Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    PANDANGAN PSIKOLOG ANAK DAN PENDIDIK ANAK USIA DINI TENTANG ISU PERLINDUNGAN ANAK PADA FENOMENA SELEBRITAS ANAK

    Full text link
    Selebritas anak sudah ada sejak dulu, namun di masa kini selebritas tidak hanya muncul di layar kaca tetapi juga di media sosial. Pemanfaatan media sosial dimaksimalkan oleh semua kalangan untuk berbagai tujuan. Seperti para orang tua yang menjadi pengguna aktif media sosial, khususnya orang tua muda yang memanfaatkan media sosial dengan membagikan media atau informasi seputar anaknya. Hal ini selanjutnya menjadikan anak sebagai pekerja dalam ruang media atau selebritas anak seperti melalui endorsement dan monetesasi konten dengan mengesampingkan hak-hak perlindungan anak yang harus dipenuhi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pandangan psikolog anak dan pendidik anak usia dini tentang isu perlindungan anak pada fenomena selebritas anak. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Untuk pengumpulan data dilakukan wawancara kepada tiga psikolog anak dan tiga pendidik anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan fenomena orang tua memanfaatkan media sosial untuk memenuhi kebutuhan validasi dan aktualisasi diri. Dengan membagikan media dan informasi seputar anak, kondisi ini menimbulkan fenomena pelanggaran privasi anak dan juga eksploitasi anak dalam aspek ekonomi. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada orang tua untuk selalu mengutamakan kepentingan anak dengan membatasi atau mengontrol aktivitas anak di ruang media sosial. Bagi pihak sekolah, direkomendasikan untuk menyelenggarakan kegiatan parenting untuk mendukung orang tua lebih memahami tentang hak-hak anak dan perlindungan anak. Kata kunci: perlindungan anak, selebritas anak, media sosia

    ANALISIS KONTEN VIDEO KLIP LAGU LIMA INDRA SEBAGAI MEDIA PENGENALAN PANCA INDRA ANAK USIA DINI

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh kecenderungan konteks pembelajaran yang menggunakan media seperti lagu dengan tujuan untuk menganalisis konten youtube lagu "Lima Indra" yang digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan panca indra pada anak serta bagaimana anak-anak usia dini memaknai lagu tersebut. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten oleh semiotic Pierce. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat, peneliti mendengarkan lagu, menganalisis tanda-tanda dalam liriknya, serta menghubungkannya dengan konsep panca indra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu ini representatif untuk menggambarkan pengalaman sensorik yang mendalam melalui penggunaan simbol dan tanda dalam liriknya. Setiap bagian lagu secara eksplisit mengaitkan fungsi setiap indra dengan pengalaman sehari-hari anak, dan memberikan informasi relevan terkait upaya pengenalan ragam dan fungsi tentang panca indra pada anak usia dini. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan agar guru dan lembaga pendidikan mempertimbangkan penggunaan lagu sebagai media pembelajaran yang sesuai untuk mengenalkan panca indra, khususnya bagi anak. This research is motivated by the tendency of learning contexts that use media such as songs with the aim of analyzing the YouTube content of the song "Lima Indra" which is used as a learning medium to introduce the five senses to children and how early childhood children interpret the song. The research methodology uses a qualitative approach with the content analysis method by Pierce's semiotics. The data collection technique is carried out through the listening and recording method, researchers listen to the song, analyze the signs in the lyrics, and relate them to the concept of the five senses. The results of the study show that this song is representative of describing a deep sensory experience through the use of symbols and signs in its lyrics. Each part of the song explicitly links the function of each sense to the child's daily experiences, and provides relevant information related to efforts to introduce the variety and function of the five senses to early childhood. Based on these findings, it is recommended that teachers and educational institutions consider using songs as an appropriate learning medium to introduce the five senses, especially for children

    PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA EDUCAPLAY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS

