Indonesia University of Education

Repository UPI
Not a member yet
    91757 research outputs found

    ANALISIS CITRA SENTINEL 2 UNTUK ESTIMASI PRODUKSI PADI MENGGUNAKAN NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DAN SOIL ADJUSTED VEGETATION INDEX (SAVI) DI KABUPATEN MAJALENGKA

    Get PDF
    Produksi padi merupakan indikator utama dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi nilai NDVI dan SAVI untuk menganalisis fase pertumbuhan padi di Kabupaten Majalengka, 2) Menghitung estimasi produksi padi berdasarkan pengolahan regresi linear berganda NDVI dan SAVI di Kabupaten Majalengka, 3)Menguji hasil validasi estimasi produksi padi dengan membandingkan hasil pengolahan data estimasi produksi padi dengan data produksi padi Balai Penyuluhan Pertanian). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai NDVI memiliki rentang -0,6105 hingga 1,0000 dengan rata-rata 0,5824, sedangkan SAVI berkisar antara -0,4297 hingga 0,8153 dengan rata-rata 0,3503. Analisis fase pertumbuhan tanaman padi mengindikasikan dominasi fase generatif, dengan luas lahan generatif tercatat sebesar 19.710,85 ha pada NDVI dan 25.905,96 ha pada SAVI. Model regresi linear berganda berbasis NDVI menghasilkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,344, sedangkan model SAVI sebesar 0,324, yang keduanya termasuk kategori cukup. Estimasi total produksi Gabah Kering Panen (GKP) dari model NDVI sebesar 192.757,08 ton, lebih tinggi dibandingkan SAVI sebesar 177.694,59 ton. Validasi model menunjukkan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 2,18 ton/ha dengan RMSE(%) 39,89% pada NDVI, dan RMSE sebesar 2,21 ton/ha dengan RMSE(%) 40,50% pada SAVI. Hasil ini menegaskan bahwa model berbasis NDVI memiliki performa estimasi yang lebih baik dibandingkan model SAVI. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model dengan penambahan variabel iklim, jenis varietas, teknik budidaya, dan kondisi fisik wilayah untuk meningkatkan akurasi estimasi produksi padi di masa mendatang. Rice production serves as a critical indicator of regional food security. This study aims to: (1) identify NDVI and SAVI values to assess rice growth phases in Majalengka Regency; (2) estimate rice production through multiple linear regression models based on NDVI and SAVI; and (3) validate the estimation results against official production data from the Agricultural Extension Center (BPP). The findings reveal that NDVI values ranged from –0.6105 to 1.0000 (mean = 0.5824), while SAVI values ranged from –0.4297 to 0.8153 (mean = 0.3503). Growth phase analysis indicated a predominance of the generative phase, with generative land areas measured at 19,710.85 ha (NDVI) and 25,905.96 ha (SAVI). The NDVI-based regression model achieved a coefficient of determination (R²) of 0.344, whereas the SAVI-based model yielded R² = 0.324, both classified as moderate in performance. Estimated total production of harvested dry grain (GKP) was 192,757.08 tons for NDVI and 177,694.59 tons for SAVI. Model validation produced an RMSE of 2.18 tons/ha with RMSE(%) = 39.89% for NDVI, and RMSE of 2.21 tons/ha with RMSE(%) = 40.50% for SAVI, indicating superior estimation accuracy for the NDVI-based model. The study recommends enhancing the model by integrating climate variables, rice varieties, cultivation techniques, and regional physical characteristics to improve future estimation accuracy

