STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta
Not a member yet
3772 research outputs found
Sort by
EFEK SEGERA PEMBERIAN KINESIO TAPING PADA INSTABILITAS FUNGSIONAL PERGELANGAN KAKI\ud ATLET BASKET LAKI-LAKI
Pendahuluan : cidera pergelangan kaki sering terjadi pada atlet basket, yang menyebabkan terjadi instabilitas\ud
fungsional pergelangan kaki. Untuk menurunkan instabilitas fungsional pergelangan kaki diberikan kinesio taping,\ud
namun hingga saat ini efek-segera pemberian kinesio taping pada instabilitas fungsional pergelangan kaki belum\ud
pernah dijelaskan. Tujuan : Menjelaskan efek segera pemberian kinesio taping pada instabilitas fungsional\ud
pergelangan kaki atlet basket laki-laki. Metode : Penelitian ini bersifat quasi eksperimen. Sampel terdiri dari 15 orang\ud
dipilih dengan teknik consecutive sampling. Sampel dikelompokkan menjadi satu kelompok, kelompok perlakuan\ud
pemberian kinesio taping terdiri dari 15 orang. Pengukuran instabilitas fungsional pergelangan kaki menggunakan\ud
star excursion balance test. Hasil: Hasil penilaian instabilitas fungsional pergelangan kaki sebelum perlakuan (pre\ud
test) diperoleh pada kelompok perlakuan dengan arah gerakan pada SEBT antero lateral 69,533 ± 6,379 cm, antero\ud
medial 68,733 ± 5,245 cm, posterior 67,133 ± 5,792 cm, kemudian 20 menit setelah pemberian kinesio taping (post\ud
test) diperoleh pada kelompok perlakuan dengan arah gerakan pada SEBT antero lateral 72,066 ± 6,158 cm, antero\ud
medial 71,333 ± 5,259 cm, posterior 69,600 ± 5,435 cm. Hasil uji normalitas dengan menggunakan Shapiro Wilk\ud
Test didapatkan data berdistribusi normal. Hasil uji hipotesis pada kelompok pemberian kinesio taping dengan uji\ud
paired t-test didapatkan p-value 0,000 yang berarti pemberian kinesio taping dapat mengurangi instabilitas fungsional\ud
pergelangan kaki. Kesimpulan: Pemberian kinesio taping mengurangi instabilitas fungsional pergelangan kaki atlet\ud
basket laki-laki secara segera
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA\ud PUTRI TENTANG KEPUTIHAN DENGAN\ud PERILAKU PERSONAL HYGIENE\ud DI MADRASAH ALIYAH\ud MU’ALLIMAT\ud YOGYAKARTA1
Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan masalah yang serius\ud
sehingga pemerintah sangat mendukung dalam pemberian informasi, konseling serta\ud
hak bereproduksi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi. Di indonesia\ud
sebanyak 75% wanita yang mengalami keputihan. Berdasarkan data statistik di Jawa\ud
Tengah tahun 2009 terdapat 45% remaja yang pernah mengalami keputihan dan\ud
jumlah kasus IMS yang juga disebabkan oleh keputihan di Jawa Tengah tahun 2012\ud
sebanyak 8.671 kasus.\ud
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja putri tentang\ud
keputihan dengan perilaku personal hygiene di Madrasah Aliyah Mu‟allimat\ud
Yogyakarta.\ud
Metode Penelitian: Menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif\ud
dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan kuesioner. Populasi sebanyak\ud
141 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode Non Probability sebanyak 59\ud
orang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis statistik menggunakan\ud
Spearman Rank.\ud
Hasil: Analisis Univariat diperoleh dari tingkat pengetahuan baik sebanyak\ud
25 responden (42,4%) dan 34 responden (57,6%). Dalam berperilaku baik sebanyak\ud
4 responden (6,8%), 55 responden (93,2%). Analisis bivariat diperoleh ada hubungan\ud
tingkat pengetahuan remaja putri tentang keputihan dengan perilaku personal\ud
hygiene (p value 0,015 <0,05) dengan nilai koefisien 0,314.\ud
Simpulan dan Saran: Semakin baik tingkat pengetahuan remaja putri\ud
tentang keputihan maka semakin baik perilaku personal hygiene pada remaja putri\ud
