STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
Not a member yet
    3772 research outputs found

    PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP\ud PENGETAHUAN DAN SIKAP PERINEAL HYGIENE \ud PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH\ud 7 YOGYAKARTA

    No full text
    Intisari : Kesehatan reproduksi buruk mencapai 33 % pada wanita di \ud seluruh dunia. Upaya mencegah terjadinya kesehatan alat reproduksi yang buruk,\ud maka wanita harus selalu menjaga kebersihan terutama Perineal Hygiene\ud (kebersihan alat kelamin). Program kesehatan reproduksi remaja merupakan\ud pelayanan untuk membantu remaja memiliki status kesehatan reproduksi yang\ud baik melalui pemberian informasi, pelayanan konseling, dan pendidikan\ud keterampilan hidup, dengan cara pemberian penyuluhan kepada remaja dengan\ud tujuan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai Perineal Hygiene.\ud Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penyuluhan Perineal Hygiene\ud terhadap pengetahuan dan sikap Perineal Hygiene pada remaja putri di SMA\ud Muhammadiyah 7 Yogyakarta tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan\ud menggunakan eksperimen semu (quasi eksperimen) rancangan one group pretestposttest\ud design\ud melibatkan\ud 30\ud responden\ud dengan\ud analisa\ud data\ud univariat\ud dan\ud analisa\ud \ud bivariate,\ud uji\ud normalitas\ud data\ud menggunakan\ud uji\ud Kolmogrov\ud Smirnov\ud dan\ud pengujian\ud \ud hipotesis\ud \ud menggunakan uji parametrik dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil\ud penelitian menunjukan pengetahuan sebelum penyuluhan kategori kurang 15\ud orang (50%) setelah penyuluhan pengetahuan kategori baik 17 orang (56,7%),\ud Sikap sebelum penyuluhan kategori kurang 16 orang (53,3%) setelah penyuluhan\ud sikap kategori baik yaitu sebanyak 16 orang (53,3%). Terdapat pengaruh\ud penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap perineal hygiene pada\ud remaja puteri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta dengan nilai p value sebesar\ud 0,000 (p < 0,05) pada pengetahuan dan p value sebesar 0,000 (p < 0,05) pada\ud sikap. Terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap\ud perineal hygiene pada remaja puteri di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.\ud Disarankan untuk penelitian selanjutnya menggunakan metode penyuluhan yang\ud lain agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal

    PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG\ud KEHAMILAN RISIKO TINGGI\ud DI PUSKESMAS KASIHAN II\ud BANTUL 2017

    No full text
    Latar Belakang: Pengetahuan tentang kehamilan dan risiko tinggi pada kehamilan\ud wajib diketahui oleh ibu hamil supaya dapat mengantisipasi risiko yang akan terjadi.\ud Puskesmas Kasihan II memiliki ibu hamil risiko tinggi terbanyak di Kabupaten Bantul\ud yaitu 36%.\ud Tujuan : Mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi di\ud puskesmas Kasihan II bantul tahun 2017\ud Metode Penelitian: Metode penelitian ini berjenis deskriptif dengan menggunakan\ud pendekatan waktu cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang\ud berkunjung ke Puskesmas Kasihan II dengan jumlah sampel 34 responden.\ud Pengumpulan data menggunakan kuesioner pada bulan Oktober tahun 2017 selama\ud satu minggu. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling\ud Hasil penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil\ud tentang tanda bahaya pada kehamilan di Puskesmas kasihan II yang baik sebanyak\ud 16 ibu hamil (47,1%), cukup sebanyak 8 ibu hamil (23,5%), kurang sebanyak 10 ibu\ud hamil (29,4%).\ud Kesimpulan dan saran: Ibu hamil terbanyak adalah usia 20-35 tahun, dan\ud terbanyak adalah katagori baik, pendidikan terbanyak adalah SMA, pengetahuan\ud terbaik sesuai pendidikan adalah SI, ibu bekerja memiliki pengetahuan baik. Paparan\ud media masa paling banyk didapatkan dari internet. Bagi bidan hendaknya\ud mempertahankan dan meningkatkan upaya promosi kesehatan berupa KIE,\ud penyuluhan, dan penyediaan media gratis bagi ibu hamil terutama mengenai tanda\ud bahaya pada kehamilan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu\ud sehingga diharapkan dapat mengurangi keterlambatan dalam penanganan tanda\ud bahaya pada kehamilan

