STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
Not a member yet
3772 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENAMBAHAN CORE STABILITY PADA\ud SENAM LANTAI TERHADAP KESEIMBANGAN STATIS MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 FISIOTERAPI
Latar Belakang: Remaja zaman sekarang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer dari pada beraktifitas diluar, salah satu dampak dari pola hidup tersebut adalah bisa terjadinya gangguan keseimbangan. Tujuan: Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan core stability pada senam lantai terhadap keseimbangan statis mahasiswa program studi S1 Fisioterapi Universitas ‗Aisyiyah Yogyakarta.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan pre and post test two group designsebanyak 17 orang mahasiswa S1 Fisioterapi semester 6 Universitas ‗Aisyiyah Yogyakarta sebagai sampel yang ditentukan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel non-probabilitas dengan metode purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I mendapatkan latihan senam lantai, kelompok II mendapatkan senam lantai dan core stability, keduanya dilakukan 3 kali seminggu selama 3 minggu. Uji normalitas menggunakan uji Shapiro wilk test. Penggunaan Paired samples t-test untuk mengetahui pengaruh latihan pada kelompok I dan II. Hasil: Hasil uji menggunakan Paired samples t-test pada kelompok I p = 0,000 (p< 0,05) dan pada kelompok II p = 0,000 (p< 0,05), hal ini menunjukkan bahwa kedua kelompok latihan memiliki pengaruh terhadap keseimbangan statis pada masing-masing kelompok. Kesimpulan: Ada pengaruh penambahan core stability pada senam lantai terhadap keseimbangan statis mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi Universitas ‗Aisyiyah Yogyakarta.Saran: Penelitian selanjutnya supaya mengontrol aktivitas fisik responden
PERBEDAAN PENAMBAHAN MCKENZIE EXERCISE PADA INTERVENSI SHORT WAVE DIATHERMY\ud TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL\ud LOW BACK PAIN MYOGENIC
Latar Belakang :Low Back Pain Myogenicbanyak dialami oleh populasi masyarakat di Indonesia maupun di Dunia. Low back painmyogenicmerupakan penyakit nyeri punggung bawah yang disebabkan karena posisi atau postur yang salah dan melakukan aktivitas secara berulang.Postur yang salah saat bekerja dapat mengakibatkan penurunan kemampuan fungsionalnya.Tujuan : untuk mengetahuiperbedaan pengaruh penambahan mckenzie excercise pada intervensi Short Wave Diathermy (SWD) dalam meningkatkan kemampuan fungsonal low back pain myogenic. Metode Penelitian :Penelitian ini menggunakan eksprimental dengan pre and post test group design, kelompok perlakuan I diberikan intervensi Short Wave Diathermy yang berjumlah 10 orang, dan kelompok perlakuan II diberikan penambahan Mckenzie exercice padaShort Wave Diathermy yang berjumlah 10 orang.Kemampuan fungsional diukur menggunakan Oswestry Disability Indeks. Dosis intervensi Short Wave Diathermy adalah 20 menit, sedangkan dosis Mckenzie exercise adalah setiap gerakan ditahan selama 10 detik dengan 3 set 10 kali pengulangan, dilakukan selama 2 kali dalam seminggu selama 5 minggu. Uji homogenitas menggunakan Lavene testdan uji normalitas dengan menggunakan Shapiro wilk test. Hasil : Dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji Independent Samples T-Test didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti ada perbedaan penambahan Mckenzie exercise pada intervensi Short Wave Diathermy yang signifikan. Kesimpulan : Ada perbedaan pengaruhpenambahan Mckenzie exercise pada intervensi Short Wave Diathermy terhadap kemampuan fungsional low back pain myogenic. Saran : Untuk peneliti selanjutnya yang akan meneliti dengan kasus yang sama, sebaiknya membatasi aktivitas sehari-hari sampel untuk peningkatan kemampuan fungsional yang lebih baik lagi
