Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Unipdu Jombang
Not a member yet
    3183 research outputs found

    TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG SEKS BEBAS

    No full text
    Masa remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Menurut World Health Organization (WHO), remaja adalah individu yang berada pada rentang usia 10–19 tahun. Pada fase ini, rasa ingin tahu yang tinggi serta pengaruh teman sebaya dapat memengaruhi perilaku, termasuk perilaku seksual Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang seks bebas serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan, termasuk perilaku seksual berisiko. Kurangnya pengetahuan yang memadai dapat berdampak pada meningkatnya risiko kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta dampak psikososial lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 100 remaja putri berusia 15–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup dengan skala penilaian tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 50% cukup, dan 25% kurang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, namun masih diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi melalui sekolah dan keluarga. Kata kunci: Pengetahuan, Remaja Putri, Seks Bebas, Kesehatan Reproduks

    PENTINGNYA PERSONAL HYGIENE TERHADAP KESEHATAN KULIT PADA REMAJA PUTR

    No full text
    Personal hygiene merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit, khususnya pada remaja putri yang mengalami perubahan hormonal dan peningkatan aktivitas fisik. Kurangnya penerapan personal hygiene dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai gangguan kulit, seperti jerawat, infeksi jamur, dan iritasi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan kesehatan kulit pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri berusia 13–18 tahun di Pondok Pesantren Darul Ulum, bulan November 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner personal hygiene dan lembar observasi kondisi kesehatan kulit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat personal hygiene yang baik (63,3%) dan kondisi kesehatan kulit yang sehat (66,7%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kesehatan kulit pada remaja putri. Remaja putri dengan personal hygiene yang baik cenderung memiliki kondisi kulit yang lebih sehat dibandingkan dengan remaja putri yang memiliki personal hygiene cukup maupun kurang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa personal hygiene memiliki hubungan yang signifikan dengan kesehatan kulit pada remaja putri. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya personal hygiene sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan kulit. Kata kunci: personal hygiene, kesehatan kulit, remaja putr

    TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRA TENTANG SCABIES DI ASRAMA PESANTREN

    No full text
    Scabies adalah penyakit kulit menular yang umum terjadi di lingkungan komunal seperti asrama pesantren. Pengetahuan tentang scabies sangat penting karena dapat memengaruhi perilaku pencegahan dan penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putra tentang scabies di sebuah asrama pesantren serta aspek pengetahuan yang perlu ditingkatkan. Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 120 santri putra yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden (56,7%) memiliki pengetahuan kategori cukup, 24,2% dalam kategori baik, dan 19,1% masih kurang. Pengetahuan tentang definisi dan gejala lebih baik dibandingkan aspek pencegahan dan penularan. Temuan ini menegaskan perlunya program edukasi kesehatan berkelanjutan di pesantren. Kata kunci: Scabies, Pengetahuan, Remaja Putra, Asrama Pesantren

    KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIRETROVIRAL (ARV) PASIEN HIV/AIDS DI JOMBANG MELALUI PENDEKATAN KEPERAWATAN KELUARGA

    No full text
    Kepatuhan pengobatan Antriretroviral (ARV) pada pasien HIV/AIDS merupakan kunci utama untuk mencapai derajat kesehatan secara optimal, selain itu dengan kepatuhan terhadap ARV akan memberikan dampak positif seperti angka harapan hidup yang tinggi serta meningkatkan kualitas hidup. Beberapa faktor seperti adanya dukungan informasi dan dukungan motivasi mempengaruhi perilaku kepatuhan pelaksanaan ARV pada pasien HIV/AIDS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan dukungan kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV/AIDS di Jombang melalui pendekatan keperawatan keluarga. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan analisa korelasi dengan pendekatan Cross Sectional Study. Sebanyak 65 responden diambil total untuk terlibat dalam penelitian ini. Penelitian ini telah mendapat persetujuan kelayakan etik dari komisi etik Fakultas Ilmu Kesehatan Unipdu pada Juli 2024 dengan nomor sertifikat 044-Kep Unipdu/7/2024. Data diambil dengan menggunakan metode wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner dari Morsky Medication Adherence Scale (MMAS). Hasil chi square test menunjukkan nilai p value 0,001 < nilai α 0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan informasi dan dukungan motivasi dari keluarga terhadap kepatuhan pengobatan ARV pada penderita HIV AIDS. Dukungan keluarga menjadi model utama dalam pelaksanaan keptuhan pengobatan ARV pada pasien HIV/AIDS. Kata Kunci: Dukungan Informasi, Dukungan Motivasi, HIV/AIDS, Perilaku Kepatuhan AR

