STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
Not a member yet
3772 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENAMBAHAN\ud MASGUTOVA NEUROSENSORIMOTOR REFLEX INTEGRATION PADA BRAIN GYM\ud TERHADAP PENURUNAN PERILAKU STEREOTIPE PADA AUTISM SPECTRUM DISORDERS\ud DI RSU RAJAWALI CITRA BANTUL YOGYAKARTA
Background: Stereotyping behavior in children with Autism Spectrum Disorders (ASD) is one of 3 problems in children with Autism Spectrum Disorders which causes the problem of communication limitation and social interaction. Objective: The research is to investigate the influence of Masgutova Neurosensorimotor Reflex Integration (MNRI) addition in Brain Gym on stereotyping behavior declining in Autism Spectrum Disorders. Method: The research was a quasi experiment research. The population of the research was children with Autism Spectrum Disorders who undergo physiotherapy treatment in physiotherapy unit of Rajawali Citra Public hospital. The treatment was given for 3 times a week in 7 weeks. Group I is the sample group which was given Brain Gym andMNRI. The instrument of the research used Repetitive Behavior Scale-Revised (RBS-R) which was measured before and after treatment in each subject. Exhaustive sampling was used to draw 11 samples which were divided into 5 first group samples and 6 second group samples. Normality test used Shapiro wilk test. The research result was analysed using paired sample t-testto investigate the steretyping behavior declining in Autism Spectrum Disordersin group I and II. Result: Hypothesis test shows that p is 0,034 which means that p<0,05. The result shows that there is an influence of Masgutova Neurosensorimotor Reflex Integration (MNRI) addition in Brain Gym on stereotyping behavior declining in Autism Spectrum Disorders. Conclusion: In conclusion, there is an influence of Masgutova Neurosensorimotor Reflex Integration (MNRI) addition in Brain Gym on stereotyping behavior declining in Autism Spectrum Disorders. Suggestion: The next researchers are suggested to determine the minimum value of stereotyping behavior and the lengthen the time of research to get a better result.\ud
Keywords: Masgutova Neurosensorimotor Reflex Integration,
PENGARUH PENAMBAHAN\ud FOOT CORE STABILITY PADA ICE MASSAGE DAN TRANSVERSE FRICTION TERHADAP FUNGSIONAL PADA FASCIITIS PLANTARIS
LatarBelakang: Fashion tidak selalu memberikan dampak positif bagi penikmatnya, namun tidak sedikit wanita rela mengabaikan dampak negatif dari fashion, ditambah dengan adanya tuntutan untuk bekerja, wanita sering ingin berpenampilan menarik. 60% karyawan wanita yang berusia 40-50 tahun di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Paser mengalami penurunan fungsional kaki yang disebabkan adanya nyeri pada permukaan kaki karena pemakaian sepatu hak tinggi selama lebih dari 5 tahun. Fungsional kaki dapat meningkat dengan latihan dan diberikan intervensi yang rutin dan terukur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pemberian Foot Core Stability pada Ice Massage dan Transverse Friction terhadap fungsional pada Fasciitis Plantaris. MetodePenelitian: penelitian ini menggunakan quasy eksperimental dengan pre and post test group design. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawati di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Paser Kalimantan Timur, total responden sebanyak 14 orang, dengan rincian kelompok 1 terdiri dari 7 orang dengan di berikan ice massage dan transverse friction ada pada kelompok 2 terdiri dari 7 orang dengan diberikan perlakuan foot core stability, ice massage, dan transverse friction. Penelitian dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Pengukuran nilai fungsional dilakukan dengan foot and ankle disability index ( FADI ), hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan uji paired sample T-test. Hasil: Hasil uji paired sample T-test pada kelompok 2 ( foot core stability, ice massage, dan transverse friction ) adalah p = 0,000 (p<0,05), menunjukkan bahwa pemberian intervensi berpengaruh terhadap peningkatan fungsional terhadap fasciitis plantaris. Kesimpulan: Ada pengaruh penambahan foot core stability pada ice massage dan transverse friction terhadap fungsional pada fasciitis plantaris. Saran: Penelitian selanjutnya mengontrol serta memastikan kesungguhan responden dan Untuk menambah jumlah responden serta menambah waktu penelitian agar mendapatkan hasil yang maksimal
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI\ud AUDIO VISUAL TERHADAP SIKAP PENCEGAHAN \ud PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA\ud KELAS VIII DI SMP MA’ARIF GAMPING \ud YOGYAKARTA
Latar Belakang: Penyalahgunaan narkba meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun\ud
2008 ada 1,99%, tahun 2011 2,32%, tahun 2013 meningkat menjadi 2,56%. Rentang\ud
usia 10-59 tahun. Perilaku beresiko penyalahgunaan pada remaja berhubungan\ud
signifikan dengan pengetahun, sikap, umur, jenis kelamin, pendidikan status\ud
ekonomi, akses media informasi, komunikasi dengan orang tua, dan aanya orang\ud
yang beresiko.\ud
\ud
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan\ud
melalui audio visual terhadap sikap pencegahan penyalahgunaan narkoba pada\ud
remaja kelas VIII di SMP Ma‟arif Gamping Yogyakarta. \ud
\ud
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pre experimental dengan desain one\ud
group pretest-post test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa\ud
kelas VIII di SMP Ma‟arif Gamping Yogyakarta. Sampel penenlitian berjumlah 41\ud
siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakanuji\ud
statistik Wilcoxon Signed Ranks Test. \ud
\ud
Hasil: Hasil uji analisa data sikap pencegahan penyalahgunaan narkoba nilai ratarata\ud
\ud
pre-test adalah 89,37 dan nilai rata-rata post-test adalah 94,34. Hasil uji\ud
Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai Asymp.sig 2-tailed 0,001<0,05,\ud
sehingga ada perbedaan yang signifikan terhadap sikap pencegahan penyalahgunaan\ud
narkoba sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui audio visual.\ud
\ud
Simpulan dan Saran: Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui audio visual\ud
terhadap sikap pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja kelas VIII di SMP\ud
Ma‟arif Gamping Yogyakarta. Diharapkan pihak sekolah tetap bekerjasama dengan\ud
pihak BNN dan tenaga kesehatan pada setiap tahunnya terhadap seluruh siswa,\ud
sehingga penyalahgunaan narkoba bisa diminimalisir sedini mungkin. Bagi peneliti\ud
selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian secara kualitatif mengenai\ud
penyalahgunaan narkoba khususnya pada remaja
PERBEDAAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN\ud PERILAKU REMAJA TENTANG \ud KESEHATAN REPRODUKSI \ud SMA BERBASIS AGAMA \ud DAN SMA NEGERI\ud DI BANTUL
Latar Belakang: Masalah perilaku paling sering terjadi pada kelompok remaja,\ud
salah satu penyebabnya adalah perubahan organ biologik akibat pematangan organorgan\ud
reproduksi.\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
\ud
Tujuan:\ud
Tujuan\ud
dari\ud
penelitian\ud
ini\ud
adalah\ud
untuk\ud
mengetahui\ud
perbedaan\ud
pengetahuan,\ud
\ud
sikap,\ud
\ud
dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi antara siswa-siswi SMA\ud
Negeri 1 Kretek dan SMA Ma‟arif 1 Kretek Bantul.\ud
\ud
Metode Penelitian: Studi komparatif ini menggunakan metode cross sectional.\ud
Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI SMA Negeri 1 Kretek dan SMA\ud
Ma‟arif 1 Kretek Bantul Responden dengan random sampling didapatkan 57\ud
responden dari SMA Negeri 1 Kretek dan 36 responden dari SMA Ma‟arif 1 Kretek,\ud
pengukuran dengan menggunakan kuesioner \ud
\ud
Hasil: Hasil uji analisis dengan Mann whitney pada pengetahuan didapatkan nilai\ud
perbedaan antara SMA Negeri dan SMA Berbasis Agama significancy p sebesar\ud
0,191 (p>0,05), pada perbedaan sikap didapatkan nilai significancy p sebesar 0,000\ud
(p<0,05), dan pada pebedaan perilaku seksual remaja didapatkan nilai significancy p\ud
sebesar 0,034 (p<0,05)\ud
\ud
Simpulan dan saran : Tidak ada perbedaan pengetahuan antara SMA Negeri dan\ud
SMA Berbasis Agama di Kabupaten Bantul tahun 2017, ada perbedaan sikap dan\ud
perilaku seksual remaja antara SMA Negeri dan SMA Berbasis Agama di Kabupaten\ud
Bantul tahun 2017. Disarankan kepada sekolah baik negeri maupun berbasis agama\ud
untuk membentuk kegiatan diluar pembelajaran seperti rohis, PIK-R, dan\ud
memasukkan mata pembelajaran bimbingan konseling untuk mendekatkan siswa\ud
kepada guru
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG\ud STATUS GIZI BALITA TERHADAP PENGETAHUAN,\ud SIKAP, DAN PERILAKU IBU DALAM MEMBERIKAN \ud GIZI BALITA DI KELOMPOK BERMAIN\ud SENDANGADI, MELATI SLEMAN \ud YOGYAKARTA
Latar Belakang: Masalah gizi di Indonesia yang terbanyak meliputi gizi\ud
kurang atau yang mencakup susunan hidangan yang tidak seimbang maupun\ud
konsumsi keseluruhan yang tidak mencukupi kebutuhan badan. Cara mencapai\ud
sasaran tersebut melalui pemberian makanan pada balita dengan meningkatkan\ud
pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu dalam memberikan gizi pada balita.\ud
Upaya untuk menanggulangi kejadian kurang atau lebih gizi melalui peningkatan\ud
pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan melakukan peningkatan pemahaman\ud
terkait gizi balita melalui pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk\ud
mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Status Gizi Balita Terhadap\ud
Pengetahuan Sikap dan Perilaku Ibu dalam Memberikan Gizi Balita sehingga Ibu\ud
lebih memperhatikan status gizi pada balitanya \ud
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian “One Group\ud
Pretest-Posttest design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang\ud
memiliki balita. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah\ud
Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang\ud
digunakan adalah analisa univariat, bivariat menggunakan rumus wilcoxon dan\ud
multivariat menggunakan analisa regresi logistik. \ud
Hasil: Pengetahuan ibu sebelum pemberian pendidikan kesehatan di\ud
Kelompok Bermain Melati Sendangadi Sleman Yogyakarta, sebagian besar dalam\ud
kategori cukup dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan sebagian besar dalam\ud
kategori baik. Sikap ibu sebelum pendidikan kesehatan sebagian besar dalam\ud
kategori negatif dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan sebagian besar dalam\ud
kategori positif. Perilaku pada ibu sebelum pemberian pendidikan kesehatan\ud
sebagian besar dalam kategori positif dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan\ud
sebagian besar dalam kategori positif. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan\ud
