21105 research outputs found
Sort by
Influence of Cash Flow, Investment Opportunity Set And Capital Expenditure on Cash Holding In Property and Real Estate Companies Registered in BEI 2017 - 2022
87 HalamanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Cash Flow, Investment Opportunity Set, dan Capital Expenditure Terhadap Cash Holding Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2022” Jenis penelitian ini ialah penelitian asosiatif, populasi dalam penelitian ini 61 Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel pada penelitian ini adalah 32 perusahaan sepanjang tahun 2017-2022. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data yang dikumpulkan diuji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi sederhana, dan uji hipotesis dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Cash Flow berpengaruh positif dan signifikan terhadap Cash Holding Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2022, Investment Opportunity Set berpengaruh positif dan signifikan terhadap Cash Holding Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2022, dan Capital Expenditure berpengaruh positif dan signifikan terhadap Cash Holding Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2022
Analysis of Consumer Satisfaction with Vegetable Sa Wi Hydroponics (Case Study: umkm Syifa Hydroponics)
125 HalamanHidroponik merupakan metode bercocok tanam tanpa tanah, yang dapat dilakukan
dimanapun tanpa harus memiliki lahan yang luas. Salah satu keunggulan budidaya
sistem hidroponik ini adalah dilakukan secara hidroponik dan menghasilkan
produksi yang lebih sehat, bahkan didaerah perkotaan yang padat penduduk dapat
melakukan budidaya hidroponik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan antara karakteristik konsumen dengan kepuasan konsumen terhadap
sayur sawi hidroponik di syifa hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Syifa
Hidroponik Medan, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Sampel dalam
penelitian ini adalah para konsumen sawi hijau hidroponik di Syifa Hidroponik
Medan sebanyak 60 responden/konsumen. Untuk menganalisis hubungan antara
karakteristik konsumen dengan kepuasan konsumen terhadap sayur sawi
hidroponik maka akan menggunakan Uji Chi-Square dan Customer Satisfaction
Index (CSI) yaitu merupakan metode yang menggunakan indeks untuk mengukur
tingkat kepuasan konsumen berdasarkan atribut-atribut tertentu. Hasil penelitian
menunjukkan Karakteristik konsumen di syifa hidroponik medan rata-rata berjenis
kelamin perempuan dikarenakan perempuan lebih sering berbelanja, umur ratarata
26-35 tahun dengan rata-rata berpendidikan SMA, dengan rata-rata pekerjaan
wiraswasta, memiliki pendapatan rata-rata Rp 2.000.001 – Rp 4.000.000.
Berdasarkan hasil analisis kepuasan konsumen Syifa Hidroponik Medan memiliki
indeks CSI sebesar 83,91%, hal tersebut dikategorikan sanagat puas. Hubungan
karakteristik konsumen dengan kepuasan konsumen terdapat hubungan antara
karakteristik responden dengan variabel kesesuaian harga, dan variabel kesegaran
produk. Karakteristik konsumen yang memiliki hubungan tersebut adalah
pekerjaan dan pengetahuan tentang sayur hidroponik. Hydroponics is a method of farming without soil, which can be done anywhere
without having to have a large area of land. One of the advantages of cultivating this
hydroponic system is that it is carried out hydroponic and produces healthier
production, even in densely populated urban areas you can carry out hydroponic
cultivation. The purpose of this study was to determine the relationship between
consumer characteristics and consumer satisfaction with hydroponic mustard
greens in hydroponic syifa. The research was conducted at Syifa Hydroponics
Medan, Medan Area District, Medan City. The sample in this study were consumers
