Medan Area University

Repository Universitas Medan Area
Not a member yet
    21105 research outputs found

    The Relationship between Organizational Climate and Cyberloafing Behavior among PT Employees. Prima Kencana ADV

    No full text
    50 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Iklim Organisasi dengan perilaku Cyberloafing pada Karyawan PT Prima Kencana Adv. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara variabel iklim organisasi dan cyberloafing. Hal ini diasumsikan bahwa semakin baik iklim organisasi maka semakin rendah cyberloafing. Sebaliknya jika semakin buruk iklim organisasi maka semakin tinggi perilaku cyberloafing. Sampel pada penelitian ini sebanyak 57 karyawan PT. Prima Kencana Adv dan menggunakan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Iklim Organisasi dan Skala Cyberloafing. Berdasarkan hasil perhitungan analisis korelasi product moment, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan negatif antara Iklim Organisasi dengan Cyberloafing pada karyawan PT Prima Kencana Adv. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi rxy = -0,724, dengan Signifikan p= 0,000 < 0,05. Koefisien determinan (r2) = 0,524. Ini menunjukkan bahwa iklim organisasi berdistribusi sebesar 52,4% terhadap cyberloafing sehingga hipotesis penelitian ini dinyatakan diterima. Berdasarkan hasi uji mean dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi tergolong rendah dengan nilai hipotetik sebesar 60 dan nilai empirik sebesar 48,89. Selanjutnya cyberloafing tergolong sedang dengan nilai hipotetik sebesar 57,5 dan empiric sebesar 57,64. This study aims to determine the relationship between organizational climate and cyberloafing behavior among employees of PT Prima Kencana Adv. This study uses a quantitative approach. The hypothesis put forward is that there is a negative relationship between organizational climate variables and cyberloafing. It is assumed that the better the organizational climate, the lower the cyberloafing. Conversely, the worse the organizational climate, the higher the cyberloafing behavior. The sample in this study were 57 employees of PT. Prima Kencana Adv and using Total Sampling technique. The data collection method uses the Organizational Climate Scale and the Cyberloafing Scale. Based on the calculation results of product moment correlation analysis, it can be seen that there is a negative relationship between Organizational Climate and Cyberloafing for employees of PT Prima Kencana Adv. This result is proven by the correlation coefficient rxy = -0.724, with a significance of p = 0.000 <0.05. The coefficient of determination (r2) = 0.524. This shows that organizational climate has a distribution of 52.4% towards cyberloafing so that the research hypothesis is declared accepted.Based on the mean test results, it can be concluded that the organizational climate is classified as low with a hypothetical value of 60 and an empirical value of 48.89. Furthermore, cyberloafing is classified as moderate with a hypothetical value of 57.5 and an empirical value of 57.6

    Village Government Performance in Infrastructure Development in Bangun Rejo Village, Na Ix-X District, North Labuhan Batu Regency

    No full text
    77 HalamanTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Kinerja Pemerintah Desa dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa di Bangun Rejo Kecamatan Na IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan indikator menurut teori Agus Dwiyanto (2006) Kinerja Pemerintah Desa Dalam Pembangunan Infrastruktur yang dilakukan di desa Bangun Rejo berjalan sudah cukup baik karena telah di buktikan dari produktivitas dari segi penggunaan hemat tenaga, segi hemat waktu, serta segi hemat penggunaan biaya. Kualitas layanan cukup baik sehingga memebuat kinerja pemerintah desa berjalan dengan maksimal, Responsivitas berdasarkan skala prioritas dan secara regulasi, Responsibilitas perencanaan pembangunan pemerintah desa sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan pemerintah pusat maupun daerah mengacu kepada ketentuanketentuan dalam ALBESTEK atau syarat-syarat mrlaksanakan suatu pekerjaan bangunan atau proyek perencanaan pembangunan. Perencanaan pembangunan, dan pada Akuntabilitas pertanggung jawaban dibuat menggunakan papan informasi di tempat strategis terkait kendala dalam pembuatan laporan pertanggung jawaban seperti laporan yang terlalu rumit dan terlalu banyak perubahan regulasi. The purpose of this study is to find out and analyse how the Village Government Performance in Village Road Infrastructure Development in Bangun Rejo, Na IXX District, North Labuhan batu Regency. This study uses a qualitative descriptive research approach. Data collection techniques ware carried out through observation, interview sand documentation. The results of this study show that by using indicator saccording to the theory of Agus Dwiyanto (2006) the performance of the Village Government in Infrastructure Development carried out in Bangun Rejo village is running quite well because it has been proven in terms of productivity in terms of energy-saving use, time-saving, andcost-effective use. The quality of service is good enough to make the performance of the village government run optimally, Responsiveness based on the priority scale and in regulation, Responsibility for village government development planning is in accordance with the provisions of the central and lo cal governments referring to the provisions in ALBESTEK development planning, and on Accountability accountability is made using information boards in strategic places related to obstacles in making reports Accountability such as overly complex reports and too many regulatory changes

