21105 research outputs found
Sort by
Effect of Various Media on Growth, Larvae Production and Production of Kasgot Black Soldier Fly (Hermetia Illucens)
74 HalamanPenelitian mengenai pengaruh berbagai media terhadap pertumbuhan , produksi larva dan produksi kasgot Black Soldier Fly ( Hermetia illucens ) yang dilaksanakan di Roemah Maggot Marelan, Desa Terjun ,Kecamatan Medan Marelan , Kota Medan , Provinsi Sumatera Utara mulai bulan Juli-November 2022. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai media terhadap pertumbuhan, berat maggot, Panjang maggot, produksi larva dan produksi kasgot Black Soldier Fly, dan analisis kasgot Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan perlakuan yaitu : P1 Limbah alpukat (4kg), P2 limbah rumah makan (4kg), P3 limbah pisang (4kg) , P4 limbah alpukat (2kg) + limbah pisang (2kg) , P5 limbah alpukat (2kg) + limbah rumah makan (2kg) , P6 limbah pisang (2kg) + limbah rumah makan (2kg). Parameter yang diamati adalah pertambahan berat maggot (gram), Panjang maggot (cm), umur larva dari telur sampai prepupa, produksi maggot (kg), produksi kasgot (kg), dan analisis kasgot. Hasil dari penelitian ini adalah : Pertambahan berat maggot tertinggi terdapat pada perlakuan P4 (alpukat + Pisang pada 2 MSP dengan berat 1,12 gram. Panjang maggot terbesar terdapat pada perlakuan P5 (Alpukat + limbah rumah makan) 3 MSP dengan panjang 2,03 cm. Fase telur ke larva membutuhkan waktu 3 - 4 hari rata – rata nya , lamanya fase larva 14 hari. Stadia larva menjadi prepupa rata - rata membutuhkan waktu 7 hari . Produksi maggot terbesar terdapat pada perlakuan P5 (Alpukat + Limbah Rumah Makan ) 2,6 kg. Produksi kasgot tertinggi terdapat pada perlakuan P6 (Alpukat + Pisang) dengan berat 2,79 kg.Kondisi media tumbuh larva pada kelembapan 61- 82 %, suhu 28,7- 34,5°C dan pH 6,5 – 6,8. Research on the effect of various media on growth, larval production and production of Black Soldier Fly (Hermatia illucens) casgot was carried out at Roemah Maggot Marelan, Waterfall Village, Medan Marelan District, Medan City, North Sumatra Province starting in July-November 2022. The research objective was to determine the effect of various media on growth, maggot weight, maggot length, larval production and production of black soldier fly casgot, and casgot analysis. The study used a completely randomized non-factorial design with the following treatments: P1 avocado waste (4kg), P2 restaurant waste (4kg) ), P3 banana waste (4kg), P4 avocado waste (2kg) + banana waste (2kg), P5 avocado waste (2kg) + restaurant waste (2kg), P6 banana waste (2kg) + restaurant waste (2kg). Parameters observed were maggot weight gain (grams), maggot length (cm), larval age from egg to prepupa, maggot production (kg), casgot production (kg), and casgot analysis. The results of this study were: The highest maggot weight gain was in the P4 treatment (avocado + banana at 2 MSP with a weight of 1.12 grams. The largest maggot length was in the P5 treatment (Avocado + restaurant waste) 3 MSP with a length of 2.03 cm The egg-to-larval phase takes 3-4 days, the larval phase lasts 14 days. The larval stage becomes prepupa takes 7 days. The highest production of maggot is in the P5 treatment (Avocado + Restaurant Waste) 2.6 kg. The highest production of casgot is found in treatment P6 (Avocado + Banana) weighing 2.79 kg. Media conditions for growing larvae at BSF casgot production humidity were 61-82%, temperature 28.7-34.5°C and pH 6.5 – 6.8