of hydroponic mustard greens at Syifa Hydroponics Medan as many as 60
respondents/consumers. To analyze the relationship between consumer
characteristics and consumer satisfaction with hydroponic mustard greens, the Chi-
Square Test and the Customer Satisfaction Index (CSI) will be used, which are
methods that use an index to measure the level of customer satisfaction based on
certain attributes. The results showed that the characteristics of consumers in Syifa
Hydroponic Medan were on average female because women shopped more often,
average age 26-35 years with an average high school education, with an average
self-employed job, had an average income of Rp 2.000..001 –RP 4.000.000. Based on
the results of the analysis of customer satisfaction, Syifa Hydroponics Medan has a
CSI index of 83.91%, this is categorized as very satisfied. The relationship between
consumer characteristics and consumer satisfaction has a relationship between the
characteristics of respondents with the price suitability variable, and the product
freshness variable. Consumer characteristics that have this relationship are work
and knowledge about hydroponic vegetables
The Role of Village Facilitators in Community Empowerment in Villages Lapan Market, Air Putih Observation, Batu Bara Regency
81 HalamanDalam pemberdayaan desa dibutuhkan adanya pendamping dari pemerintah yaitu seorang pendamping desa untuk menjalankan peran sesuai dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Republik Indonesia Nomor Tahun 2015 Tentang Pendamping Desa. Tujuan dari penelitian
ini mengetahui bagaiamana Peranan Pendamping Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Pasar Lapan Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara dan untuk mengatahui faktor penghambat peranan pendamping desa dalam pemberdayaan masyarakat. Adapun teori yang digunakan adalah teori peran dari
Yusuf Iyas yang memiliki tiga indikator, yaitu regulator, fasilitator, dan dinamisator. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun penelitian ini menunjukan bahwa Peranan Pendamping Desa sudah berjalan namun belum optimal. Terdapat faktor penghambat peran pendamping Desa Kurangnya dana untuk melakukan pemberdayaan dan Minim nya sumber daya manusia dalam ikut serta pemberdayaan masyarakat. Serta Kurangnya perhatian dan sosialisasi dari pendamping desa. Untuk berjalan pemberdayaan masyarakat Pendamping desa Pendamping desa menyelenggarakan kegiatan atau sosialisasi kepada masyarakat minimal 2 bulan sekali dan Pendamping desa melakukan monitoring dalam kegiatan balai desa. Pemerintah desa mengusulkan atau menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk masyarakat dengan memanfatkan dana desa yang ada dengan kegiatan yang minim biaya. Regulation of the Minister of Villages, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration. Republic of Indonesia Number 2015 concerning Village Facilitators, to find out how the Role of Village Facilitators in Community Empowerment in Pasar Lapan Village, Air Putih District, Batu Bara Regency and the inhibiting factors. The theory used is the role theory of Yusuf Iyas, descriptive method with a qualitative, approach Village Facilitators have lack of funds to carry out empowerment and lack of human resources in Village Facilitators holding activities or outreach to the community at least once every 2 months
Overview of Work Discipline among Employees at PT. Abhipraya Independent Technique
44 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji secara empiris gambaran disiplin kerja pada karyawan di PT. Abhipraya Teknik Mandiri. Disiplin kerja adalah kepatuhan individu pada peraturan atau perintah yang telah di tetapkan oleh perusahaan serta siap diberikan sanksi jikalau melanggar setiap aturannya yang ada.
