STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
Not a member yet
    3772 research outputs found

    HUBUNGAN KLASIFIKASI GAGAL JANTUNG\ud KONGESTIF DENGAN KUALITAS HIDUP PADA \ud PENDERITA GAGAL JANTUNG KONGESTIF\ud DI RS PKU MUHAMMADIYAH \ud YOGYAKARTA

    No full text
    Latar Belakang: Gagal Jantung Kongestif merupakan gangguan kelainan multi sistem \ud pada jantung yang memiliki dampak besar pada pasien yang dapat dinilai dari kualitas\ud hidup pasien, klasifikasi gagal jantug kongestif yang terbagi dalam 4 kelas menentukan\ud tingkat nilai kualitas hidup pasien secara fisik, psikologis, hubungan sosial dan\ud lingkungan \ud Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan klasifikasi gagal jantung kongestif dengan\ud kualitas hidup pada penderita gagal jantung kongestif di RS PKU Muhammadiyah\ud Yogyakarta\ud Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian \ud melibatkan 78 penderita gagal jantung kongestif yang diambil dengan Accidental\ud sampling. Kualitas hidup pada penderita gagal jantung kongestif diukur dengan analisis\ud data menggunakan Kendall Tau.\ud Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh hasil klasifikasi gagal jantung kongestif\ud dengan kualitas hidup baik sebanyak 41%, kualitas hidup sedang sebanyak 32,1% dan\ud kualitas hidup kurang sebanyak 26,9% harga koefisien p-value sebesar 0,000<0,05\ud dengan nilai koefisien korelasi 0,923 (sangat kuat).\ud Simpulan: Ada hubungan signifikan antara klasifikasi gagal jantung kongestif dengan\ud kualitas hidup penderita gagal jantung kongestif di RS PKU Muhammadiyah\ud Yogyakarta. \ud Saran: Hasil penelitian ini diharapkan bisa sebagai masukan untuk RS PKU\ud Muhammadiyah Yogyakarta dalam memberikan pelayanan yang berintegritas pada\ud pasien gagal jantung kongestif khususnya terkait kualitas hidu

    GAMBARAN PERILAKU MEMELIHARA ORGAN\ud GENETALIA PADA REMAJA PUTRI DI DUSUN\ud CAGUNAN RT 119 DESA TRIMURTI\ud SRANDAKAN BANTUL

    No full text
    Latar Belakang: Berdasarkan data statistik Indonesia 2008 dari 43,3 juta\ud jiwa remaja perempuan yang berusia 15 – 14 tahun berperilaku tidak sehat seperti\ud saat mengalami menstruasi mengganti pembalut harus menunggu penuh (Magfiroh,\ud 2010). Akibatnya, mampu menyebabkan infeksi pada organ genetalia.\ud Tujuan: Diketahui bagaimana gambaran perilaku memelihara organ\ud genetalia pada remaja putri di Dusun Cagunan RT 119 tahun 2017.\ud Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif.\ud Rancangan atau desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel\ud pada penelitian ini berjumlah 35 remaja, instrumen penelitian menggunakan\ud kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji statistik menggunakan analisis\ud univariat (analisis deskriptif).\ud Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku memelihara organ\ud genetalia dari aspek usia berada pada remaja tengah 13 – 15 didapatkan yaitu\ud sebanyak 18 (51,4%), pendidikan didapatkan paling banyak pada SMP yaitu\ud sebanyak 24 (68,6), dan informasi paling banyak didapatkan dari sekolah yaitu 18\ud (51,4%).\ud Simpulan dan Saran: Perilaku memelihara organ genetalia didapatkan\ud sebagian besar memiliki kategori baik sebanyak 31 (88,6%). Diharapkan pihak Desa\ud Trimurti memberikan fasilitas terkait kesehatan reproduksi khususnya bagi remaja di\ud Dusun Cagunan RT 119 secara khusus. Pihak Desa Trimurti juga disarankan untuk\ud memperbanyak kader atau Bina Keluarga Remaja (BKR) dengan bekerja sama\ud dengan puskesmas di tingkat RT untuk memaksimalkan cakupan penyuluhan\ud kesehatan reproduksi