Utilization of Organic Waste to Become Compost Using the Takakura Method and Effects on the Growth of Pakcoy Plants (Brassica Rapa L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos menggunakan metode takakura dan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa). Penelitian ini dilakukan dengan metode ekperimental menggunkan rancangan acak lengkap (RAL), terdapat 5 taraf perlakuan yaitu P0 = kontrol , P1 = 200 gr (kompos takakura), P2 = 250 gr (kompos takakura), P3 = 300 gr (kompos takakura),P4= 350 gr(kompos takakura),masing-masing perlakuan dilakukan 5 kali pengulangan. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji LSD0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuaan pupuk kompos takakura dengan kosentrasi 350 gram memberikan hasil yang signifikan pada pertumbuhan tanaman pakcoy meliputi parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 25 cm, jumlah daun 16,8 helai dan berat basah tanaman pakcoy dengan rata-rata 440 gram. This study aims to find out how the utilization of organic waste into compost using the takakura method and the effect on the growth of mustard greens (Brassica rapa). This research was conducted using an experimental method using a completely randomized design (CRD), there were 5 treatment levels, namely P0 = control, P1 = 200 gr (takakura compost), P2 = 250 gr (takakura compost), P3 = 300 gr (takakura compost), P4 = 350 gr (takakura compost), each treatment was repeated 5 times. The research data were analyzed using the ANOVA test and continued with the LSD0.05 test. The results showed that the treatment of takakura compost with a concentration of 350 grams gave significant results on the growth of pakcoy plants including the parameters of plant height with an average of 25 cm, number of leaves of 16.8 leaves and wet weight of pakcoy plants with an average of 440 grams
Criminal Law Enforcement Against Perpetrators Crime without the Right to Carry Sharp Weapons (Decision Study Number 3058/Pid.Sus/2021/Pn.Mdn)
72 HalamanDi Indonesia telah memberlakukan larangan kepemilikan senjata tajam
yang dapat melukai orang lain. Menggunakan senjata tajam dengan tanpa hak
yang sifatnya tidak sesuai dengan kegunannya dapat ditangkap oleh pihak
berwajib. Penggunaan senjata tajam yang tidak jelas peruntukannya berpotensi
kepada perbuatan yang tergolong sebagai kejahatan. Permasalahan yang dibahas
adalah bagaimana pengaturan hukum tentang pelaku kejahatan tanpa hak
membawa senjata tajam dan bagaimana penegakan hukum pidana terhadap pelaku
kejahatan tanpa hak membawa senjata tajam berdasarkan putusan No.
3058/Pid.Sus/2021/PN.Mdn.
Untuk memecahkan permasalahan pada penelitian di atas, metode yang
digunakan adalah penelitian yuridis formal, penelitian ini bersifat deskriptif
analitis, teknik pengumpulan data terdiri dari penelitian kepustakaan, penelitian
ini merupakan metode analisis kualitatif.
Hasil penelitian yaitu Pengaturan Hukum Tentang Pelaku Kejahatan
Tanpa Hak Membawa Senjata Tajam diatur pada Undang-Undang Darurat
Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 ayat (1) dan Penegakan Hukum
Pidana Terhadap Pelaku Kejahatan Tanpa Hak Membawa Senjata Tajam
Berdasarkan Putusan No. 3058/Pid.Sus/2021/PN.Mdn diketahui dengan hukuman
pidana selama sepuluh bulan. Peneliti menyarankan kepada pemerintah dan
lembaga legislatif untuk melakukan pembaharuan terhadap Undang-Undang
Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, Peneliti juga menyarankan
agar pemerintah dan lembaga legislatif dapat mensosialiasikan aturan hukum
tentang Kepemilikan, Penggunaan dan larangan membawa senjata tajam kepada
masyarakat. Indonesia has imposed a ban on possession of sharp weapons that can
injure others. Using sharp weapons without rights whose nature is not in
accordance with their use can be arrested by the authorities. The use of sharp
weapons whose designation is not clear has the potential to constitue an act
classified as a crime. The issues discussed are how to regulate the law regarding
criminals without the right to carry sharp weapons and how to enforce criminal
law against perpetrators without the right to carry sharp weapons based on
decision no. 3058/Pid.Sus/2021/PN.Mdn
To solve the problems in the research above, the method used is formal
juridical research, this research is analytical descriptive in nature, the data
collection technique consists of library research, this research is a qualitative
analysis method.
