63894 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN MEDIA EDUCAPLAY DI KELAS VC SD NEGERI JARAKAN BANTUL
Penelitian ini dilatar belakangi oleh minat belajar IPAS peserta didik masih
rendah karena media pembelajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan
untuk 1) Meningkatkan minat belajar IPAS menggunakan media Educaplay pada
peserta didik kelas VC SD Negeri Jarakan. 2) Mengetahui hasil peningkatan minat
belajar IPAS menggunakan media Educaplay pada peserta didik kelas VC SD
Negeri Jarakan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action
Reasearch) dengan subjek penelitian peserta didik kelas VC SD Negeri Jarakan
Kabupaten Bantul yang berjumlah 20 peserta didik, dengan 9 peserta didik laki-laki
dan 11 peserta didik perempuan. Penelitian ini menggunakan model Kemmis dan
Mc taggart yang tindakannya dilaksanakan dalam dua siklus. Dalam setiap siklus
tahapan yang digunakan yaitu: (1) Perencanaan, (2) Tindakan dan Observasi dan
(3) Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
observasi, wawancara, dan angket minat belajar. Instrumen berupa lembar
observasi dan lembar angket belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kriteria keberhasilan adalah 75% dari
seluruh peserta didik kelas VC SD Negeri Jarakan telah mencapai kategori tinggi
yaitu dengan presentase 75%-100%. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat 1) Peningkatan minat belajar peserta didik kelas VC melalui media permainan edukatif (Educaplay) pada pembelajaran IPAS. Penggunaan media Educaplay dalam pembelajaran IPAS mampu menarik perhatian dan minat peserta didik selama pembelajaran. 2) Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan persentase minat belajar peserta didik yang meningkat setiap siklusnya. Pada pra siklus, persentase minat belajar
memperoleh kategori tinggi sebanyak 5% atau 1 peserta didik. Pada siklus I,
persentase minat belajar memperoleh kategori tinggi sebanyak 60% atau 6 peserta
didik. Pada siklus II terjadi peningkatan dengan persentase 90% atau 16 peserta
didik. Kata Kunci: Minat belajar, IPAS, Educaplay, Penelitian Tindakan Kelas
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAMANHAJI (PAPAN PERMAINAN HAK DAN KEWAJIBAN) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS III SD MUHAMMADIYAH DEMANGREJO KULON PROGO
Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan media pembelajaran
PAMANHAJI (Papan Permainan Hak dan Kewajiban), 2) mengetahui kelayakan
produk media pembelajaran PAMANHAJI (Papan Permainan Hak dan
Kewajiban), 3) mengetahui kepraktisan produk media pembelajaran
PAMANHAJI (Papan Permainan Hak dan Kewajiban). Media ini dikembangkan
untuk materi hak dan kewajiban bagi peserta didik kelas III di SD
Muhammadiyah Demangrejo. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE dan menggunakan tiga tahap pengembangan, yaitu Analyze (Analisis), Design (Perancangan), dan Development (Pengembangan). Subjek uji coba penelitian adalah 21 peserta didik dan guru kelas III SD
Muhammadiyah Demangrejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
wawancara, observasi, angket, dan skala penilaian. Instrumen penelitian ini adalah
pedoman wawancara, pedoman observasi, angket analisis kebutuhan awal peserta
didik, skala penilaian ahli materi, skala penilaian ahli media, skala penilaian uji
kepraktisan guru, dan angket respon peserta didik. Teknik analisis data pada
penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif rerata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PAMANHAJI layak dan
praktis untuk digunakan pada materi Hak dan Kewajiban kelas III SD
Muhammadiyah Demangrejo. Kelayakan media diperoleh dari hasil validasi ahli
materi dengan skor rata-rata 4,86 kategori “Sangat Layak” serta validasi ahli
media dengan skor rata-rata 4,53 kategori “Sangat Layak”. Kepraktisan media
pembelajaran diperoleh dari uji kepraktisan guru dan respon peserta didik pada
saat uji coba. Hasil skor rata-rata uji kepraktisan guru tahap I adalah 4,93 kategori
“Sangat Praktis” dan pada uji kepraktisan tahap II adalah 5 kategori “Sangat
Praktis”. Sementara untuk hasil skor rata-rata peserta didik pada uji coba
kelompok kecil adalah 4,66 kategori “Sangat Praktis” dan uji coba lapangan
adalah 4,72 kategori “Sangat Praktis”. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Papan Permainan, Hak dan Kewajiba
PENGEMBANGAN MEDIA SPINNER PATUH ATURAN MUATAN PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR NEGERI PERCOBAAN 2 SLEMAN
Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk media pembelajaran visual
“Spinner Patuh Aturan” yang layak dan praktis. Media ini digunakan dalam
pembelajaran pendidikan Pancasila pada materi aku patuh aturan kelas 1 SD Negeri
Percobaan 2. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D)
menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu Analyze, Desain,