dan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dalam meningkatkan\ud
pengetahuan dan informasi mengenai keputihan yang rentan terjadi pada remaja putr
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI UPT PUSKEMAS RAWAT JALAN SAPTOSARI GUNUNG KIDUL
Latar Belakang: Kejadian BBLR didunia mencapai 25% dari semua kelahiran\ud
hidup pertahun. BBLR termasuk faktor utama dalam peningkatan mortalitas,\ud
mordibilitas dan disabilitas neonatus, bayi dan anak. Prevalensi BBLR yang tertinggi\ud
di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi di Kabupaten Gunungkidul selama 3\ud
tahun terakhir.\ud
Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian\ud
berat badan lahir rendah di UPT Puskesmas Rawat Jalan Saptosari Gunungkidul.\ud
Metode Penelitian: Menggunakan rancangan kuantitatif dan jenis penelitian analitik\ud
korelatif dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel dengan total\ud
sampling sebanyak 46 responden. Analisis data menggunakan uji chi square.\ud
Hasil: Hasil uji chi square menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian\ud
BBLR adalah paritas (p-v=0,046), pendidikan ibu (p-v=0,015), status ekonomi\ud
(p-v=0,044), dan riwayat kesehatan dalam kehamilan (p-v=0,026). Kemudian faktor\ud
yang tidak berhubungan dengan kejadian BBLR adalah usia ibu (p-v=0,711) dan\ud
umur kehamilan (p-v=0,190)\ud
Simpulan dan Saran: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di\ud
UPT Puskesmas Rawat Jalan Saptosari Gunungkidul adalah paritas, pendidikan ibu,\ud
status ekonomi, dan riwayat kesehatan dalam kehamilan. Ibu hamil dan wanita usia\ud
reproduksi perlu meningkatkan kerjasama dengan tenaga kesehatan dalam menjaga\ud
kesehatan kehamilan, bayi dan kesehatan reproduksi
PENGARUH PENAMBAHAN TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS)PADA SENAM DYSMENORRHEA TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PADA KARYAWATI
Latar Belakang: Pada perempuan usia subur (18-25 tahun) kebanyakan mengalami\ud
nyeri pada saat haid. dysmenorrhea (nyeri haid) terjadi karena ketidakseimbangan\ud
hormon progesterone dan prostaglandin, selain itu dysmenorrhea juga dapat terjadi\ud
karena faktor psikologis/stress. Berdasarkan studi pendahuluan yang saya lakukan di\ud
RS UAD terdapat 22 karyawati yang positif mengalami dysmenorrhea, kebanyakan\ud
dari karyawati yang mengalami dysmenorrhea ini karena kurangnya aktivitas\ud
olahraga dan beberapa karena ada yang memiliki IMT berlebih. Sedangkan studi\ud
pendahuluan yang saya lakukan di RS Mitra Paramedika terdapat 10 karyawati yang\ud
positif mengalami dysmenorrhea, kebanyakan dari karyawati yang mengalami\ud
dysmenorrhe ini juga karena kurangnya aktivitas olahraga. Tujuan: Untuk\ud
mengetahui pengaruh penambahan TENS pada senam dysmenorrhea terhadap\ud
penurunan nyeri haid pada karyawati. Metode: Penelitian ini menggunakan metode\ud
eksperimental dengan pre dan post test two group design. Sampel berjumlah 12\ud
orang kemudian dibagi secara acak menjadi 2 kelompok. Kelompok I diberikan\ud
intervensi senam dysmenorrheal dan kelompok II diberikan intervensi senam\ud
dysmenorrheal dan TENS. Intervensi senam dysmenorrheal dilakukan 3 hari sebelum\ud
haid, dan intervensi TENS diberikan pada hari ke-1 atau ke-2 pada saat haid. Alat\ud
ukur penelitian ini adalah VAS. Analisa uji normalitas menggunakan Shapiro wilk\ud
test, sedangkan uji statistic menggunakan paired sample t-test. Hasil: Untuk uji\ud
hipotesis I dan II dengan menggunakan paired sample t-test didapatkan hasil\ud
p=0,000 (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terhadap penurunan\ud
nyeri haid pada tiap kelompok. Kesimpulan: Ada pengaruh penambahan TENS pada\ud
senam dysmenorrhea terhadap penurunan nyeri haid pada karyawati. Saran: Kepada\ud