    HUBUNGAN PENERAPAN INFORMED CONSENT\ud TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN\ud DALAM PELAYANAN AKSEPTOR\ud KB DI PUSKESMAS KALASAN\ud SLEMAN YOGYAKARTA

    No full text
    Latar Belakang : Menurut hasil BKKBN tahun 2016, di Sleman mempunyai\ud peserta KB tertinggi (123,10%) dibandingkan dengan Kabupaten lain. Dari hasil\ud wawancara yang dilakukan dengan 5 akseptor KB mengenai penerapan informed\ud consent terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan akseptot KB, didapatkan 3\ud akseptor KB yang tidak puas dengan pelayanan petugas kesehatan.\ud Tujuan : Diketahuinya hubungan penerapan informed consent terhadap\ud tingkat kepuasan pasien dalam pelayanan akseptor KB di Puskesmas Kalasan Sleman\ud Yogyakarta.\ud Metode Penelitian : Menggunakan survey analitik dengan jumlah sampel 57\ud responden, pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random\ud sampling kemudian dilakukan teknik simple random sampling. Instrument penelitian\ud menggunakan rekam medik dan kuesioner yang dianalisis secara deskriptif.\ud Hasil : Dari 57 responden yang tidak puas pada penerapan informed consent\ud dengan kategori tidak lengkap sebanyak 4 responden (7,0%) dan penerapan informed\ud consent dengan kategori lengkap sebanyak 0 responden (0,0%). Yang puas pada\ud penerapan informed consent dengan kategori tidak lengkap sebanyak 1 responden\ud (1,8%) dan penerapan informed consent dengan kategori lengkap sebanyak 23\ud responden (40,4%). Yang sangat puas pada penerapan informed consent dengan\ud kategori tidak lengkap sebanyak 0 responden (0,0%) dan penerapan informed consent\ud dengan kategori lengkap sebanyak 29 responden (50,9%). Uji statistik menggunakan\ud uji chi-square didapatkan nilai p = 0,000.\ud Simpulan dan Saran : Ada hubungan antara penerapan informed consent\ud terhadap tingkat kepuasan pasien dalam pelayanan akseptor KB di Puskesmas\ud Kalasan Sleman Yogyakarta. Bagi akseptor KB diharapkan mengerti tentang batasan\ud hak-hak pasien termasuk penerapan informed consent dan jenis alat kontrasepsi yang\ud akan digunakan agar dapat mempunyai bukti catatan rekam medis yang telah\ud diberikan oleh bidan

    PENGARUH PEMBERIAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP\ud PENINGKATAN LEG MUSCLE POWER PEMAIN BOLA\ud BASKET TERLATIH

    No full text
    Latar Belakang : Seiring berkembangnya kemajuan olahraga basket pada saat ini,\ud seorang pemain basket dituntut untuk memiliki performa yang bagus dalam suatu\ud pertandingan. Salah satu yang mempengaruhi performa pemain basket yaitu leg\ud muscle power. Leg muscle power adalah kemampuan otot untuk megatasi beban\ud dengan kecepatan kontraksi otot dalam waktu yang singkat. Berbagai metode\ud latihan diberikan untuk menunjang leg muscle power, contohnya pemberian circuit\ud training. Circuit training merupakan suatu metode latihan yang menggabungkan\ud beberapa model latihan menjadi suatu kesatuan latihan yang bertujuan untuk\ud meningkatkan leg muscle power untuk performa yang lebih baik. Leg mucle power\ud dapat diukur menggunakan sargent jumpt test. Tujuan : Penelitian ini untuk\ud mengetahui pengaruh pemberian circuit training terhadap peningkatan leg muscle\ud power pemain bola basket terlatih. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini\ud menggunakan metode quasi eksperimental dengan pre test and post test one group\ud design, 15 orang pemain basket laki-laki menjadi sampel dengan kriterika inklusi\ud dan eksklusi yang sudah ditentukan. Sampel dijadikan 1 kelompok, yaitu kelompok\ud yang diberikan perlakuan circuit training yang dilakukan 3 kali seminggu selama 6\ud minggu. Penelitian ini menggunakan alat ukur Sargent Jump Test (SJT). Uji\ud normalitas dengan saphiro wilk test. Uji hipotesis dengan paired sample t-test\ud digunakan untuk mengetahui peningkatan leg muscle power pada kelompok\ud perlakuan. Hasil : Terdapat pengaruh yang signifikan pada kelompok perlakuan\ud (p=0,000). Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian circuit training terhadap\ud peningkatan leg muscle power pemain bola basket terlatih. Saran : Penelitian\ud selanjutnya disarankan untuk mencoba menggunakan macam- macam item yang\ud dimasukkan ke dalam circuit training, efek lain pemberian circuit training, serta\ud alat ukur yang berbeda