The results of the research are the Legal Regulations Concerning Crime
Perpetrators Wihtout the Right to Carry Sharp Weapons regulated in the
Emergency Law of the Republik of Indonesia Number 12 of 1951 Article 2
paragraph (1) and Criminal Law Enforcement Against Crime Actors Without the
Right to Carry Sharp Weapons Based on Decision No. 3058/Pid.Sus/2021/PN.Mdn
can be found with a criminal sentence of ten months. Researchers suggest to the
goverment and legislative institutions to make updates to the Emergency Law of
the Repbulic of Indonesia Number 12 of 1951. Researchers also suggest that the
goverment and legislative institutions can socialize the legal rules regarding the
Ownership, use and Prohibition of Carrying Sharp Weapons to the public
Juridical Review of the Application of Restorative Justice in Settlement of Criminal Cases (Study at South Nias Police)
65 HalamanPersidangan yang lebih cepat dan lebih murah, penggunaan restorative
justice sebagai salah satu bentuk mediasi punitif memberikan kesempatan kepada
pihak lawan untuk mendapatkan keadilan atau penyelesaian yang memuaskan.
Polisi sudah mulai menggunakan keadilan restoratif sebagai metode penyelesaian
kasus, terutama dalam kasus kriminal dengan sedikit kerugian. Masalah dalam
penelitian ini adalah Bagaimana penerapan restorative justice dalam penyelesaian
perkara pidana di Polres Nias Selatan?, Apakah kendala-kendala pada penerapan
restorative justice dalam penyelesaian perkara pidana?. Penelitian ini
menggunakan metodologi penelitian yuridis normatif. Metodologi penelitian ini
menggunakan analisis deskriptif untuk memandu penelitian hukum normatif.
Pengumpulan data menggunakan dua metode: yang pertama adalah penelitian
lapangan, dan yang kedua adalah penelitian kepustakaan. Analisis data deskriptif
digunakan dalam penelitian ini. Polres Nias Selatan (Polda Nias Selatan) telah
memperkenalkan keadilan restoratif antara korban dan pelaku yang sepakat untuk
menyelesaikan kasus pidana secara kekeluargaan berdasarkan temuan studi.
Kesepakatan perdamaian akan tercapai selama proses keadilan restoratif antara
korban dan pelaku, dan merupakan kewajiban pelaku untuk memberikan ganti
rugi kepada korban sesuai dengan ketentuan kesepakatan. Tidak terpenuhinya
syarat-syarat kesepakatan penyelesaian perkara pidana secara musyawarah,
pertimbangan ekonomi, dan pemahaman aparat Polri terhadap pengertian
restorative justice menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam
implementasi restorative justice. Polres Nias Selatan telah menerapkan keadilan
restoratif, yaitu memperlakukan korban dan pelaku secara setara, meskipun ada
beberapa tantangan. Demikian kesimpulan yang diambil dari penelitian tersebut. Trials are faster and cheaper, the use of restorative justice as a form of
punitive mediation provides an opportunity for opposing parties to obtain justice
or a satisfactory settlement. The police have started to use restorative justice as a
method of settling cases, especially in criminal cases with little to no loss. The
problem in this research is how is the application of restorative justice in the
settlement of criminal cases at the South Nias Police? What are the obstacles to
the application of restorative justice in the settlement of criminal cases? This
study uses a normative juridical research methodology. The research methodology
uses descriptive analysis to guide normative legal research. Data collection uses
two methods: the first is field research, and the second is library research.
