21105 research outputs found
Sort by
Effect of Information Asymmetry and Tax Burden Suspension of Earnings Management Food And Beverage Company Yang Listed on the Indonesia Stock Exchange 2018-2020 year
82 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asimetri informasi dan beban
pajak tangguhan terhadap manajemen laba. Penelitian ini menggunakan data
sekunder dengan objek penelitian perusahaan makanan dan minuman yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2020. Pengujian hipotesis dalam
penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda yang terdiri dari uji asumsi
klasik, uji statisti t, dan koefisien determinasi (Ajusted R2) dengan menggunakan
software SPSS (Statistical Package for the Social Science). Sampel observasi
dalam penelitian ini berjumlah 54 yang diambil menggunakan metode purposive
sampling dan diolah dengan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa asimetri informasi berpengaruh positif dan signifikan
terhadap manajemen laba dan beban pajak tangguhan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap manajemen laba. This study aims to determine the effect of asymmetrics information and deffered
tax expense on earning managements. This study uses secondary data, with the
research object of food and bverages companies listed on the Indonesia Stock
Exchange for the year of 2018-2020. Hypothesis testing in this study uses multiple
analysis regression method consisting of classical assumption test, statistic t test
and coefficients of determintation (Adjusted R2). The sample of the observations in
this study amounted to 54 which was carried out using a purposive sampling
method and processed by multiple linear regression analysis. The results of this
study indicate that asymmetrics information has a positive and significant effect
on earning mnagements and deffered tax expense has a positive and significant
effect on earning managements
Evaluasi Traffic Control pada Persimpangan Jalan Sutomo Medan Timur Sumatera Utara
67 HalamanPengendalian lalu lintas merupakan aspek penting dalam mengelola arus lalu lintas yang terus meningkat, dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk karakteristik fisik jalan dan lalu lintas. Faktor-faktor ini meliputi lebar lajur, bahu jalan, median, permukaan jalan, kebebasan lateral, trotoar, volume lalu lintas, komposisi lalu lintas, dan gangguan lalu lintas. Pengaturan persimpangan jalan adalah salah satu strategi utama yang diperlukan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja persimpangan bersinyal di Jalan Sutomo, dengan fokus mencapai kelancaran, kemudahan, dan keamanan
berlalu-lintas sesuai standar Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persimpangan Jalan Sutomo efektif dalam melayani arus lalu lintas, dengan derajat kejenuhan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Penggunaan Traffic Control, khususnya sinyal lampu lalu lintas, terbukti mampu meningkatkan kapasitas persimpangan pada jam-jam sibuk, mengurangi tingkat tundaan, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Dalam rangka mengatasi kemacetan lalu lintas, penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan lalu lintas dan pemanfaatan Traffic Control, seperti sinyal lampu lalu lintas, sangat efektif di Persimpangan Jalan Sutomo. Temuan ini memberikan pemahaman yang jelas tentang kinerja persimpangan ini berdasarkan standar PKJI 2014, dan menekankan bahwa persimpangan ini mampu memberikan pelayanan yang baik bagi pengguna jalan, menciptakan kondisi yang
lebih lancar, nyaman, dan aman. Hal ini menggarisbawahi pentingnya menerapkan strategi pengaturan lalu lintas yang efektif dalam menghadapi tantangan lalu lintas di perkotaan yang terus berkembang. Traffic Control is influenced by various factors, including road and traffic-related factors. These factors include lane width, shoulder width, median, road surface, lateral clearance, sidewalks, traffic volume, traffic composition, and traffic disturbances, all of which play a crucial role in serving traffic flow. Regulating road intersections is one of the necessary approaches to address traffic congestion. This research aims to assess the performance of the signalized intersection at Sutomo Road with the goal of achieving smooth, convenient, and safe traffic flow in accordance with the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI) 2014 standards. The research results show that the Sutomo Road Intersection can effectively handle traffic flow, with a degree of saturation that meets the standards. The use of Traffic Control, especially traffic signal lights, increases the intersection's capacity during peak hours, reduces delay, and enhances the comfort and safety of road users. In conclusion, traffic regulation and the use of Traffic Control measures, such as traffic signal lights, are effective in addressing traffic congestion at the Sutomo Road Intersection. This research provides a clear understanding of the intersection's performance based on the 2014 PKJI standards, demonstrating that the intersection can provide good service to road users