peneliti selanjutnya diharapkan peneliti untuk meneliti hubungan faktor eksternal\ud
terhadap munculnya nyeri haid
PENGARUH LATIHAN CIRCUIT TRAINING DAN\ud INTERVAL TRAININGTERHADAP\ud PENINGKATAN VO2 MAX PADA\ud PEMAIN FUTSAL
Latar Belakang:Lebih dari dua juta kematian setiap tahun disebabkan oleh\ud
kurangnya bergerak/aktivitas fisik.Penurunan aktivitas fisik dapat mempengaruhi\ud
nilai VO2 Max seseorang.VO2 Max merupakan kemampuan seseorang untuk\ud
menghirup , mengedarkan dan menggunakan oksigen (O2) selama kegiatan\ud
maksimal.Untuk menentukan nilai VO2 Max seseorang dapat menggunakan alat ukur\ud
Cooper Test.Intervensi fisioterapi yang dapat digunakan untuk meningkatkan VO2\ud
Max yaitu latihan Circuit Trainingdan Interval Training.Tujuan :Penelitian ini\ud
bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Circuit Trainingdan Interval\ud
Trainingterhadap peningkatan VO2 Max pada pemain futsal. Metode: Penelitian ini\ud
menggunakan metode Quasi Eksperimentaldengan desain penelitianpretest-postest\ud
two group design. Responden berusia 18-20 tahun dan berjumlah 8 orang kemudian\ud
dibagi secara acak menjadi dua kelompok. Kelompok I diberikan perlakuan Circuit\ud
Training dan kelompok II diberikan perlakuan Interval Training . Intervensi pada\ud
kelompok I dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu\ud
sedangkan kelompok II dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali\ud
seminggu. Alat ukur pada penelitian ini adalahCooper Test dengan lari 12\ud
menit.Hasil: hasil uji hipotesis I menggunakan paired sample t-test diperoleh nilai p\ud
:0,035 (p<0,05) sedangkan hasil uji hipotesis II menggunakan paired sample t-test\ud
diperoleh nilai p: 0,000 (p<0,05).Kesimpulan:Ada pengaruh pemberian latihan\ud
Circuit Trainingdan Interval Trainingterhadap peningkatan VO2 Max pada pemain\ud
futsal.Saran: kepada peneliti selanjutnya, untuk menambah jumlah responden dan\ud
tidak membatasi usia pada pemilihan responden
PERBEDAAN PENGARUH MCKENZIE EXERCISE\ud DAN CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP\ud PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL\ud LOW BACK PAIN MYOGENIC PADA LANSIA
Latar Belakang : Masa lansia atau proses penuaan itu pasti terjadi dalam kondisi tubuh\ud
manusia. Berbagai macam jenis penyakit sangat mudah menyerang fungsi organ tubuh kita\ud
salah satunya adalah low back pain. Low Back Pain (LBP) merupakan suatu sindroma nyeri\ud
yang terjadi pada regio punggung bagian bawah yang merupakan akibat dari berbagai sebab\ud
diantaranya kelainan muskuloskeletal, tulang punggung atau spine sejak lahir, trauma,\ud
perubahan jaringan, dan pengaruh gaya berat. Tujuan : Mengetahui perbedaan dari\ud
McKenzie Exercise dan Core Stability Exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional\ud
Low Back Pain Myogenic. Metode : Jenis penelitian ini merupakan metode yang bersifat\ud
quasi eksperimental (eksperimen semu), yang menggunakan desain penelitian two group\ud
pretest-postest design dengan membandingkan dua kelompok yaitu kelompok ekperimen 1\ud
dan kelompok ekperimen 2, dimana kelompok eksperimen 1 diberikan perlakuan McKenzie\ud
Exercise dan kelompok ekperimen 2 diberikan perlakuan Core Stability Exercise. Subyek\ud
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lansia di posyandu lansia Wreda\ud
Pratama Bantul yang mempunyai keluhan nyeri pinggang yang memenuhi persyaratan\ud
sebagai subyek penelitian (kriteria inklusi), yang dipilih menggunakan tehnik random. Hasil\ud
: Dari hasil Uji Hipotesis III menggunakan Independend Sample t-test diperoleh nilai p =\ud
0,741 yang berarti p>0,05 yaitu tidak ada perbedaan pengaruh mckenzie exercise dan core\ud
stability exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada low back pain\ud