    LAYANAN BIMBINGAN KARIER BAGI PESERTA DIDIK AFIRMASI BERDASARKAN KECENDERUNGAN PLANNED HAPPENSTANCE SKILLS

    Get PDF
    Keterbatasan ekonomi, ketimpangan sosial, hambatan akses terhadap sumber informasi, fasilitas belajar yang kurang memadai, juga persepsi negatif menjadi tantangan yang dihadapi peserta didik afirmasi. Kondisi yang dialami tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana kedepannya, satu hal yang pasti yaitu usaha untuk mencapai masa depan yang sukses, melalui perkembangan jalur karier. Pada prosesnya, peserta didik afirmasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan kisaran usia 13-15 tahun sedang dalam fase eksplorasi karier, pencarian identitas diri dan sedang dalam fase mengumpulkan perspektif-perspektif baru yang akan diolah menjadi nilai dirinya sendiri. Konstruk planned happenstance skills hadir untuk menjadi kerangka kerja yang dapat dikembangkan guru Bimbingan dan Konseling untuk memfasilitasi proses perkembangan kemampuan peserta didik. Konstruk planned happenstance terdiri dari lima Keterampilan planned happenstance yaitu optimism, risk-taking, persistence, curiosity dan flexibility. Hasil Penelitian ini mengembangkan layanan bimbingan karier berupa action plan berdasarkan kecenderungan planned happenstance skills siswa afirmasi yang diperoleh dari Planned Happenstance Career Inventory (PHCI). Hasil rancangan layanan tersebut dapat digunakan pada praktik Bimbingan dan Konseling karier di sekolah juga dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan dan kondisi peserta didik. Economic limitations, social inequality, challenges, prejudice, barriers to accessing information sources and inadequate learning facilities are things faced by economically deprived students. The conditions experienced no one can predict how the future will be, one thing that is certain is the effort to achieve a successful future, through the development of a career path. In the process, economically deprived students in junior high school with an age range of 13-15 years are in the phase of career exploration, searching for self-identity and are in the phase of collecting new perspectives that will be processed into their own values. The planned happenstance skills construct is present to become a framework that can be developed by Guidance and Counseling teachers to facilitate the process of developing students' abilities. The planned happenstance construct consists of five planned happenstance skills, namely optimism, risk-taking, persistence, curiosity and flexibility. The results of this study developed a career guidance service in the form of an action plan based on the tendency of planned happenstance skills of economically deprived students obtained from the Planned Happenstance Career Inventory (PHCI). The results is action plan that can be used in the practice of career guidance and counseling in schools and can be modified according to the needs and conditions of students

    IMPLEMENTASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI AES-256 UNTUK KEAMANAN DATA PADA SISTEM UJIAN BERBASIS WEBSITE

    Get PDF
    Kemajuan teknologi informasi yang semakin signifikan, khususnya pada sistem ujian berbasis web, menjadikan keamanan data sebagai aspek yang sangat krusial. Transmisi data melalui jaringan terbuka berpotensi disadap dan dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab, sehingga diperlukan mekanisme perlindungan yang memadai. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma kriptografi Advanced Encryption Standard (AES) 256-bit untuk meningkatkan keamanan data dari risiko kebocoran, manipulasi, dan akses tidak sah. Metode penelitian yang digunakan adalah Design and Development (D&D). Untuk proses perancangan dan pembangunan sistem web, digunakan model Agile. Sistem dibangun menggunakan Next.js pada frontend, Express.js pada backend, dan MySQL sebagai basis data, dengan proses enkripsi dan dekripsi dijalankan sepenuhnya di sisi klien. Hasil pengujian Black-box membuktikan seluruh fitur pada peran admin, guru, dan siswa berjalan sesuai spesifikasi tanpa kesalahan fungsional. Pengujian keamanan menggunakan Wireshark menunjukkan bahwa data sensitif, termasuk identitas siswa, soal, dan jawaban, terkirim dalam bentuk ciphertext sehingga tidak terbaca di tingkat paket jaringan. Analisis Korelasi Pearson menghasilkan nilai korelasi antara plaintext dan ciphertext untuk data soal antara -0,278 hingga 0,294, NIM antara -0,243 hingga 0,313, serta nomor telepon antara -0,097 hingga 0,042, yang seluruhnya menunjukkan kategori sangat lemah atau tidak ada korelasi. Hasil ini menegaskan bahwa AES-256 mampu menyamarkan pola data secara efektif, menjaga kerahasiaan, dan meningkatkan keacakan informasi. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembang dan institusi dalam membangun sistem berbasis web yang aman, andal, serta layak diimplementasikan. ------- The rapid advancement of information technology, particularly in web-based examination systems, has made data security a highly critical aspect. Data transmission over open networks is vulnerable to interception and misuse by unauthorized parties; therefore, adequate protection mechanisms are required. This study implements the Advanced Encryption Standard (AES) 256-bit cryptographic algorithm to enhance data security against risks of leakage, manipulation, and unauthorized access. The research method employed is Design and Development (D&D). For the design and development of the web system, the Agile model was applied. The system was built using Next.js for the frontend, Express.js for the backend, and MySQL as the database, with encryption and decryption processes executed entirely on the client side. Black-box testing confirmed that all features for the roles of administrator, teacher, and student functioned according to specifications without functional errors. Security testing using Wireshark demonstrated that sensitive data, including student identities, exam questions, and answers, were transmitted in ciphertext form, rendering them unreadable at the network packet level. Pearson Correlation Analysis produced correlation values between plaintext and ciphertext for exam questions ranging from -0.278 to 0.294, student ID numbers from -0.243 to 0.313, and phone numbers from -0.097 to 0.042, all of which indicate a very weak or no correlation. These results affirm that AES-256 effectively obscures data patterns, safeguards confidentiality, and enhances information randomness. This research is expected to serve as a reference for developers and institutions in building secure, reliable, and practically implementable web-based systems