Descriptive data analysis is used in this study. South Nias Police (Polda Nias
Selatan) has introduced restorative justice between victims and perpetrators who
agree to resolve criminal cases amicably based on the study findings. A peace
agreement will be reached during the process of restorative justice between the
victim and the perpetrator, and it is the duty of the perpetrator to provide
compensation to the victim in accordance with the terms of the agreement. The
non-fulfillment of the terms of the agreement on the resolution of criminal cases
by deliberation, economic considerations, and the understanding of the Police
apparatus on the notion of restorative justice is one of the challenges faced in the
implementation of restorative justice. The South Nias Police have implemented
restorative justice, namely treating victims and perpetrators equally, despite
several challenges. Those are the conclusions drawn from the research
The Relationship between Workload and Job Stress in Health Personnel at the Lubuk Pakam Community Health Center, District. Deli Serdang
77 HalamanTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan stress kerja pada pegawai tenaga kesehatan di puskesmas lubuk pakam. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dari penelitian ini berjumlah 72 pegawai serta sampel yang digunakan sebanyak 36 pegawai. Dalam penentuan sampel, teknik yang digunakan adalah teknik purposive sample. Teknik digunakan untuk pengumpulan data adalah menggunakan skala, dimana skala psikologis ini berbentuk kuesioner, yaitu skala beban kerja dengan skala stress kerja. Berdasarkan hasil analisis dengan metode analisis korelasi, diketahui bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja dilihat dari nilai koefisien (Rxy) = 0,785 dengan p = 0.000 < 0.050, artinya ada hubungan positif yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja semakin semakin tinggi beban kerja semakin tinggi stres kerja pegawai. Kontribusi beban kerja terhadap stress kerja dilihat dari nilai koefisien determinasi (R2) yaitu 0,616 yang artinya kontribusi beban kerja terhadap stress kerja sebesar 61,6%. Dalam penelitian ini beban kerja pada pegawai tenaga kesehatan tergolong tinggi, berdasarkan pada nilai rata-rata empirik yang diperoleh (67,42) lebih besar dari nilai rata-rata hipotetik (55). Selanjutnya diketahui bahwa stress kerja pada pegawai tenaga kesehatan juga tergolong tinggi, hal tersebut berdasarkan pada nilai rata-rata empirik yang diperoleh (83,61) lebih besar dari nilai rata-rata hipotetik (70). The aim of this research is to determine the correlation between workload and work stress among health workers at the Lubuk Pakam Community Health Center. This research method is a quantitative method. The population of this research was 72 employees and the sample used was 36 employees. In determining the sample, the technique used is a purposive sampling technique. The technique used for data collection is to use a scale, where this psychological scale is in the form of a questionnaire, namely a workload scale with a work stress scale. Based on the results of the analysis using the correlation analysis method, it is known that there is a significant positive correlation between workload and work stress seen from the coefficient value (Rxy) = 0.785 with p = 0.000 < 0.050, meaning that there is a significant positive correlation between workload and work stress. The higher the workload, the higher the employee's work stress. The contribution of workload to work stress can be seen from the coefficient of determination (R2), namely 0.616, which means the contribution of workload to work stress is 61.6%. In this study, the workload for health workers was classified as high, based on the empirical average value obtained (67.42) which was greater than the hypothetical average value (55). Furthermore, it is known that work stress among health workers is also relatively high, this is based on the empirical average value obtained (83.61) which is greater than the hypothetical average value (70)
The Relationship between School Climate and Self-Regulation Learning for State Police School (SPN) Students Insult the North Sumatra Police
109 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan iklim sekolah dengan self
regulated learning siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Hinai Polda SUMUT. Self
regulated learning adalah kemampuan seseorang untuk menghadapi tantangan
serta mengkombinasikan antara penghsarapan yang positif dan motivasi serta
berbagai strategi untuk pemecahan masalah yang mencakup aspek personal
(kognitif, dan afektif/emosional), prilaku (behavioral) dan kontektual. Untuk
mengukur self regulated learning digunakan skala yang disusun berdasarkan
aspek-aspek self regulated learning menurut Schunk dan Zimmerman (dalam
Ropp, 2008) yaitu; aspek metakognisi, aspek motivasi dan aspek perilaku.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim sekolah dengan
self regulated learning siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Hinai Polda SUMUT.