    The Influence of Budget Preparation, Accountability Accounting and Internal Control on Managerial Performance at Citra Medika General Hospital

    No full text
    78 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penyusunan Anggaran, Akuntansi Pertanggungjawaban dan Pengendalian Intern Terhadap Kinerja Manajerial Pada Rumah Sakit Umum Citra Medika. Jenis penelitian ini yang di gunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai Rumah Sakit Umum Citra Medika sebanyak 35 orang yang terbagi menjadi Manajer 2 orang yaitu manajer bagian janmed dan manajer bagian keuangan. Kepala Bidang 8 orang yaitu bidang keuangan, bidang pengadaan, bidang farmasi, bidang IT, bidang sanitasi, bidang radiologi, bidang labotarium, bidang diklat. Staf keuangan 5 orang. Staf pengadaan 5 orang. Staf farmasi 2 orang. Staf IT 3 orang. Staf sanitasi 2 orang. Staf radiologi 2 orang. Staf labotarium 4 orang. Staf diklat 2 orang. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji analisis data, asumasi klasik dan hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penyusunan anggaran dan pengendalian intern berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Sedangkan akuntansi pertanggungjawaban tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada Rumah Sakit Umum Citra Medika. Penyusunan anggaran, akuntansi pertanggungjawaban, pengendalian intern berpengaruh secara simultan terhadap kinerja manajerial pada Rumah Sakit Umum Citra Medika. This study aims to determine the effect of budgeting, accountability accounting and internal control on managerial performance at Citra Medika General Hospital. This type of research used is quantitative research. The population and sample in this study were employees of the Citra Medika General Hospital with a total of 35 people which is divided into 2 managers, namely the Janmed section manager and the finance section manager. There are 8 heads of divisions, namely finance, procurement, pharmaceutical, IT, sanitation, radiology, laboratory, and training. Finance staff 5 people. Procurement staff 5 people. Pharmacy staff 2 people. IT staff 3 people. Sanitation staff 2 people. Radiology staff 2 people. Laboratory staff 4 people. Training staff 2 people. The data collection technique in this study was by distributing questionnaires. The data analysis method used data analysis tests, classical assumptions and hypotheses. The results showed that budgeting and internalcontrol had a positive and significant effect on managerial performance, while accountability accounting had no effect on managerial performance at Citra Medika General Hospital. Budgeting, responsibility accounting, internal control have a simultaneous effect on managerial performance at Citra Medika General Hospital

    Relationship Between Social Support and Quarter Life Crisis in Final Year Students at the Faculty of Psychology, University of Medan Area