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES DALAM MENYUSUN SKRIPSI PADA MAHASISWA FISIOTERAPI SEMESTER AKHIR\ud DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH\ud YOGYAKARTA
Latar Belakang : Skripsi merupakan gerbang tugas akhir bagi mahasiswa semester akhir di penguruan tinggi, dalam menyelesaikan skripsi, mahasiswa sering kali dihadapkan oleh banyak hambatan dan masalah yang dapat menyebabkan mahasiswa rentan mengalami stres, salah satu cara untuk menghilangkan stres adalah dengan terapi tertawa. Tujuan : tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tingkat stress pada mahasiswa fisioterapi semester akhir Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan permasalahan dan tujuan yang ingin di capai maka metode yang digunakan Pre Eksperimental dengan rancangan One Group Pre test-Post test design. Populasi nya yaitu 60 orang dengan sampel yang digunakan adalah 26 sampel dengan menggunakan rumus pocock sebagai pertimbangan dalam mengambil sampel dimana perlakuan terapi tertawa diberikan 3 kali selama satu seminggu dengan durasinya 20-30 menit . Data yang diperoleh menggunakan Percieved Stress Scale (PSS) Hasil :Hasil uji Paired Sample T Test yaitu p=0,000, (p<0,05), yang menunjukkan bahwa terapi tawa memiliki pengaruh terhadap penurunan tingkat stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa fisioterapi semester akhir di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta . Simpulan : terdapat Pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa fisioterapi semester akhir di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Saran : Kepada peneliti berikutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih banyak serta karaktristik sampel yang berbeda dan Pelaksanaan terapi tawa sebaiknya perlu memberikan variasi gerakan dan diiringi lagu musik agar suasana pada saat diberikan terapi tawa lebih meriah
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN JALAN TANDEM DAN SENAM TAI CHI TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA
Latar Belakang: Lansia merupakan proses kehidupan manusia yang ditandai dengan penurunan kemampuan fungsi tubuhnya baik secara fisik maupun psikologis,adanya fisiologi yang berubah pada lansia diakibatkan degenerasi dan diantaranya merupakan komponen keseimbangan tubuh, seperti visual,vestibular, kekuatan otot, lingkup gerak sendi, dan sensomotorik. Akibat perubahan fisiologis tersebut pada komponen utama keseimbangan, maka keseimbangan pada lansia menjadi terganggu. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan jalan tandem dan senam tai chi terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan pre test and post test two group design sebanyak 22 lansia di BPSTW Unit Budi Luhur Yogyakarta sebagai sampel yang ditentukan menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I diberi latihan jalan tandem, dan kelompok II diberikan senam tai chi. Kedua perlakuan dilakukan selama 3 minggu, untuk kelompok 1 perlakuan diberikan sebayak 3 kali dalam satu minggu dan untuk kelompok II sebanyak 5 kali dalam satu minggu. Alat ukur yang digunakan adalah Time Up and Go Test (TUG) Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro wilk test dan uji homogenitas data menggunakan Lavene’s test. Hasil: Hasil uji menggunakan Paired samples t-test pada kelompok I p = 0,000 (p < 0,05) dan kelompok II p =0,000 