STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
Not a member yet
    3772 research outputs found

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI PASIEN PASCA STROKE SELAMA MENJALANI LATIHAN FISIOTERAPI DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING YOGYAKARTA

    No full text
    Latar Belakang: Masalah yang sering dialami oleh penderita stroke dan yang paling\ud ditakuti adalah gangguan gerak. Penderita mengalami kesulitan saat berjalan karena\ud mengalami gangguan pada kekuatan otot, keseimbangan dan koordinasi gerak. Salah\ud satu modalitas terapi yang utama untuk membantu pemulihan pasien pasca stroke\ud adalah program rehabilitasi. Program rehabilitasi yang hampir selalu dilakukan\ud adalah terapi fisik (fisioterapi). Fisioterapis mengevaluasi apakah anggota tubuh\ud yang terkena stroke tersebut fungsinya sama dengan kondisi sebelum stroke. Jika\ud tidak maka fisioterapis akan mengajarkan bagaimana mengoptimalkan anggota tubuh\ud sisi yang terkena.\ud Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap\ud motivasi pasien pasca stroke selama menjalani latihan fisioterapi di RS PKU\ud Muhammadiyah Gamping Yogyakarta.\ud Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi deskriptif\ud korelasi dengan penelitian menggunakan cross sectional. Pengambilan sampel\ud dengan teknik Accidental Sampling dan diperoleh 30 responden. Instrumen\ud penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner\ud motivasi. Analisis data menggunakan uji Kendall Tau.\ud Hasil: Dukungan keluarga pasien pasca stroke selama menjalani latihan fisioterapi di\ud RS PKU Muhammadiyah Gamping menunjukan kategori baik 17 orang (56,7%),\ud cukup sebanyak 13 orang (43,3%) dan katagori kurang tidak ada. Motivasi pasien\ud pasca stroke menjalani latihan fisioterapi di RS PKU Muhammadiyah Gamping\ud kategori baik 12 orang (40,0%), motivasi cukup sebanyak 18 orang (60,0%) dan\ud motivasi kurang tidak ada.\ud Simpulan & Saran: Ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap motivasi\ud pasien pasca stroke selama menjalani fisioterapi di RS PKU Muhammadiyah\ud Gamping Yogyakarta (t = 0,289 ;p< 0,05) yaitu sebesar 0,034.\ud Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan asuhan keperawatan dengan\ud melibatkan keluarga untuk memotivasi responden agar bersedia menjalani latihan\ud fisioterapi sesuai dengan anjuran tenaga fisioterapis maupun dokter

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN \ud MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER III\ud PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN \ud UNIVERSITAS ‘AISYIYAH \ud YOGYAKARTA

    No full text
    Latar Belakang:Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak didalam diri\ud seseorang sehingga menimbulkan suatu kesemangatan atau kegairahan dalam belajar.\ud Seseorang yang tidak memiliki motivasi belajar tidak akan mungkin melakukan kegiatan\ud belajar maupun yang lainya, dan perbuatan belajar akan terwujud apabila ada motivasi\ud belajar dari dalam diri seseorang. Individu yang memiliki motivasi tinggi merasa\ud bertanggung jawab atas tugas yang dikerjakannya dan tidak akan meninggalkan tugas itu\ud sebelum berhasil menyelesaikannya.\ud Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga\ud dengan motivasi belajar mahasiswa semester III yang bertempat tinggal di Yogyakarta\ud program studi ilmu keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta”.\ud Metode: Metode penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan\ud waktu cross sectional. Responden penelitian terdiri dari 51 responden Mahasiswa\ud Semester III Program studi ilmu keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yoyakarta dengan\ud pengambilan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan\ud instrument kuesioner dengan menggunakan rumus Kendall tau.\ud Hasil: Hasil penelitian ini mahasiswa yang memiliki dukungan keluarga dengan kategori\ud tinggi sebanyak 23 (45,1%) dan mahasiswa yang memiliki motivasi belajar tinggi\ud sebanyak sebanyak 25(49%), analisis uji kendall’s tau menunjukkan bahwa pada taraf\ud signifikasi p=0.05 diperoleh nilai p=0.000 sehingga nilai p<0.05.\ud Simpulandan Saran: Ada hubungan positif yang signifikasi antara Hubungan\ud Dukungan Kleuarga dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Semester III Program Studi\ud Ilmu Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.\ud Mahasiswa hendaknya dapat memanfaatkan sumber-sumber dukungan yang ada dari\ud keluarga sehingga dapat meningkatkan motivasi belajarnya.\ud \ud Kata kunci: Dukungan Keluarga, Motivasi Belajar Mahasisw