    No full text
    97 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara dukungan sosial dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, subjek penelitian adalah mahasiswa psikologi stambuk 2018. Sampel yang digunakan yaitu 80 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan skala likert. Skala dukungan sosial yang digunakan dalam penelitian ini dari Sarafino dan Smith (2012), dan skala quarter life crisis yang digunakan penelitian ini yang dibuat oleh Robbins dan Wilner (2001). Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu adanya hubungan negatif antara dukungan sosial dengan quarter life crisis, dengan asumsi semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah quarter life crisis begitu pula sebaliknya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial dengan quarter life crisis. Hal ini diketahui dengan melihat mean hipotetik dukungan sosial 57,5 dan quarter life crisis 90, kemudian mean empirik untuk dukungan sosial 50,13 dan quarter life crisis 105,55. Nilai atau koefisien dimana nilai atau koefisien yaitu - 0,724 dengan signifikansi sebesar p= 0.000 < 0.05 dengan bobot sumbangan 52,4%. Artinya hipotesis yang diajukan diterima semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah quarter life crisis dinyatakan diterima. The purpose of this research was to find correlation between Social Support and Quarter Life Crisis of Final Year Students at Faculty of Psychology Medan Area University. This study uses the quantitative method, the subjects of this research all 2018 classes of Psychology Students at Medan Area University. The number of sample in this research were 80 students. The sampling techniques in this study used a Purposive Sampling Technique. The data collection method was Likert Scale. Social support scale used in this research was mad by Sarafino dan Smith (2012) and Quarter Life Crisis scale used in this research was made by Robbins and Wilner (2001). Data analysis technique used was Correlation Product Moment. The hypothesis propodes in this research were negative correlation between Social Support and Quarter Life Crisis assumption the higher Social Support was the lower Quarter life Crisis became and vice versa. Based on the result of the analysis, there indeed were negative correlation between Sosial Support and Quarter Life Crisis. The result were proved by hypothetical mean of Social Support on 57,5 and Quarter Life Crisis on 90, then empirical mean of social support on 50,13 and Quarter life Crisis 105,55. Value of coefficient which the coefficient was – 0,724 with p-value significance =0.000<0,05 with a contribution weight of 52,4%. Therefore the hypothesis that the higher Social Support was the lower Quarter Life Crisis was accepted

    The Criminal Liability Toward Prisoners As Money Laundering Criminal Acts Perpetrators With The Predicated Crime Of Narcotics Abuse (Study Of Decision Number: 4950 K/Pid.Sus/2021)

    No full text
    89 HalamanKejahatan narkotika memiliki kaitan erat dengan pencucian uang. Tindak pidana pencucian uang predicated crime narkotika adalah dua masalah serius yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat dan menjadi ancaman besar bagi Indonesia. Permasalahan pada skripsi ini yaitu bagaimana pertanggungjawaban pidana tindak pidana pencucian uang predicated crime penyalahgunaan narkotika, bagaimana pertimbangan hakim dalam penerapan pasal penjatuhan putusan terhadap pelaku tindak pidana pencucian uang dengan predicated crime penyalahgunaan narkotika pada putusan nomor 4950 K/Pid.Sus/2021 dan bagaimana prosedur penjatuhan sanksi pidana penjara pelaku tindak pidana pencucian uang predicated crime penyalahgunaan narkotika. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus yang telah memperoleh putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, serta analisis secara kualitatif menguraikan bahan secara bermutu dalam bentuk kalimat yang teratur serta menghasilkan penjelasan-penjelasan terhadap suatu kebenaran. Hasil penelitian menunjukkan Zulhadi Harahap alias Zul telah memenuhi unsur utama pertanggungjawaban pidana tindak pidana pencucian uang yaitu adanya kesalahan, pertimbangan Hakim Agung dalam penerapan pasal penjatuhan putusan berpendapat telah menerapkan peraturan sebagaimana mestinya serta prosedur penjatuhan pidana terhadap pelaku berdasarkan kitab undang-undang hukum acara pidana dan undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Simpulan pertanggungjawaban pidana tindak pidana pencucian uang Pasal 3 dengan sanksi pidana penjara yaitu paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). Prosedur penjatuhan pidana penjara terhadap pelaku pada putusan No 4950 K/Pid.Sus/2021 berdasarkan kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP) dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Narcotics crimes are closely related to money laundering. Money laundering and narcotics predicated crimes are two serious matters that affect various aspects of people's lives and pose a primary threat to Indonesia. The problems in this study were how the criminal liability for the money laundering criminal acts with the predicated crime of narcotics abuse and how the judge considers applying the articles for imposing a decision on the perpetrator of the money laundering criminal acts with the predicated crime of narcotics abuse in decision number 4950 K/Pid.Sus/2021, and what procedure for imposing prison sanctions for perpetrators of the money laundering criminal acts with the predicated crime of narcotics abuse. The study used normative legal research methods through the statutory and case approaches that had obtained a court decision with permanent legal force, as well as qualitative analysis describing quality material in the form of regular sentences and producing explanations of the truth. The results of the research showed that Zulhadi Harahap alias Zul had fulfilled the main elements of criminal liability for the money laundering criminal acts, namely that there was an error, the consideration of the Supreme Court Judge in applying the articles of the decision thought that he had implemented the regulations as they should and the procedure for imposing a crime on the perpetrator based on the Criminal Procedure Code and Law number 8 of 2010 concerning the prevention and eradication of money laundering criminal acts. The Conclusion was criminal liability for the money laundering criminal acts sentenced in Article 3 with a maximum prison sentence of 20 (twenty) years and a maximum fine of IDR 10,000,000,000 (ten billion rupiah). Then, the procedure for imposing a prison sentence on the perpetrator in decision No. 4950 K/Pid. Sus/2021 was based on the Criminal Procedure Code (KUHAP) and Law Number 8 of 2010 concerning the Prevention and Eradication of Money Laundering Criminal Acts