    Full text link
    Penelitian ini difokuskan pada upaya mengatasi masalah kurangnya kemampuan berpikir siswa yang masih rendah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana pengaruh model kooperatif tipe Team Games Tournament berbantuan media educaplay terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS. Metode yang digunakan quasi eksperimen dengan design nonequivalent control group pretest postest design. Penelitian ini dilaksanakan di kelas 9.3 sebagai kelas eksperimen dan 9.2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS di kelas eksperimen yang menggunakan model kooperatif tipe Team Games Tournament berbantuan media educaplay dengan di kelas kontrol yang menggunakan model kooperatif tipe Group Investigation. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari hasil skor pre-test dan post-test kemampuan berpikir kritis siswa yang didalamnya memuat indikator berpikir kritis diantaranya memberikan penjelasan sederhana, membangun kemampuan dasar, menyimpulkan, membuat penjelasan lanjut, strategi dan taktik. Terutama pada indikator menyimpulkan yang memiliki presentase lebih tinggi yaitu siswa dapat menentukan dampak yang timbul dalam perdagangan internasional. Dampak penelitian ini memberikan informasi kepada guru bahwa berpikir kritis siswa merupakan aspek yang penting dalam pembelajaran khususnya di abad 21. This research is focused on efforts to overcome the problem of students' lack of thinking ability that is still low. The purpose of this study is to analyze the extent of the influence of the Team Games Tournament-type cooperative model assisted by educaplay media on students' critical thinking skills in social studies learning. The method used was quasi-experimental with a design nonequivalent control group pretest postest design. This research was carried out in class 9.3 as an experimental class and 9.2 as a control class. The results showed that there was a significant difference between students' critical thinking skills in social studies learning in the experimental class using the Team Games Tournament-type cooperative model assisted by educaplay media and in the control class using the Group Investigation type cooperative model. This difference can be seen from the results of the pre-test and post-test scores of students' critical thinking ability which contains critical thinking indicators including providing simple explanations, building basic skills, concluding, making further explanations, strategies and tactics. Especially in the concluding indicators that have a higher percentage, namely students can determine the impact that arises in international trade. The impact of this research provides information to teachers that students' critical thinking is an important aspect of learning, especially in the 21st century

    PERAN MUSIC SCORING SEBAGAI LATAR PENCIPTAAN NARASI VISUAL

    Full text link
    Musik dalam film memiliki peran penting sebagai elemen naratif yang mampu memperkuat visualisasi cerita, membangun emosi, dan menciptakan pengalaman sinematik yang mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran musik dalam mendukung narasi dan pengembangan karakter pada tiga film dengan genre berbeda: Dunkirk (2017), Joker (2019), dan It (2017). metode yang digunakan adalah analisis konten dengan pendekatan yang mencakup analisis teknik musikal seperti Shepard tone, leitmotif, dan harmoni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Dunkirk, Hans Zimmer menggunakan Shepard tone untuk menciptakan rasa ketegangan yang terus meningkat, memperkuat atmosfer pertempuran. Pada Joker, Hildur Guðnadóttir menggunakan cello sebagai leitmotif untuk menggambarkan transisi psikologis karakter utama, menonjolkan dimensi emosional dan naratif yang kompleks. Sementara itu, pada It, Benjamin Wallfisch memanfaatkan nyanyian tradisional "Oranges and Lemons" sebagai leitmotif yang menghadirkan kontras antara melodi yang sederhana dan visual yang mengancam, menciptakan efek horor yang mendalam. Penelitian ini menegaskan bahwa musik bukan sekadar pelengkap visual, melainkan alat naratif yang dinamis dan strategis dalam membangun atmosfer, memperkuat karakterisasi, dan mempengaruhi pengalaman penonton. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap studi musik film serta membuka peluang eksplorasi lebih lanjut mengenai teknik musikal dalam genre film lainnya

    HUBUNGAN SKOR DIETARY INFLAMMATORY INDEX DAN SEDENTARY BEHAVIOUR DENGAN GEJALA DEPRESI: Studi pada Mahasiswa di Kota Bandung Tahun 2025