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa kedua perlakuan yang diberikan pada kelompok I dan II memiliki pengaruh terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia. Sedangkan hasil Independent samples t-test p =0,545 (p > 0,05) hal ini menunjukkan perlakuan yang dilakukan pada kelompok I dan II tidak memiliki perbedaan pengaruh terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh latihan jalan tandem dan senam tai chi terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia. Saran: Penelitian selanjutnya untuk menambah waktu penelitian dan mengontrol aktivitas sampel
HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT TENTANG SISTEM PENILAIAN KINERJA DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RS PKU MUHAMMADIYAH\ud GAMPING SLEMA
Latar Belakang: Sistem penilaian kerja merupakan salah satu faktor organisasi yang dapat mempengaruhi motivasi kerja perawat di suatu rumah sakit. Permasalahan yang muncul dalam penilaian kinerja yaitu standar kinerja yang digunakan tidak menjabarkan tentang pekerjaan yang tercakup dalam satu pekerjaan tertentu, maka masalah kinerja menjadi sangat rancu, sehingga timbul persepsi negatif terhadap penilaian kinerja yang diterapkan. Dampak yang timbul dari persepsi negatif adalah kinerja dan motivasi perawat menjadi berkurang. Metode penelitian ini observasional dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel berdasarkan table sampling Cohen sebanyak 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan pearson product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya Persepsi perawat tentang sistem penilaian kinerja perawat sebagian besar positif sebanyak 39 orang (78%), motivasi kerja perawat sebagian besar tinggi sebanyak 24 orang (48%). Ada hubungan yang signifikan persepsi perawat terhadap sistem penilaian kinerja perawat dengan motivasi kerja perawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman dengan nilai product moment (r) sebesar 0,888 dan p=0,000
HUBUNGAN PERSEPSI LANSIA TENTANG PERAN\ud KADER DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN KE\ud POSYANDU LANSIA DI DUSUN DEGOLAN\ud BUMIREJO LENDAH KULON PROGO\ud YOGYAKARTA
Intisari: Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi lansia\ud
tentang peran kader dengan intensitas kunjungan ke posyandu lansia di Dusun Degolan\ud
Bumirejo Lendah Kulon Progo Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian\ud
kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik korelatif. Sampel pada penelitian\ud
berjumlah 55 lansia yang diambil dengan teknik simple random sampling. Persepsi\ud
lansia diukur dengan kuesioner dan intensitas kunjungan ke posyandu lansia dengan\ud
presensi Kartu Menuju Sehat (KMS). Teknik analisis menggunakan uji Kendall\ud
tau.Hasil analisa Kendall tau sebesar p-value 0,000 (<0,05) artinya terdapat hubungan\ud
persepsi lansia tentang peran kader dengan intensitas kunjungan ke posyandu lansia di\ud
Dusun Degolan Bumirejo Lendah Kulon Progo Yogyakarta.\ud
Kata Kunci: persepsi, peran kader, intensitas kunjungan, posyandu, lansi
HUBUNGAN PENGGUNAAN PANTY LINER DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DI SMA \ud MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA
Latar Belakang: Remaja wanita harus mengetahui tentang keputihan dan\ud
penyebabnya secara dini karena masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak\ud
menuju dewasa dan terdapat perubahan-perubahan fisiologis wanita khususnya\ud
daerah organ reproduksi. Pemakaian panty liner merupakan salah satu faktor\ud
predisposisi timbulnya keputihan. \ud
\ud