    PENGARUH PENAMBAHAN LATIHAN CORE\ud STABILITY PADA LATIHAN SQUAT JUMP TERHADAP\ud PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI PADA\ud PEMAIN BADMINTON

    No full text
    Latar Belakang : Power adalah salah satu unsur yang termasuk dalam kekuatan.\ud Unsur ini dapat ditandai dengan adanya kekuatan dan kecepatan melakukan suatu\ud gerakan. Dalam olahraga power merupakan kunci utama untuk melakukan suatu\ud gerakan. Penelitian dilakukan pada pemain badminton usia remaja 15-20 tahun yang\ud mengalami penurunan power otot tungkai disebabkan karena kurangnya latihan\ud secara teratur. Alat ukur yang digunakan dengan menggunakan standing board jump\ud test. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh latihan squat jump dan penambahan\ud latihan core stability pada latihan squat jump terhadap peningkatan power otot\ud tungkai pada pemain badminton. Metode : Jenis penelitian ini experimental\ud randomized pre and post test two group design. Populasinya adalah pemain badminton usia\ud remaja di Persatuan Bulutangkis Krapyak, Paremono, Mungkid, Magelang. Sampel didapat\ud melalui metode purposive sampling. Sampel terdiri dari 10 orang setiap kelompok.\ud Instrumen pengukuran menggunakan standing board jump test. Uji normalitas dengan\ud Saphiro Wilk Test. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test\ud untuk mengetahui peningkatan power otot tungkai pada kelompok I dan II. Hasil : Uji\ud dengan Paired Sample T-Test untuk kelompok I nilai p=0,000 (p<0,05) bahwa ada pengaruh\ud pada latihan Squat Jump dan untuk kelompok II nilai p=0,000 (p<0,05). Sehingga dapat\ud disimpulkan bahwa ada pengaruh pada penambahan latihan Core Stability pada latihan\ud Squat Jump pada pemain badminton. Kesimpulan : Terdapat pengaruh latihan squat\ud jump dan penambahan latihan core stability pada latihan squat jump terhadap\ud peningkatan power otot tungkai pada pemain badminton. Saran : Pemain badminton\ud hendaknya memperhatikan jenis latihan, fungsi latihan, dan konsistensi latihan agar\ud dapat mencapai hasil maksimal

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PLIOMETRIK\ud DEPTH JUMP DAN JUMP TO BOX TERHADAP\ud PERFORMA VERTICAL JUMP PADA PEMAIN BASKET

    No full text
    Latar Belakang: Vertical jump merupakan suatu gerakan yang kompleks, yang\ud membutuhkan kecepatan dan koordinasi yang terharmonisasi dari segmen tubuh peloncat\ud pada saat gerakan push-off, kemudian flight,dan pada saat landing. Vertical jump dalam\ud permainan adalah kebutuhan mutlak yang harus dimiliki oleh setiap pemain bola basket,\ud karena vertical jump sangat dibutuhkan oleh setiap pemain untuk melakukan shooting ke\ud keranjang lawan agar bisa mendapatkan poin.\ud Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan\ud pliometrik depth jump dan jump to box terhadap performa vertical jump pada pemain basket.\ud Metode Penelitian: Jenis pepenelitian ini experimental randomized pre and post test two\ud group design. Populasi adalah pemain basket laki-laki SMAN 4 Yogyakarta yang memiliki\ud nilai vertical jump rata-rata. Sampel didapat melalui metode purposive sampling, sampel\ud terdiri dari 9 orang setiap kelompok perlakuan. Instrumen pengukuran vertical jump\ud menggunakan Sargent Jump Test. Uji normalitas dengan Saphiro Wilk Test dan uji\ud homogenitas data dengan Lavene’s Test. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji\ud Paired Sample T-Test untuk mengetahui peningkatan aktivitas fungsional pada kelompok I\ud dan II serta uji Independent Sample T-Test untuk menguji perbedaan pengaruh kelompok I\ud dan II.\ud Hasil : Uji dengan Paired Sample T-Test untuk kelompok I nilai p=0,000 (p<0,05) dan untuk\ud kelompok II nilai p=0,000 (p<0,05). Uji perbedaan pengaruh kelompok I dan II dengan\ud Independent Sample T-Test nilai p=0,950 (p>0,05). Tidak ada perbedaan pengaruh latihan\ud pliometrik depth jump dan jump to box terhadap performa vertical jump pada pemain basket.\ud Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh latihan pliometrik depth jump dan jump to box\ud terhadap performa vertical jump pada pemain basket.\ud Saran: Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan waktu intervensi dan alat ukur yang\ud lain

