STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
Not a member yet
3772 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN MEDIA BOOKLET\ud TERHADAP PRAKTIK IBU DALAM MEMBERIKAN \ud PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE \ud SAAT MENSTRUASI PADA ANAK \ud BERKEBUTUHAN KHUSUS
Latar Belakang : Rendahnya perilaku personal hygiene saat menstruasi\ud
meningatkan angka morbiditas perempuan akibat ISK dikarenakan penyebaran\ud
mikroorganisme saat menstruasi. Kurangnya akses informasi bagi anak berkebutuhan\ud
khusus menyebabkan mereka menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan\ud
akibatknya kebersihan organ reproduksi mereka kurang mendapatkan perhatian.\ud
Minimnya informasi dan kurangnya praktik ibu dalam memberikan pengetahuan\ud
personal hygiene saat mensruasi menjadi persoalan yang membuat anak berkebuthan\ud
khusus salah dalam berperilaku hygeie saat menstrasi. \ud
Tujuan : Mengetahui pengaruh penyuluhan dengan media booklet terhadap\ud
praktik ibu dalam memberikan pengetahuan personal hygiene saat menstruasi pada\ud
anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri 1 Yogyakarta tahun 2017. \ud
Metode : Menggunakan rancangan kuantitatif dengan jenis penelitian pre\ud
experimental design. Pengambilan datanya menggunakan kuesioner untuk mengukur\ud
praktik ibu dalam memberikan pengetahuan pesonal hygiene saat menstruasi sebelum\ud
dan sesudah diberikan penyuluhan dengan media booklet sebagai pre-test dan posttest.\ud
Sampel\ud
dalam\ud
penelitian\ud
ini\ud
diambil\ud
dengan\ud
tehnik\ud
total\ud
sampling\ud
yang\ud
memenuhi\ud
\ud
kriteria\ud
\ud
inklusi dan eksklusi sebanyak 40 responden. Analisis data menggunakan uji\ud
statistik paired-sample t test. \ud
Hasil : Berdasarkan uji statistik paired-sample t test didapatkan P Value\ud
sebesar 0,000 (CI 95% 0,19551 - 0,50449) dan standar deviasi 0,48305 .Dapat\ud
disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan penyuluhan dengan media booklet\ud
terhadap praktik ibu dalam memberikan pengetahuan personal hygiene saat menstruasi\ud
pada remaja berkebutuhan khusus. \ud
Simpulan dan Saran : Ada pengaruh penyuluhan dengan media booklet\ud
terhadap praktik ibu dalam meberikan pengetahuan personal hygiene saat menstruasi\ud
pada remaja berkebutuhan khusus. Diharapkan orang tua mampu mengajarkan dan\ud
mempraktikkan praktik personal hygiene saat menstruasi dengan baik dan benar agar\ud
anak berkebutuhan khusus terhindar dari berbagai macam masalah seputar kesehatan\ud
reproduksi
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN P4K TERHADAP\ud TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL\ud PRIMIGRAVIDA TENTANG PENCEGAHAN\ud KOMPLIKASI DALAM KEHAMILAN\ud DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN\ud I BANTUL 2017
Latar Belakang: Kehamilan dan melahirkan menimbulkan resiko kesehatan\ud
yang besar, termasukbagi perempuan yang tidak mempunyai masalah kesehatan\ud
sebelumnya. Kira-kira 40% ibu yang mengalami masalah kesehatan yang berkaitan\ud
dengan kehamilan dan 15% dari semua ibu hamil menderita komplikasi jangka\ud
panjang yang mengancam jiwa bahkan sampai menimbulkan kematian (Wiknjosastro,\ud
2009).\ud
Tujuan:Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan P4K terhadap tingkat\ud
pengetahuan dan sikap ibu hamil primgravida tentang pencegahan komplikasi dalam\ud
kehamilan di Puskesmas Banguntapan I Bantul.\ud
Metode: Menggunakan rancangan The one group pretest-posttest design.\ud
sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden ibu hamil primigravida. Tehnik\ud
pengambilan sampel menggunakan dengan teknik non probability sampling dengan\ud
jenis accidental sampling. Analisa yang digunakan adalah uji analisis Wilcoxon Signed\ud
Ranks Test.\ud
Hasil:Berdasarkan hasil univariat sebelum pemberian pendidikan kesehatan\ud
dengan kategori baik (0%) cukup (45%), kurang (55%) dan setelah pemberian\ud
pendidikan kesehatan dilakukan dengan kategori baik (25%) cukup (60%), kurang\ud