Tujuan : Diketahuinya hubungan penggunaan panty liner dengan kejadian keputihan \ud
di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.\ud
\ud
Metode Penelitian : Desain penelitian Analitik-korelasi, dengan pendekatan cross\ud
sectional. Jumlah populasi 107 orang, jumlah sampel 84 orang dengan teknik\ud
pengambilan sampel dengan proportionate stratified random sampling dan yang\ud
digunakan pada analisis bivariat adalah chi square.\ud
\ud
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara penggunaan panty liner\ud
dengan kejadian keputihan di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Hal ini diperoleh \ud
dari perhitungan chi square yaitu didapatkan nilai χ\ud
2 \ud
9,187 dengan nilai p 0,002.\ud
\ud
Simpulan dan Saran : Ada hubungan antara penggunaan panty liner dengan\ud
kejadian keputihan di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Diharapkan siswi dapat\ud
mengurangi atau menghindari penggunaan panty liner untuk mencegah keputihan
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP PERUBAHAN \ud MATERNAL \ud DEPRESSIVE SYMPTOMS\ud DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK\ud (RSIA) SAKINA IDAMAN KABUPATEN SLEMAN
Latar\ud
belakang:\ud
P\ud
erubahan\ud
pada\ud
masa\ud
postpartum\ud
memerlukan\ud
banyak\ud
penyesuaian\ud
sehingga\ud
dapat\ud
menimbulkan\ud
gangguan\ud
baik\ud
psikologis\ud
maupun\ud
fisik\ud
.\ud
Intervensi yang dapat\ud
dilakukan\ud
untuk\ud
mengurangi\ud
maternal depressive \ud
symptoms\ud
berupa\ud
non farmakologi\ud
yaitu senam nifas. Senam nifas \ud
merupakan\ud
suatu\ud
latihan yang sederhana di rumah\ud
sakit, dan\ud
dapat\ud
dilanjutkan di rumah yang \ud
bertujua\ud
n\ud
menolong\ud
dalam\ud
meningka\ud
tkan\ud
pemulihan fisik ibu postpartum dan \ud
juga \ud
d\ud
apat\ud
membantu\ud
mengurangi\ud
gejala depresi.\ud
Tujuan: \ud
Untuk\ud
mengetahui\ud
pengaruh\ud
senam\ud
nifas\ud
terhadap\ud
perubahan\ud
maternal \ud
depressive symptoms\ud
.\ud
Metode:\ud
Quasi experiment\ud
dengan\ud
pretest\ud
and\ud
posttest\ud
non\ud
equivalent\ud
control\ud
group\ud
design\ud
. Teknik\ud
sampel\ud
menggunakan\ud
consecutive sampling\ud
dengan\ud
jumlah\ud
59\ud
subyek\ud
penelitian\ud
terdiri\ud
dari\ud
kelompok\ud
intervensi\ud
dan\ud
kelompok\ud
kontrol.\ud
Analisis yang digunakan\ud
adalah\ud
uji\ud
paired sample t test\ud
dan\ud
independent t test\ud
dengan\ud
tingkat\ud
kemaknaan\ud
p value\ud
< 0,05 dan analisis multivariat dengan \ud
menggunakan regresi linear.\ud
Hasil: \ud
Hasil\ud
uji \ud
t\ud
-\ud
test\ud
menunjukkkan bahwa ada perbedaan rata\ud
-\ud
rata penurunan \ud
skor \ud
maternal depressive symptoms\ud
pada ibu \ud
postpartum\ud
pada kelompok \ud
perlakuan d\ud
ibandingkan\ud
kelompok\ud
kontrol sebesar 4,9 dengan nilai \ud
p value\ud
< \ud
0,001, 95% CI=\ud
3,097\ud
-\ud
(6,884)\ud
.\ud
Kes\ud
impulan: \ud
Penurunan skor \ud
maternal depressive symptoms\ud
pada ibu \ud
postpartum\ud
yang melakukan senam nifas lebih besar dibandingkan ibu yang tidak melakukan \ud
senam nifas
PENGARUH KINESIOTAPING DAN\ud UPPER LIMB TENSION TEST TERHADAP\ud KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA\ud CARPAL TUNNEL SYNDROME