    GAMBARAN PERILAKU MENJAGA PROTOKOL KESEHATAN DI PASAR PETERONGAN JOMBANG

    No full text
    Pandemi Covid-19 akan diprediksi menjadi endemi akan tetapi masih belum diketahui secara pasti kapan akan terjadi. Munculnya varian-varian baru yang lebih berbahaya dan lebih menular bisa saja terjadi. Pemerintah telah berupaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 seperti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Untuk menjamin keberhasilan program pemerintah tersebut, kepatuhan masyarakat terhadap upaya pencegahan sangat penting, yang sebagian besar dipengaruhi pengetahuan dan prilaku terhadap Covid-19, jika seseorang memiliki pengetahuan baik, maka prilaku positif akan terbentuk dan akhirnya dapat mengadopsi praktik yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran perilaku tentang menjaga protokol kesehatan Covid19. Desain penelitian ini adalah study deskriptif. Variabel penelitian adalah perilaku menjaga protokol kesehatan. Populasi penelitian ini adalah masyarakat di pasar Peterongan Jombang. Sampel diambil sebanyak 66 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku 3M masyarakat sebagaian besar adalah baik dan cukup. Kata kunci: Perilaku, Protokol Kesehatan, Covid-1

    PENGARUH MANAJEMEN TEKNOLOGI PADA PESANTREN-QU TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN SANTRI DAN PERSEPSI WALI SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM PETERONGAN JOMBANG

    No full text
    Pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem pendidikan pesantren menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen teknologi melalui aplikasi Pesantren-Qu terhadap manajemen keuangan santri dan persepsi wali santri di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang. Metode yang digunakan adalah mixed methods, dengan pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner kepada 100 wali santri secara acak dari 4 asrama di pondok tersebut, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap wali santri dan pengelola pesantren. Analisis kuantitatif menggunakan regresi sederhana menunjukkan bahwa aplikasi Pesantren-Qu memiliki pengaruh positif signifikan terhadap manajemen keuangan santri, dengan model regresi Y = 19,464 + 0,690X dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,384 atau 38,4%. Instrumen kuantitatif menunjukkan reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,972. Secara kualitatif, temuan menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi membentuk persepsi positif wali santri terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan santri, serta mendorong keterlibatan wali santri dalam pendidikan karakter santri. Penelitian ini menghasilkan temuan teoritis berupa Digital Santri Financial Literacy Framework, yang memadukan literasi keuangan syariah, literasi digital keluarga muslim, dan kontrol sosial berbasis nilai religius. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi keuangan santri melalui aplikasi berbasis teknologi mampu meningkatkan efektivitas manajemen keuangan pesantren dan memperkuat kepercayaan wali santri. Kata Kunci: manajemen teknologi, aplikasi Pesantren-Qu, manajemen keuangan santri, persepsi wali santri, pondok pesantre

    ANALISIS 7P BAURAN PEMASARAN DALAM MERAIH KEUNGGULAN BERSAING PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DARUL ULUM 1 UNGGULAN PETERONGAN JOMBANG