The Influence of Transformational Leadership Style on Employee Job Satisfaction at Pt. Barisan Jaya Agung
116 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk melihat apakah gaya kepemimpinan
transformasional dapat mempengaruhi kepuasan kerja pada seorang karyawan di
PT. Barisan Jaya Agung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan
pada PT. Barisan Jaya Agung yang berjumlah 65 orang. Jenis penelitian yang
digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan teknik total sampling yang artinya seluruh populasi
dalam penelitian ini akan dijadikan sampel. Pengambilan data dilakukan dengan
model skala likert dengan dua skala, yaitu skala kepuasan kerja dengan skala Job
Satisfaction Scale (JSS) dan skala gaya kepemimpinan transformasional dengan
skala Multifactor Leadership Questionaire Factor 6S (MLQ). Dari hasil uji
hipotesis regresi linear sederhana diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar
0,528 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh kepemimpinan
transformasional terhadap kepuasan kerja adalah sebesar 52,8%, sedangkan
sisanya yakni 47,2% kepuasan kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak
diteliti dalam penelitian ini seperti faktor-faktor gaji/upah, pekerjaan itu sendiri,
teman sekerja dan promosi. Dan untuk melihat apakah Kepemimpinan
transformational berpengaruh terhadap Kepuasan kerja dan melihat dan seberapa
besar pengaruh Kepemimpinan transformasional terhadap Kepuasan kerja melalui
persamaan linier yang terbentuk, maka dilakukan Uji t. Dengan koefisin t sebesar
8.937, dengan harga p = 0.000 berarti p<0.01, maka dari hasil ini dapat menjawab
tujuan penelitian dengan kesimpulan gaya kepemimpinan transformasional
mampu memberikan pengaruh te This study aims to see whether the transformational leadership style can affect job
satisfaction of an employee at PT. Great Jaya Front. The population in this study
are all employees at PT. Barisan Jaya Agung, numbering 65 peoples. The type of
research used is quantitative research. The sampling technique in this study used
a total sampling technique, which means that the entire population in this study
will be sampled. Data collection was carried out using the Likert scale model
with two scales, namely the job satisfaction scale with the Job Satisfaction Scale
(JSS) and the transformational leadership style scale with the Multifactor
Leadership Questionnaire Factor 6S (MLQ) scale. From the results of simple
linear regression hypothesis testing, the coefficient of determination (R2) is 0.528
which means that the effect of transformational leadership on job satisfaction is
52.8%, while the remaining 47.2% job satisfaction is influenced by other factors
not examined. in this study such as salary/wages factors, the job itself, colleagues
and promotions. And to see whether transformational leadership has an effect on
job satisfaction and see how much influence transformational leadership has on
job satisfaction through the linear equation formed, a t-test is performed. With a t
coefficient of 8.937, with a value of p = 0.000, meaning p <0.01, then these
results can answer the research objectives with the conclusion that
transformational leadership style is abl
The Role of Mass Communication in Development Image of Police Performance to the Community At the Percut Sei Tuan Police Station
89 HalamanPenelitian ini dilakukan di Polsek Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, adapun
tujuannya: untuk mengetahui peranan komunikasi massa dalam membangun citra kinerja
kepolisian di Polsek Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Sumber data penelitian
ini diambil dari ketua humas dan anggota polsek yang menunjukkan peran komunikasi
massa secara parsial yang positif dan signifikan terhadap citra kinerja Polsek Percut Sei
Tuan. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, dalam
penelitian ini yang menjadi populasi adalah anggota polsek Percut Sei Tuan. Cara
pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dan sampel yang