    EFEKTIFITAS PEMBERIAN MEDIA BOOKLET DAN\ud VIDEO ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN \ud REMAJA PUTRI DESA KARANGWUNI\ud WATES KULON PROGO \ud TAHUN 2017

    No full text
    Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang banyak\ud dijumpai di Negara berkembang, dan masih menjadi masalah kesehatan utama di\ud Indonesia. Anemia menyerang kurang lebih dari 57% remaja putri di Indonesia.\ud Anemia pada remaja putri menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi >15%.\ud Pemberian Booklet dan video merupakan suatu pendekatan pendidikan yang dapat\ud secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri. \ud \ud Tujuan: Untuk mengetahui Efektifitas pemberian media booklet dan video \ud anemia terhadap pengetahuan remaja putri desa karangwuni wates kulon progo tahun\ud 2017. \ud \ud Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi experiment, dengan rancangan \ud N0neequivalent control group Design. Jumlah sampel 30 responden remaja putri,\ud dengan teknik sampel Purposive Sampling. Analisis hasil penelitian menggunakan\ud uji Mann Withney. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup,\ud Booklet dan Video. \ud \ud Hasil: Efektifitas media Booklet dan Video anemia terhadap pengetahuan \ud remaja putri didapatkan hasil bahwa Asymp. Sig. (2-tailed) masing-masing media\ud sebesar 0,001. Menurut signifikasi (p) dimana p<0,05, hasil tersebut menunjukkan\ud terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan setelah diberikan media\ud Booklet dan Video. \ud \ud Simpulan dan Saran: Pemberian media video lebih efektif dibandingkan \ud dengan media booklet efektif terhadap pengetahuan anemia remaja tentang anemia. \ud Diharapkan jadi acuan peningkatan asupan gizi bagi remaja Desa Karangwun

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KB IUD POST PLASENTA DI PUSKESMAS MLATI II SLEMAN YOGYAKARTA

    No full text
    Latar Belakang : Salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan LPP\ud adalah melalui pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB). salah satu\ud kontrasepsi yang termasuk dalam KB Pasca-partum adalah alat kontrasepsi yang\ud dapat langsung dipasang pada saat 10 menit setelah plasenta dilahirkan, yaitu IUD\ud (Intra Uteri Device).Dari hasil studi pendahuluan di Puskesmas Mlati II didapatkan\ud ibu post partum pada 1 tahun terahir yang menggunakan KB IUD Post plasenta ada\ud 61 (19,4%) ibu\ud Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan usia,\ud pendidikan, jumlah anak dan pengetahuan dengan KB IUD Post Plasenta Di\ud Puskesmas Mlati II Sleman Yogyakarta\ud Metode : menggunakan desain penelitian survey analitik. Tehnik sampling\ud yang digunaka adalah probability sampling. dengan jumlah sampel sebanyak 36\ud responden. Partisipan dalam penelitian ini adalah Ibu Post Partum yang\ud menggunakan IUD post plasenta, Ibu Post Partum di Puskesmas Mlati II Sleman dan\ud Bersedia menjadi responden\ud Hasil : hasil analisa data membuktikan : tidak ada hubungan antara umur\ud dengan KB hasil analisa data membuktikan :Tidak terdapat hubungan antara umur\ud dengan KB IUD Post Plasenta. diperoleh nilai koefisien hubungan nilai p-value\ud sebesar 0,279>0,05.Tidak terdapat hubungan antara pendidikan dengan KB IUD\ud Post Plasenta. diperoleh nilai koefisien hubungan nilai p-value sebesar 0,101>0,05.\ud Tidak ada hubungan antara paritas dengan KB IUD Post Plasenta diperoleh nilai\ud koefisien hubungan nilai p-value sebesar 0,100>0,05. Terdapat hubungan antara\ud pengetahuan dengan KB IUD Post Plasenta. dilihat dari nilai koefisien hubungan\ud nilai p-value sebesar 0,043<0,05.\ud Simpulan dan Saran : tidak ada hubungan antara umur, pendidikan, jumlah\ud anak, dan ada hubungan antara pengetahuan dengan dengan KB IUD Post Plsenta.\ud Hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan informasi dan edukasi\ud mengenai KB IUD Post Plasenta.Bagi bidan Hasil penelitian ini menjadi bahan\ud masukan bagi bidan dalam meningkatkan pelayanan keluarga berencana agar dapat\ud memberikan KIE yang lebih efektif dan efesien pada suami dan istri sehingga dapat\ud meningkatkan cakupan peserta