    Carrot Agribusiness Development Strategy (Daucus Carotal.) In Simpang Empat District, Regency Karo North Sumatra (Case Study: Surbakti Village, Simpang Empat District)

    No full text
    101 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal, serta menentukan strategi pengembangan agribisnis wortel di Desa Surbakti, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif menggunakan alat analisis SWOT. Hasil penelitian berdasarkan analisis SWOT untuk pengembangan agribisnis wortel di Desa Surbakti Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo terletak pada kuadran I, berdasarkan faktor–faktor strategi baik internal (kekuatan dan kelemahan) maupun eksternal (peluang dan ancaman) memperoleh strategi S-O yakni memanfaatkaan lokasi yang strategis, lahan subur, modal yang ada dan pengalaman berbudidaya agar produksi tinggi dan selalu tersedia sehingga dapat memenuhi permintaan wortel yang tinggi, memanfaatkan saprodi yang memadai, jumlah kelompok tani yang banyak dan potensi komoditas unggulan didaerah untuk mendapat perhatian dan dukungan pemerintah melalui penyuluhan pertanian sehingga memperoleh bantuan dari pemerintah berupa bibit, pupuk dll akan terus berlanjut. Alternatif strategi pengembangan agribisnis wortel di Desa Surbakti selain S-O yakni pemanfaatan sisa produksi, pemanfaatan fasilitas kredit, pemanfaatan kelompok tani, penanaman wortel dengan sistem bertahap. This study aims to determine internal factors and external factors, as well as determine the strategy for developing carrot agribusiness in Surbakti Village, Simpang Empat District, Karo Regency. The method used in this research is descriptive method using a SWOT analysis tool. The results of the research based on SWOT analysis for the development of carrot agribusiness in Surbakti Village, Simpang Empat District, Karo Regency are located in quadrant I, based on strategic factors both internal (strengths and weaknesses) and external (opportunities and threats) obtaining the S-O strategy namely utilizing a strategic location, fertile land, existing capital and experience in cultivating so that production is high and always available so that it can meet the high demand for carrots, utilize adequate production inputs, a large number of farmer groups and potential superior commodities in the area to get government attention and support through agricultural counseling so as to get assistance from the government in the form of seeds, fertilizers etc. will continue. Alternative strategies for developing a carrot agribusiness in Surbakti Village other than S-O are the use of residual production, use of credit facilities, use of farmer groups, planting carrots in a gradual system

    Criminal Law Enforcement Against Perpetrators of Illegal Investment Fraud with Cryptocurrency in the Commodity Market