Disiplin kerja diukur dari aspek-aspek menurut Lateiner (2002) yaitu: ketepatan waktu, pemanfaatan sarana, ketaatan terhadap peraturan, tanggung jawab yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sample penelitian berjumlah 40 pegawai. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan frekuensi persepsi responden dengan rumus p = f/n× 100%. Berdasarkan indeks reliabilitas yang diperoleh skala disiplin kerja yakni sebesar Cronbach’s Alpha= 0,878 artinya skala disiplin kerja sebagai alat ukur yang dinyatakan reliable. Serta variabel disiplin kerja menunjukan sebaran normal dengan nilai K-S =1,116 dengan p= 0,015 atau p>0,05. Berdasarkan hasil analisis deskriptif Disiplin Kerja pada pegawai PT. Abhipraya Teknik Mandiri didapatkan nilai rata-rata aspek ketepatan waktu sebesar 23,15 atau 25%, nilai rata-rata aspek pemanfaatan sarana sebesar 25,80 atau 28%, nilai rata-rata aspek tanggung jawab yang tinggi sebesar 23,43 atau 25% dan nilai rata-rata aspek ketaatan pada peraturan perusahaan sebesar 20,85 atau 22%. This study aims to determine and empirically test the picture of work discipline in employees at PT Abhipraya Teknik Mandiri. Work discipline is individual compliance with the rules or orders that have been set by the company and is ready to be sanctioned if it violates any existing rules. Work discipline is measured from
aspects according to Lateiner (2002), namely: punctuality, utilization of facilities, obedience to regulations, high responsibility. This research uses a quantitative descriptive approach with a research sample of 40 employees. Descriptive analysis is used to describe the frequency of respondents' perceptions with the formula p = f / n ×
100%. Based on the reliability index obtained by the work discipline scale, which is equal to Cronbach's Alpha = 0.878, it means that the work discipline scale as a measuring tool is declared reliable. And the work discipline variable shows a normal distribution with a K-S value = 1.116 with p = 0.015 or p>0.05. Based on the results of descriptive analysis of work discipline on employees of PT Abhipraya Teknik Mandiri, the average value of the punctuality aspect is 23.15 or 25%, the average value of the facility utilization aspect is 25.80 or 28%, the average value of the high responsibility aspect is 23.43 or 25% and the average value of the aspect of obedience to company regulations is 20.85 or 22%
The Influence of Inflation, Interest Rates and Operational Costs and Operational Income (BOPO) on Profitability in the Banking Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2020
69 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Inflasi, Suku Bunga, dan BOPO
dan mengidentifikasi Profitabilitas pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020. Variabel indepenpen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah Inflasi, Suku Bunga, dan BOPO dan variabel dependen yang
digunakan adalah Profitabilitas.Populasi yang digunakan dalam penelitian ini dalah
perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020
yang berjumlah 44 perusahaan.Penelitian ini mengambil sampel dengan menggunakan
metode purposive sampling dan terdapat 17 perusahaan yang dianggap layak untuk
menjadi kritera penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial dan simultan
Inflasi, Suku Bunga, dan BOPO berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. This study aims to analyze the effect of inflation, interest rates and BOPO and
identify profitability in banking sector companies listed on the Indonesia Stock
Exchange for the 2016-2020 period. The independent variables used in this study
are Inflation, Interest Rates, and BOPO and the dependent variable used is
Profitability. The population used in this study are banking sector companies
listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2020, totaling 44 companies. This
study took samples using purposive sampling method and there were 17
companies that were considered eligible to be research criteria. The results
showed that partially and simultaneously Inflation, Interest Rates, and ROA had a
significant positive effect on profitability
The Role of the Village Government in Improving the Quality of Public Services in Sampali Village Deli Serdang Regency