    PERBEDAAN PENGARUH SENAM OTAK DAN\ud SENAM IRAMA TERHADAP PERKEMBANGAN\ud MOTORIK KASAR ANAK PADA USIA 3-4 TAHUN

    No full text
    Latar Belakang: Sebanyak 32% atau sebanyak 20 murid dari seluruh jumlah populas\ud murid Paud Uswatun Khasanah mengalami penurunan motorik kasar. Penting untuk\ud diperhatikan karena akan berdampak buruk bagi anak, mengingat anak adalah aset bagi\ud orang tua dan generasi penerus bangsa. Salah satu cara untuk meningkatkan\ud perkembangan motorik kasar anak pada usia 3-4 tahun adalah senam otak dan senam\ud irama. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh senam otak dan senam irama\ud terhadap perkembangan motorik kasar pada anak usia 3-4 tahun. Metode Penelitian:\ud Penelitian menggunakan penelitian Quasi Eksperimental. Sampel terdiri dari 20 anak\ud yang di bagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 10 orang anak\ud dimana kelompok 1 diberi perlakuan senam otak dan kelompok 2 diberi perlakuan\ud senam irama diberikan 3 kali dalam seminggu selama 3 minggu. Instrumen pengukuran\ud menggunakan DDST. Hasil: Hasil uji hipotesis I menggunakan Paired Sample T-Tes\ud p= 0,000(<0,05) dan hasil uji hipoteisi II menggunakan Paired Sample T-Test p= 0,000\ud (<0,05) ada pengaruh senam otak dan senam terhadap perkembangan motorik kasar pada\ud anak usia 3-4 tahun. Hasil uji hipotesis III menggunakan Independent Sample T-tes\ud p=0,708 (>0,05) tidak ada perbedaan pengaruh senam otak dan senam irama terhadap\ud perkembangan motorik kasar pada anak usia 3-4 tahun. Saran: Dapat diterapkan\ud disekolah dalam proses belajar mengajar untuk mengoptimalkan perkembangan motorik\ud kasar ana

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC DEPTH JUMP DAN KNEE TUCK JUMP TERHADAP PENINGKATAN VERTICAL JUMP PADA PEMAIN BOLA VOLI

    No full text
    Latar Belakang : Keterampilan dan kemampuan teknik yang sangat penting dalam voli adalah kemampuan melompat keatas atau vertical jump. Vertical jump adalah suatu kemampuan untuk naik ke atas melawan gravitasi dengan menggunakan kemampuan otot. Penurunan vertical jump dapat mempengaruhi hasil dari jumping smash pada pemain bola voli. Dalam penelitian ini peneliti mengaplikasikan metode latihan plyometric depth jump dan knee tuck jump untuk mengetahui peningkatan vertical jump. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh latihan plyometric depth jump dan knee tuck jump terhadap peningkatan vertical jump. Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan penelitian ini bersifat pre and post test two group design. Sampel berjumlah 16 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberikan intervensi depth jump sendangkan kelompok 2 diberikan intervensi knee tuck jump. Uji pengaruh menggunakan Paired T-Test untuk mengetahui pengaruh pre and post test sedangkan uji beda menggunakan Independent T-Test. Hasil : Penelitian menunjukkan terdapat pengaruh latihan plyometric depth jump (p value 0,000), terdapat pengaruh latihan plyometric knee tuck jump (p value 0,000), tidak terdapat perbedaan antara latihan plyometric depth jump dan knee tuck jump terhadap peningkatan vertical jump (p value 0,222). Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh latihan plyometric depth jump dan knee tuck jump terhadap peningkatan vertical jump

    PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP NYERI POST OPERASI TURP PADA PASIEN BPH \ud DI RSU PKU MUHAMMADIYAH\ud BANTUL

    No full text
    Latar Belakang : BPH menjadi urutan kedua setelah penyakit batu saluran kemih,\ud dan jika dilihat secara umum diperkirakan hampir 50% pria Indonesia yang berusia\ud diatas 50 tahun menderita BPH. Penatalaksanaan jangka panjang yang terbaik pada\ud pasien BPH adalah dengan pembedahan, salah satunya adalah pembedahan\ud Transuretal Resection of The Prostat (TURP). Prosedur pembedahan TURP\ud menimbulkan luka bedah yang akan mengeluarkan mediator nyeri dan menimbulkan\ud nyeri pasca bedah. Mobilisasi dini merupakan salah satu pendekatan non\ud farmakologis yang dilakukan untuk mengurangi nyeri pasca bedah.\ud Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap nyeri post\ud operasi TURP pada pasien BPH di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.\ud Metode Penelitian : Desain penelitian quasi experiment dengan tipe pretest posttest\ud control design. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 30\ud pasien post operasi TURP yang di rawat di unit rawat inap bedah RSU PKU\ud Muhammadiyah Bantul. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Hasil\ud penelitian dianalisis dengan uji Mann-Whitney.\ud Hasil Penelitian : Intensitas nyeri post operasi TURP pada pasien BPH sebelum\ud dilakukan mobilisasi dini pada kelompok intervensi sebagian besar pada skala 3\ud (40%), sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar pada skala 5 (33,3%).\ud Intensitas nyeri post operasi TURP setelah dilakukan mobilisasi dini pada kelompok\ud intervensi sebagian besar pada skala 1 (53,3%), sedangkan pada kelompok kontrol\ud sebagian besar pasien memiliki intensitas nyeri skala 4 (53,3%). Hasil uji MannWhitney\ud diperoleh\ud p-value\ud sebesar\ud 0,004\ud <\ud 0,05.\ud \ud \ud Simpulan\ud \ud : Terdapat perbedaan yang signifikasi pengaruh mobilisasi dini terhadap\ud nyeri post operasi TURP pada pasien BPH di RSU PKU Muhammadiyah Bantul\ud sebelum dilakukan mobilisasi dini dan setelah dilakukan mobilisasi dini

    PENGARUH MOBILISASI DINI DAN SENAM NIFAS\ud TERHADAP INVOLUSI UTERI IBU NIFAS \ud DI BANGSAL AN-NISA RSU PKU\ud MUHAMMADIYAH BANTUL

    No full text
    Latar Belakang :Involusi uteri yang kuat adalah indikator kontraksi uterus yang\ud kuat.Kontraksi uterus yang kuat akan mencegah perdarahan post partum.Upaya\ud untuk mengendalikan terjadinya perdarahan post partum dengan mobilisasi dini dan\ud senam nifas yang sangat dianjurkan untuk ibu post partum sehingga involusi lancar.\ud Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh mobilisasi dini dan senam nifas terhadap\ud involusi uteri ibu nifas di Bangsal An-Nisa RSU PKU Muhammadiyah Bantul.\ud Metode Penelitian : Jenis penelitian eksperimen dengan rancangan Posttest Only\ud Design. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling sebanyak 30 ibu nifas di\ud Bangsal An-Nisa RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Instrumen penelitian\ud menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Mann\ud Whitney.\ud Hasil Penelitian : (1) Involusi uteri pada ibu nifas yang melakukan mobilisasi dini\ud dan senam nifas seluruhnya pada kategori baik (100%).\ud (2) Involusi uteri pada ibu nifas yang melakukan mobilisasi dini mayoritas pada\ud kategori cukup baik (80%). (3) Terdapat pengaruh mobilisasi dini dan senam nifas\ud terhadah invousi uteri di Bangsal An-Nisa RSU PKU Muhamadiyah Bantul, dengan\ud perolehan nilai Mann-Whitney p-value sebesar 0,000 < 0,05.\ud Kesimpulan : Ada pengaruh mobilisasi dini dan senam nifas terhadap involusi uteri\ud ibu nifas di Bangsal An-Nisa RSU PKU Muhammadiyah Bantul