    Full text link
    ABSTRAK Latar belakang: Prevalensi depresi pada remaja hingga dewasa awal di Indonesia terus meningkat. Data Riskesdas (2018) mencatat bahwa peningkatan gangguan mental emosional termasuk depresi di Kota Bandung dari 3,0% pada 2013 meningkat menjadi 7,7% pada 2018. Studi lain menunjukkan bahwa kelompok mahasiswa menjadi populasi dengan prevalensi depresi tertinggi (22,2– 40,2%), namun sebagian besar penelitian masih berfokus pada faktor psikososial dan belum banyak mengeksplorasi peran gaya hidup, seperti pola makan proinflamasi dan perilaku sedentary. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara skor Dietary Inflammatory Index (DII) dan sedentary behaviour dengan gejala depresi pada mahasiswa. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek terdiri dari 54 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk menghitung skor Dietary Inflammatory Index (DII) melalui wawancara daring, Sedentary Behaviour Questionnaire (SBQ) untuk mengukur durasi sedentary, dan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) untuk mengukur gejala depresi melalui pengisian Google Form. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara skor DII dan gejala depresi dengan kekuatan hubungan lemah (r = 0,315; p = 0,020). Kesimpulan: Pola makan dengan potensi inflamasi tinggi berhubungan dengan peningkatan gejala depresi pada mahasiswa. Pencegahan dan penanganan depresi pada kelompok ini perlu mempertimbangkan intervensi berbasis diet, serta menggali lebih lanjut faktor-faktor lain di luar pola makan dan aktivitas fisik. Kata kunci: Dietary Inflammatory Index, depresi, mahasiswa, sedentary behaviour ABSTRACT Background: The prevalence of depression among adolescents and young adults in Indonesia continues to rise. Data from Riskesdas (2018) indicate an increase in emotional mental disorders, including depression, in Bandung City from 3.0% in 2013 to 7.7% in 2018. Other studies suggest that university students represent a population with the highest prevalence of depression (22.2–40.2%). However, most research has primarily focused on psychosocial factors, with limited exploration of lifestyle factors such as pro-inflammatory dietary patterns and sedentary behaviour. Objective: This study aims to examine the correlation between Dietary Inflammatory Index (DII) scores and depressive symptoms among university students. Methods: This research used a quantitative approach with a cross-sectional design. The participants consisted of 54 students from various universities in Bandung City, selected through snowball sampling. Data were collected online using a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) to calculate DII scores via online interviews, the Sedentary Behaviour Questionnaire (SBQ) to measure sedentary duration, and the Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) to assess depressive symptoms via Google Forms. Data were analysed using Spearman correlation tests. Results: A significant correlation was found between DII scores and depressive symptoms, with a weak correlation strength (r = 0.315; p = 0.020). Conclusion: There is a correlation between dietary patterns with high inflammatory potential and an increase in depressive symptoms among university students. The prevention and management of depression within this population should incorporate diet-based interventions and further investigate additional contributing factors beyond dietary patterns and physical activity. Keywords: Dietary Inflammatory Index, depression, sedentary behaviour, university student

    PENGARUH KAMPANYE RIDWAN KAMIL DI INSTAGRAM TERHADAP PERILAKU MEMILIH GENERASI Z PADA PILKADA DKI JAKARTA 2024 : Studi korelasi pada pengikut akun instagram @ridwankamil