Development, Implementation, Evaliation. Tahapan pada penelitian ini hanya
sampai pada tahap keempat yaitu Implementation (implementasi). Implementasi
produk yang telah dikembangkan, dilakukan melalui uji coba guru, uji coba
kelompok kecil berjumlah 10 siswa, dan uji coba kelompok besar berjumlah 18
siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif
kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk media yang dikembangkan masuk dalam kategori “Sangat Layak” dan “Sangat Praktis”. Kategori “Sangat Layak” diperoleh dari hasil validasi ahli materi yaitu 92% serta hasil akhir validasi
media dipeoleh persentase sebesar 97%. Kategori “Sangat Praktis” diperoleh dari
hasil respon guru yaitu 94,6% dan hasil respon siswa 93%. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Media Visual, Patuh Aturan, Kelas 1 S
PENGEMBANGAN LKPD DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW MATERI NORMA DALAM KEHIDUPANKU KELAS V SD
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kelayakan lembar kerja peserta didik (LKPD) dengan model cooperative learning tipe jigsaw pada materi norma dalam
kehidupanku untuk kelas V SD; (2) Mengetahui kepraktisan lembar kerja peserta didik
(LKPD) dengan model cooperative learning tipe jigsaw pada materi norma dalam
kehidupanku untuk kelas V SD.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research
and Development) yang mengacu pada model pengembangan Borg and Gall. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di 5 Sekolah Dasar yaitu SDN Kasihan, SDN 1 Padokan, SDN Bangunjiwo, SDN Kasongan, dan SDN Sembungan. Teknik pengumpulan data yang igunakan adalah wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kualitatif berupa reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan analisis data kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase.
LKPD dengan model cooperative learning tipe Jigsaw dikembangkan melalui tujuh tahapan berdasarkan prosedur pengembangan Borg & Gall. Tahapan pengembangan
yang dilakukan yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3)
pengembangan produk awal, (4) pengujian lapangan awal, (5) merevisi hasil uji coba, (6)
uji coba lapangan utama, dan (7) penyempurnaan produk hasil uji coba. LKPD dinyatakan layak dan sangat praktis untuk pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas V SD. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil validasi madia dengan memperoleh persentase 83% dalam kategori layak dan validasi materi dengan memperoleh persentase 86% dengan kategori sangat layak. Hasil perolehan persentase pada uji coba lapangan utama 92% dari guru dengan kategori sangat praktis dan memperoleh 86% dari siswa dengan kategori sangat praktis.
Kata Kunci : Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw, Norma dalam Kehidupank
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM SEKOLAH KELAS TAHFIDZ AL-QURAN DI SD NEGERI KARANGSARI KOTAGEDE
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan
pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui program sekolah kelas tahfidz Al-
Quran di SD Negeri Karangsari Kotagede yang dilihat dari aspek perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi; (2) Menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat
dari pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui program sekolah kelas
tahfidz Al-Quran di SD Negeri Karangsari Kotagede.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penilitian kualitatif dengan
menggunakan pendekatan studi kasus karena mengungkap suatu kekhasan
khususnya program sekolah kelas tahfidz Al-Quran. Penelitian ini dilaksanakan di
SD Negeri Karangsari Kotagede. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru
pengajar tahfidz, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data berupa wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model
analisis Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pada pelaksanaan terdapat aspek
perencanaan meliputi kurikulum sekolah yang memuat program kegiatan terkait
karakter religius beserta indikator yang menjadi acuannya, melewati analisis
potensi dan kebutuhan yang disesuaikan dengan indikator karakter religius,
pembentukan tim, penyusunan program, dan sosialisasi kepada pihak terlibat terkait
program kegiatan dan indikator karakter religius. Pada pelaksanaan program tahfidz
Al-Quran terdapat metode dan strategi yang digunakan, kemudian rangkaian
kegiatan meliputi kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup yang
masing-masing kegiatan terdapat pendidikan karakter religius. Evaluasi kegiatan
berupa penilaian tertulis yang disesuaikan dengan indikator karakter religius; (2)
Ditemukannya pada pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui program
sekolah kelas tahfidz Al-Quran yaitu faktor pendukung dan penghambat baik secara
internal maupun eksternal yang mempengaruhi jalannya kegiatan.