(15%).Sikap sebelum negatif13 (65%) dan positif sebanyak 7 (35%), sedangkan\ud
sesudah sikap negatif sebanyak 11 (55%) dan positif sebanyak 9 (45%). Uji hasil\ud
anailisis Wilcoxon Signed Ranks Testdengan nilai P-value tingkat pengetahuan sebesar\ud
0,03 dan P-value sikap ibu hamil sebesar 0,157 <0.05.\ud
Simpulan dan Saran:Pendidikan kesehatan P4K memberikan pengaruh\ud
terhadap tingkat pengetahuan, namun tidak memberikan pengaruh pada sikap ibu\ud
hamil primigravida tentang pencegahan komplikasi dalam kehamilan. Disarankan\ud
bagi ibu hamil diharapkan untuk melakukan kunjungan ANC
PERBEDAAN PENGARUH BATUK EFEKTIF DAN\ud DEEP BREATHING EXERCISE\ud DALAM MENURUNKAN\ud SESAK NAFAS PADA PASIEN ASMA BRONKIAL
Latar belakang, Asma adalah penyakit inflamasi kronis saluran napas yang bersifat reversible\ud
dengan cirri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan\ud
manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah secara\ud
spontan yang ditandai dengan mengi episodik, batuk, dan sesak di dada akibat penyumbatan\ud
saluran napas Tujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh batuk efektif dan deep breathing\ud
exercise dalam menurunkan sesak nafas pada pasien asma bronkial. Metode penelitian ini\ud
merupakan penelitan eksperimental semu (quasi eksperimental).Dengan rancangan penelitian\ud
pre test dan post test randomized two group design dengan membandingkan kelompok perlakuan\ud
1 diberikan batuk efektif dan perlakuan kelompok II diberikan deep breathing exercise dengan\ud
menggunakan alat ukur sesak nafas berupa VAS. Analisis data Hipotesis I dan II dengan paired\ud
sample t test dan hipotesis III dengan independen t test .Hasil ada pengaruh batuk efektif dalam\ud
menurunkan sesak nafas pada pasien asma bronkial dengan hasil p=0,000(p<0,05), ada pengaruh\ud
deep breathing exercise dalam menurunkan sesak nafas pada pasien asama bronkial dengan hasil\ud
p=0,000(p<0,05), tidak ada perbedaan pengaruh batuk efektif dan deep breathing exercise dalam\ud
menurunkan sesak nafas pada pasien asma bronkial dengan hasil p=0,675(p>0,05) Kesimpulan,\ud
tidak ada perbedaan pengaruh batuk efektif dan deep breathing exercise dalam menurunkan\ud
sesak nafas pada pasien asma bronkial Saran meneliti faktor genetik dan aktifitas sampel yang\ud
menyebabkan sesak nafas pada asma bronkia
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN MOTOR\ud RELEARNING PROGRAMME (MRP) DAN BOBATH\ud CONCEPT TERHADAP PENINGKATAN FUNGSIONAL\ud AKTIVITAS PADA PASIEN PASCA STROKE
Latar Belakang: Di DI Yogyakarta sendiri resiko penyakit stroke masih sanga\ud
tinggi yakni 10,3% dan menduduki urutan ketiga setelah Sulawesi Tengah dan\ud
Sulawesi Utara. Salah satu dampak paling besar yang dialami oleh pasien stroke\ud
yakni pada penurunan aktivitas fungsionalnya. Sehingga dalam kehidupan sehari-har\ud
banyak pasien stroke kurang mandiri dan memerlukan batuan orang lain dalam\ud
melakukan aktivitas sehari-hari. Intervensi fisioterapi yang dapat meningkatkan\ud
fungsional aktivitas pada pasien pasca stroke yakni Motor Relearning Pogramme\ud
(MRP) dan Bobath Concept dapat meningkatkan fungsional aktivitas pada pasien\ud
pasca stroke.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan\ud
pengaruh latihan Motor Relearning Programme (MRP) dan Bobath Concept terhadap\ud
peningkatan fungsional aktivitas pada pasien pasca stroke. Metode: Penelitian in\ud
menggunakan metode True Eksperimental dengan desain penelitian pretest-postes\ud
two group design. Responden berusia >45 tahun dan berjumlah 16 orang kemudian\ud
dibagi secara acak menajadi dua kelompok. Kelompok I diberikan perlakuan Motor\ud
Relearning Programme (MRP) dan kelompok II diberikan perlakuan Bobath\ud
Concept. Intervensi pada kelompok I dilakukan selama 6 minggu dengan frekuens\ud
latihan 2 kali seminggu sedangkan kelompok II dilakukan selama 6 minggu dengan\ud
frekuensi latihan 2 kali seminggu. Alat ukur pada penelitian ini adalah Indeks\ud