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK (SAS) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Kemampuan membaca permulaan merupakan dasar penting dalam pembelajaran di jenjang sekolah dasar. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek internal seperti motivasi belajar dan kemampuan kognitif, maupun dari aspek eksternal seperti lingkungan belajar yang kurang mendukung serta keterbatasan sarana. Kesulitan yang sering muncul antara lain membedakan huruf vokal dan konsonan, menggabungkan huruf, serta mengucapkan fonem dengan tepat. Upaya untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital berbasis metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dalam pembelajaran membaca permulaan. Penelitian menggunakan pendekatan Design and Development (DnD) dengan model pengembangan ADDIE. Instrumen yang digunakan meliputi angket analisis kebutuhan, angket validasi ahli, angket respons pengguna, pedoman wawancara, dan lembar observasi. Proses pengembangan melibatkan dosen pembimbing serta para ahli dalam bidang media, materi, bahasa, dan pedagogi. Hasil validasi menunjukkan media memperoleh skor rata-rata dari ahli media sebesar 91,52%, ahli materi 90%, ahli bahasa 90%, dan ahli pedagogi 84%, dengan rata-rata keseluruhan 88,88% dan berada pada kategori “sangat layak”. Respons pengguna juga sangat baik dengan rata-rata 92%. Media ini dinilai interaktif dan mampu meningkatkan minat belajar siswa melalui tampilan visual, audio, video, dan permainan edukatif. media pembelajaran digital berbasis metode SAS layak digunakan dalam pembelajaran membaca permulaan. Penelitian berikutnya diharapkan dapat pengembangan lebih lanjut dengan penambahan materi yang lebih beragam agar media dapat digunakan dalam jangka waktu lebih lama serta berdampak tidak hanya pada motivasi belajar, tetapi juga pada peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa. Early reading skills are a fundamental foundation in elementary school learning. However, its implementation still faces various challenges, both from internal factors such as low learning motivation and cognitive ability, and external factors such as an unsupportive learning environment and limited facilities. Common difficulties include distinguishing between vowels and consonants, combining letters, and accurately pronouncing phonemes. One effort to address these issues is through the use of engaging learning media that align with students’ characteristics. This study aims to develop a digital learning media based on the Structural Analytic Synthetic (SAS) method for early reading instruction. The study employed a Design and Development (DnD) approach using the ADDIE development model. The instruments used included needs analysis questionnaires, expert validation questionnaires, user response questionnaires, interview guidelines, and observation sheets. The development process involved supervisors and experts in media, content, language, and pedagogy. The validation results showed that the media received an average score of 91.52% from media experts, 90% from content experts, 90% from language experts, and 84% from pedagogy experts, with an overall average of 88.88%, categorized as “highly feasible.” User responses were also very positive, with an average of 92%. The media was considered interactive and effective in increasing students’ learning interest through visual, audio, video, and educational game elements.The digital learning media based on the SAS method is considered suitable for use in early reading instruction. Future research is expected to further develop the media by expanding the content so it can be used over a longer period and impact not only students’ learning motivation but also their early reading skills

    UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS MELALUI MEDIA MOZAIK BERBAHAN LIMBAH RAUTAN PENSIL

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kreativitas anak yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang masih konvensional dan kurangnya variasi media. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui media mozaik berbahan limbah rautan pensil di TK X Purwakarta. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian sejumlah 9 anak kelompok B3 dengan objek penelitian media mozaik berbahan limbah rautan pensil. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kreativitas anak melalui implementasi media mozaik berbahan limbah rautan pensil. Pada siklus I dengan persentase 45% yang masuk dalam kategori Mulai Berkembang (MB), siklus II dengan persentase 74% Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan siklus III dengan persentase 87,5% Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan data hasil analisis, dapat dikatakan bahwa kreativitas anak berkembang sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, yaitu fluency (kelancaran), flexibility (keluwesan berpikir), originality (orisinalitas), dan elaboration (penguraian) dalam melakukan setiap tahapan kegiatan pada setiap siklusnya. ----- This research is motivated by the low creativity of children caused by conventional learning methods and lack of media variations. This study aims to improve the creativity of children aged 5-6 years through mosaic media made from pencil sharpener waste in Kindergarten X Purwakarta. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method with the Kemmis and McTaggart model. This study used 9 children in group B3 as research subjects with mosaic media made from pencil sharpener waste as research objects. Data collection techniques were carried out through observation, documentation, and interviews with data analysis techniques using qualitative and quantitative descriptive approaches. The results of the study showed that there was an increase in children's creativity through the implementation of mosaic media made from pencil sharpener waste. In cycle I with a percentage of 45% included in the category of Starting to Develop (MB), cycle II with a percentage of 74% Developing According to Expectations (BSH), and cycle III with a percentage of 87.5% Developing Very Well (BSB). Based on the analysis data, it can be said that children's creativity develops according to the established success indicators, namely fluency, flexibility, originality, and elaboration in carrying out each stage of activity in each cycle

    PENGARUH CERITA FABEL TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BEKERJA SAMA PADA ANAK USIA DINI: Penelitian Kuantitatif Dengan Metode Pre Eksperimen Desain One-Group Pretest-Posttest

    Get PDF
    Perkembangan sosial-emosional pada anak usia dini, khususnya keterampilan bekerja sama, merupakan fondasi penting bagi pembentukan karakter dan interaksi positif di masa depan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kemampuan bekerja sama anak sebelum dan sesudah penerapan cerita fabel, serta menganalisis signifikansi peningkatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah 21 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi kemampuan bekerja sama yang disusun berdasarkan teori Johnson (2009), Kurikulum Merdeka, dan Permendikbud No. 146 Tahun 2014. Intervensi diberikan melalui pembelajaran berbasis cerita fabel selama empat hari dengan judul Berlibur ke Taman Sakura, Koko dan Misteri Hilangnya Seikat Rumput, Bita dan Madu Terakhir, serta Kerja Sama Semut Pekerja Keras. Aktivitas posttest dirancang dalam bentuk kolaboratif, seperti menyusun puzzle, membuat karya kelompok, dan membuat peta semut. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pretest sebesar 20,95 meningkat signifikan menjadi 37,49 pada posttest. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi p < 0,001, sedangkan perhitungan N-Gain sebesar 0,6121 termasuk kategori sedang namun efektif. Temuan ini menegaskan bahwa cerita fabel berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan bekerja sama anak usia dini. Dengan demikian, cerita fabel dapat dijadikan media pembelajaran yang menyenangkan, sistematis, dan sesuai karakteristik anak. Bagi sekolah, penting untuk menyediakan bahan bacaan fabel dan mendukung guru dalam metode bercerita. Peneliti selanjutnya disarankan mengkaji pengaruh fabel pada aspek sosial lain, seperti empati, toleransi, dan kepemimpinan, termasuk melalui fabel lokal untuk memperkuat nilai budaya. ----- Social-emotional development in early childhood, particularly cooperation skills, is an important foundation for character building and positive interactions in the future. This study aims to identify children's cooperation skills before and after the application of fables, as well as to analyze the significance of the improvement. The study employs a quantitative approach with a pre-experimental design of the One-Group Pretest-Posttest type. The research subjects are 21 children aged 5–6 years. Data were collected using an observation sheet for collaboration skills developed based on Johnson's theory (2009), the Merdeka Curriculum, and Ministry of Education and Culture Regulation No. 146 of 2014. The intervention was delivered through fable-based learning over four days with the titles “Vacationing at Sakura Park,” “Koko and the Mystery of the Missing Bundle of Grass,” “Bita and the Last Honey,” and “The Cooperation of Hardworking Ants.” Posttest activities were designed in a collaborative format, such as assembling puzzles, creating group projects, and making ant maps. The research results showed that the average pretest score of 20.95 increased significantly to 37.49 on the posttest. The paired sample t-test yielded a significance value of p < 0.001, while the N-Gain calculation of 0.6121 fell into the moderate but effective category. These findings confirm that fable stories have a positive impact on improving the collaborative skills of young children. Thus, fables can be used as an enjoyable, systematic, and child-appropriate learning medium. For schools, it is important to provide fable reading materials and support teachers in storytelling methods. Further research is recommended to examine the influence of fables on other social aspects, such as empathy, tolerance, and leadership, including through local fables to strengthen cultural values

