STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
Not a member yet
3772 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS KURIKULUM KESEHATAN REPRODUKSI\ud TERHADAP SIKAP DAN PENGETAHUAN REMAJA\ud TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI\ud DI SMA N 1 LENDAH DAN SMA N 1\ud GALUR KULON PROGO
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan antara sikap dan\ud
pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan intervensi\ud
kurikulum kesehatan reproduksi dan non kurikulum di SMAN1 Lendah dan\ud
SMAN1 Galur Kulon Progo. Metode Penelitian menggunakan metode Quasi\ud
Eksperimen,pendekatan case control. Lokasi penelitian di SMA N 1 Lendah\ud
dan SMA N 1 Galur Kulon Progo. Uji hipotesis menggunakan Mann\ud
Whitney. Jumlah populasi 291, jumlah sampel 74 responden kasus dan 74\ud
responden kontrol dengan teknik pengambilan sampel Simple Random\ud
Sampling. Hasil ada perbedaan pengetahuan siswa SMA yang mendapatkan\ud
kurikulum kespro dan yang belum mendapatkan kurikulum kespro, dimana\ud
nilai mean rank pada SMAN 1 Lendah 87,28 lebih besar daripada SMAN 1\ud
Galur yaitu 61,72 dan terdapat perbedaan sikap siswa SMA yang\ud
mendapatkan kurikulum kespro dan yang belum mendapatkan kurikulum\ud
kespro,nilai mean rank pada SMAN 1 Lendah 90,68 lebih besar daripada\ud
SMAN 1 Galur yaitu 58,32.pemberian kurikulum kesehatan reproduksi\ud
berpengaruh terhadap sikap dan pengetahuan siswa tentang kesehatan\ud
reproduksi
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN PERSALINAN DI PUSKESMAS SEDAYU I BANTUL YOGYAKARTA
Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang \ud
normal. Kelahiran bayi merupakan peristiwa sosial ibu dan keluarga nantikan selama \ud
9 bulan. Ketika persalinan, peranan ibu adalah melahirkan bayinya. Peran petugas \ud
kesehatan adalah memantau persalinan untuk mendeteksi dini adanya komplikasi \ud
persalinan. Data diperoleh dari Puskesmas Sedayu I Bantul pada tahun 2016 \ud
sebanyak 305 ibu ham\ud
il. Tujuan\ud
: Untuk mengetahui faktor – faktor yang \ud
be\ud
rhubungan dengan kesiapan persalinan di Puskesmas Sedayu I Bantul tahun 2017. \ud
penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi pendekatan waktu \ud
cross \ud
sectional\ud
. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, subjek penelitian yaitu 30 ibu \ud
hamil, teknik analisis dilakukan dengan regresi berganda. Faktor – faktor yang \ud
be\ud
rhubungan dengan kesiapan persalinan yaitu umur ibu (\ud
p-value\ud
0,033), pendidikan \ud
ibu (\ud
p-value\ud
0,045), pekerjaan ibu ( \ud
p-value\ud
0,038), paritas ibu (\ud
p-value\ud
0,008), \ud
dukungan sosial (\ud
p-value\ud
0,000) faktor sigifikan mempengaruhi kesiapan persalinan. \ud
Faktor yang dominan mempengaruhi kesiapan persalinan yaitu dukungan sosial \ud
(0,651(CI 95% ; 0,440-0,984)). Faktor – faktor yang berhubungan dengan kesiapan \ud
pe\ud
rsalinan di Puskesmas Sedayu I Bantul tahun 2017 adalah umur, pendidikan, \ud
pekerjaan, paritas dan dukungan sosial. Puskesmas diharapkan dapat dijadikan \ud
tempat pemeriksaan ibu hamil secara menyeluruh termasuk pengadaan senam hamil \ud
yang \ud
diharapkan dapat mencegah komplikasi secara dini. \ud
Kat\ud
a kunci:\ud
Dukungan sosial, Kesiapan persalinan, Paritas, Pekerjaan, Usia
HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN \ud DI RSUD MUNTILAN
Salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu dan janin adalah \ud
preeklampsia WHO mengatakan angka kejadian berkisar 0,5% \ud
- 38,4%. Di Indonesia \ud
penyebab kematian ibu masih\ud
didominasi oleh tiga penyebab utama yaitu perdarahan \ud
30,3%, hipertensi 27,1% dan infeksi 7,3%. (Dit Kes Mas,Kemenkes RI, 2016). \ud
RSUD Muntilan tahun 2016 kejadian ibu bersalin dengan preeklampsia sebesar \ud
30,2% dari 563 ibu bersalin.\ud
Mengetahui hubungan usi\ud
a dengan kejadian \ud
preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Muntilan.\ud