Barthel. Hasil: Hasil uji hipotesis I menggunakan paired sample t-test diperoleh nila\ud
p:0,000 (p<0,05) sedangkan hasil uji hipotesis II menggunakan Paired Sample T-tes\ud
diperoleh nilai p: 0,000 (p<0,05) dan hipotesis III menggunakan Indpendent Sample\ud
T-test diperoleh nilai p: 0,378 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh\ud
pemberian latihan Motor Relearning Programme (MRP) dan Bobath Concep\ud
terhadap peningkatan fungsional aktivitas pada pasien pasca stroke. Saran: Kepada\ud
peneliti selanjutnya, untuk menambah jumlah responden dan memperpanjang waktu\ud
penelitian, sehingga diketahui keefektifitasan latihan Motor Relearning Programme\ud
(MRP) dan Bobath Concep
PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP\ud PENINGKATAN VO2 MAX PADA REMAJA PUTRI\ud UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Latar Belakang: Masa remaja adalah masa transisi antara masa anak dan masa\ud
dewasa yang mencakup berbagai perubahan. Rendahnya aktivitas fisik akibat\ud
perkembangan teknologi serta tingkat stres akademis dan jadwal kuliah yang sibuk\ud
pada remaja berhubungan dengan penurunan VO2 max. Prevalensi penurunan VO2\ud
max pada remaja di Indonesia menunjukkan 43,90% kurang dan 37,40 kurang sekali.\ud
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh latihan fisik terhadap peningkatan VO2 max\ud
pada remaja putri Universitas „Aisyiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini\ud
menggunakan metode quasi experimental dengan pre dan post with control grup\ud
design. Sampel berjumlah 10 orang kemudian dibagi secara acak menjadi 2\ud
kelompok. Kelompok I adalah kelompok perlakuan diberikan intervensi latihan fisik\ud
berupa jogging selama 20 menit dan kelompok II adalah kelompok kontrol tidak\ud
diberikan intervensi. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu, 3 kali seminggu. Alat\ud
ukur pada penelitian ini adalah cooper test. Untuk uji normalitas data kelompok I dan\ud
II menggunakan shapiro wilk test dan untuk uji hipotesis menggunakan paired\ud
sampel t-test. Hasil: Hasil analisis data dengan paired t-test pada kelompok\ud
perlakuan menunjukkan nilai p=0,002 (p<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol\ud
menunjukkan hasil p=0,935 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh\ud
latihan fisik terhadap peningkatan VO2 max pada remaja putri Universitas „Aisyiyah\ud
Yogyakarta di kelompok perlakuan. Kesimpulan: Adanya pengaruh latihan fisik\ud
terhadap peningkatan VO2 max pada remaja putri. Saran : Mengkontrol aktivitas\ud
rsponden sebagai mahasiswi sehinga intervensi yang diberikan dapat optimal dan\ud
tepat serta menambahkan jumlah responden penelitian
GAMBARAN KEBUTUHAN PADA IBU USIA REMAJA\ud TERHADAP KESIAPAN MENJALANKAN PERAN IBU \ud DI DESA PALBAPANG KECAMATAN BANTUL\ud YOGYAKARTA
Latar Belakang: Pernikahan dini pada remaja saat ini menjadi masalah utama.\ud
Pernikahan dini dapat berdampak pada masalah kesehatan yaitu meningkatkan\ud
kematian bayi dan ibu, resiko komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, selain itu\ud
berdampak munculnya berbagai konflik diantaranya perceraian, kekerasan dalam\ud
rumah tangga dan gangguan psikologis yang mempengaruhi kesiapan ibu dalam\ud
menjalankan perannya.\ud
Tujuan: Mengetahui gambaran kebutuhan pada ibu usia remaja terhadap kesiapan\ud
menjalankan peran ibu di Desa Palbapang Kecamatan Bantul.\ud
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan\ud
pendekatan fenomenologis. Subjek pada penelitian ini berjumlah 6 partisipan yang\ud
sesuai dengan kriteria inklusi, dengan triangulasi kepada Kepala KUA Kecamatan\ud
Bantul, Psikolog, dan keluarga partisipan. Analisis data dengan metode Colaizzi.\ud
Hasil: Terdapat 5 tema yang ditemukan tentang fenomena yang terjadi dilapangan\ud
yaitu: terpenuhinya kebutuhan nutrisi, kebutuhan informasi seputar kehamilan,\ud
menyusui, KB, merawat dan mendidik anak, belum mempunyai kemandirian secara\ud
ekonomi, ketidaksiapan menjalankan peran ibu yaitu ketidaksiapan psikologis,\ud