Subjek penelitian ini adalah 152 siswa SPN. Teknik pengambilan sampel
menggunakan total sampling. Total sampling adalah teknik pengambilan sampel
dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Metode pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan skala iklum sekolah dan skala self regulated
learning. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi r product moment dapat
diketahui bahwa ada hubungan positif antara iklim sekolah dengan self regulated
learning dimana rxy = 0,427 dengan signifikan p = 0.000 P < 0.05, artinya
semakin tinggi iklim sekolah maka semakin tinggi self regulated learning siswa.
Maka hipotesis yang diajukan pada penelitian ini dinyatakan diterima. This study aims to determine the correlation between school climate and students
self-regulated learning at the Hinai Polda SUMUT National Police School (SPN).
Self-regulated learning is a person's ability to face challenges and combine
positive expectations and motivation as well as various strategies for solving
problems that include personal (cognitive and affective/emotional), behavioral
(behavioral) and contextual aspects. To measure self-regulated learning, a scale
is used based on the aspects of self-regulated learning according to Schunk and
Zimmerman (in Ropp, 2008), namely; metacognition aspects, motivational aspects
and behavioral aspects. This study aims to determine the correlation between
school climate and the self-regulated learning of students at the Hinai Polda
SUMUT State Police School (SPN). The subjects of this study were 152 SPN
students. The sampling technique uses total sampling. Total sampling is a
sampling technique where the number of samples is equal to the population. The
data collection method was carried out using the school climate scale and the
self-regulated learning scale. Based on the results of the calculation of the r
product moment correlation, it can be seen that there is a positive correlation
between school climate and self-regulated learning where rxy = 0.427 with a
significant p = 0.000 P <0.05, meaning that the higher the school climate, the
higher the student's self-regulated learning. Then the hypothesis proposed in this
study is declared accepted
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Dalam Berinvestasi Terhadap Reksa Dana Online Di Aplikasi Bibit Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Hkbp Nommensen Medan
104 HalamanPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam berinvestasi terhadap reksa dana online di aplikasi Bibit pada mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas HKBP Nommensen Medan. Pengetahuan Investasi, Persepsi Pengaruh Lingkungan, Modal Minimal Investasi, Risiko Investasi, dan Return Investasi sebagai variabel independen. Minat mahasiswa dalam penelitian ini sebagai variabel dependen.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 25. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode non-probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga mendapatkan jumlah responden sebanyak 71 responden mahasiswa yang menggunakan reksa dana online di aplikasi Bibit. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji statistik, dan uji hipotesis. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner secara langsung dan google form. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yakni variabel pengetahuan investasi, modal minimal investasi, risiko investasi, dan return investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa dalam berinvestasi reksa dana online di aplikasi Bibit pada mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas HKBP Nommensen Medan. This research was conducted to determine the factors that influence student interest in investing in online mutual funds in the Seeds application for students of the Faculty of Economics and Business, University of HKBP Nommensen Medan. Investment Knowledge, Perceived Environmental Effects, Minimum Investment Capital, Investment Risk, and Investment Return as independent variables. Student interest in this study as the dependent variable.