diambil berjumlah 70 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar
kusioner kepada responden dengan teknik analisis data dari beberapa uji yang
dioperasikan melalui program SPSS. Hasil yang didapatkan melalui program spss dapat
disimpulkan bahwa peranan komunikasi massa secara parsial berperan terhadap citra
kinerja dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Research conducted at Percut Sei Tuan Police, Deli Serdang Regency. Aim find out role
mass communication in building image police performance at Percut Sei Tuan Police,
Deli Serdang Regency. Data sources for research taken from head public relations and
members Polsek which showed role mass communication partially positive and
significant performance image Percut Sei Tuan Police. In study method used quantitative
method, in study population members Percut Sei Tuan police. Sampling method study
used slovin formula and samples taken amounted 70 respondents. Data collection carried
out distributing questionnaires respondents using data analysis techniques from several
tests operated through SPSS program. Results obtained through SPSS program
concluded that role mass communication partially contributes performance image and
rest influenced other factors
Analysis of Fishermen's Income in Pulau Baguk Village, Pulau Banyak District, Aceh Singkil District
67 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten, Aceh Singkil. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai Maret 2022 di Desa Pulau Baguk dengan jumlah sampel nelayan sebanyak 23 responden yang di ambil melalui teknik sampel probality sampling. Sedangkan metode pengambilan data menggunakan kuesioner. Hail penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh nelayan di Desa Pulau Baguk adalah sebesar 4.814.080, per bulan. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh bahwa variabel teknologi, modal dan pengalaman berpengaruh terhadap pendapatan nelayan di Desa Pulau Baguk pengaruh tersebut sebesar 41,1% dan sisanya 58,9% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan di skripsi tersebut. This study aims to determine the factors that affect the income of fishermen in Pulau Baguk Village, Pulau Banyak Districht, Aceh Singkil Regency. This research uses descriptive type of research with a quantitative approach. This research was conducted from October to March 2022 in Pulau Baguk Village, with a total sample of 23 fishermen who were taken through probability sampling technique. While the data collection method using a questionnaire. The results showed that the average income earned by fishermen in Pulau Baguk Village was 4.814.080 per month. Based on the results of the t-test, it was found that the variables of technology, capital and experience had an effect on the income of fishermen in Pulau Baguk Village, the influence was 41.1% and the remaining 58.9% was explained by other variables not described in the thesis
The Role Of Community Leaders In Increasing Development Participation In Sei Musam Village, Batang Serangan Distric
87 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran tokoh masyarakat dalam
pembangunan desa di Desa Sei Musam Kecamatan Batang Serangan Kabupaten
Langkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Fokus penelitian ini pada
peran tokoh masyarakat dalam pembangunan desa, subjeknya adalah Kepala
Desa, ketua Badan Permusyawaratan Desa, dan Perangkat Desa. Lokasi penelitian
ini di Kantor Desa Sei Musam Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat.
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan
dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran yang
dilakukan tokoh masyarakat dalam pembangunan desa. Peran yang dilakukan
tokoh masyarakat dalam tahap rencana pembangunan desa sebagai rencana
pembangunan desa, rencana kerja pemerintah desa dan melaksanakan
musyawarah desa. Beberapa hal yang dapat dipakai sebagai pijakan bagi
penelitian lain yaitu peran tokoh masyarakat dalam pembangunan desa dilakukan
dengan menjaring aspirasi masyarakat. Sedangkan untuk pemerintah dapat
digunakan sebagai informasi data awal, perhatian, masukan, tambahan informasi
maupun bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan
pembangunan desa. Sei Musam Village has an area of 30,948.25 Ha, with a residential land area of
30,861.50 Ha, a cemetery area of 5.00 Ha, a plantation area of 30,861.50 Ha and
a public infrastructure land area of 27.75 Ha. There is a decline in development
in the village of Sei Musam, in this case, the role of community leaders in
increasing development in the village of Sei Musam is the focus of this research.