tentang status gizi balita terhadap pengetahuan sikap dan perilaku ibu dalam\ud
memberikan gizi balita di Kelompok Bermain Melati Sendangadi Sleman\ud
Yogyakarta (p value 0,000). Saran yang dapat penulis sampaikan adalah agar\ud
pelayanan kesehatan yang diberikan dapat berjalan secara optimal sehingga ibu bisa\ud
memberikan ikut serta dalam menurunkan AKB pada gizi buruk
HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA \ud DENGAN\ud IDENTITAS DIRI REMAJA\ud DI SMP N 1 TEMPEL\ud SLEMAN\ud YOGYAKARTA
Latar\ud
Belakang:\ud
Pembentukan identitas diri pada masa remaja merupakan masa yang \ud
paling penting karena tugas dari perkembangan remaja adalah menyesuaikan diri dengan \ud
perubahan dirinya baik fisik maupun psikologis, memantapkan kemandirian dan \ud
perilaku, dapat menerima tata t\ud
ertib perilaku, memahami tata nilai dan memantapkan \ud
identitas. Salah satu faktor dalam pembentukan identitas diri remaja yaitu konformitas \ud
teman sebaya.\ud
Tujuan:\ud
Mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan identitas diri \ud
remaja di SMP N 1 Tem\ud
pel\ud
Metode\ud
Penelitian:\ud
Penelitian korelasi dengan pendekatan \ud
cross sectional\ud
dengan \ud
menggunakan \ud
stratified random sampling\ud
yaitu 130 responden. Pengumpulan data \ud
menggunakan kuesioner dan di analisis menggunakan \ud
Kendal Tau\ud
Hasil\ud
Penelitian:\ud
Ada hubungan ant\ud
ara konformitas teman sebaya dengan identitas diri \ud
remaja (p = 0,001) dengan keeratan rendah dan mempunyai hubungan yang positif \ud
(0,310) yaitu hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi konformitas maka \ud
semakin baik identitas diri remaja. Hal ini me\ud
nunjukan bahwa konformitas teman \ud
sebaya sangat berpengaruh dalam pembentukan identitas diri remaja meskipun dalam \ud
katagori rendah, hal ini di sebabkan karena adanya faktor\ud
-\ud
faktor lain yang \ud
mempengaruhi pembentukan identitas diri pada remaja\ud
Kesimpulan:\ud
Ad\ud
a hubungan antara konformitas teman sebaya dengan identitas diri \ud
remaja di SMP N 1 Tempel\ud
Saran: \ud
Diharapkan bagi remaja di SMP N 1 Tempel lebih meningkatkan hubungan \ud
pertemanan yang lebih mengarah kehal yang lebih positif serta mengisi waktu luang \ud
dengan k\ud
esibukan yang positif
ANALISIS\ud HUBUNGAN\ud FAKTOR LAMA MENDERITA \ud DAN KOMPLIKASI \ud PENYAKIT\ud DENGAN KUALITAS \ud HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH \ud SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL
Latar \ud
B\ud
elakang\ud
: Diabetes \ud
melitus\ud
merupakan keadaan penyakit mrtabolik yang \ud
terjadi dikarenakan adanya peningkatan kadar glukosa dalam tubuh dan terjadinya \ud
penurunan sekresi insulin dalam tubuh. Diabetes \ud
melitus\ud
berhubungan erat dengan \ud
kualitas hidup pada pasien tersebut dimana faktor\ud
-\ud
fak\ud
tor yang mempengaruhi \ud
kualitas hidup diantaranya berhubungan dengan kejadiaan lama menderita dan \ud
komplikasi penyerta pada pasien tersebut dari keadaan diabetes \ud
melitus\ud
.\ud
Tujuan\ud
: \ud
M\ud
engetahui hubungan \ud
komplikasi dan lama menderita dengan kualitas \ud
hidup pasien \ud
diabetes \ud
melitus\ud
di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul.\ud
Metode Penelitian\ud
: Penelitian ini merupakam penel\ud
itian deskriptif korelasi dengan \ud
pendekatan waktu \ud
cross sectional\ud
.\ud
Teknik pengambilan sampel menggunakan \ud
consecutive sampling.\ud
Sampel\ud
pada penelitian \ud
ini sebanyak 40 responden\ud
yang \ud
berada \ud
di Rumah Sakit PKU Muhamamdiyah Bantul\ud
. Teknik analisis data \ud
menggunakan \ud
Kendall Tau\ud
.\ud
Hasil\ud