    RANCANG BANGUN APLIKASI PEMESANAN AIR ISI ULANG BERBASIS ANDROID DENGAN INTEGRASI FIREBASE DAN LOCATION BASED SERVICE DI DEPOT BUMI QTA

    Get PDF
    Di era digital, teknologi mempermudah berbagai aspek kehidupan, termasuk proses bisnis pada usaha kecil dan menengah. Depot Bumi Qta, sebuah usaha air minum isi ulang di Kabupaten Serang, menghadapi kendala dalam pencatatan dan pengelolaan pesanan yang masih manual. Hal ini kerap menimbulkan kesalahan pencatatan serta keterlambatan pengiriman. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun aplikasi mobile pemesanan air minum menggunakan metode Waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan evaluasi. Aplikasi ini didukung oleh Firebase sebagai backend untuk penyimpanan data real-time, autentikasi pengguna, dan notifikasi status pesanan. Pengujian dilakukan dengan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai spesifikasi. Evaluasi usability menggunakan System Usability Scale memperoleh skor 83, yang menunjukkan aplikasi sangat mudah digunakan dan dapat diterima oleh pengguna. Hasil penelitian membuktikan bahwa digitalisasi proses pemesanan melalui aplikasi ini mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi human error, mempercepat pelayanan, serta memberikan transparansi dan kemudahan akses bagi pelanggan. Solusi ini diharapkan menjadi model penerapan digitalisasi layanan pada sektor wirausaha, khususnya distribusi air minum isi ulang. In the digital era, technology has simplified various aspects of life, including business processes in small and medium enterprises. Depot Bumi Qta, a refillable drinking water business in Serang Regency, faces obstacles in recording and managing orders, which are still done manually. This often leads to recording errors and delivery delays. This study aims to design and develop a mobile application for drinking water orders using the Waterfall method, which includes needs analysis, design, implementation, testing, and evaluation. This application is supported by Firebase as a backend for real-time data storage, user authentication, and order status notifications. Testing was conducted using the Black Box Testing method to ensure that all functions ran according to specifications. Usability evaluation using the System Usability Scale obtained a score of 83, indicating that the application is very easy to use and acceptable to users. The results of the study prove that digitizing the ordering process through this application can improve operational efficiency, reduce human error, speed up service, and provide transparency and ease of access for customers. This solution is expected to become a model for the application of service digitization in the entrepreneurial sector, particularly in the distribution of refillable drinking water

    PENGEMBANGAN DIGITAL STATISTICS COMIC PADA STATISTICAL REASONING LEARNING ENVIRONMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN MINAT STATISTIS SISWA