In understanding the role of community leaders in promoting development, it can
be seen from Soerjono Soekanto's theory of perna (2002), this research uses a
qualitative type methodology that uses interview techniques, observation, and also
documentation. As a reinforcement, this study also consisted of key informants,
main informants and additional informants. The purpose of this study was to
determine the role of community leaders in increasing development and to analyze
the obstacles found in increasing development in the village of Sei Musam. The
results of this study are that community leaders have carried out their roles but
not optimally. This is known through two indicators in this study, namely roles
include norms and roles are behavioral concepts
Description of Fear of Missing Out on Psychology Students of Medan Area University
83 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Fear of Missing Out Pada
Mahasiswa Psikologi Universitas Medan Area. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode dengan pendekatan kuantitatif deskriftif. Pengambilan sampel
dalam penelitian ini adalah 77 Mahasiswa Psikologi Universitas Medan area,
dengan menggunakan teknik random sampling. Fear of Missing Out diukur
berdasarkan teori JWT Intelligence (2012): Perasaan takut kehilangan terhadap
informasi terbaru yang ada di internet. Perasaan gelisah atau gugup ketika tidak
menggunakan internet sedangkan orang lain menggunakannya. Perasaan tidak
aman karena tertinggal informasi yang tersebar di internet. Berdasarkan hasil
analisis, diketahui bahwa konstribusi yang paling besar pada variable fear of
missing out adalah dimensi 2 sebesar 34.54%, sedangkan konstribusi terendah
adalah dimensi 3 sebesar 30,94%. Berdasarkan analisis data, hasil dari analisis
statistik diperoleh mean empirik variabel Fear of missing out 66.026, untuk
variabel Fear of missing out dengan SD 9.921. This study aims to determine the description of Fear of Missing Out in Psychology
Students at the University of Medan Area. The research method used is a method
with a descriptive quantitative approach. Sampling in this study was 77
psychology students at the University of Medan area, using a random sampling
technique. Fear of Missing Out is measured based on the theory of JWT
Intelligence (2012): Feelings of fear of losing the latest information on the
internet. Feelings of restlessness or nervousness when not using the internet while
other people are using it. Feelings of insecurity because left behind information
spread on the internet. Based on the results of the analysis, it is known that the
biggest contribution to the fear of missing out variable is dimension 2 of 34.54%,
while the lowest contribution is dimension 3 of 30.94%. Based on data analysis,
the results of the statistical analysis obtained an empirical mean of the Fear of
missing out variable of 66,026, for the Fear of missing out variable with an SD of
9,921
Characteristics of Marshall Asphalt Concrete-Binder Course (Ac-Bc) Using Concrete Waste as Aggregate Substitution Rough
85 HalamanDalam pembuatan campuran Asphalt Concrete (AC) untuk lapis permukaan pada perkerasan lentur membutuhkan agregat dalam jumlah banyak. Penggunaan fresh aggregate yang terus menerus dalam jumlah yang besar akan menimbulkan masalah lingkungan di sekitar daerah penambangan tersebut. Pada penelitian ini untuk mengurangi penggunaan agegat baru (fresh aggregate) dicoba dengan pemanfaatan limbah beton untuk mengganti sebagian agregat kasar pada pembuatan campuran AC-BC (Asphalt Concrete- Binder Course). Selain itu pemanfaatan limbah beton yang berasal dari reruntuhan bangunan akibat gempa bumi, bongkaran bangunan, akibat kebakaran maupun limbah beton yang berasal dari kegagalan dalam pembuatan di pabrik beton pracetak, yang dalam jumlah banyak akan menimbulkan masalah negatif bagi lingkungan diharapkan dapat diatasi. Penelitian dimulai dengan pengujian bahan-bahan penyusun beton aspal (aspal, agregat kasar dan agregat halus) dan pengujian limbah beton sebagai pengganti sebagian agregat kasar , serta perancangan campuran beton aspal. Ketentuan aspal, agregat kasar dan agregat halus yang digunakan mengacu Spesifikasi Teknik Bina Marga tahun 2010. Jenis beton aspal yang akan digunakan pada penelitian ini adalah Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) untuk Lapis Pengikat, sesuai dengan Spesifikasi Teknik Bina Marga