Deskriptif analitik dengan \ud
pendekatan \ud
Retrospektif\ud
. Uji hipotesis menggunakan \ud
chi\ud
-square\ud
dan pengujian \ud
keeratan hubungan dengan menggunakan koefisien kotingensi. Populasi ibu bersalin \ud
seban\ud
yak 563 dan diambil Sampel 43 responden menggunakan teknik \ud
purposive \ud
sampling\ud
. Mayoritas responden memiliki usia <20 tahun dan >35 tahun sebanyak 28 \ud
(65,1%) dan usia 20\ud
-35 tahun sebanyak 15 (34,9%). Sedangkan responden yang \ud
mengalami preeklampsia berat seb\ud
anyak 26 (60,5%) dan preeklampsia ringan \ud
sebanyak 17 (39,5%).\ud
hasil uji \ud
chi\ud
-square\ud
, dimana\ud
p value\ud
0,045 yang berarti H\ud
a \ud
diterima dan H\ud
O\ud
ditolak dengan nilai koefisien kontingensi 0,293. Diharapkan \ud
peneliti selanjutnya dapat mengambil sampel untuk dilakuka\ud
n wawancara secara \ud
mendalam dan menggali informasi terkait ibu bersalin dengan preeklampsia
FAKTOR–FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSI DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL
Latar Belakang : Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi pada kehamilan\ud
yang diawali dengan munculnya tekanan darah yang tinggi pada usia kehamilan 20\ud
minggu. Metode :Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan\ud
pendekatan retrospective. Populasi yang digunakan 41 orang ibu bersalin yang\ud
mengalami preeklampsia periode tahun 2015-2016. Tehnik sampling yang digunakan\ud
yaitu total sampling. Dan uji statistic yang digunakan adalah chi square. Hasil :Hasil\ud
Ada hubungan paritas, obesitas, umur, dan riwayat hipertensi keluarga dengan kejadian\ud
preeklampsia. Tidak ada hubungan riwayat preeklampsia dan penyakt penyerta dengan\ud
kejadian preeklampsia. Kesimpulan :Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan\ud
bahwa ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadia preeklampsia yaitu\ud
paritas, obesitas, umur ibu, riwayat hipertensi keluarg
PENGARUH PENYULUHAN SADARI TERHADAP KETERAMPILAN MELAKUKAN SADARI PADA KADER KESEHATAN DI DESA ARGODADI BANTUL
Latar Belakang : Insiden kanker payudara masih menempati urutan kasus\ud
baru sebesar 43,3% dan kematian akibat kanker sebesar 12,9%. Upaya preventif\ud
dalam menggurangi angka kejadian kanker payudara yaitu memberikan penyuluhan\ud
kesehatan mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan : Mengetahui\ud
pengaruh penyuluhan SADARI terhadap keterampilan melakukan SADARI pada\ud
kader kesehatan di Desa Argodadi Bantul. Metode : Penelitian ini merupakan\ud
penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design.\ud
Sampel diambil berdasarkan teknik total sampling, yaitu 100 orang kader kesehatan.\ud
Instrumen pengumpulan data penelitian adalah daftar tilik pemeriksaan SADARI.\ud
Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed ranks.Hasil : Sebelum dilakukan\ud
penyuluhan SADARI mayoritas responden masuk kategori tidak terampil, yaitu 58\ud
orang (58%). Setelah dilakukan penyuluhan SADARI mayoritas responden masuk\ud
dalam kategori terampil dalam melakukan SADARI, yaitu sebanyak 99 orang (99%).\ud
Hasil uji statistik menggunakan wilcoxon signed ranks test menunjukkan p value\ud
sebesar 0,000 (p<α =0,05), yang berarti bahwa ada pengaruh penyuluhan SADARI\ud
terhadap keterampilan melakukan SADARI. Simpulan dan Saran : Ada pengaruh\ud
penyuluhan SADARI terhadap keterampilan melakukan SADARI pada kader\ud
kesehatan di Desa Desa Argodadi Bantul Yogyakarta. Diharapkan para kader\ud
kesehatan di desa Agodadi dapat secara rutin mengaplikasikan pengetahuan dan\ud
keterampilan dalam melakukan SADARI
PENGARUH METODE KMC TERHADAP SUHU TUBUH PADA BBL DI RSU PKU\ud MUHAMMADIYAH BANTUL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode KMC terhadap suhu tubuh\ud
pada BBL di RSU PKU Muhammadiyah Bantul tahun 2017. Penelitian ini menggunakan preexperimental\ud