    Get PDF
    Farid Gunadi (2105050). Pengembangan Digital Statistics Comic pada Statistical Reasoning Learning Environment untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Minat Statistis Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital Statistics Comic pada Statistical Reasoning Learning Environment (SRLE) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan penalaran dan minat statistis siswa. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran statistis dan kurangnya minat siswa karena dianggap jauh dari relevansi kehidupan sehari-hari. Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan bahan ajar dalam bentuk komik digital yang dikemas secara kontekstual, visual, dan interaktif agar lebih menarik serta mudah dipahami oleh siswa. Pendekatan ini mengintegrasikan visualisasi naratif dalam komik digital dengan prinsip SRLE untuk menciptakan pembelajaran statistis yang kontekstual dan interaktif serta relevan dengan kebutuhan literasi data di era Industri 4.0 dan Society 5.0. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Pada tahap Analysis, dilakukan identifikasi kebutuhan siswa, guru, serta karakteristik materi statistis. Tahap Design mencakup perancangan konten, alur cerita, elemen visual, dan strategi pembelajaran berbasis SRLE. Pada tahap Development, produk dikembangkan melalui aplikasi desain grafis dan platform digital, kemudian divalidasi oleh ahli materi, media, dan pedagogi untuk memenuhi kriteria valid. Pada tahap ini juga produk diuji cobakan melalui pilot test untuk mengukur kepraktisan produk. Setelah itu, tahap Implementation dilakukan melalui uji coba pada siswa kelas X di dua sekolah tingkat menengah atas untuk mengukur efektivitas produk. Tahap terakhir, yaitu Evaluation, mencakup evaluasi formatif dan sumatif terhadap bahan ajar dalam meningkatkan penalaran statistis serta minat belajar siswa secara valid, praktis, dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar Statistics Comic dinilai valid oleh para ahli dari segi isi, tampilan, bahasa, dan keterpaduan dengan SRLE. Uji kepraktisan menunjukkan bahwa guru, observer, dan siswa memberikan respons positif sebesar 86% terhadap kemudahan penggunaan, daya tarik, dan kejelasan isi komik digital. Sementara itu, hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan penalaran statistis siswa setelah menggunakan bahan ajar, yang diukur melalui pretest dan posttest. Selain itu, minat siswa terhadap materi statistis meningkat secara nyata, tercermin dari antusiasme dalam berdiskusi, menyelesaikan tugas, dan keterlibatan aktif selama pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar digital Statistics Comic terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan penalaran dan minat statistis siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan abad ke-21 dan mendukung pembelajaran berbasis penalaran statistis. Farid Gunadi (2105050). The Development of Digital Statistics Comic in Statistical Reasoning Learning Environment to Enhance Students' Reasoning Ability and Statistical Interest. This study aims to develop digital teaching materials of “Statistics Comic” on the Statistical Reasoning Learning Environment (SRLE) that are valid, practical, and effective to enhance students' statistical reasoning and interest. This development is motivated by the low statistical reasoning ability and lack of students’ interest, it is because considered as something that is not relevance to everyday life. To answer these challenges, open materials were developed in the form of digital comics that are packaged contextually, visually, and interactively to make students more interested and easy for them to understand. This approach integrates narrative visualization in digital comics with SRLE principles to create contextual and interactive statistical learning that is relevant to data literacy needs in the Industry 4.0 and Society 5.0 eras. The development model used is ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). In the phase of Analysis, it is focused on identifying the needs of students, teachers, and characteristics of statistical materials is carried out. The Design stage includes designing content, storylines, visual elements, and learning strategies based on SRLE. In terms of Development, the product is developed through graphic design applications and digital platforms, then validated by the experts in order to meet the criteria for validity. In this case, the product is also tested to measure the practicality of the product. Meanwhile, the phase of Implementation is applied to measure the effectiveness of the product, here, the product was tested to the 10th Grade students of two senior high schools. The last phase of ADDIE is Evaluation, it includes formative and summative evaluations which assess the validity, practicality, and efectivity of teaching materials in enhancing students’ statistical ability and interest. In relating to the result of study, experts aggree that the use Statistics Comic as learning media was considered valid dealing with content, appearance, language, and integration with the SRLE. Moreover, the Practicality tests showed that teachers, observers, and students gave positive response as many as 86% to the ease of use, attractiveness, and clarity of the contents of digital comics. Besides, the results of pretests and posttests also reflected a significant increase in students' statistical abilities after using the teaching materials. In addition, the students' interest in statistical materials increased significantly, it is indicated in their enthusiasm in doing discussions, assignments, and classroom activity. Therefore, the development of digital Statistics Comic as teaching materials has proven to be valid, practical, and effective in enhancing students' statistical ability and interest. In this regard, this study contributes to the development of learning resources that are in accordance with the needs of the 21st century and support statistical reasoning-based learning