    No full text
    Persaingan antar lembaga pendidikan di Indonesia semakin ketat, menuntut sekolah untuk menerapkan strategi pemasaran yang inovatif agar mampu menarik minat masyarakat dan membangun keunggulan bersaing. SMP Darul Ulum 1 Unggulan Peterongan Jombang sebagai sekolah swasta berbasis pesantren telah dikenal dengan berbagai program unggulan, fasilitas representatif, serta layanan pendidikan berbasis nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi 7P bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, bukti fisik) dalam mewujudkan keunggulan bersaing di SMP DU 1, serta mengidentifikasi hubungan antara strategi pemasaran dengan daya saing sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh elemen 7P telah diimplementasikan secara terintegrasi, dengan penekanan pada pengembangan produk unggulan, promosi berbasis digital, peningkatan kualitas SDM, serta optimalisasi fasilitas fisik. Keunggulan bersaing SMP DU 1 tercermin dari reputasi positif, loyalitas stakeholder, serta tingginya minat pendaftar setiap tahun. Namun, tantangan masih ditemukan pada keterbatasan fasilitas fisik dan kebutuhan inovasi berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan diferensiasi program, pengembangan layanan digital, serta peningkatan komunikasi dengan stakeholder sebagai strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan keunggulan bersaing di era persaingan global. Kata Kunci : 7P Bauran Pemasaran, Keunggulan Bersaing, Manajemen Pendidikan Islam, Strategi Pemasaran Pendidika

    PENGARUH MANAJEMEN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP BUDAYA RELIGIUS DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI TAMAN KANAKKANAK NEGERI PEMBINA TEMBELANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen kepemimpinan kepala sekolah terhadap budaya religius dan kompetensi profesional guru di TK Negeri Pembina Tembelang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin visioner yang tidak hanya bertanggung jawab secara administratif, tetapi juga berperan sebagai penggerak budaya sekolah dan pembina sumber daya manusia. Dalam konteks pendidikan anak usia dini berbasis Islam, kepemimpinan kepala sekolah sangat menentukan arah pembentukan karakter peserta didik dan kualitas profesionalisme guru sebagai pendidik utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain explanatory sequential, dimulai dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner terhadap guru, dilanjutkan dengan penggalian data kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis kuantitatif dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan regresi linier, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik untuk memperkuat dan menjelaskan temuan numerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara kepemimpinan kepala sekolah dengan budaya religius (r = 0,792) dan hubungan yang kuat dengan kompetensi profesional guru (r = 0,620). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa 61,7% variabel budaya religius dan 36,8% variabel kompetensi profesional guru dipengaruhi oleh manajemen kepemimpinan kepala sekolah, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan kualitatif juga mendukung data kuantitatif, di mana kepala sekolah dinilai mampu menjadi teladan dalam nilai-nilai religius, memberikan motivasi, serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan karakter dan pengembangan kompetensi guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dan religius menjadi fondasi utama dalam membangun atmosfer pendidikan yang berkualitas di tingkat PAUD Islam. Kata Kunci: Kepemimpinan kepala sekolah, budaya religius, kompetensi profesional guru, PAUD, pendidikan Islam

    PERAN KIAI DALAM OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KUANTITAS SANTRI BARU DI PONDOK PESANTREN AL-MUANAWIYAH DIWEK JOMBANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran kiai dalam optimalisasi media sosial guna meningkatkan jumlah santri baru di Pondok Pesantren Al-Muanawiyah Diwek Jombang. Latar belakang penelitian ini adalah perlunya pesantren beradaptasi dengan era digital dan persaingan antar lembaga pendidikan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai berperan strategis dalam mengelola media sosial pesantren, mulai dari penetapan visi komunikasi, pengawasan konten, hingga pembentukan tim media. Peran ini terbukti efektif dalam meningkatkan jumlah santri baru setiap tahun. Dukungan dari asatidz, alumni, dan wali santri juga memperkuat keberhasilan strategi digital pesantren. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital dan integrasi nilai tradisional dalam komunikasi modern sebagai strategi keberlanjutan promosi pesantren. Kata Kunci: Kiai, media sosial, santri baru, strategi digital, pesantre

    1,047

    full texts

    3,183

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unipdu Jombang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