Latar Belakang: Pekerjaan ibu rumah tangga membutuhkan gerakan yang berulang-ulang, dalam waktu yang cukup lama pada pergelangan tangan sehingga menyebabkan carpal tunnel syndrome. Pada carpal tunnel syndrome diketahui bahwa terdapat penekanan pada nervus medianus. Hal ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gangguan aktifitas fungsional. Tujuan: Mengetahui pengaruh kinesiotaping dan upper limb tension test terhadap kemampuan fungsional pada carpal tunnel syndrome. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan pre and post test design, 8 ibu rumah tangga menjadi sampel dengan teknik sampling non random. Sampel diberikan kinesiotapping dan upper limb tension test. Penelitian dilakukan selama 2 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah wrist and hand disability index (WHDI) diukur sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan pada masing-masing subjek. Uji normalitas dengan Shapiro wilk test. Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil: Hasil uji paired sample t-test pada kinesiotaping dan upper limb tension test adalah p=0,000 (p< 0,05) menunjukkan bahwa pemberian intervensi berpengaruh terhadap peningkatan fungsional pada carpal tunnel syndrome. Kesimpulan: Ada pengaruh kinesiotapping dan upper limb tension test terhadap kemampuan fungsional pada carpal tunnel syndrome. Saran: Penelitian selanjutnya agar menambah jumlah subjek dan dapat mengontrol aktivitas sampel penelitian yang dapat memperberat keluhan nyeri yang dirasakan dan mengganggu jalannya penelitian
IMPLEMENTASI SISTEM RUJUKAN PADA KASUS PERDARAHAN \ud POST PARTUM\ud PRIMER\ud OLEH \ud BIDAN DESA\ud DI WILAYAH KERJA \ud PUSKESMAS BAYAT, KABUPATEN KLATEN
Latar Belakang\ud
: \ud
Perdarahan \ud
post partum\ud
merupakan\ud
penyebab utama dari \ud
hampir seperempat kematian\ud
ibu\ud
secara global\ud
. \ud
Walaupun seorang perempuan \ud
bertahan hidup setelah mengalami \ud
perdarahan\ud
pasca persalinan\ud
, namun \ud
selanjutnya \ud
bisa\ud
mengalami anemia berat \ud
dan \ud
masalah kesehatan yang \ud
berkepanjangan\ud
. \ud
Selain \ud
perdarahan\ud
, \ud
kematian ibu biasanya terjadi karena tidak \ud
mempunyai akses ke\ud
pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, terutama \ud
pelayanan\ud
kegawatdaruratan tepat \ud
waktu\ud
.\ud
Sistem rujukan merupakan komponen \ud
vital dalam menyukseskan program persalinan.\ud
Tujuan\ud
: \ud
M\ud
enjelaskan pelaksanaan sistem rujukan pada kasus perdarahan \ud
post \ud
partum\ud
primer\ud
oleh \ud
Bidan Desa\ud
di wilayah kerja \ud
Puskesmas Bayat\ud
, Kabupaten \ud
Klaten\ud
.\ud
Metode\ud
: \ud
Pendek\ud
atan kualitatif dengan desain\ud
deskriptif \ud
fenomenologi\ud
dan\ud
pendekatan waktu \ud
retrospective\ud
. \ud
Penelitian dilakukan di wilayah kerja \ud
Puskesmas \ud
Bayat\ud
Kabupaten Klaten pada bulan \ud
April\ud
2016 \ud
sampai dengan \ud
Februari\ud
201\ud
7\ud
dengan informan utama \ud
Bidan Desa\ud
. P\ud
engumpulan\ud
informasi \ud
menggunakan \ud
teknik wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi.\ud
Hasil\ud
:\ud
Penelitian ini \ud
meliputi \ud
3 tema yaitu \ud
input, proses dan tindak lanjut rujukan. \ud
Aspek input yang meliputi SDM, sarana\ud
-\ud
pra\ud
sarana, SOP dan kebijakan \ud
terlaksana \ud
dengan ba\ud
ik. Aspek proses yang meliputi stabilisasi, komunikasi, surat pengantar, \ud
transportasi, alat dan obat, pendamping rujukan, dan penyerahan tanggung jawab \ud
terlaksana dengan baik. Aspek tindak lanjut yang meliputi tindak lanjut klinis, \ud
administratif dan prosed\ud
ural juga terlaksana dengan baik. \ud
Namun\ud
pelaksanaan \ud
pelatihan PPGD\ud
ON masih kurang dan komunikasi dua\ud
arah antara perujuk dan \ud
R\ud
umah \ud
S\ud
akit\ud
rujukan belum terlaksana dengan baik. \ud
Simpulan\ud
: \ud
I\ud
npu\ud
t, proses dan tindak lanjut\ud
pelaksanaan sistem rujukan pada kasus\ud
perdarahan post partum primer\ud
oleh Bidan D\ud
esa di wilayah kerja \ud
Puskesmas \ud
Bayat\ud
sudah cukup baik, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu \ud
diperbaik