design dengan desain penelitian one group pre test-post test design. Pengambilan\ud
sampel dilakukan dengan cara accidental sampling, dengan jumlah responden 15 BBL. Teknik\ud
pengambilan data dengan observasi dan pemberian intervensi, data dianalisis dengan uji statistik\ud
non parametrik dengan teknik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh metode\ud
KMC terhadap suhu tubuh pada BBL di RSU PKU Muhammadiyah Bantul tahun 2017,\ud
dibuktikan dengan hasil uji statistik non parametrik dengan teknik Wilcoxon didapatkan hasil\ud
Asymp.Sig (2-tailed) 0,025 (p < 0,05). Diharapkan RSU PKU Muhammadiyah Bantul dapat\ud
meningkatkan informasi mengenai pentingnya asuhan metode KMC bagi BBL
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI\ud TERHADAP SIKAP PERSONAL HYGIENE REMAJA\ud PUTRI SAAT MENSTRUASI DI SMPN 2\ud GAMPING
Latar Belakang: Data statistik Indonesia tahun 2012 dari 43,3 juta jiwa\ud
remaja putri berusia 10-14 tahun berperilaku hygiene sangat buruk. wawancara pada\ud
11 siswi di SMP N 2 Gamping kelas VII didapatkan hasil semua siswi belum\ud
mengetahui secara jelas personal hygiene yang benar saat menstruasi.\ud
Tujuan: Diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap\ud
sikap personal hygiene remaja putri saat menstruasi di SMP N 2 Gamping.\ud
Metode Penelitian: Pre experimental. Dengan one group pretest – posttest\ud
desain. Jumlah populasi 74 siswi, sampel 30 siswi dengan purposive sampling. Uji\ud
analisis data menggunakan uji statistik test.\ud
Hasil: sikap siswi kelas VII SMP N 2 Gamping pada menunjukan\ud
sikap cukup sejumlah 16 siswi dan kurang 2 siswi, pada menunjukan sikap\ud
baik sejumlah 28 siswi dan cukup berjumlah 2 siswi. Terdapat pengaruh pendidikan\ud
kesehatan reproduksi terhadap sikap personal hygiene remaja putri saat menstruasi\ud
pada siswi kelas VII SMP N 2 Gamping dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05).\ud
Simpulan dan Saran: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi\ud
dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05). Bagi siswi kelas VII SMP N 2 Gamping\ud
diharapkan dapat mencari informasi tentang kesehatan reproduksi
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA AWAL DI SMPN 2\ud TEMPEL BANYUREJO SLEMAN\ud YOGYAKARTA
Perilaku seksual beresiko akan berdampak pada masalah kesehatan, psikologis, dan sosial. Faktor penyebab perilaku seksual beresiko adalah karena kurangnya pengamalan nilai religiusitas atau keagamaan. Perilaku seksual adalah tingkah laku yang dilandasi oleh dorongan hasrat seksual untuk mencari dan memperoleh kenikmatan seksual. Jika hal ini dilakukan tanpa ikatan yang sah dapat menyebabkan terjadinya kehamilan tidak diinginkan (KTD) akibat kehamilan diluar nikah, dan akan berdampak pada keluarga dan masyarakat yaitu akan merusak nama baik atau martabat keluarga, sedangkan dimasyarakat akan dikucilkan warga. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan religiusitas dengan perilaku seksual pada remaja awal di SMP N 2 Tempel Banyurejo Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain Deskriptif korelasi. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan pendekatan waktu dengan cross sectional terhadap 155 responden. Hasil penelitian dari 155 responden religiusitas baik banyak 135 orang (87,1%), sedangkan perilaku seksual yang beresiko dari 155 siswa sebanyak 16 siswa (10,3%). Hasil uji statistik menggunakan kendall tau menunjukkan nilai signifikans (p) sebesar 0,007 maka nilai p < 0,05 maka ada hubungan antara religiusitas dengan perilaku seksual pada remaja awal di SMPN 2 Tempel Banyurejo Sleman Yogyakarta
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN OVERWEIGHT DAN OBESITAS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL KECAMATAN TEGALREJO KOTA YOGYAKARTA