    PERBEDAAN PENGARUH ISCHAEMIC\ud COMPRESSION DAN TRANSVERSE FRICTION\ud ERHADAP PENINGKATAN FUNGSIONAL PADA\ud MYOFASCIAL TRIGGER POINT SYNDROME\ud OTOT UPPER TRAPEZIUS PEMBATIK TULIS

    No full text
    Latar belakang: Kondisi kerja pembatik selalu berada pada sikap dan posisi kerja\ud yang tidak ergonomis berlangsung selama 8 jam dalam sehari, menetap statik dan\ud dilakukan secara berulang-ulang (repetitif), dapat memicu timbulnya trigger point\ud pada taut band yang akan menimbulkan nyeri myofascial trigger point syndrome\ud otot upper trapezius. Myofascial trigger point syndrome merupakan salah satu\ud gangguan musculoskeletal yang mengakibatkan kekakuan, keterbatasan Lingkup\ud Gerak Sendi (LGS), penurunan fleksibilitas otot dan penurunan fungsional pada\ud leher. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan\ud ischaemic compression dan transverse friction terhadap fungsional myofascial\ud trigger point syndrome otot upper trapezius. Metode Penelitian: Penelitian ini\ud bersifat quasy experimental dengan rancangan pre dan post test group two design.\ud Sampel berjumlah 12 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberikan\ud intervensi ischaemic compression sedangkan kelompok 2 diberikan intervensi\ud transverse friction. Data berupa skala ordinal NDI diambil sebelum dan sesudah\ud perlakuan. Data yang diperoleh diuji beda menggunakan bantuan program\ud komputer SPSS versi 22. Hasil Penelitian: Hasil analisis data dengan paired\ud sample t-test menunjukkan bahwa pada subjek kelompok 1 dengan nilai NDI\ud dimana p=0,001 (p<0,05). Sedangkan kelompok 2 dengan nilai NDI dimana\ud p=0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pada setiap kelompok terjadi\ud peningkatan aktifitas fungsional yang signifikan. Hasil analisis dengan\ud independent sample t-test dengan nilai NDI dimana p=0,352 (p>0,05).\ud Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh antara pemberian ischaemic\ud compression dan transverse friction terhadap peningkatan fungsional pada\ud myofascial trigger point syndrome otot upper trapezius pembatik tulis. Saran:\ud Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel yang lebih banyak dan\ud alat ukur yang berbed

    PERBEDAAN PENGARUH PENAMBAHAN\ud KINESIO TAPING PADA ISOMETRIC EXERCISE\ud TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL\ud OSTEOARTHRITIS KNEE

    No full text
    Latar Belakang : Penyakit Osteoarthritis di Indonesia pevaluensinya cukup tinggi\ud yaitu pria 15,5% dan wanita 12,7%. Osteoarthritis adalah penyakit degenerative\ud sendi kronis yang terkait dengan bertambahnya usia dan mengakibatkan degradasi\ud pada kartilago dan berpengaruh pada penurunan keseimbangan serta gaya berjalan\ud sehingga terjadi penurunan aktivitas fungsional. Tujuan : Mengetahui perbedaan\ud pengaruh antara isometric exercise dan penambahan kinesio taping pada isometric\ud exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional osteoarthritis knee. Metode\ud Penelitian : Populasi dalam penelitian ini berjumlah 53 orang yang mempunyai\ud keluhan nyeri osteoathritis lutut. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sampel\ud dalam penelitian ini didapatkan 20 orang yang berfungsi sebagai kelompok\ud eksperimen dan kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam\ud penelitian ini adalah total sampling. Pengukuran aktivitas fungsional osteoarthritis\ud knee menggunakan WOMAC indeks. Uji normalitas dengan Saphiro Wilk Test dan uji\ud homogenitas dengan Lavene’s Test. Hasil penelitian dengan uji Paired Sample T-Test\ud untuk mengetahui peningkatan aktivitas fungsional pada kelompok 1 dan 2 serta uji\ud Independent Sample T-Test untuk menguji perbedaan pengaruh kelompok 1 dan 2.\ud Hasil : Uji dengan Paired Sample T-Test untuk kelompok 1 nilai p=0,000 (p<0,05)\ud dan kelompok 2 nilai p=0,000 (p<0,05). Uji perbedaan pengaruh kelompok 1 dan 2\ud dengan Independent Sample T-Test nilai p=0,003 (p<0,05). Ada perbedaan pengaruh\ud antara isometric exercise dan penambahan kinesio taping pada isometric exercise\ud terhadap peningkatan aktivitas fungsional osteoarthritis knee. Kesimpulan : Ada\ud perbedaan pengaruh antara isometric exercise dan penambahan kinesio taping pada\ud isometric exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional osteoarthritis knee.\ud Saran : Untuk peneliti selanjutnya, agar peneliti menambah variasi pemasangan\ud kinesio taping dan isometric exercise