komunikasi tidak efektif, ketidaksiapan spiritual, kurangnya pemahaman tentang\ud
keluarga sakinah dan perlunya dukungan keluarga dalam menjalankan peran ibu.\ud
Simpulan: Berdasarkan dari hasil dan pembahasan, kebutuhan pada ibu usia remaja\ud
dalam menjalankan peran ibu membutuhkan kesiapan pengetahuan, kesiapan secara\ud
ekonomi, kesiapan psikologis, kesiapan spiritual dan dukungan keluarga
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN ISOMETRIK\ud QUADRICEPS EXERCISE DAN PROGRESIVE\ud RESISTANCE EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN\ud LINGKUP GERAK SENDI PADA PENDERITA\ud OSTEOARTHRITIS LUTUT
Latar Belakang :Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif, kelainan progresif\ud
pada sendi yang disebabkan oleh hilangnya tulang rawan secara bertahap dan mengakibatkan\ud
perkembangan taji tulang dan kista pada pinggiran persendian. OA dapat menimbulkan\ud
gangguan berupa nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS), penurunan kekuatan otot.\ud
isometric quadriceps exercise dan progressive resistive exercise dapat meningkatkan\ud
LGS.Tujuan : untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian isometric quadriceps\ud
exercise dan progressive resistive exercise terhadap peningkatan lingkup gerak sendi lutut\ud
pada penderita osteoarthritis lutut. Subyek: sebanyak 18 responden lansia di Posyandu\ud
Lansia Aster. Responden didalam dua kelompok yaitu, kelompok isometric quadriceps\ud
exercise dan progressive resistive exercise.Metodelogi penelitian : Penelitian ini dilakukan\ud
melalui pendekatan Quasi Experimental Design pre and post test two groups design. Uji\ud
normalitas data pre dan post test menggunakan uji shapiro-wilk test, sedangkan uji pengaruh\ud
menggunakan paired sample t-test dan independent t-test, sedangkan pada data yang\ud
berdistribusi tidak normal menggunakan wilcoxon dan mann whitney test. Hasil : uji\ud
pengaruh menunjukkan bahwa nilai p-value isometric quadriceps exercise dan progressive\ud
resistive exercise < 0,05 dimana nilai tersebut signifikan menunjukkan adanya pengaruh\ud
pemberian isometric quadriceps exercise dan progressive resistive exercise terhadap\ud
peningkatan lingkup gerak sendi. Sedangkan pada uji beda pengaruh didapatkan adanya\ud
perbedaan pengaruh pada kedua latihan tersebut. Kesimpulan : ada perbedaan pengaruh\ud
pemberian isometric quadriceps exercise dan progressive resistive exercise terhadap\ud
peningkatan lingkup gerak sendi lutut
PERBEDAAN PENGARUH NEURODYNAMIC SLIDING TECHNIQUE DAN MULLIGAN BENT LEG RAISE TECHNIQUE TERHADAP FLEKSIBILITAS\ud HAMSTRING PADA HAMSTRING TIGHTNESS
Latar belakang: Hamstring tightness yang diakibatkan oleh sedentary lifestyle dan posisi duduk yang terlalu lama (6-8 jam), serta kurangnya latihan harian berulang dapat menyebabkan otot hamstring beradaptasi dengan keadaan yang memendek atau tight sehingga dapat menimbulkan penurunan fleksibilitas hamstring. Neurodynamic sliding technique (NDST) dan Mulligan bent leg raise technique (MBLR) merupakan teknik yang dapat meningkatkan fleksibilitas hamstring. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh Neurodynamic sliding technique dan Mulligan bent leg raise technique terhadap peningkatan fleksibilitas hamstring pada hamstring tightness. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat true experimental dengan rancangan pre dan post test group two design. Sampel berjumlah 34 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberikan intervensi Neurodynamic sliding technique sedangkan kelompok 2 diberikan intervensi Mulligan bent leg raise technique. Data berupa skala ordinal AKE diambil sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diperoleh diuji beda menggunakan bantuan program komputer SPSS versi 22. Hasil Penelitian: Hasil analisis data dengan paired sample t-test menunjukkan bahwa pada subjek kelompok 1 dengan nilai AKE dimana p=0,000 (p<0,05). Sedangkan kelompok 2 dengan nilai AKE dimana p=0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pada setiap kelompok terjadi peningkatan fleksibilitas hamstring yang signifikan. Hasil analisis dengan independent sample t-test dengan nilai NDI dimana p=0,872 (p>0,05). Dari hasil penelitian tesebut disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh antara pemberian Neurodynamic sliding technique dan Mulligan bent leg raise technique terhadap peningkatan fleksibilitas hamstring pada hamstring tightnes