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOYUDAN SLEMAN YOGYAKARTA

    No full text
    Latar Belakang: Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena biasanya \ud muncul beragam pada setiap individu dan hampir sama dengan penyakit lainnya.\ud Hipertensi menjadi faktor resiko dari penyakit-penyakit kardiovaskular yang\ud menyebabkan tingginya angka kematian di Indonesia.\ud Tujuan Penelitian: Diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan tentang hipertensi\ud terhadap kepatuhan diet pada pasien dengan hipertensi.\ud Metode: Desain menggunakan Non Equivalent Control Group dengan 30 responden,\ud pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Sampling yang\ud digunakan adalah non probability sampling yaitu purpose sampling. Uji analisis data\ud menggunakan Uji Chi-Square untuk mengetahui kebermaknaan dari hasil pengujian\ud tersebut.\ud Hasil Penelitian: Pada kelompok eksperimen dari 15 responden sebelum dilakukan\ud pendidikan kesehatan pada responden sebanyak 4 orang (13,3%), tidak patuh 11\ud orang (36,7%) dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan pada responden menjadi\ud patuh 10 orang (33,3%), tidak patuh 5 orang (16,7%). Hasil uji Chi-Square\ud didapatkan nilai signifikannya menunjukkan nilai 0,028 (ρ<0,05)\ud Simpulan: Pendidikan kesehatan tentang hipertensi berpengaruh terhadap kepatuhan\ud diet pada pasien dengan hipertensi dengan hasil nilai signifikannya menunjukkan\ud nilai 0,028 (ρ<0,05) jadi terdapat hubungan yang bermakna.\ud Saran: Bagi Institusi Puskemas diharapkan sebaiknya mengadakan jadwal agenda\ud penyuluhan kesehatan sehingga akan dengan lebih mudah untuk memberikan\ud intervensi keperawatan dan dengan mudah untuk mengevaluasi

    PENGARUH EDUKASI 3M PLUS TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA SISWA SMP DI ASRAMA MADRASAH\ud MU’ALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    No full text
    Latar Belakang : Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia pada\ud bulan Januari sampai Februari 2016 mengalami peningkatan sebanyak 8.487 orang\ud dengan jumlah kematian 108 orang. Penderita DBD terbanyak di Indonesia pada usia\ud 5-14 tahun (43,44%). Kurangnya perilaku pencegahan DBD pada masyarakat\ud menyebabkan vektor di lingkungan sekitar bertambah banyak. Ketidakberhasilan\ud pemberantasan vektor nyamuk dengan 3M secara menyeluruh dapat terjadi karena\ud tidak semua masyarakat mau melakukan upaya pemberantasan vektor DBD. Jika\ud perilaku pencegahannya DBD baik maka dapat mengurangi perkembangbiakan\ud nyamuk. Perilaku pencegahan DBD yang rendah pada masyarakat menyebabkan\ud vektor nyamuk semakin banyak sehingga dapat dilakukkan pemberantasan nyamuk\ud dengan 3M Plus. Perilaku pencegahan DBD dengan 3M Plus sangat penting karena\ud penyakit DBD dapat mengakibatkan penderita DBD mengalami syok hingga\ud kematian. Tujuan : Mengetahui adanya pengaruh edukasi 3M plus terhadap perilaku\ud pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada siswa SMP di Asrama Madrasah\ud Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Alat dan Metode : Penelitian ini Pre\ud Eksperiment dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Jumlah sampel\ud dalam penelitian ini adalah 84 responden dengan menggunakan simple random\ud sampling. Analisis data menggunakan T-Test Dependent. Hasil : Penelitian ini\ud menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi 3M plus sebelum dilakukan edukasi\ud dengan kategori baik nilai rata-rata 40,08 dan setelah dilakukan edukasi menjadi\ud meningkat dengan kategori baik nilai rata-rata 45,36. \ud Simpulan : Ada pengaruh edukasi 3M plus terhadap perilaku pencegahan Demam\ud Berdarah Dengue (DBD) pada siswa SMP di Asrama Madrasah Mu’allimin\ud Muhammadiyah Yogyakarta

    0

    full texts

    3,772

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