72 HalamanPelayanan publik pemerintah desa belum mampu memenuhi harapan masyarakat dengan baik. Hal ini dapat terlihat ketidakpuasan masyarakat menerima pelayanan publik di Desa Sampali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Sampali, Kabupaten Deli Serdang, dan mendeskripsikan faktor penghambat Pemerintah Desa dalam memberikan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat sesuai Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa mampu memberikan perubahan dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Teori yang digunakan penelitian ini yaitu teori peranan menurut Suhardono (2016), dengan indikator fasilitator, mobilisator, dan regulator. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, triangulasi, dan dianalis secara kualitatif. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari aspek fasilitator seperti penyediaan fasilitas, aparat pemerintah desa berusaha memadai walaupun belum maksimal, mobilisitator sudah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai syarat-syarat proses pengurusan administrasi, dan regulator yaitu Kepala Desa mengarahkan pengurusan administrasi masyarakat sesuai standar operasional yang berlaku (SOP). Adapun faktor penghambat Pemerintah Desa Sampali dalam pelayanan publik yakni fasilitas seperti komputer dan printer yang kurang memadai, sehingga membutuhkan waktu yang lama, serta masih minimnya pengetahuan aparatur pemerintah Desa Sampali tentang penggunaan teknologi yang ada. Village government public services have not been able meet community expectations properly. Can be seen from the community's dissatisfaction with receiving public services in Sampali Village.Study aims to determine role village government in improving the quality of public services in Sampali Village, Deli Serdang Regency, and describe inhibiting factors of Village Government in providing quality public services to community according to Law no. 6 of 2014 concerning Villages capable providing change in improving service quality.Theory used in this research is role theory according Suhardono (2016), with indicators of facilitators, mobilizers, and regulators. Research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews, observation, documentation, triangulation, and analyzed qualitatively. Results study indicate that role of Sampali Village government has been running well, although not optimal. Can be seen from aspect of facilitator, such as provision inadequate facilities, village apparatus mobilizers providing information community about the requirements for administration process, and village head regulator directing community administration according applicable operational standards (SOP). Inhibiting factors for Sampali Village Government in public services are inadequate facilities such as computers and printers, so it takes a long time, and lack of knowledge of Sampali Village government apparatus regarding use of existing technology
The Influence of Information and Services on Interest in Using Services at PT. Jne Medan Branch
91 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Informasi dan Pelayanan Terhadap Minat Penggunaan Jasa Di PT JNE Cabang Medan. Model penelitian yang dilakukan adalah penelitian Kuantitatif, dimana variabel diukur dengan skala likert. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik non-probability sampling dengan motode pendekatan purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna jasa di JNE Cabang Medan di Jl. Brigjen Katamso Medan. Sampel penelitian berjumlah 99 pengguna jasa JNE Cabang Medan. Data yang diperoleh menggunakan data primer berupa kuesioner dan dianalisis dengan metode analisis regresi linear berganda menggunakan program SPSS. Berdasarkan pengujian hipotesis bahwa 1) pada variabel Informasi (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat penggunaan jasa yang ditunjukkan dari hasil uji t, t hitung yaitu 6,461, sehingga diketahui bahwa nilai thitungt > t tabel 1,985. Dan nilai p-value pada kolom sig yaitu 0,000 t tabel 1,985. Dan nilai p-value pada kolom sig yaitu 0,000 F tabel (3,09) dan Sig. sebesar 0,000 t table is 1.985. And the p-value in the sig column is 0.000 t table 1.985. And the p-value in the sig column is 0.000 F table (3.09) and Sig. of 0.000 <0.05, meaning that information and services together (simultaneously) have a positive and significant effect on interest in using services at PT JNE Medan Branch
Analysis of the Utilization of Tofu Liquid Waste with a Green Productivity Approach in Improving Environmental Performance and Productivity