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN\ud TINGKAT KECEMASAN IBU PRE OPERASI \ud SECTIO CAESAREA DI RS PKU\ud MUHAMMADIYAH GAMPING \ud YOGYAKARTA
Latar Belakang : Kecemasan sering dialamai pada ibu pre operasi sectio caesarea.\ud
Akibat dari kondisi tersebut jika dipersepsikan secara tidak baik bahkan bisa\ud
menyebabkan penyimpangan, hal ini dapat menghambat proses persalinan ataupun\ud
proses pemulihan pasca operasi. Dukungan keluarga sangat dibutuhkan terutama\ud
orang terdekat dikarenakan dapat membantu menurunkan kecemasan. \ud
Tujuan : Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan\ud
tingkat kecemasan ibu pre operasi sectio caesarea di RS PKU Muhammadiyah\ud
Gamping, Tahun 2017.\ud
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi\ud
korelasi dengan penelitian mengunakan survay cross sectional. Pengambilan sampel\ud
dengan teknik acidental sampling dan diperoleh 34 responden. Instrumen penelitian\ud
yang digunakan yaitu kuisioner dukungan keluarga dan kuisioner kecemasan HARS\ud
(Hamilton Anxietas Rating Scale). Analisis data menggunakan uji Kendall Tau.\ud
Hasil Penelitian : Dukungan keluarga di RS PKU Muhammadiyah Gamping\ud
Yogyakarta menunjukan bahwa kurang yaitu 4 orang (11,8%), sedang 6 orang\ud
(17,6%), baik 24 orang (70,6%). Kecemasan ibu dalam kategori ringan 14 orang\ud
(41,2%), sedang 9 orang (26,5%), berat 4 orang (11,8%) dan tidak cemas 7 orang\ud
(20,4%). Uji statistik didapatkan nilai p=0,001 dan nilai t=-540.\ud
Simpulan : Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan di RS\ud
PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta (t=-540 ; p <0,05) yaitu sebesar 0,001
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN CALON PENGANTIN\ud PEREMPUAN TERHADAP KESIAPAN PERAN \ud MENJADI IBU DI KUA NANGGULAN\ud KULON PROGO
Latar Belakang: Kebutuhan informasi tentang berbagai pengalaman menjalani masa\ud
kehamilan sampai masa mengasuh anak bagi ibu sangat penting. Fenomena pada\ud
masyarakat saat ini, ibu postpartum khususnya primipara sering merasa bingung\ud
dengan tugas baru dalam merawat bayinya. Banyak wanita mengalami berbagai\ud
konflik dari pengalaman mereka dalam menjalankan peran sebagai seorang ibu. \ud
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui kebutuhan\ud
calon pengantin perempuan dalam mempersiapkan peran menjadi ibu di KUA\ud
Nanggulan Kulon Progo\ud
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif\ud
kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling.\ud
Metode pengambilan sampel yang digunakan accidental sampling. Jumlah sampel\ud
dalam penelitian ini sebanyak 11 orang. Analisa data menggunakan Analisa\ud
Univariat.\ud
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan kebutuhan informasi calon pengantin\ud
perempuan yang paling banyak membutuhkan informasi persiapan persalinan dengan\ud
jumlah persentase yaitu 7 orang (81,8%), dan yang membutuhkan informasi\ud
persiapan kehamilan, informasi menyusui dan perawatan anak yaitu 6 orang (54,5%).\ud
Simpulan: Kebutuhan informasi prioritas yang dibutuhkan oleh calon pengantin\ud
perempuan yaitu informasi persiapan persalinan, setelah kebutuhan tersebut yang\ud
dibutuhkan adalah informasi persiapan kehamilan, informasi menyusui dan informasi\ud
perawatan anak.\ud
Saran: Informasi konseling kesehatan perlu diberikan oleh KUA maupun Puskesmas\ud
sesuai dengan prioritas kebutuhan calon ibu. Sehingga setelah menikah pasangan\ud
calon pengantin benar-benar siap menjalankan perannya