    No full text
    75 HalamanPasar komoditi berkaitan dengan permintaan dan penawaran akan aset komoditas, seperti cryptocurrency. Cryptocurrency termasuk pada investasi digital dan yang mengawasi penyelenggaraan penggunaannya adalah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Kemudahan yang diperoleh investor, membuat bermunculan pelaku pidana penipuan. Pengaturan mengenai pidana penipuan terdapat dalam Pasal 378 KUHP dan UU ITE Nomor 11 Pasal 28 Ayat (1) Tahun 2008. Pengertian penipuan antara kedua pasal tersebut hampir sama, yaitu perbuatan dengan tipu muslihat seperti membuat nama, martabat, atau keterangan palsu untuk keuntungan pribadi dan pada UU ITE, penipuan dilakukan melalui transaksi elektronik dengan pidana penjara selama 6 tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaturan serta bagaimana penegakan hukum terhadap pelaku penipuan investasi ilegal dengan cryptocurrency pada pasar komoditi. Metode penelitian yuridis normative, dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber hukum sekunder yaitu buku hukum, jurnal hukum, hasil penelitian dan pendapat ahli hukum. Serta pengumpulan data dengan kepustakaan serta lapangan yaitu dengan wawancara. Pengaturan hukum terdapat pada Peraturan Bappebti Nomor 5 Pasal 1 Angka 7 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto dan untuk penegakan hukum pidana terhadap pelaku penipuan investasi ilegal diatur pada UU Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitase dan Alternatif dalam penyelesaian sengketa yang terjadi, seperti mediasi, konsultasi, negoisasi, konsiliasi, dan arbitase. The commodity market is concerned with the demand and supply of commodity assets, such as cryptocurrencies. Cryptocurrency is included in digital investment and overseeing the implementation of its use is the Commodity Futures Trading Regulatory Agency (Bappebti), regulated in Law (UU) Number 32 of 1997 concerning Commodity Futures Trading. The convenience that investors get, makes criminal fraudsters emerge. Arrangements regarding criminal fraud are contained in Article 378 of the Criminal Code and UU ITE Number 11 Article 28 Paragraph (1) of 2008. The definition of scams between the two articles is almost the same, namely an act of deception such as making a false name, dignity or statement for personal gain and in the ITE Law, scams is carried out through electronic transactions with imprisonment for 6 years and/or a maximum fine of Rp. 1,000,000,000 (one billion rupiah). illegal investment with cryptocurrencies in the commodity market ormative juridical research methods, with a statutory approach and a case approach Secondary legal sources, namely legal books, legal journals, research results and opinions of legal experts As well as data collection with literature and the field, namely by interview .Legal arrangements are contained in the Regulations Bappebti Number 5 Article 1 Number 7 of 2019 concerning Technical Provisions for Organizing the Physical Crypto Asset Market and for enforcing criminal law against perpetrators of illegal investment fraud is regulated in Law Number 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternatives in resolving disputes that occur, such as mediation, consultation, negotiation , conciliation, and arbitration