tahun 2010. Selanjutnya menentukan rumus rancangan campuran beton aspal AC-BC berdasarkan nilai kadar aspal optimum. Karakteristik campuran beton aspal dan gradasi campuran agregat harus memenuhi Spesifikasi Teknik Bina Marga 2010. Kemudian dilakukan pengujian Marshall untuk mengetahui kinerja Lapis Pengikat pada Flexible Pavement, yaitu campuran AC-BC yang menggunakan limbah beton, pada berbagai variasi prosentase limbah beton sebagai pengganti sebagian agregat kasar, yaitu : 0%, 20%, 30%, 40% terhadap total agregat kasar. Kinerja yang diukur adalah karakteristik Marshall, yaitu stabilitas, flow, Marshall Quotient, VMA, VFWA dan VIM pada masing-masing variasi prosentase limbah beton sebagai pengganti sebagian agregat kasar. Making Asphalt Concrete (AC) mixtures for the surface layer on flexible pavement requires large quantities of aggregate. Continuous use of fresh aggregate in large quantities will cause environmental problems around the mining area. In this research, to reduce the use of fresh aggregate, we tried using concrete waste to replace some of the coarse aggregate in making the AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) mixture. Apart from that, it is hoped that the utilization of concrete waste originating from building ruins caused by earthquakes, building demolition, fires and concrete waste originating from failures in manufacturing in precast concrete factories, which in large quantities will cause negative problems for the environment. The research began with testing the ingredients that make up asphalt concrete (asphalt, coarse aggregate and fine aggregate) and testing concrete waste as a partial replacement for coarse. The provisions for asphalt, coarse aggregate and fine aggregate used refer to the 2010 Bina Marga Technical Specifications. The type of asphalt concrete that will be used in this research is Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) for Binder Layer, in accordance with the 2010 Bina Marga Technical Specifications. Next, determine the AC-BC asphalt concrete mix design formula based on the optimum asphalt content value. The characteristics of the asphalt concrete mixture and the gradation of the aggregate mixture must meet the 2010 Bina Marga Technical Specifications. Then a Marshall test is carried out to determine the performance of the Binder Layer on Flexible Pavement, namely the AC-BC mixture which uses concrete waste, at various percentages of concrete waste as a partial replacement for coarse aggregate. , namely: 0%, 20%, 30%, 40% of the total coarse aggregate. The performance measured is the Marshall characteristic, namely stability, flow, Marshall Quotient, VMA, VFWA and VIM for each variation in the percentage of concrete waste as a partial replacement for coarse aggregate
Proposed Improvements to the Layout of Facilities in the Production Floor Work Area by Using Systematic Layout Planning (SLP) Method at UD. Tempeh A1
56 HalamanUD. Tempe A1 merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang usaha kuline, yang berlokasikan di jalan melintang, Kel.Dwi Kora, Kec. Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatra Utara. Yang mana luas pada pabrik tempe ini yaitu 10 x 6 m2. Permasalahan yang di hadapi perusahaan ini adalah pada aliran proses produksi
yang menyebabkan produksi tempe belum maksimal. Tata letak fasilitas di UD. Tempe A1 dalam menentukan kebutuhan ruangan yang mana tidak memperhatikan aliran proses produksi terdapat lintasan yang bersimpangan dan penempatan setiap departemen hanya sesuai kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk meminimasi jarak perpindahan aliran material pada area latai kerja produksi, Untuk meminimasi waktu angkut aliran material pada proses produksi. Material flow yang baik agar dapat terjadinya peningkatan produktivitas. Pengumpulan data dilakukan pada UD. Tempe A1 yang berhubungan dengan jarak dan waktu tidak efesiensi, terdapat aliran yang bersimpangan sehinggah berpengaruh pada efesiensi jarak dan