    PERBEDAAN PENGARUH BOBATH CONCEPT DAN\ud MOTOR RELEARNING PROGRAMME (MRP)\ud TERHADAP KESEIMBANGAN\ud PASIEN PASCA STROKE

    No full text
    Latar Belakang: Stroke merupakan penyakit menular yang menjadi pembunuh\ud nomor satu masyarakat indonesia diikuti dengan serangan jantung dan kanker.\ud Prevalensi stroke di indonesia menurut diagnosis nakes tertinggi di sulawesi utara\ud (10,8‰), diikuti DI Yogyakarta (10,3‰), Bangka Belitung dan DKI Jakarta masing\ud masing 9,7 per mil. Pada pasien stroke juga biasanya mengalami gangguan\ud keseimbangan.Untuk menentukan nilai keseimbangan seseorang dapat menggunakan\ud alat ukur Berg Balance Scale. Intervensi fisioterapi yang dapat digunakan untuk\ud meningkatkan keseimbangan yaitu latihan Bobath Concept dan Motor Relearning\ud Programme (MRP). Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan pengaruh Bobath\ud Concept dan Motor Relearning Programme (MRP) terhadap keseimbangan pasien\ud pasca stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan metode true eksperimen dengan\ud desain penelitian pretest-postest two group design. Responden berusia 50-71 tahun\ud dan berjumlah 16 orang kemudian dibagi secara acak menajadi dua kelompok.\ud Kelompok I diberikan perlakuan Bobath Concept dan kelompok II diberikan\ud perlakuan Motor Relearning Programme (MRP). Intervensi pada kelompok I\ud dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi latihan 2 kali seminggu sedangkan\ud kelompok II dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi latihan 2 kali seminggu.\ud Alat ukur pada penelitian ini adalah Berg Balance Scale.Hasil: hasil uji hipotesis I\ud menggunakan paired sample t-test diperoleh nilai p : 0,000 (p<0,05) sedangkan hasil\ud uji hipotesis II menggunakan paired sample t-test diperoleh nilai p: 0,000 (p<0,05)\ud dan hipotesis III menggunakan independent sample t-test diperoleh nilai p: 0,422\ud (p>0,05).Kesimpulan:Tidak ada perbedaan pengaruh Bobath Concept dan Motor\ud Relearning Programme (MRP) terhadap keseimbangan pasien pasca stroke.Saran:\ud kepada peneliti selanjutnya, untuk menambah jumlah responden dan memperpanjang\ud waktu penelitian, sehingga dapat diketahui perbedaan pengaruh antara Bobath\ud Concept dan Motor Relearning Programme (MRP)terhadap keseimbangan pada\ud pasien stroke

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SKIPPING ROPE DAN\ud LATIHAN SHUTTLE RUN TERHADAP KELINCAHAN\ud PEMAIN FUTSAL SISWA SMP MUHAMMADIYAH 2\ud GAMPING

    No full text
    Latar Belakang: Kelincahan merupakan salah satu komponen yang diperlukan\ud untuk semua aktifitas baik dalam mengubah secara cepat arah tubuh atau bagian\ud tubuh, tepat dalam melakukan gerakan, dan merubah gerakan secara mendadak\ud maupun berhenti mendadak tanpa gangguan pada keseimbangan. Banyak metode\ud yang digunakan untuk meningkatkan kelincahan, antara lain adalah dengan Latihan\ud Skipping Rope dan Latiha Shuttle Run. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk\ud diketahuinya perbedaan pengaruh Latihan Skipping Rope dan Latihan Shuttle Run\ud terhadap peningkatan kelincahan pada pemain futsal usia 13-14 tahun. Metode\ud Penelitian: Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pre and post test two\ud group design. Responden adalah siswa SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta\ud yang tergabung dalam ekrakurikuler futsal sekolah yang berjumlah 22 responden.\ud diambil secara purposive sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan.\ud kelompok perlakuan I diberikan Latihan Skipping Rope dengan intensitas 30 detik (3\ud set) interval 10 detik selama 4 minggu dengan frekwensi 3 kali seminggu dan\ud kelompok perlakuan II diberikan Latihan Shuttle Run dengan jarak latihan 10 meter,\ud Lari bolak balik dilakukan sebanyak 4 kali menggunakan parameter berupa\ud stopwatch Selama 4 minggu dengan frekwensi 3 kali seminggu. Instrumen yang\ud digunakan dalam penelitian ini yaitu Agility T-Test untuk pengukuran kelincahan,\ud pengukuran kelincahan dilakukan pada awal sebelum perlakuan dan pada akhir\ud perlakuan. Hasil : Uji hipotesis data pada kelompok I menggunakan uji Wilcoxon\ud menunjukkan nilai p-value= 0,003 (p<0.05), Uji Hipotesis data pada kelompok II\ud menggunakan Wilcoxon menunjukkan hasil p-value = 0.003(p<0.05). Kesimpulan :\ud Ada perbedaan pengaruh pada Latihan Skipping Rope dan Latihan Shuttle Run\ud terhadap peningkatan kelincahanakan. Saran : Untuk peneliti selanjutnya menambah\ud jumlah responden dan Menggontrol aktivitas sampel, apakah sebelum melakukan test\ud sampel melakukan aktivitas berat atau tidak

    HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU TANGGAP\ud PERAWAT DENGAN KEBERHASILAN PENANGANAN \ud KASUS CEDERA KEPALA DI INSTALASI GAWAT\ud DARURAT RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

    No full text
    Latar Belakang : Pasien cedera di Instalasi Gawat Darurat memerlukan tindakan\ud keperawatan yang tepat. Keterlambatan pasien cedera kepala dapat menyebabkan\ud kecacatan yang menetap karena kerusakan jaringan otak atau bahkan menimbulkan\ud kematian. \ud Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan ketepatan waktu tanggap perawat\ud terhadap keberhasilan penanganan kasus cedera kepala di Instalasi Gawat Darurat\ud RSUD Panembahan Senopati Bantul. \ud Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelatif dengan\ud sampel sebanyak 19 perawat yang bertugas di UGD RSUD Panembahan Senopati\ud Bantul yang diambil secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan\ud lembar observasi untuk mengukur kecepatan waktu tanggap perawat dan lembar\ud observasi perkembangan pasien. Analisa data menggunakan uji statistik nonparametrik\ud dengan\ud koefisien\ud chi\ud square.\ud \ud \ud Hasil penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 60% kasus\ud cedera kepala yang ditangani oleh perawat memiliki waktu tanggap dengan kategori\ud tepat dan dengan tingkat keberhasilan penanganan dalam kategori berhasil sebanyak\ud 63,3%. \ud Simpulan dan Saran: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang\ud signifikan antara waktu tanggap perawat dengan keberhasilan penanganan kasus\ud cedera kepala yang ditunjukkan dengan p value sebesar 0,005. Guna meningkatkan\ud keberhasilan penanganan kasus cedera kepala, hasil penelitian ini menyarankan\ud bahwa perawat IGD berusia antara 21-30 tahun dan memiliki pengalaman kerja\ud antara 6-10 tahun

    PENGARUH PENYULUHAN SADARI DENGAN\ud MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP SIKAP REMAJA\ud PUTRI DALAM PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA\ud DI DUSUN PERENG KEMBANG BALECATUR\ud SLEMAN

    No full text
    INTISARI\ud Latar Belakang: Kesadaran wanita untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri\ud (SADARI) masih rendah karena tidak ada pengetahuan yang cukup tentang\ud SADARI, 60-70% penderita sudah dalam stadium III-IV (stadium lanjut). Tindakan\ud ini perlu dikuasai dan dilakukan oleh remaja putri agar dapat melakukan deteksi dini\ud kanker payudara. Penyuluhan kesehatan dengan media audiovisual yang tidak\ud membosankan, kreatif dan mudah dipahami dapat memberikan perubahan sikap\ud dalam melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI).\ud Tujuan: Diketahuinya pengaruh penyuluhan SADARI dengan media audiovisual\ud terhadap sikap remaja putri dalam pencegahan kanker payudara di Dusun Pereng\ud Kembang Balecatur Sleman.\ud Metode Penelitian: menggunakan quasi experiment, dengan non-equivalent control\ud grup design. Pengambilan sampel dengan teknik sampling Purposive diperoleh 30\ud responden. Instrumen menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji\ud Independent Sampel t-test.\ud Hasil Penelitian: Sikap remaja putrid kelompok eksperimen setelah dilakukan\ud penyuluhan SADARI dengan media audiovisual sebanyak 5 orang (66,7%) memiliki\ud sikap sangat baik dan 10 orang (33,3%) memiliki sikap baik. Hasil analisis statistic\ud Independent Sampel t-test pada kelompok eksperimen sebesar 0,00<0,05\ud menunjukkan perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.\ud Simpulan: Ada pengaruh penyuluhan SADARI dengan media audiovisual terhadap\ud sikap remaja putrid dalam pencegahan kanker payudara di Dusun Pereng Kembang\ud Balecatur Sleman.\ud Saran: Remaja Putri dapat memperkuat sikap remaja yang dapat dituangkan dalam\ud perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara teratur

    PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG HIV-AIDS MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA SISWA DAN SISWI KELAS X IPS DI SMA MUHAMMADIYAH 3 KOTA YOGYAKARTA

    No full text
    Latar Belakang: Peningkatan pengetahuan berperan penting dalam menekan angka\ud kasus infeksi HIV-AIDS. Pengetahuan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk\ud mengubah perilaku dan mengambil keputusan tepat dalam menjaga keseh\ud atan\ud reproduksi remaja. Media pembelajaran yang menarik dapat memotivasi dan\ud meningkatkan penyerapan informasi.\ud Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang HIV-AIDS\ud menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja siswa dan siswi kelas X IPS\ud di SMA Muhammadiyah 3 Kota Yogyakarta\ud Metode:Menggunakan pre experimental, dengan one-group pretest-posttest.\ud Sampel\ud sebanyak 81 responden dengan teknik simple random sampling.\ud Instrumen\ud menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs\ud Test. \ud Hasil: Pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar dalam\ud kategori cukup sebesar 46 orang (56,8%) setelah dilakukan penyuluhan seluruh\ud responden dalam kategori baik. Hasil analisis statistik Wilcoxon Matched Pairs Test\ud sebesar sign = 0,000<0,05. 32\ud \ud Simpulan: Ada pengaruh penyuluhan kesehatan tentang HIV-AIDS menggunakan\ud media video terhadap pengetahuan remaja siswa kelas X IPS di SMA\ud Muhammadiyah 3 Kota Yogyakarta.\ud Saran: Remaja siswa dan siswi kelas X meningkatkan pengetahuan terkait HIV-\ud AIDS sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan berperilaku resiko HIV-\ud AIDS

    HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER III PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA

    No full text
    LatarBelakang: Prestasi merupakan topik kajian yang menarik perhatian mengingat \ud hal tersebut menjadi indikator keberhasilan seseorang dalam menempuh suatu tingkat\ud pendidikan tertentu. Mahasiswa yang berprestasi akan memberikan dampak positif\ud dan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa itu sendiri untuk terus terpacu\ud meningkatkan prestasi belajarnya. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah\ud dari lingkungan sosial yang berasal dari teman sebaya. Teman sebaya adalah anakanak\ud atau\ud remaja\ud dengan\ud tingkat\ud usia\ud atau\ud kedewasaan\ud yang\ud sama\ud \ud Tujuan:\ud Tujuan\ud penelitian\ud ini\ud adalah\ud untuk mengetahui\ud adanya\ud Hubungan\ud Dukungan\ud \ud Teman\ud Sebaya\ud dengan\ud Prestasi\ud Belajar\ud Mahasiswa\ud Semester\ud \ud III Program Studi Ilmu\ud Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.\ud Metode: Metode penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan\ud waktu cross sectional. Respon den penelitian terdiri dari 51 responden. Mahasiswa\ud Semester III Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yoyakarta\ud dengan pengambilan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan\ud instrument kuesioner dengan menggunakan rumus Kendall tau.\ud Hasil: Hasil penelitian ini mahasiswa yang memiliki dengan dukungan teman sebaya\ud sedang 18 orang (35,3%) dan mahasiswa yang memiliki indeks prestasi belajar cume\ud laude sebanyak12 (23,5%), analisis uji kendall tau menunjukkan bahwa pada taraf \ud signifikasi p=0.05 diperoleh nilai p=0.003 sehingga nilai0,003< (0,05).\ud Simpulan: Ada hubungan positif yang signifikasiantaraHubungan Dukungan Teman\ud Sebaya dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Semester III Program Studi Ilmu\ud Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.\ud Saran:Mahasiswa diharapkan untuk terus meningkatkan motivasinya guna mencapai\ud prestasi belajar yang memuaskan

    0

    full texts

    3,772

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