: Hasil koefisien korelasi variabel lama menderita sebesar 0,342 dengan \ud
signifikan 0,033 menunjukkan ada hubungan antara lama menderita dengan kualitas \ud
hidup pasien diabetes \ud
melitus\ud
di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. \ud
H\ud
asil \ud
koefisien korelasi variabel \ud
komplikasi sebesar \ud
-\ud
0,430 dengan signifikan 0,007 \ud
menunjukan ada hubungan antara komplikasi dengan kualitas hidup pasien diabetes \ud
melitus\ud
di Rumah Sakit PKU Muhamamdiyah Bantul.\ud
Simpulan\ud
: Terdapat hubungan antara lama menderita dan komplikasi dengan \ud
kualit\ud
as hidup pasien diabetes \ud
melitus\ud
di Rumah Sakit PKU Muhamamdiyah Bantul.\ud
Saran\ud
: Bagi responden, tenaga kesehatan dan peneliti selanjutnya penelitian ini agar \ud
menjadi acuan dasar dalam pengelolaan kualitas hidup terhadap pasien diabetes \ud
melitus\ud
HUBUNGAN \ud ANTARA STRES DENGAN KEJADIAN \ud INSOMNIA PADA LANSIA DI RUMAH \ud PELAYANAN LANJUT USIA BUDI \ud DHARMA\ud YOGYAKARTA
Latar belakang\ud
: \ud
Lansia secara alami akan\ud
mengalami penur\ud
unan atau perubahan \ud
pada kondis\ud
i fisik, sosial dan psikologis yang saling berkaitan, s\ud
alah\ud
satu\ud
nya \ud
perubahan pola tidur yang akan menyebabkan gangguan tidur. Ganggu\ud
an tidur yang \ud
paling sering ditemukan adalah insomnia.\ud
Prevalensi gangguan t\ud
idur\ud
pada lansia \ud
cukup tinggi yakn\ud
i sekitar 67%\ud
. Salah satu faktor\ud
psikologis yang paling \ud
mempengaruhi insomnia yaitu stres emosional.\ud
Tujuan\ud
: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan \ud
antara stres dengan \ud
kejadian insomnia pada lansia di Rumah Pelayanan Lanjut Usia Budi Dharma \ud
Yogyakarta. \ud
Metode Penelitian\ud
: Penelitian ini me\ud
rupaka\ud
n\ud
penel\ud
itian deskriptif korelasi dengan \ud
pendekatan waktu \ud
cross sectional\ud
.\ud
Teknik pengambilan sampel mengguna\ud
kan \ud
sampling\ud
jenuh\ud
.\ud
Sampel\ud
pada penelitian ini sebanyak \ud
37\ud
lansia yang \ud
tinggal di \ud
Rumah Pelayanan Lanjut Usia Budi Dharma Yogyakarta\ud
. \ud
Pengambilan data \ud
mengenai stres menggunakan kuesioner DASS 42 sedangkan insomnia \ud
menggunakan \ud
KSPBJ\ud
-\ud
IRS\ud
.\ud
Teknik analisis data menggunakan \ud
Chi Square\ud
.\ud
Hasil\ud
: \ud
Sebagian besar responden mengalami stres baik dalam kategori stres ringan \ud
maupun sedang dengan frekuensi yang sama yaitu 12 responden (32,4%). Responden \ud
yang mengalami insomnia sebanyak 19 responden (51,\ud
4%). \ud
Hasil \ud
analisis data \ud
didapatkan nilai signifikan \ud
p\ud
-\ud
value\ud
0,0\ud
29\ud
(\ud
p\ud
-\ud
value<\ud
0,05)\ud
dan hasil koefisien \ud
kontigensi 0,401 \ud
sehingga \ud
menunjukkan ada hubungan\ud
yang cukup kuat \ud
antara \ud
stres \ud
dengan kejadian insomnia pada lansia di Rumah Pelayanan Lanjut Usia Budi \ud
Dharma Yogyakarta.\ud
Simpulan\ud
: \ud
Terdapat hubungan \ud
antara \ud
stres dengan kejadian insomnia pada lansia di \ud
Rumah Pelayanan Lanjut Usia Budi Dharma Yogyakarta\ud
.\ud
Saran\ud
: \ud
Bagi petugas kesehatan\ud
khususnya perawat dan dokter di\ud
rumah pelayanan \ud
lanjut usia \ud
diharapkan \ud
untuk \ud
dapat \ud
memperhatikan kondisi dan keadaan lansia \ud
terutama keadaan psikologisnya seperti mendengarkan \ud
keluh kesah yang lansia \ud
rasakan
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN \ud IDENTITAS DIRI PADA REMAJA\ud DI SMP NEGERI 2 TEMPEL \ud YOGYAKARTA
Latar belakang\ud
: \ud
Pembentukan identitas diri \ud
sangat dipengaruhi oleh pola asuh \ud
orang tua, karena orang tua merupakan tempat memberikan pendidikan informal \ud
kepada anak yang di peroleh dari pengalaman sehari\ud