66 HalamanKomitmen dan dorongan pemerintah untuk implementasi produktivitas ramah lingkungan (Green Productivity) di Indonesia. Unit Usaha Pembuatan Tahu Mas Ponimin merupakan salah satu usaha yang mengolah kacang kedelai menjadi tahu. Dimana pada proses produksi pembuatan tahu menghasilkan limbah padat dan limbah cair. Limbah padat dijual langsung pada pemesan sedangkan limbah cair terbuang keselokan yang dapat mempengaruhi kinerja lingkungan disekitar. Permasalahan pada proses produksi tahu ini adalah limbah cair yang terbuang keselokan. Pada peneltain ini bertujuan untuk mengindentifikasi pengaruh limbah cair tahu terhadap lingkungan dan memberikan alternative solusi untuk meningkatakan kinerja lingkungan dan produktivitas perusahaan dengan metode green productivity (GP). Dengan dilakukan perhitungan kinerja lingkungan dengan indeks EP diperoleh indeks EPI dari hasil analisa sebesar. -550,785 dimana nilai ini dikategori sangat tidak baik yang disebab kan oleh tingginya kadar BOD, COD dan TSS pada air limbah. Sehingga perlu adanya pengolahan pada limbah cair, pengolahan limbah yang dilakukan di Unit Usaha Pembuatan Tahu Mas Ponimin yaitu pemanfaatan limbah cair tahu menjadi pupuk organik. Dengan dilakukan pembuatan pupuk organik dari limbah cair dapat meningkatkan nilai indeks produktivitas sebesar 1,11 dari produktivitas awal menjadi 1,64 pada alternatif I dan 1,5 alternatif II. Dari hasil perhitungan tsb diperoleh alternative terpilih yaitu pada alternatif 1 dimana nilai GPI bahan baku yaitu 2,03, GPI tenaga kerja yaitu 15,81, GPI Energi yaitu 576,15, dan GPI peralatan 18,76. Analisa NPV pada alternatif solusi 1 memberikan keuntungan Rp.4.128.234.126 pada periode 3 tahun kedepan. Dari hasil analisa diperoleh bahwa alteernatif solusi 1 dapat meningkatkan kinerja lingkunagn sekaligus menngkatkan produktivitas dengan pemanfaatan limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair. The government's commitment and encouragement to implement environmentally friendly productivity (Green Productivity) in Indonesia. The Mas Ponimin Tofu Making Business Unit is one of the businesses that processes soybeans into tofu. Where the production process of making tofu produces solid waste and liquid waste. Solid waste is sold directly to the customer, while liquid waste is disposed of in sewers which can affect the performance of the surrounding environment. The problem with the tofu production process is liquid waste that is wasted in sewers. This research aims to identify the effect of tofu liquid waste on the environment and provide alternative solutions to improve environmental performance and company productivity using the green productivity (GP) method. By calculating environmental performance using the EP index, the EPI index obtained from the analysis results is equal to. -550,785 where this value is categorized as very bad which is caused by high levels of BOD, COD and TSS in waste water. So there is a need for processing liquid waste, the waste processing carried out in the Mas Ponimin Tofu Manufacturing Business Unit is the use of liquid tofu waste into organic fertilizer. By making organic fertilizer from liquid waste, the productivity index value can be increased by 1.11 from the initial productivity to 1.64 in alternative I and 1.5 in alternative II. From the results of these calculations, the selected alternative was obtained, namely alternative 1 where the GPI value for raw materials was 2.03, the GPI for labor was 15.81, the GPI for Energy was 576.15, and the GPI for equipment was 18.76. The NPV analysis of alternative solution 1 provides a profit of IDR 4,128,234,126 in the next 3 year period. From the analysis results, it was found that alternative solution 1 can improve environmental performance while increasing productivity by utilizing liquid tofu waste into liquid organic fertilizer
Application of Article 2 Paragraph (2) of Law Number 20 of 2001 concerning the Eradication of Corruption Crimes (Decision Study: 29/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt.Pst)
101 HalamanSyarat pemberatan tindak pidana korupsi diatur dalam Pasal 2 Ayat (2) Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara di masa pandemi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Pasal 2 Ayat (2) terhadap putusan No:29/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt.Pst. Permasalahan difokuskan pada bagaimana penerapan Pasal 2 Ayat (2) serta pertimbangan hakim. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis-normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan kasus dengan dianalisis secara dekriptif-analisis. Hasil menunjukkan bahwa hakim tidak menerapkan Pasal 2 Ayat (2) melainkan Pasal 12 huruf b, sedangkan pandemi Covid-19 dapat dinilai sebagai bagian dari “keadaan tertentu” dengan didukung oleh Kepres No. 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19, Kepres No. 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional. Hakim memiliki kewenangan untuk memutus putusan diluar dakwaan demi terciptanya keberpihakan kepada masyarakat. Tidak diterapkannya Pasal 2 Ayat (2) maka Perma No. 