Kata kunci: pelaksanaan, pendidikan karakter, karakter religius, tahfidz Al-Qura
DESAIN DIDAKTIS PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN DAN PEMBAGIAN KELAS II SEKOLAH DASAR
Desain didaktis merupakan rancangan desain yang menjadi kunci
keberhasilan pembelajaran sebagai upaya mengurangi hambatan belajar. Hambatan
belajar terdapat pada keterbatasan pemahaman peserta didik terhadap konsep
perkalian dan pembagian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui rancangan
desain pembelajaran pada materi pemahaman konsep perkalian dan pembagian. (2)
Mengetahui implementasi desain didaktis yang telah menghantarkan peserta didik
dalam memahami konsep perkalian dan pembagian. (3) Mengetahui learning
obstacles yang muncul selama proses implementasi pembelajaran pada materi
pemahaman konsep perkalian dan pembagian. Penelitian menggunakan metode desain didaktis Didactical Design Research yang menggunakan tiga tahapan analisis yakni: Prospective analysis, metapedadidactic analysis, dan retrospective analysis. Setiap temuan dari tahapan dideskripsikan secara deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Selang, Kabupaten Gunungkidul dengan subjek penelitian yaitu kelas II berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, tes, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Rancangan desain
pembelajaran yang dikemas pada hypothetical learning trajectory selama lima kali
teaching experiment (perkalian dengan strategi penjumlahan berulang, perhitungan
array persegi panjang, dan perbandingan. Pembagian dengan strategi pengurangan
berulang, pengukuran dan pembagian yang adil). Milieu yang digunakan yaitu
lembar kerja peserta didik. (2) Implementasi melalui teaching experiment mampu
menghantarkan pemahaman peserta didik terkait dengan strategi perkalian dan
pembagian yang dibuktikan dengan adanya respom serta perubahan pengetahuan
pra-observasi dan pasca-observasi. (3) Berdasarkan implementasi desain
teridentifikasi learning obstacles baik ontogenic obstacle, epistemological
obstacle, maupun didactical obstacle. Hasil refleksi desain didaktis perlu adanya
perbaikan pada desain hypothetical learning trajectory sehingga menjadi lintasan
belajar yang mampu mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini berimplikasi
sebagai desain pembelajaran yang dikemas dalam sebuah learning trajectory
berorientasi pada pemahaman konsep perkalian dan pembagian sekolah dasar.
Kata kunci: Perkalian, Pembagian, Learning Obstacles, Desain Didaktis
Strategi Penguatan Kinerja Continuous Improvement: Studi Fenomenologi pada Industri Manufaktur di Indonesia.
Tuntutan terhadap daya saing produk perlu diimbangi dengan penguatan
kinerja continuous improvement (CI) yang berorientasi pada quality, cost,
delivery, morale, dan safety (QCDMS), yakni dengan meningkatkan kualitas
produk, mengurangi biaya produksi, mempercepat proses produksi, meningkatkan
semangat pekerja, dan meningkatkan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan
(1) mendeskripsikan kondisi CI pada industri manufaktur di Indonesia, (2)
mengeksplorasi strategi penguatan kinerja CI pada industri manufaktur di
Indonesia, dan (3) merumuskan model pelatihan tenaga kerja untuk menguatkan
kinerja CI.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Informan penelitian ini terdiri atas 15 staf industri manufaktur
berpengalaman mengimplementasikan CI yang dipilih dengan teknik purposive
sampling. Teknik utama pengumpulan data adalah wawancara yang diperkuat
dengan observasi dan dokumentasi. Strategi yang digunakan untuk meningkatkan
keabsahan data yakni triangulasi, keterlibatan berkepanjangan dalam
pengumpulan data, member check dan focus group discussion. Analisis data
menggunakan prinsip Epoche dengan bantuan software ATLAS.ti 9.
Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Kondisi CI pada industri
manufaktur di Indonesia yang terungkap antara lain terkait dengan aspek: a)
Urgensi; b) Kontributor; c) Target, dan d) Hambatan Implementasi CI. (2) Strategi
penguatan kinerja CI pada industri manufaktur di Indonesia meliputi: a) strategi
penguatan kinerja proses, b) strategi penguatan kinerja dukungan manajemen, c)
strategi penguatan kinerja komunikasi, d) strategi penguatan kinerja keterlibatan
karyawan, dan e) strategi penguatan kinerja pemberdayaan karyawan. (3)
Rumusan model pelatihan tenaga kerja untuk menguatatkan kinerja CI
mengintegrasikan: a) pelatihan di kelas bertujuan untuk memperkuat keterampilan
non-teknis tentang konsep CI, prinsip dan keyakinan kerja, growth mindset, soft
skills, manajerial dan kepemimpinan, wawasan psikologi, jenis dan teknik
komunikasi, serta belajar mandiri berkelanjutan, b) pelatihan dojo (pusat
pelatihan) bertujuan memperkuat keterampilan teknis tentang hard skills, kualitas,
produktivitas, perhitungan biaya produksi, K3, statistika, standarisasi, otomasi dan
digitalisasi, c) pelatihan di tempat kerja bertujuan untuk memberikan pengalaman
langsung untuk mengintegrasikan keterampilan teknis dan non-teknis dalam
implementasi CI dengan dukungan dari mentor
IMPLEMENTASI KARAKTER KE-JOGJA-AN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PROGRAM “SEGAJIH LIVE IN & EDUCATION” DI DESA WISATA HARGOTIRTO, KOKAP, KULONPROGO.