    Road Condition Analysis Using the PKRMS (Road Inventory) Method

    No full text
    111 HalamanKerusakan jalan terjadi akibat peningkatan volume lalu lintas yang disebabkan oleh mobilitas pendudu seirin dengan perluasan kawasan pemukiman dan industri di wilayah tersebut. Ruas Jalan di kabupaten Serdang bedagai, adalah ruas jalan yang menjadi objek penelitian. Ruas jalan ini telah mengalami kerusakan, terutama pada bagian lapisan permukaan dan drainase, sehingga memerlukan penanganan. Penelitian ini meliputi survei visual untuk mengetahui kondisi permukaan jalan. Data dianalisis menggunakan aplikasi Provincial and Kabupaten Road Management System (PKRMS). Hasil analisis menunjukan kondisi Ruas Jalan di 6 ruas jalan, untuk tingkat kerusakan pada tipe perkerasan jalan Aspal/Beton yang memiliki persentase tertinggi adalah tipe Aspal dengan persentase 9,91% sepanjang 1,3 km dan persentase Kondisi Perkerasan jalan Aspal/Beton tertinggi adalah 12.20% kondisi baik sepanjang 1,6 km. Tingkat kerusakan pada tipe perkerasan jalan Kerikil/Tanah yang memiliki persentase tertinggi adalah tipe Kerikil dengan persentase 87.80 % sepanjang 11,52 km dan persentase Kondisi Perkerasan jalan Kerikil/Tanah tertinggi adalah 87.42% kondisi rusak berat sepanjang 87,42 km. Rekapitulasi kemantapan jalan kondisi kritis sepanjang 11.47 km dengan persentase 87.43% sehingga harus segera dilakukan penanganan. Berdasarkan hasil analisis didapat prioritas penanganan kerusakan pada perkerasan jalan, untuk 6 ruas jalan yang ditinjau masuk kedalam program Pemeliharaan Rutin (PR), Rutin Kondisi (RK) dan peningkatan struktur jalan (UPG). Road damage occurs due to an increase in traffic volume caused by population mobility along with the expansion of residential and industrial areas in the region. The road section in Serdang Bedagai district is the road section that is the object of research. This section of road has experienced damage, especially to the surface layer and drainage, so it requires treatment. This research includes a visual survey to determine the condition of the road surface. Data was analyzed using the Provincial and District Road Management System (PKRMS) application. The results of the analysis show the condition of the Road Sections on 6 roads, the level of damage to the Asphalt/Concrete road pavement type which has the highest percentage is the Asphalt type with a percentage of 9.91% along 1.3 km and the highest percentage of Asphalt/Concrete Road Pavement Condition is 12.20 % good condition along 1.6 km. The level of damage to the Gravel/Soil road pavement type which has the highest percentage is the Gravel type with a percentage of 87.80% along 11.52 km and the highest percentage of Gravel/Soil road pavement conditions is 87.42%, heavily damaged condition along 87.42 km. Recapitulation of road stability in critical condition along 11.47 km with a percentage of 87.43% so it must be handled immediately. Based on the results of the analysis, it was found that the priorities for dealing with damage to road pavement were prioritized, for the 6 road sections reviewed were included in the Routine Maintenance (PR), Routine Condition (RK) and road structure improvement (UPG) programs

    The Correlation Between Social Support and Addiction Counselor Coping Strategies at the "INSYAF" Center in Medan

    No full text
    85 HalamanPenelitian bertujuan untuk menguji Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Strategi Coping Konselor Adiksi Di Sentra “INSYAF” Di Medan Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Tekhnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling .Pada penelitian ini di ambil 44 Orang. Dukungan sosial diukur berdasarkan aspek dukungan sosial menurut House (dalam Andarini, 2013): Dukungan Emosional, Dukungan Penghargaan, Dukungan Instrumental dan Dukungan Informasi. Strategi coping diukur berdasarkan aspek strategi coping menurut Hakim & Rahmawati (2015): Keaktifan diri, Perencanaan, Kontrol diri, Mencari dukungan sosial yang bersifat instrumental, Mencari dukungan sosial yang bersifat emosional, Penerimaan, dan Religiusitas. Berdasarkan hasil perhitungan analisis korelasi product moment, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara Dukungan sosial dengan Strategi coping. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi rxy = 0,996, dengan Signifikan p= 0,000 < 0,05. Koefisien determinan (r2) dari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat adalah r2= 0,993. Ini menunjukkan bahwa Dukungan sosial berdistribusi sebesar 99,30% terhadap Strategi coping. Berdasarkan hasil kategorisasi dukungan sosial tergolong sedang dengan nilai rata-rata hipotetik sebesar 80.000 dan nilai rata-rata empirik sebesar 66.523. Selanjutnya strategi coping tergolong sedang dengan nilai rata-rata hipotetik sebesar 80.000 dan nilai rata-rata empirik sebesar 66.136. The study aims to examine the relationship between social support and addiction counselor coping strategies at the "INSYAF" center in Medan. This research uses a quantitative research method. In this study, 44 people were taken. Social support is measured based on aspects of social support according to House (in Andarini, 2013): Emotional Support, Appreciation Support, Instrumental Support and Information Support. Coping strategies are measured based on coping strategy aspects according to Hakim & Rahmawati (2015): self-activity, planning, self- control, seeking instrumental social support, seeking emotional social support, acceptance, and religiosity. Based on the calculation results of the product moment correlation analysis, it can be seen that there is a positive relationship between social support and coping strategies. This result is evidenced by the correlation coefficient rxy = 0.996, with a significant p = 0.000 <0.05. The determinant coefficient (r2) of the relationship between the independent variable and the dependent variable is r2= 0.993. This shows that social support is distributed at 99.30% of coping strategies.Based on the results of the social support classification, it was classified as moderate with a mean assumed value of 80,000 and an experimental mean of 66,523. 66,136