    PENGARUH DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION AND\ud SUPPORT (DSME/S) TERHADAP STRES PADA PENDERITA \ud DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA\ud PUSKESMAS GAMPING 1 SLEMAN \ud YOGYAKARTA

    No full text
    Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) adalah kelainan metabolik dengan \ud hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein\ud diakibatkan oleh sekresi insulin dan mengalami gangguan psikis diantaranya stres\ud pada dirinya sendiri. Dampak yang akan ditimbulkan yaitu fisik, psikis dan finansial.\ud Menurunkan kesadaran dalam manajemen penyakit dan memperburuk kontrol\ud glikemik.\ud Tujuan: Diketahuinya Pengaruh Diabetes Self Management Education and Support\ud (DSME/S) Terhadap Stres Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah\ud Kerja Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta. \ud Metode: Jenis Penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan bentuk rancangan non\ud equivalent control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini 30 pasien DM, dengan\ud 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol dengan menggunakan Accidental\ud Sampling. \ud Hasil: Tingkat stres sebelum diberikan DSME/S sebanyak 15 orang berada\ud dikategori stres berat. Tingkat stres setelah diberikan DSME/S sebanyak 5 orang\ud berada dikategori tidak stres dan 10 orang berada dikategori stres ringan. Hasil uji\ud Wilcoxon didapatkan nilai signifikannya menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05).\ud Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara kelompok yang diberikan\ud DSME/S dengan kelompok yang tidak diberikan DSME/S.\ud Simpulan: Pemberian DSME/S berpengaruh dalam mengurangi tingkat stres pada\ud pasien DM dengan kelompok intervensi.\ud Saran: Bagi manajemen puskesmas diharapkan menyediakan tempat untuk pasien\ud dengan DM seperti perkumpulan pasien diabetes, sehingga akan dengan lebih mudah\ud untuk memberikan intervensi keperawatan dan dengan mudah untuk mengevaluasi

    PENGARUH PENAMBAHAN PEMBERIAN CORE STABILITY PADA WILLIAM FLEKSI EXERCISE\ud TERHADAP PENINGKATAN ROM FLEKSI \ud LUMBAL PADA LOW BACK PAIN MEKANIK

    No full text
    Latar Belakang: Posisi kerja yang salah menjadi salah satu penyebab mening\ud resiko penurunan kesehatan. Resiko-resiko tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit pada pekerja. Posisi duduk yang terlalu lama, membungkuk terlalu lama,duduk yang diam tanpa adanya peregangan dalam beberapa jam sekalmenimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang sering timbul di daerah punbawah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh WilliamExercise dan Penambahan Pemberian Core Stability pada William Fleksi Eterhadap peningkatan ROM fleksi lumbal pada Low Back Pain mekanik. MPenelitian: Jenis penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental dengaand post test two group design. 20 pekerja batik tulis wanita menjadi sampel simple random sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok diberikan intervensi William Fleksi Exercise, kelompok II diberikan penamintervensi Core Stability, dua kelompok tersebut melakukan latihan sebanyak seminggu selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan alat ukur Schoober testmengukur peningkatan ROM fleksi lumbal pada LBP mekanik. Uji normamenggunakan Saphiro Wilk test, Uji hipotesis I dan II menggunakan uji Wilcoxonmengetahui peningkatan ROM fleksi lumbal pada LBP kelompok I dan II. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok I adalah p = 0,004 (p < 0,05) dan kelompok II ada0,004 (p < 0,05), menunjukkan bahwa kedua intervensi yang di berikan berpeterhadap peningkatan ROM fleksi lumbal pada LBP mekanik masing-masing keloKesimpulan : Ada pengaruh penambahan core stability pada William fleksi exterhadap peningkatan ROM fleksi lumbal pada LBP mekanik. Saran : membedukasi yang baik dan benar sebelum dan sesudah memberikan intervensi pekerja batik tulis

    HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT TENTANG SISTEM PENILAIAN KINERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA

    No full text
    Latar Belakang: Sistem penilaian kerja merupakan salah satu faktor organisasi yang \ud dapat mempengaruhi motivasi kerja perawat di suatu rumah sakit. Permasalahan \ud yang muncul dalam penilaian kinerja yaitu standar kinerja yang digunakan tidak \ud menjabarkan tentang pekerjaan yang tercakup dalam satu pekerjaan tertentu, maka \ud masalah kinerja menjadi sangat rancu, sehingga timbul persepsi negatif terhadap \ud penilaian kinerja yang diterapkan. Dampak yang timbul dari persepsi negatif adalah \ud kepuasan kerja perawat menjadi berkurang \ud Tujuan : Diketahui hubungan persepsi perawat tentang sistem penilaian kinerja\ud dengan kepuasan kerja perawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.\ud Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi korelasi\ud dengan metode pendekatan waktu yang digunakan adalah cross sectional. Populasi\ud dalam penelitian ini adalah perawat yang berstatus tetap di RSU PKU\ud Muhammadiyah Bantul sebanyak 181 orang. Jumlah sampel sebanyak 64 orang.\ud Metode pengambilan sampel dengan purposive sample. Analisis data menggunakan\ud Spearmen Rank.\ud Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penilaian kinerja yang dilakukan\ud pada perawat tetap di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, sebagian besar dengan\ud katagori cukup yaitu jumlah 62 responden (96,9%). Sedangkan, Kepuasan kerja\ud pada perawat tetap di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, sebagian besar dengan\ud katagori cukup yaitu 53 responden (82,8%).\ud Simpulan dan Saran: Ada hubungan yang signifikan antara sistem penilaian\ud kinerja dangan kepuasan kerja pada perawat tetap di RSU PKU Muhammadiyah\ud Bantul, ditunjukan dengan nilai hitung 0,156 dengan tingkat signifikasi nilai \ud tabel 0,218, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Bagi direktur dan jajaran direksi\ud hendaknya lebih memperhatikan bagaimana proses pelaksanaan sistem penilaian\ud kinerja berjalan agar penilaian kinerja dapat dilakukan sebagaimana mestinya dan\ud dapat dilakukan pengembangan karyawan, pemberian reward sehingga kepuasan\ud dalam berkerja tercapai

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN\ud LAMA RAWAT INAP PASIEN SKIZOFRENIA \ud DI RSJ GRHASIA D.I.YOGYAKARTA

    No full text
    Latar Belakang: Lama hari rawat selain menunjukkan tingkat efisiensi pengelolaan\ud rumah sakit, juga menunjukan efektifitas rumah sakit dari aspek mutu asuhan\ud (quality of care) yang dilakukan oleh tenaga professional yang bekerja di rumah\ud sakit. Dukungan keluarga memegang komponen penting dalam menunjang kesehatan\ud jiwa seseorang dan tentunya hal ini mempengaruhi lama perawatan pasien\ud skizofrenia.\ud Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga\ud dengan lama rawat inap pasien skizofrenia di RSJ Grhasia DIY.\ud Metode: Penelitian ini menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan cross\ud sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia di poli klinik RSJ\ud Grhasia dengan kriteria berusia 20-65 tahun, pernah dirawat inap dalam 1 tahun\ud terakhir di RSJ Grhasia DIY, sampel berjumlah 95 orang. Teknik sampling yang\ud digunakan adalah Purposive Sampling.\ud Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan ada hubungan antara dukungan keluarga\ud dengan lama rawat inap pasien skizofrenia di RSJ Grhasia DIY. Analisis Kendall\ud Tau menunjukkan tingkat keeratan yang tinggi yang ditunjukkan dari nilai p\ud (Value)= 0,000 (<0,05) dengan tingkat keeratan hubungan kedua variabel\ud ditunjukkan pada nilai koefisien korelasi= 0,639.\ud Simpulan dan Saran: Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan lama rawat\ud inap pasien skizofrenia di RSJ Grhasia DIYdengan tingkat keeratan\ud tinggi.Tingkatkan keterlibatan keluarga dalam proses perawatan pasien selama di\ud rumah sakit maupun setelah pasien menjalani perawatan di rumah

    0

    full texts

    3,772

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