This study used a quantitative descriptive method which was analyzed using SPSS version 25. Sampling used a non-probability sampling method using a purposive sampling technique so that a total of 71 student respondents used online mutual funds in the Seeds application. Data analysis techniques used are validity and reliability tests, classic assumption tests, statistical tests, and hypothesis testing. The data was obtained from direct distribution of questionnaires and google forms. The results obtained in this study are the variables of investment knowledge, minimum investment capital, investment risk, and investment returns that have a positive and significant effect on student interest in investing in online mutual funds in the Seeds application for students of the Faculty of Economics and Business, University of HKBP Nommensen Medan
Fund Implementation Villages in Empowering Green Farmer Groups in Natam Village Parliilitan District, Humbang Hasundutan Regency
62 HalamanTujuan Dari Penelitian Ini Untuk Mendeskripsikan tentang Implementasi Dana Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Dalam Meningkatkan dan Memandirikan Masyarakat Di Desa Natam Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. penelitian ini menunujukkan Implementasi Dana desa dalam pemberdayaan Kelompok Tani Hijau di Desa Natam kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan. Teori penelitian Ini menggunakan indikator Implementasi menurut Dunn (2010:109) dinilai dari 5 dimensi yaitu: 1) Perencanaan Program, Pengalokasian Dana, Pemberian Bantuan Dan Dukungan, Pelaksanaan Kegiatan, Monitoring dan Evaluasi. Dalam penelitian ini berdasarkan 1) perencanaan program, perencanaan ini melibatkan identifikasi kebutuhan kelompok tani, penetapan tujuan, strategi, dan langkahlangkah yang akan diambil dalam implementasi. 2) pengalokasian dana, implementasi melibatkan
pengalokasian dana desa yang telah ditentukan untuk mendukung pemberdayaan
kelompok tani hijau, pengalokasian dana ini harus mempertimbangkan kebutuhan,
prioritas, dan kelompok tani hijau. 3) pemberian bantuan dan dukungan, implementasi melibatkan penyediaan bantuan dan dukungan kepada kelompok tani hijau, berupa penyediaan bibit, pupuk, alat pertanian, pelatihan. 4) pelaksanaan kegiatan, yang telah direncanakan, seperti penanaman, pemeliharaan tanaman yang kurang lancar dan tidak dilakukan pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan, 5) monitoring dan evaluasi, diketahui bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Pembina kelompok tani tidak lancar, hanya melakukan evaluasi pada saat pembibitan saja. The Purpose Of this research is to describe the Implementation of Village Funds In The Empowering Farmer Groups In Improving And Self-Reliance Of Communities In Natam Village, Parlilitan District, Humbang Hasundutan regency. Villages in the empowerment of the green farmers group in the natam village, parlilitan sub-district, Humbang Hasundutan regency. The teory of this research use implementation indicators according to Dunn (2010:109) assessed from 5 dimency, namely: program planning, allocation of funds, providing assistance and support, implementation of activities, monitoring and evaluation, it is know that the supervision carried out by the farmer group supervisors is not smooth
The Influence of Job Resources on Work Engagement At Employees of Pt. Pelindo Multi Terminal
58 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh job resources terhadap work
engagement pada karyawan PT. Pelindo Multi Terminal. Work Engagement adalah
keterikatan karyawan terhadap lingkungan kerja serta kondisi perusahaan tempat individu
bekerja. Job resources adalah aspek pekerjaan yang berfungsi membantu karyawan
mengatasi job demands dan konsekuensi fisiologis maupun psikologis yang terjadi,
sekaligus menstimulasi pertumbuhan, pembelajaran, dan pengembangan personal.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh positif antara job
resources terhadap work engagement pada karyawan. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, sampel
berjumlah 38 karyawan. Metode pengambilan data menggunakan model skala likert.