-\ud
hari,\ud
oleh karena itu orang tua \ud
harus memberikan pola asuh yang baik kepada anak sehingga akan \ud
berdampak baik \ud
kepada anak serta menjadikan anak paham dan mengerti akan identitas dirinya.\ud
Tujuan penelitian\ud
: \ud
Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan \ud
identitas diri pada remaja di SMP Negeri 2 Tempel Yogyakarta.\ud
Metode penelitian\ud
: \ud
Penelitia\ud
n ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode \ud
noneksperimen melalui pendekatan \ud
cross sectional, \ud
melibatkan 130 siswa atau \ud
remaja dan orang tua siswa di SMP Negeri 2 Tempel Yogyakarta. Pengambilan \ud
sampel dengan \ud
purposive sampling, \ud
pengumpulan data me\ud
lalui kuesioner. Uji \ud
validitas menggunakan korelasi \ud
product moment \ud
dari person, uji reliabilitas di SMP \ud
Negeri 3 Tempel Yogyakarta sebanyak 30 siswa dan orang tua siswa. Analisis data \ud
menggunakan \ud
kendall tau\ud
.\ud
Hasil penelitian\ud
: \ud
Sebagian besar orang tua men\ud
erapkan tipe pola asuh demokratis \ud
yaitu sebanyak 83 atau 63,8% orang tua dengan identitas diri remaja baik yaitu 104 \ud
atau 80,0% responden.\ud
Simpulan\ud
: \ud
Ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan \ud
identitas diri pada remaja di SMP Negeri 2 \ud
Tempel Yogyakarta.\ud
Saran\ud
: \ud
Sebaiknya orang tua dapat menerapkan pola asuh demokratis, harapannya \ud
agar dapat meningkatkan identitas diri yang baik bagi para remaja
HUBUNGAN ANTARA POLA TIDUR TERHADAP\ud TEKANAN DARAH PADA REMAJA \ud SMA\ud DI PONDOK PESANTREN \ud AL\ud -\ud MUNAWWIR\ud KRAPYAK \ud YOGYAKARTA
Latar Belakang\ud
: Perubahan pola tidur yang sering\ud
dialami para remaja \ud
yaitu \ud
tuntutan sekolah, kegiatan sekolah, dan tugas sekolah yang dikerjakan di\ud
rumah yang \ud
menekan waktu untuk tidur yang menyebabkan remaja akan tidur lebih larut dan \ud
bangun lebih cepat\ud
.\ud
Salah satu faktor \ud
pola tidur\ud
yang buruk juga merupakan \ud
kebiasaan waktu tidur yang kurang atau pendek juga dapat dihubungkan dengan \ud
peningkatan tekanan darah terutama pada kalangan remaja\ud
.\ud
Tujuan:\ud
T\ud
ujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui \ud
d\ud
iketahuinya hubungan \ud
antara pola tidur te\ud
rhadap tekanan darah pada remaja SMA di Pondok Pesantren A\ud
l\ud
-\ud
Munawwir Krapyak \ud
Yogyakarta.\ud
Metode Penelitian:\ud
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan \ud
pendekatan waktu \ud
cross\ud
-\ud
sectional\ud
. Teknik sampling yang digunakan dalam \ud
penelitian ini adalah \ud
total sampling\ud
dengan sampel sebanyak 45 responden. \ud
Pengambilan data yaitu dengan pengukuran tekanan darah, dan kuesioner instrumen \ud
pittsburgh sleep quality index\ud
(PSQI)\ud
untuk mengetahui pola tid\ud
ur. Teknik analisis \ud
data dengan korelasi \ud
Chi Square\ud
.\ud
Hasil:\ud
Pola tidur \ud
pada santri sebagian besar memiliki pola tidur \ud
yang tidak teratur \ud
atau buruk \ud
yaitu sebanyak \ud
32 responden\ud
(71,1%) \ud
dan\ud
tekanan darah\ud
pada santri \ud
dengan kategori normal\ud
-\ud
tinggi yaitu sebanyak 25 \ud
responden (55,6%). \ud
Hasil \ud
uji \ud
chi \ud
square\ud
diperoleh \ud
p\ud
-\ud
value sebesar 0,0\ud
33\ud
< \ud
\ud
(0,05)\ud
.\ud
Simpulan dan Saran:\ud
Terdapat \ud
hubungan yang signifikan antara \ud
pola tidur terhadap \ud
tekanan darah pada remaja SMA di Pondok \ud
Pesantren Al\ud
-\ud
Munawwir Krapyak \ud
Yogyakarta\ud
.\ud
Siswa sebaiknya mulai menerapkan pola tidur yang baik. Selain itu \ud
diperlukan juga untuk mulai membiasakan diri melakukan pengukuran tekanan darah \ud
secara berkala\ud