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kampanye politik Ridwan Kamil di Instagram terhadap perilaku memilih generasi Z pada Pilkada DKI Jakarta 2024 dengan menggunakan pendekatan Teori Consumer Behavior. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 338 responden yang merupakan pengikut akun Instagram @ridwankamil. Variabel independen yang dikaji meliputi Stimuli Signifikatif, Stimuli Simbolik, dan Stimuli Sosial, sedangkan variabel mediasi adalah Persepsi, serta variabel dependen adalah Sikap, Niat dan Perilaku Memilih. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM melalui perangkat lunak SmartPLS untuk mengevaluasi hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stimuli Signifikatif dan Stimuli Sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap Persepsi, sementara Stimuli Simbolik tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Persepsi berkontribusi signifikan dalam membentuk Sikap, Niat, dan Perilaku Memilih. Namun, ditemukan bahwa Sikap tidak berpengaruh signifikan terhadap Niat. Sementara Niat Memilih secara signifikan memengaruhi Perilaku Memilih, yang mengindikasikan pentingnya pengelolaan kampanye yang strategis dalam membangun niat memilih. Temuan ini mendukung penerapan Teori Consumer Behavior dalam konteks kampanye politik di media sosial, di mana elemen sosial dalam konten mampu meningkatkan keterlibatan audiens dan mendorong keputusan memilih. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperluas aplikasi Teori Consumer Behavior pada platform media sosial sekaligus memberikan wawasan praktis bagi tim kampanye politik untuk merancang strategi konten yang relevan, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan audiens generasi Z. : This study aims to analyze the effect of Ridwan Kamil's political campaign on Instagram on the voting behavior of generation Z in the 2024 DKI Jakarta Pilkada using the Consumer Behavior Theory approach. This research uses a quantitative method with a correlational design, involving 338 respondents who are followers of the @ridwankamil Instagram account. The independent variables studied include Significant Stimuli, Symbolic Stimuli, and Social Stimuli, while the mediating variable is Perception, and the dependent variables are Attitude, Intention and Voting Behavior. Data were analyzed using PLS-SEM through SmartPLS software to evaluate the relationship between variables. The results showed that Significant Stimuli and Social Stimuli had a significant influence on Perception, while Symbolic Stimuli showed no significant influence. Perception contributes significantly in shaping Attitude, Intention, and Voting Behavior. However, it was found that Attitude had no significant effect on Intention. While Voting Intention significantly influences Voting Behavior, which indicates the importance of strategic campaign management in building voting intention. The findings support the application of Consumer Behavior Theory in the context of political campaigns on social media, where social elements in content are able to increase audience engagement and encourage voting decisions. This research provides a theoretical contribution in expanding the application of Consumer Behavior Theory on social media platforms as well as providing practical insights for political campaign teams to design content strategies that are relevant, creative, and in accordance with the needs of generation Z audiences

    INOVASI KAWA DAUN DENGAN RASA LEMON MADU DAN JAHE KAYU MANIS SEBAGAI OLEH OLEH KABUPATEN TANAH DATAR SUMATERA BARAT

    Full text link
    Kawa Daun adalah minuman khas Sumatera Barat berbahan dasar daun kopi kering yang diasapi, memiliki nilai budaya serta kandungan bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, karena masih disajikan secara tradisional, produk ini belum banyak dikenal sebagai oleh-oleh khas daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi varian rasa dan kemasan modern guna meningkatkan daya tarik Kawa Daun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen terhadap enam formulasi resep dua varian rasa, yaitu lemon madu dan jahe kayu manis, masing-masing dengan tiga tingkat kemanisan(rendah, sedang, tinggi). Uji organoleptik dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih dan dianalisis menggunakan SPSS (uji ANOVA One Way dan statistik deskriptif). Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar formulasi, namun KDLM2 dan KDJK2 dipilih sebagai formulasi terbaik. Produk dikemas dalam PET Can berukuran 330 ml dengan harga jual Rp17.000, dan strategi pemasaran dilakukan melalui media sosial Instagram. Uji daya terima oleh 100 panelis konsumen menunjukkan bahwa produk diterima dengan baik dari segi kualitas, kemasan, harga jual, dan strategi pemasaran. Penelitian selanjutnya disarankan tetap menjaga keseimbangan penggunaan daun kopi kering agar cita rasa autentik Kawa Daun tetap terjaga. Kawa Daun is a typical West Sumatran drink made from smoked dried coffee leaves, has cultural value and bioactive content that is beneficial for health. However, because it is still served traditionally, this product is not widely known as a typical regional souvenir. This research aims to develop innovative flavor variants and modern packaging to increase the attractiveness of Kawa Daun. The study used a quantitative approach with an experimental method on six recipe formulations of two flavor variants, namely lemon honey and cinnamon ginger, each with three levels of sweetness (low, medium, high). The organoleptic test was carried out by 30 semi-trained panelists and analyzed using SPSS (ANOVA One Way test and descriptive statistics). The results showed that there was no significant difference between the formulations, but KDLM2 and KDJK2 were chosen as the best formulations. The product is packaged in a 330 ml PET Can with a selling price of IDR 17,000, and the marketing strategy is carried out through Instagram social media. An acceptance test by 100 consumer panelists showed that the product was well received in terms of quality, packaging, selling price, and marketing strategy. Further research is suggested to maintain a balance in the use of dried coffee leaves so that the authentic taste of Kawa Daun is maintained

    PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS GAME DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA COMPUTATIONAL THINKING SISWA

    Full text link
    Mata Pelajaran informatika merupakan salah satu mata pelajaran yang ada dalam kurikulum Merdeka. Terdapat kendala yang dirasakan oleh siswa pada materi yang ada dalam mata pelajaran ini, khususnya materi computational thinking dan jaringan komputer. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu inovasi pembelajaran untuk menyelesaikan permasalah tersebut sekaligus untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah computational thinking pada peserta didik. Pengukuran terkait pemahaman materi, pemecahan masalah, peneliti menggunakan tes tertulis kepada siswa melalui pretest dan postest. Desain penelitian yang digunakan yaitu One-Gathering Pretest-Posttest. Sampel yang digunakan yaitu kelas X TJKT 2 dengan jumlah siswa 35. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pretest dan postest dengan pemberian soal sebanyak 20 butir soal. Pengujian tes dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, dan daya pembeda soal. Data analisis menggunakan gain skor. Hasil dari penelitian adalah : 1) Rancangan model pembelajaran berbasis game dengan pendekatan problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah computational thinking siswa 2) Multimedia yang dikembangkan memiliki presentase penilaian 88% dari ahli media dan 81 % dari ahli materi; 3)Nilai rata-rata pretest sebelum diberikan treatment menggunakan media pembelajaran diperoleh nilai 53,37 dan nilai rata-rata postest setelah diberikan treatmen menggunakan media pembelajaran dengan pendekatan problem based learning diperoleh nilai 83,14. Kemudian diperoleh nilai gain sebesar 0,6538 dalam kategori sedang; 4) Siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan media pembelajaran ini, hal ini dapat dilihat dari presentase sebesar 89,18 % dengan kategori baik sekali. Dapat disimpulkan media pembelajaran berbasis game dengan pendekatan PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa computational thinking pada matapelajaran jaringan computer. Kata kunci : Pembelajaran berbasis game, Problem based learning, Computational thinking. Informatics is one of the subjects included in the Merdeka curriculum. There are obstacles experienced by students in the material covered in this subject, particularly in computational thinking and computer networks. Therefore, an innovative learning approach is needed to address these issues while also enhancing students' computational thinking problem-solving skills. Measurement related to material understanding and problem-solving, the researcher used written tests for students through pretest and posttest. The research design used is the One-Group Pretest-Posttest. The sample used is class X TJKT 2 with a total of 35 students. The data used in this study employed pretest and posttest with the provision of 20 questions. The test was conducted with validity, reliability, difficulty index, and item discrimination tests. Data analysis uses gain scores. The results of the research are: 1) The design of a game-based learning model with a problem-based learning (PBL) approach to enhance students' computational thinking problem-solving skills. 2) The developed multimedia received an evaluation percentage of 88% from media experts and 81% from content experts; 3) The average pretest score before treatment using the learning media was 53.37, and the average posttest score after treatment using the learning media with a problem-based learning approach was 83.14. Then a gain value of 0.6538 was obtained in the moderate category; 4) Students responded positively to the use of this learning media, as evidenced by a percentage of 89.18% in the very good category. It can be concluded that game-based learning media with a PBL approach can enhance students' problem-solving abilities in computational thinking in the subject of computer networks. Keywords: Game-based learning, Problem-based learning, Computational thinkin