Studi Pemetaan Kompetensi Teknologi Digital Guru SMK pada Era Revolusi Industri 4.0.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kompetensi teknologi digital guru SMK di wilayah Kota Yogyakarta pada era revolusi industri 4.0 ditinjau dari (1) kebutuhan kompetensi; (2) masing-masing sekolah; dan (3) menganalisis hubungan antara masa kerja guru dengan tingkat kompetensi teknologi digital guru SMK di wilayah Kota Yogyakarta pada era revolusi industri 4.0.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Kompetensi yang dianalisis yakni kompetensi teknologi digital guru SMK yang terdiri dari 5 tingkatan yaitu technological awareness, technological literacy, technological capability, technological creativity, dan technological criticism. Penelitian ini dilakukan di 25 SMK yang ada di wilayah Kota Yogyakarta. Sampel penelitian sebanyak 284 guru kejuruan yang diperoleh dengan menggunakan teknik probability sampling dengan fokus pada proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan angket. Instrumen penelitian divalidasi melalui pengujian validitas isi oleh pendapat ahli, yang kemudian diuji coba terbatas kepada 30 responden. Reliabilitas instrumen diuji dengan menggunakan Alpha Cronbach’s. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji korelasi Rank Spearman.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Secara keseluruhan, kompetensi teknologi digital guru SMK di wilayah Kota Yogyakarta sudah berada pada kategori baik, di mana tingkatan technological awareness memperoleh skor sebesar 84,52% dan berada pada kategori sangat baik, tingkatan technological literacy memperoleh skor sebesar 78,33% dan berada pada kategori baik, tingkatan technological capability memperoleh skor sebesar 73,14% dan berada pada kategori baik, tingkatan technological creativity memperoleh skor sebesar 66,51% dan berada pada kategori cukup, dan tingkatan technological criticism memperoleh skor sebesar 73,49% dan berada pada kategori baik; (2) Kompetensi teknologi digital guru SMK di wilayah Kota Yogyakarta berdasarkan masing-masing sekolah secara umum sudah berada pada kategori baik, dengan perolehan skor dan juga kategori yang beragam di setiap tingkatan teknologi digital yang diteliti; (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara masa kerja guru dengan tingkat kompetensi teknologi digital guru SMK di wilayah Kota Yogyakarta, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 ≤ 0,05 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,713. Hal ini berarti bahwa semakin lama masa kerja guru, maka akan semakin baik tingkat kompetensi teknologi digitalnya
Profil dan Relevansi Lulusan Program Studi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta dengan Kebutuhan Kerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil dan relevansi lulusan Program Studi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan (PTSP) Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (FT UNY) dengan kebutuhan kerja, dengan cara menggambarkan fenomena kondisi dan diidentifikasi secara terukur sesuai keadaan sekarang untuk dibandingkan dengan pusat karir UNY, keterserapan lulusan Program Studi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan di Fakultas Teknik UNY, upaya yang dilakukan untuk memperoleh pekerjaan, opportunity lulusan untuk berwirausaha.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menyebarkan kuesioner online kepada lulusan PTSP FT UNY angkatan 2019 hingga 2023. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lulusan PTSP FT UNY bekerja di bidang konstruksi (63,48%), disusul bidang lain-lain (23,91%), pendidikan (11,30%), dan wirausaha (7,02%), sementara bidang IT, dosen, dan tenaga kependidikan masih sedikit. Sebagian besar lulusan memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari 6 bulan (84,62%), terutama melalui relasi pribadi (63,66%) seperti dosen, alumni, dan teman, diikuti pencarian online (13,66%), membangun bisnis (5,59%), dan rekrutmen langsung (4,97%). Para lulusan juga mendapat informasi lowongan kera melalui iklan cetak, pameran kerja, jejaring sejak kuliah, dan lembaga resmi, meskipun dengan persentase lebih kecil. Lulusan mengharapkan peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian, serta dukungan yang lebih baik bagi mahasiswa yang terlibat dalam penelitian serta peningkatan praktik industri, terutama dalam hal penempatan dan kualitas, dan relevansinya dengan program studi