    DETEKSI AKSI KEKERASAN PADA VIDEO MENGGUNAKAN ARSITEKTUR DUAL-STREAM CONVLSTM DENGAN OPTIMASI FRAME GROUPING

    Get PDF
    Sistem pengawasan konvensional sering kali bersifat reaktif dan tidak efisien dalam menangani insiden kekerasan, sehingga dibutuhkan solusi proaktif yang dapat memberikan peringatan secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan menguji sebuah sistem deteksi kekerasan real-time yang tangguh dan efisien secara komputasi. Metode yang diusulkan menggunakan arsitektur dual-stream ConvLSTM yang secara paralel memproses fitur deteksi perubahan dan kerangka manusia. Efisiensi komputasi ditingkatkan melalui teknik frame grouping dan sebuah modul filter yang hanya menganalisis video saat terdeteksi adanya gerakan signifikan. Hasil eksperimen menunjukkan performa model dengan f1-score sebesar 78.62% dan penghematan waktu eksekusi GPU hingga 90.8% berkat penggunaan filter pada video dengan kamera statis dan aktivitas rendah. Sistem end-to-end yang diuji terbukti layak untuk penerapan realtime, dengan latensi pemrosesan maksimum 0.9891 detik. Penelitian ini berhasil mengembangkan sebuah kerangka kerja sistem deteksi kekerasan yang menyeimbangkan antara akurasi, ketangguhan, dan efisiensi komputasi, sehingga praktis untuk penerapan di dunia nyata. Conventional surveillance systems are often reactive and inefficient in handling violent incidents, necessitating proactive solutions capable of providing early warnings. This research aims to design, build, and test a robust and computationally efficient real-time violence detection system. The proposed method adopts a dual-stream ConvLSTM architecture that processes change detection and human skeleton features in parallel. Computational efficiency is enhanced through the frame grouping technique and a filter module that only analyzes video when significant motion is detected. Experimental results show a model performance with an f1-score of 78.62% and GPU execution time savings of up to 90.8% on videos with static cameras and low activity. The tested end-to-end system is proven viable for real-time application, with a maximum processing latency of 0.9891 seconds. This research successfully develops a framework for a violence detection system that balances accuracy, robustness, and computational efficiency, making it practical for real-world implementation

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis teks eksplanasi pada siswa fase C sekolah dasar, terutama dalam aspek struktur teks dan kaidah kebahasaan. Kesulitan tersebut disebabkan oleh belum optimalnya penerapan model pembelajaran yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental berbentuk one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest. Penelitian ini melibatkan 28 siswa kelas V dari salah satu sekolah dasar di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model CIRC efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi, yang dibuktikan melalui uji perbedaan rata-rata dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Efektivitasnya dapat dilihat dari hasil uji N-Gain sebesar 0,4343 yang termasuk dalam kategori sedang. Dengan demikian, model pembelajaran CIRC dapat dipertimbangkan sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi secara sistematis dan sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. This research is motivated by the low skills of writing explanatory texts in phase C elementary school students, especially in the aspects of text structure and linguistic rules. This difficulty is caused by the less than optimal implementation of a systematic learning model. This study aims to examine the effectiveness of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model in improving explanatory text writing skills. The method used is quantitative with a pre-experimental design in the form of a one-group pretest-posttest design. Data collection techniques were carried out through pretest and posttest tests. This study involved 28 fifth-grade students from an elementary school in Bandung City, West Java Province. The results of data analysis show that the CIRC model is effective in improving explanatory text writing skills, as evidenced by the average difference test with a significance value of 0.000 (<0.05). Its effectiveness can be seen from the results of the N-Gain test of 0.4343 which is included in the moderate category. Thus, the CIRC learning model can be considered as an effective strategy in improving the ability to write explanatory texts systematically and in accordance with applicable linguistic rules

    91,208

    full texts

    91,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UPI is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