waktu angkut material. Dan proses pengolahan layout alternatif dilakukan dengan menggunakan aplikasi DosBox software Blocplan yang mana blocplan mengeluarkan alternatif dan nantiknya terpilih alternatif pilihan dari beberapa alternatif.yang mana layout yang dipilih adalah layout yang memiliki R-Score paling tinggi. Namun apabila terdapat nilai yang sama maka akan di cari rel-dist score yang terendah dari nilai R-Score yang tertinggi tersebut. Nilai rel- dist core yang rendah yaitu menggambarkan jarak stasiun ke stasuin yang harus berdekatan semakin kecil yaitu tingkat efesiensi kedekatan departemen. Dan dengan menghemat jarak 20,4 m dan pengurangan waktu sebesar 85 detik dengan luas UD. Tempe A1 6 x10 m . UD. Tempe A1 is a business that operates in the culinary business sector, which is located on Jalan Melintang, Kel. Dwi Kora, Kec. Medan Helvetia, Medan City, North Sumatra. The area of this tempe factory is 10 x 6 m2. The problem faced by this company is in the production process flow
which causes tempeh production to not be optimal. Layout of facilities at UD. Tempe A1 in determining space requirements does not pay attention to the flow of the production process, there are crossing paths and the placement of each department is only according to needs. The aim of this research is to minimize the movement distance of material flows in the production work floor area, to minimize the transport time of material flows in the production process. Good material flow to increase productivity. Data collection was carried out at UD. Tempe A1 which is related to distance and time is not efficient, there are intersecting flows so that it affects the efficiency of distance and
material transport time. And the process of processing alternative layouts is carried out using the DosBox application, Blocplan software, where Blocplan issues alternatives and then selects the preferred alternative from several alternatives. The layout chosen is the layout that has the highest R-Score. However, if there are the same values, we will look for the lowest rel-dist score from the highest R-Score value. A low rail-dist core value, which describes the distance between stations and stations that must be close together, is smaller, namely the efficiency level of departmental proximity. And by saving distance of 20.4 m and reducing time by 85 seconds with UD area. Tempe A1 6 x10 m
The Policy Of Cybercrime Coping Of Defamation In Cyberspace (Case Study At The Directorate Of Special Criminal Detective, Subdit V Cybercrime, North Sumatra Regional Police)
72 HalamanKebijakan kriminal merupakan strategi rasional masyarakat dalam mengatasi. Kebijakan hukum pidana adalah subbidang ilmu hukum pidana yang fokus pada pencegahan kejahatan. Di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Untuk mengendalikan penggunaan teknologi informasi dan media sosial guna menjaga keadilan, ketertiban umum, dan kepastian hukum. Pencemaran nama baik merupakan tindakan mencemarkan nama baik merujuk pada Tindakan merugikanreputasi seseorang melalui lisan atau tulisan. Pasal 27 ayat (3) UU ITE mengatur pencemaran nama baik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengeksplorasi kebijakan penal dan non-penal dalam menangani kejahatan pencemaran nama baik diruang siber. Metode yuridis normatif digunakan untuk menganalisis solusi hukum terhadap permasalahan ini. Data primer, sekunder, dan tersier digabungkan untuk menyelidiki persoalan ini. Pendekatan populasi dan sampel digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini menganalisis efetivitas kebijakan kriminal dan non-kriminal dalam menangani pencemaran nama baik di dunia digital, memberikan wawasan penting bagi perbaikan regulasi di masa depan. Criminal policy is society's rational strategy for coping. Criminal law policy is a criminal law subfield that focuses on crime prevention. The government in Indonesia has issued Law Number 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions (ITE Laws) to control the use of information technology and social media to maintain justice, public order, and legal certainty. Defamation is defiling a good-name act, referring to actions that harm someone's reputation through oral or written means. Article 27, paragraph (3) of the ITE Law regulates defamation. The research problem was to explore penal and non-penal policies in dealing with defamation crimes in cyberspace. Normative juridical methods were used to analyze legal solutions to this problem. Primary, secondary, and tertiary data were combined to investigate this issue. Population and sample approaches were used to answer research questions. This research analyzed the effectiveness of criminal and non-criminal policies in dealing with defamation in the digital world, providing important insights for future regulatory improvements