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemidanaan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi tidak dapat dimasukkan dalam pertimbangan hakim, meskipun perbuatan terdakwa memenuhi klasifikasi Perma. Pertimbangan meringankan hakim bahwa terdakwa dinyatakan bersalah dan dicaci maki oleh masyarakat tidak mencerminkan putusan yang berkeadilan dengan berorientasi pada moral, social, dan legal justice. The conditions for aggravating corruption crimes are regulated in Article 2 Paragraph (2) of Law No. 20 of 2001 concerning the Eradication of Corruption Crimes in corruption cases that are detrimental to the country's finances during the pandemic. This study aimed to analyze the application of Article 2 Paragraph (2) to decision No: 29/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jkt.Pst. The problem focused on how to apply Article 2 Paragraph (2) and the judge's considerations. The research method used was juridical-normative with a statutory and case approach and analyzed descriptively. The analysis showed that the judge did not apply Article 2 Paragraph (2) but Article 12 letter b. Meanwhile, the Covid-19 pandemic could be assessed as part of "certain circumstances" supported by Presidential Decree No. 11 of 2020 concerning Determining the Covid-19 Public Health Emergency, Presidential Decree No. 12 of 2020 concerning Determining Non-Natural Disasters from the Spread of Covid-19 as National Disasters. Judges are authorized to make decisions outside of the indictment to create alignment with the community. The unimplemented of Article 2 Paragraph (2) caused the Supreme Court Regulations (Perma) No. 1 of 2020 concerning Sentencing Guidelines Article 2 and Article 3 of the Corruption Eradication Law could not be included in the judge's consideration, even though the defendant's actions met the Supreme Court Regulations classification. The mitigating judgments from the judge that the defendant was found guilty and being reviled by the publi
Village Youth Empowerment Based on Smart Integrated Management as a Solution for Purun Handicraft Distribution during the Pandemic Period
37 HalamanPandemi Covid - 19 memberikan dampak khusu s nya para pengrajin purun dan
pemuda D i Desa Sementara, Kec. Pantai Cermin, Kab. Serdang Bedagai. Desa
Sementara merupakan penghasil kerajinan Purun yang dijual ke agen pengepul u
ntuk selanjutnya di bawa dan dijual oleh agen pengepul tersebut ke Pasar Sentral
Kota Medan. Adanya pandemi Covid-19 membuat para pengrajin mengalami
penurunan penghasilan . Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 25
pemuda desa dan 15 pengrajin purun. Tujuan dari kegiatan ini adalah : (1)
Membuat program pemberdayaan pemuda desa untuk mengurangi jumlah
pengangguran; (2) Mem perkenalkan konsep Smart Integrated Management untuk
mengorganisir hasil kerajinan masyarakat; (3) Meningkat kan pengetahuan
pemuda dalam mengelola hasil prod uk kerajinan; dan (4) Meningkatkan
pendapatan ekonomi masyarakat desa . Konsep Smart Integrated Management
menawarkan tata kelola produk kerajinan purun dari hulu ke hilir yang di motori
oleh sebuah unit penggerak yang berkelanjutan. Sistem evaluasi yang digunakan
yaitu pre - test dan post - test. Hasil kegiatan ini berupa tingkat presentasi
pengetahuan mitra meningkat dan terbentuknya satu divis i di dalam organisasi
karang taruna yaitu divisi ekonomi. The Covid-19 pandemic has had an impact especially on Purun craftmen
and youth in the Desa Sementara, Kec. Pantai Cermin, Kab. Serdang Bedagai.
Desa Sementara is a producer of Purun handicraft which is old to a collector
agent to be brought and sold by the collector agent to the Medan City Central
Market. The Covid-19 pandemic has made craftmen experience a decrease in
income. The partners involved in this activity are 25 village youth and 15 purun
craftmen. The objectivues of this activity are : (1) Create a village youth
empowerment program to reduce the number of unemployed; (2) Introducing the
Smart Integrated Management concept to organize community handicrafts; (3)
Improving the knowledge of local youth in managing handicraft products; and (4)
Increase the economic income of rural communities. The Smart Integrated
Management concept offers management of Purun handicraft products from
upstream to downstream which is drive by a sustainable driving unit. The
evalution system used is pre-test and post-test. The result of this activity was the
formation of a division whitin the youth organization, namely the economic
division