myogenic. Kesimpulan : Berdasarkan hasil peneletian dan pembahasan maka dapat\ud
disimpulkan tidak ada perbedaan pengaruh mckenzie exercise dan core stability exercise\ud
terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada low back pain myogenic. Saran : Bagi\ud
peneliti selanjutnya disarankan untuk mampu mengontrol aktivitas harian sampel sebelum\ud
dan sesudah latihan, sehingga kondisi fisik sampel dalam melakukan latihan ini terpantau\ud
dengan baik
PENGARUH PENAMBAHAN FOAM ROLLING PADA INTERVENSI MYOFASCIAL RELEASE TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN SEPAK BOLA
Latar Belakang: Fleksibilitas merupakan kemampuan dari sebuah sendi, otot dan ligamen di sekitarnya untuk bergerak dengan leluasa dan nyaman dalam ruang gerak maksimal yang diharapkan. Dalam olahraga terutama pada pemain sepak bola gangguan pada fleksibilitas dari otot terutama otot hamstring akan dapat menimbulkan masalah seperti strain pada otot hamstring.\ud
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh myofacial release dan penambahan foam rolling pada intervensi myofacial release dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring\ud
Metode Penelitian: Jenis pepenelitian ini experimental randomized pre and post test two group design. Populasi adalah pemain sepak bola Kranggan Jago UNISA yang memiliki nilai AKE <20°. Sampel didapat melalui metode purposive sampling, Sampel terdiri dari 5 orang setiap kelompok perlakuan. Instrumen pengukuran fleksibilitas menggunakan AKE Test.Uji normalitas dengan Saphiro Wilk Test dan uji homogenitas data dengan Lavene’s Test. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk mengetahui peningkatan aktivitas fungsional pada kelompok I dan II serta uji Independent Sample T-Test untuk menguji perbedaan pengaruh kelompok I dan II.\ud
Hasil : Uji dengan Paired Sample T-Test untuk kelompok I nilai p=0,001 (p<0,05) dan untuk kelompok II nilai p=0,001 (p<0,05). Uji perbedaan pengaruh kelompok I dan II dengan Independent Sample T-Test nilai p=0,843 (p>0,05). Tidak ada perbedaan pengaruh latihan pliometrik depth jump dan jump to box terhadap performa vertical jump pada pemain basket.\ud
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh pemberian myofascial release dan penambahan myofacial release menggunakan foam rolling dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring\ud
Saran: Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak dengan jangka waktu yang lebih panjang dan alat ukur lai
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC (LADDER DRILL) DALAM MENINGKATKAN AGILITY TENDANGAN PADA ATLET TAEKWONDO
Latar Belakang : Taekwondo merupakan salah satu beladiri terbesar yang ada di dunia dan juga tidak asing lagi di Indonesia. Merupakan seni beladiri dengan menggunakan tangan dan kaki untuk menyerang dan bertahan, yang sejak tahun 1977 diperlombakan. Kyorugi adalah pertarungan antara dua atlet dimana mereka saling serang dan melakukan pertahanan agar mendapatkan point dengan menggunakan teknik-teknik tendangan, tangkisan, maupun pukulan yang ada dalam taekwondo. Sehingga atlet taekwondo dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang bagus, speed, power, balance serta agility yang baik. Tujuan : tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan plyometric dengan ladder drill dalam meningkatkan agility tendangan pada atlet taekwondo. Metode : Penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan teknik purposive sampling dan menentukan dua kelompok dengan cara randomized sampling. Desain penelitian adalah pre test and post test two group design. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet taekwondo pemula berjumlah 12 orang dengan usia 17-25 tahun. Hasil : Analisis data penelitian ini menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai p : 0,004 yang artinya p < 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh latihan plyometric dengan ladder drill dalam meningkatkan agility tendangan pada atlet taekwondo, setelah dilakukan latihan ladder drill selama 6 minggu dengan frekuensi 12 kali pertemuan dengan peningkatan dosis yang ditentukan