    PENGARUH MODIFIKASI LATIHAN RECTION TIME DRILL TERHADAP KECEPATAN REAKSI PENJAGA GAWANG FUTSAL

    Full text link
    ABSTRAK PENGARUH LATIHAN REACTION TIME DRILL TERHADAP KECEPATAN REAKSI PENJAGA FUTSAL Muhammad Arif 2009238 Pembimbing 1 : Prof. Dr. Berliana, M.Pd. Pembimbing 2 : Dr. Mochamad Yamin Saputra, M.Pd. Modifikasi latihan adalah penyesuaian atau perubahan yang dilakukan pada program latihan untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan tertentu. Modifikasi metode latihan reaction time drill dilakukan untuk memiliki kecepatan reaksi yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh modifikasi latihan reaksi terhadap kecepatan reaksi penjaga gawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen (one group design). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penjaga gawang cianjur futsal akademi yang berusia 16 tahun yang berjumlah 6 penjaga gawang dan sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling, dimana 6 pejaga gawang ini menjadi sampel untuk diteliti. Instrumen pada penelitian ini menggunakan tes Whole body reaction. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan menyatakan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dari modifikasi latihan reaction time drill yang dibuktikan dengan nilai signifikan (2-tailed) yaitu sebesar 0.00 ≤ 0.05. sehingga dapat disimpulkan pengaruh yang signifikan dari pengaruh modifikasi reaction time drill terhadap kecepatan reaksi penjaga gawang. Kata kunci : Modifikasi latihan, Kecepatan Reaksi, Penjaga Gawang ABSTRACT THE EFFECT OF REACTION TIME TRAINING DRILL ON GOALKEEPER FUTSAL REACTION SPEED Muhammad Arif 2009238 Pembimbing 1 : Prof. Dr. Berliana, M.Pd. Pembimbing 2 : Dr. Mochamad Yamin Saputra, M.Pd. Exercise modification is an adjustment or change made to an exercise program to meet certain needs or goals. Modification of the reaction time drill training method is done to have better reaction speed. The purpose of this study was to determine the effect of reaction training modifications on goalkeeper reaction speed. The method used in this research is experimental method (one group design). The population used in this study were 16-year-old cianjur futsal academy goalkeepers totaling 6 goalkeepers and samples taken using total sampling techniques, where 6 goalkeepers were sampled for research. The instrument in this study used the Whole body reaction test. The data analysis techniques used are normality test, homogeneity test and hypothesis testing. Based on the results of the data analysis carried out, it is stated that there is a significant increase in the modification of reaction time drill training as evidenced by the significant value (2tailed) which is 0.00 ≤ 0.05. so it can be concluded that the significant effect of the effect of reaction time drill modification on goalkeeper reaction speed. Keywords: Exercise modification, Reaction Speed, Goalkeepe

    PERSEPSI GURU TENTANG IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH ISLAM TERPADU (SIT) YAYASAN KESATUAN PENDIDIKAN ISLAM (YKPI) AL-ITTIHAD KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

    Full text link
    Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui persepsi guru SIT YKPI Al-Ittihad tentang implementasi pada standar Kurikulum Merdeka dan aspek peningkatan kompetensi guru. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana persepsi guru SIT YKPI Al-Ittihad tentang implementasi Kurikulum Merdeka pada aspek peningkatan kompetensi guru, ditinjau dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru di SIT YKPI Al-Ittihad yang berjumlah 136 guru, dengan sampel dari 106 guru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan survei. Uji instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas, analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif, dan Fisher's Exact Test untuk melihat signifikansi hubungan karakteristik guru dengan aspek kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru di SIT YKPI Al-Ittihad memiliki persepsi yang relatif positif terhadap implementasi Kurikulum Merdeka pada aspek peningkatan kompetensi guru. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan guru, satuan pendidikan guru, dan status guru yang telah menjadi Guru Penggerak dengan pemanfaatan dan pemahaman regulasi, kesesuaian keterampilan, dan keyakinan akan manfaat PMM. This study aims to explore teachers' perceptions of Merdeka Curriculum implementation at YKPI Al-Ittihad Integrated Islamic School, focusing on curriculum standards and teacher competency development. The research question examines how teachers perceive the implementation of the Merdeka Curriculum concerning teacher competency development, specifically in terms of graduate competency standards, content standards, process standards, and assessment standards. The study population comprised all 136 teachers at YKPI Al-Ittihad Integrated Islamic School, with a sample of 106 teachers. A descriptive quantitative research method using surveys was employed. Instrument testing included validity and reliability tests, data analysis was conducted using descriptive statistical tests, and Fisher's Exact Test was used to determine the significance of the relationship between teacher characteristics and curriculum aspects. The results indicate that teachers at YKPI Al-Ittihad Integrated Islamic School have relatively positive perceptions of Merdeka Curriculum implementation regarding teacher competency development. A significant relationship exists between teachers' education levels, school levels, and Guru Penggerak status with the utilization and understanding of regulations, skill suitability, and belief in the benefits of the Merdeka Mengajar Platform

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