Latar Belakang: Obesitas mulai menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, menurut WHO, obesitas merupakan epidemi global dan menjadi problem kesehatan yang harus diatasi. Prevalensi obesitas meningkat di semua kelompok usia, termasuk anak-anak di sebagian besar negara dan termasuk Indonesia. Tahun 2015 terdapat 42 juta anak mengalami kelebihan berat badan, angka tersebut naik 31 juta dari tahun 2000. Jika kecenderungan tersebut berlanjut maka jumlah anak yang mengalami kelebihan berat badan akan meningkat menjadi 70 juta pada tahun 2025. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Total populasi 278 dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, didapatkan jumlah sampel sebanyak 205. Uji hipotesis menggunakan uji chi square dan fisher exact. Hasil: terdapat 38 (18,5%) anak prasekolah mengalami overweight, 21 (10,2%) anak obesitas dan 146 (1,2%) anak gizi normal. Hasil uji statistik didapatkan umur (0,859), jenis kelamin (0,357), pendidikan ibu (p=0,033), pendidikan ayah (p=0,018), penghasilan (0,005), pekerjaan ibu (0,174), pengetahuan ibu (0,323), genetik (p=0,000), pengasuh anak (p=0,038), makan pokok (p=0,003), makan sarapan (p=0,001), konsumsi buah & sayur (p=,018), konsumsi camilan (p=0,017), konsumsi fast food (p=0,000), konsumsi soft drink (p=0,006), riwayat ASI eksklusif (p=0,009), durasi pemberian ASI (p=0,000), aktivitas fisik ((p=0,042), durasi tidur (p=0,009) dan SBA (p=0,045). Simpulan: adanya hubungan antara pendidikan ibu, pendidikan ayah, penghasilan, genetik, pengasuh anak, makan pokok, makan sarapan, konsumsi buah dan sayur, konsumsi camilan, konsumsi fast food, konsumsi soft drink, ASI eksklusif, lama pemberian ASI aktivitas fisik, durasi tidur dan SBA dengan kejadian overweight dan obesitas. tidak terdapat hubungan signifikan pada umur, jenis kelamin, pekerjaan ibu dan pengetahuan ibu
PERBEDAAN PENGARUH TENS DAN INTEGRATED NEUROMUSCULAR INHIBITION TECHNIQUE DENGAN TENS DAN MYOFASCIAL RELEASE TECHNIQUE TERHADAP PENURUNAN NYERI SINDROMA MIOFASIAL OTOT UPPER TRAPEZIUS
LATAR BELAKANG: Ergonomi kerja yang buruk dalam waktu lama akan menimbulkan stress mekanik yang berkepanjangan misalnya seorang di depan komputer dengan layar yang terlalu tinggi dan jauh dari kursi duduk, akan menimbulkan nyeri sindroma miofasial otot upper trapezius. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh TENS dan integrated neuromuscular inhibition technique dengan TENS dan myofascial release technique terhadap penurunan nyeri sindroma miofasial otot upper trapezius. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pre-test and post-test design group. Penelitian dilaksanakan di klinik fisioterapi UNISA Yogyakarta dengan sampel 20 orang karyawan yang bekerja di UNISA Yogyakarta, sampel ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan I TENS dan INIT (Integrated Neuromuscular Inhibition Technique) dan kelompok perlakuan II TENS dan MRT (Myofascial Release Technique). Alat ukur yang digunakan adalah VAS (Visual Analogue Scale). Uji normalitas menggunakan Saphiro wilk test dan uji homogenitas dengan Levene’s test. Hasil: Uji hipotesis I dan II menggunakan paired sample t-test diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti kedua kelompok perlakuan memiliki pengaruh terhadap penurunan nyeri pada sindroma miofasial otot upper trapezius, dan uji hipotesis III menggunakan independent sample t-test diperoleh nilai p=0,728 (p>0,05), yang berati tidak ada perbedaan pengaruh TENS dan INIT (Integrated Neuromuscular Inhibition Technique) dengan TENS dan MRT (Myofascial Release Technique) terhadap penurunan nyeri sindroma miofasial otot upper trapezius. Simpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh TENS dan INIT (Integrated Neuromuscular Inhibition Technique) dengan TENS dan MRT (Myofascial Release Technique ) terhadap penurunan nyeri sindroma miofasial otot upper trapezius. Saran: Penelitian selanjutnya untuk mengontrol sampel agar tidak mengkonsumsi obat pereda nyeri saat penelitian berlangsung