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN GULA TERHADAP\ud INTENSITAS NYERI SAAT IMUNISASI PADA BAYI \ud DI PUSKESMAS ONE WAARA\ud BUTON TENGAH
INTISARI \ud
Latar Belakang: Nyeri yang timbul saat imunisasi menjadikan para orang tua menjadi\ud
tidak patuh terhadap jadwal imunisasi anaknya. Salah satu cara penatalaksanaan nyeri\ud
non farmakologi adalah pemberian larutan sukrosa oral. Efek analgesik sukrosa\ud
melalui aktivasi reseptor opioid endogen yang melepasan endorphin sehingga dapat\ud
mengurangi transmisi sinyal nyeri ke system syaraf pusat. \ud
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian larutan gula 15% terhadap intensitas nyeri\ud
pada bayi saat imunisasi di Puskesmas One Waara Buton Tengah.\ud
Metode: Jenis penelitian ini adalah True Experiment dengan rancangan\ud
Post Test-Only with Control Group Design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah\ud
30 bayi yang akan di imunisasi dengan menggunakan simple random sampling.\ud
Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Neonatal Infant Pain Scale (NIPS).\ud
Analisis data menggunakan Mann Whitney U.\ud
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan intensitas nyeri pada bayi\ud
yang diberikan larutan gula dengan intensitas nyeri pada bayi yang tidak diberikan\ud
larutan gula (p= 0,02<0.05).\ud
Kesimpulan dan Saran : Larutan gula efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pada\ud
bayi yang akan diimunisasi. Pemberian larutan gula bisa digunakan sebagai salah satu\ud
alternatif tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi intensitas nyeri pada bayi\ud
ketika imunisasi
HUBUNGAN KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR\ud GULA DARAH PASIEN DM KELOMPOK \ud PERSADIA RS PKU MUHAMMADIYAH \ud GAMPING YOGYAKARTA
LatarBelakang: Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai\ud
dengan hiperglikemi yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme\ud
karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin.\ud
Terapi diet dapat mengurangi perkembangan penyakit DM sehingga kepatuhan\ud
terhadap diet sangat penting.\ud
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet dengan\ud
kadar gula darah pada pasien DM kelompok PERSADIA di RS PKU\ud
Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. \ud
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini\ud
deskriptif dan korelasional dimana data pada penelitian menggunakan alat ukur aku\ud
cek untuk mengukur kadar gula darah dan kuesioner kepatuhan diet untuk mengukur\ud
kepatuhan diet terhadap 30 responden dengan 4 kali pengukuran. Ujikorelasi yang\ud
digunakan antara kepatuhan diet dengan tingkat gula darah adalah korelasi\ud
Spearman.\ud
Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan antara kepatuhan diet DM\ud
dengan tingkat kadar gula darah (r=-0,421). Hasil uji statistik menunjukkan nilai\ud
signifikan dari pengukuran minggu pertama hingga keempat (p=0,021). Negatif\ud
artinya, semakin patuh pasien terhadap diet DM, maka dapat menjaga kadar gula\ud
darahnya atau terkontrol. Hubungan negative itu dikatakan signifikan karena\ud
mempunyai nilai sig < 0,05.\ud
Simpulan: Hubungan antara kepatuhan diet DM dengan tingkat kadar gula darah\ud
adalah negative dan signifikan.\ud
Saran: Bagi perawat perlu rajin mengontrol kepatuhan diet pasien dengan cara\ud
menghubungi secara rutin, mengingatkan, dan observasi langsung terhadap pasien