    Factors That Influence Work Discipline in Pt Pln (Persero) Employees Ulp Sidikalang

    No full text
    83 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Pada Karyawan PT. PLN (Persero) ULP Sidikalang. Masalah difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi variabel penelitian. Command discipline, merupakan disiplin yang timbul karena paksaan, perintah dan hukuman serta kekuasaan. Kedisiplinan ini timbul bukan karena perasaan ikhlas dan kesadaran tetapi timbul karena adanya paksaan atau ancaman dari orang lain. Data-data yang dikumpulkan melalui instrumen skala Likert. Adapun faktor yang mempengaruhi penelitian ini adalah Self impose discipline dan Command discipline.Data pada penelitian ini dianalisis secara kuantitatif dengan teknik Total Sampling, yang melibatkan 46 orang karyawan dari total populasi. Adapun yang ditunjukkan pada hasil penelitian dengan koefisien korelasi, dimana rxy = 0,432 dengan p= 0,000 < 0,05. dari hasil perhitungan faktorial bahwa self impose dicipline memperoleh kontribusi sebesar 0,432 sedangkan faktor kerelaan berkontribusi sebesar 0,766. Command dicipline memiliki kontribusi sebesar 0,691. Hasil ini menunjukan kontribusi yang tertinggi yaitu Faktor Command Discipline sub-faktor mengikuti aturan pengaruhnya terhadap disiplin kerja 0,844 atau 21% dan kontribusi yang terendah yaitu kontribusi Faktor Self impose discipline sub-faktor timbul dari diri sendiri pengaruh terhadap disiplin kerja sebesar 0,432 atau 10%. Pada pegawai diharapkan dapat hadir tepat waktu ke kantor selain itu diharapkan juga karyawan memiliki prosedur dan konsep dalam menyelesaikan pekerjaan dengan baik, memnuhi segala perlengkapan kerja dan memanfaatkan fasilitas dengan sebaik-baiknya. This study aims to determine whether there are Factors Influencing Work Discipline in Employees of PT. PLN (Persero) ULP Sidikalang. The problem is focused on the factors that influence the research variables. Command discipline, is discipline that arises because of coercion, orders and punishments as well as power. This discipline arises not because of sincere feelings and awareness but arises because of coercion or threats from other people. The data collected through a Likert scale instrument. The factors that influence this research are Self impose discipline and Command discipline. The data in this study were analyzed quantitatively using the Total Sampling technique, which involved 46 employees from the total population. As for what is shown in the results of the study with a correlation coefficient, where rxy = 0.432 with p = 0.000 <0.05. from the results of factorial calculations that self impose discipline gains a contribution of 0.432 while the willingness factor contributes 0.766. Command discipline has a contribution of 0.691. These results show the highest contribution, namely the Command Discipline Factor sub-factor following the rules of influence on work discipline of 0.844 or 21% and the lowest contribution, namely the contribution of the Self-imposing Discipline Factor sub-factor arising from self-influence on work discipline of 0.432 or 10%. Employees are expected to be present at the office on time. Apart from that, it is also expected that employees have procedures and concepts for completing work properly, fulfilling all work equipment and making the best use of facilities

    4,192

    full texts

    21,105

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Medan Area
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