yang dimana
diawali oleh pihak perempuan sebagai pelamar. Penyusun tertarik dan memandang hal
tersebut dalam perspektif Maslahah Mursalah. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif
dengan desain penelitian studi kasus. Adapun metode pengumpulan data menggunakan
metode observasi, metode wawancara dan juga dokumentasi. Diketahui Nggemblong
dengan entitasnya sebagai tradisi perkenalan dan pengikat dalam sebuah hubungan
sebelum pernikahan atau disebut lamaran mempunyai beberapa proses yang dilakukan
dengan beberapa tahapan Nanjehno, Balek Nanjehno, kemudian Nggemblong, Balek
Nggemblong. Nggemblong dapat dianggap Maslahah Mursalah karena di percaya dapat
menghindari masalah dan memastikan kelancaran pernikahan.
Kata Kunci: Khitbah, Nggemblong, dan Maslahah Mursal
PERTIMBANGAN HAKIM PERKARA CERAI GUGAT KARENA MURTAD DI PENGADILAN AGAMA SURABAYA DALAM MEMUTUSKAN PERKARA NOMOR: 1232/PDT.G/2022/PA.SBY
Pernikahan untuk membentuk keluarga yang bahagia oleh karena itu tak lepas
dari keaadan lingkungan dan budaya dalam mempertahankan suatu hubungan
antara keluarga suami isteri. Perceraian adalah putusnya ikatan dalam hubungan
suami istri atau pada hakekatnya adalah suatu proses dimana hubungan suami
isteri sudah tidak ditemui lagi kehormonisan. Salah satu penyebabnya adalah
adanya pertengkaran dan Perpindahan Agama/Murtad. Masalah yang diangkat
dalam penelitian ini adalah faktor penyebab terjadinya pertengkaran dan
perpindahan agama/murtad dan bagaimana pertimbangan hakim dalam perkara
tersebut di Pengadilan Agama Surabaya. Teknik pengunpulan data adalah
metode observasi,dokumentasi dan wawancara. Tugas akhir ini di pengadilan
Agama Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor
penyebab pertengkaran dan perpindahan agama adalah kurangnya keimanan dan
ketaqwaan dalam kehidupan berumah tangga dan juga masalah ekonomi. Pada
prinsipnya setiap putusan yang dibuat dan diucapkan di depan sidang pengadilan
harus memuat alasan-alasan dan memuat dasar-dasar hukum baik dari sumber
hukum tertulis maupun dari sumber hukum tak tertulis yang mempengaruhi hakim
dalam menjatuhkan putusannya, sedangkan saran dari penelitian ini adalah
kepada Pengadilan Agama Surabaya perlu memberikan pemahaman tentang
hakikat perkawinan dan masalah perceraian kepada penduduk masyarakat dan
kepada pasangan keluarga perlu menambah pengetahuan dan meningkatkan
pemahaman ajaran agama untuk memperbaiki moral dan ahlak agar
permasalahan perceraian bisa di hindari
Kata Kunci : Cerai Gugat, Perpindahan Agama, Putusa