Penelitian ini menggunakan skala work engangement dan job resources. Metode analisis
data Regresi linier sederhana. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka di peroleh f
= 3,755 R2 = 0,722 dengan P = 0,002 perhitungan nilai rata rata hipotetik dan empirik job
resources 90 dan 112,89 maka tergolong tinggi dan nilai rata rata hipotetik dan empirik
work engangement 60 dan 75,53 tergolong tinggi. Sedangkan Be% =72,2% masih ada
27,8% faktor lain yang mempengaruhi work engagement. Hal ini berarti hipotesis yang di
ajukan dinyatakan diterima. This study aims to determine the effect of job resources on work engagement for employees
of PT Pelindo Multi Terminal. Work Engagement is the employee's attachment to the work
environment and the conditions of the company where the individual works. Job resourcess
are aspects of work that function to help employees cope with job demands and the
physiological and psychological consequences that occur, as well as stimulate growth,
learning, and personal development. The hypothesis put forward in this study is that there
is a positive influence between job resourcess on employee work engagement. This study
uses a quantitative approach. The sampling technique used purposive sampling, a sample
of 38 employees. The data collection method uses a Likert scale model. This study uses the
work engangement scale and the job resources scale. Method of data analysis simple
linear regression. Based on the data analysis carried out, the obtained f = 3.755 R2 = 0.722
with P = 0.002 calculation of the hypothetical and empirical mean value of job resources
90 and 112.89, it is classified as high and calculation of the hypothetical and empirical
mean value of work engangement 60 and 75,53 is classified as high. Meanwhile, Be% =
14.6%, there are still 85.4% other factors that influence work engagement. This means that
the proposed hypothesis is accepted
Evaluation of the Performance of the Sei Belawan Steel Truss Bridge, Tanjung Anom Village, Pancur Batu District
85 HalmanIndonesia adalah daerah yang sangat rentan terhadap gempa bumi, karena letak
geografisnya yang terletak di antara tiga lempeng tektonik utama: Eurasia, Indonesia-Australia, dan Pasifik. Gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, termasuk struktur jembatan. Di Indonesia, terdapat berbagai jenis jembatan, dengan jembatan rangka menjadi jenis yang paling umum. Penggunaan jembatan rangka ini telah dimulai sejak sebelum tahun 1945 dan masih berlanjut hingga sekarang, sehingga banyak jembatan yang telah mencapai usia rencana (Bina Marga 2009). Oleh karena itu, diperlukan evaluasi kinerja seismik untuk menentukan tingkat kinerja struktur jembatan yang ada dalam menahan beban gempa.Evaluasi pada penelitian ini difokuskan pada Jembatan Sei Belawan yang terletak di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu. Tujuan evaluasi adalah untuk menilai kinerja jembatan ini. Penelitian ini menggunakan analisis non-linier di mana jembatan akan dikenai beban lateral yang berasal dari gempa pada titik acuan tertentu. Beban tersebut akan secara bertahap ditingkatkan hingga struktur jembatan mencapai titik kegagalan. Setelah mencapai titik kegagalan, tingkat kinerja struktur akan dievaluasi berdasarkan standar ATC-40 yang mengacu pada kurva atau gravik kapasitas yang dihasilkan. Hasil dari
penelitian ini mengindikasikan bahwa simpangan total maksimum pada arah X adalah 0,000246 dan pada arah Y adalah 0,000229. Kedua nilai ini menunjukkan bahwa Jembatan Sei Belawan berada pada tingkat kinerja Immediate Occupancy. Ini berarti bahwa struktur jembatan mampu menahan beban gempa dan dapat dianggap aman. Indonesia is an area that is very vulnerable to earthquakes, due to its geographic location which is located between three main tectonic plates: Eurasian, Indonesian-Australian, and Pacific. Earthquakes can cause damage to infrastructure, including bridge structures. In Indonesia, there are various types of bridges, with truss bridges being the most common type. The use of truss bridges began before 1945 and continues today, so that many bridges have reached their design age (Bina Marga 2009). Therefore, it is necessary to evaluate seismic performance to determine the level of performance of existing bridge structures in withstanding earthquake loads.
The evaluation in this research focused on the Sei Belawan Bridge which is located in Tanjung Anom Village, Pancur Batu District. The purpose of the evaluation is to assess the performance of this bridge. This research uses non linear analysis where the bridge will be subjected to lateral loads originating from earthquakes at certain reference points. The load will be gradually increased until the bridge structure reaches the point of failure. After reaching the point of failure, the level of structural performance will be evaluated based on the ATC-40 standard which refers to the resulting capacity curve or gravity. The results of this study indicate that the maximum total deviation in the X direction is 0.000246 and in the Y direction is 0.000229. These two values indicate that the Sei Belawan Bridge is at the Immediate Occupancy performance level. This means that the bridge structure is able to withstand earthquake loads and can be considered safe