21105 research outputs found
Sort by
Analysis of Quality of Emergency Installation Services Emergency (IGD) and Inpatient (Class III) in Regional General Hospital (RSUD) Dr. Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Kualitas pelayanan publik yang belum terlaksana
dengan baik sehingga menyebabkan buruknya penyelenggaraan pelayanan publik
yang menjadi keharusan pemerintah melakukan perbaikan dalam pelayanan publik,
salah satunya yaitu banyaknya fasilitas yang harus direnovasi dan kurangnya tenaga
Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Tengku Mansyur
Kota Tanjung balai. Adapun Tujuan penelitian ini yaitu Untuk Mengetahui Kualitas
Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Rawat Inap (Kelas III) di Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Dr. Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai dan Untuk
mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam Pelayanan
Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Rawat Inap (Kelas III) di Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD) Dr. Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai. Adapun metode penelitian
ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan PERMENPAN Nomor: PER/ 19/
M.PAN/ 04/ 2021 seperti jenis pelayanan, prosedur pelayanan, waktu penyelesaian,
biaya pelayanan, serta sarana dan prasarana sudah berjalan namun belum maksimal.
Hal ini berdasarkan hasil observasi melalui sesi wawancara dan dokumentasi yang
dilakukan oleh peneliti kepada beberapa informan, adanya beberapa faktor
penghambat kualitas pelayanan yang didapatkan, seperti dibutuhkannya penambahan
tenaga manusia (SDM) serta perbaikan sarana rumah sakit yang belum maksimal di
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai. This research is motivated by the quality of public services that have not been
implemented properly, causing poor public service delivery which is a necessity for
the government to make improvements in public services, one of which is the number
of facilities that must be renovated and the lack of human resources at the Regional
General Hospital (RSUD) Dr. Tengku Mansyur Tanjung City hall. The purpose of
this study is to determine the quality of services for the Emergency Room (IGD) and
Inpatient Care (Class III) at the Regional General Hospital (RSUD) Dr. Tengku
Mansyur Tanjungbalai City and to find out what factors are inhibiting the Emergency
Installation (IGD) and Inpatient (Class III) Services at the Regional General
Hospital (RSUD) Dr. Tengku Mansyur Tanjungbalai City. The research method uses
a qualitative approach with a descriptive type. The results of this study show that
based on PERMENPAN Number: PER/ 19/ M.PAN/ 04/ 2021 such as the type of
service, service procedures, completion time, service costs, and facilities and
infrastructure have been running but not maximized. This is based on observations
through interview sessions and documentation conducted by researchers to several
informants, there are several factors inhibiting the quality of services obtained, such
as the need for additional human resources (HR) and improvement of hospital
facilities that have not been maximized at the Regional General Hospital (RSUD) Dr.
Tengku Mansyur Tanjungbalai City
Analysis of Factors That Influence the Conversion of People's Rubber Plants into Palm Oil in Asahan Regency (Case Study: Aek Songsongan District, Asahan Regency)
98 HalamanDalam kurun waktu 10 tahun sejak 2012 s/d 2021 terjadi penurunan luas lahan perkebunan
karet rakyat di Kabupaten Asahan sebesar 2.918,85 Ha, sementara lahan perkebunan kelapa
sawit rakyat terjadi peningkatan sebesar 3.088,21 Ha. Pada kurun waktu yang sama luas
lahan perkebunan karet rakyat di Kecamatan Aek Songsongan terjadi penurunan sebesar
985,58Ha, sementara lahan perkebunan kelapa sawit rakyat mengalami peningkatan sebesar
690,00 Ha, hal ini disebabkan oleh terjadinya konversi tanaman dari karet menjadi kelapa
sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keputusan pekebun untuk
melakukan konversi tanaman karet rakyat menjadi kelapa sawit adalah logis atau
menguntungkan, dan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar faktor-faktor yang
mempengaruhi terjadinya konversi. Analisis data menggunakan 2 metode, yaitu Analisis
Partial Budgeting dan Analisis Regresi Linier Berganda. Dari hasil analisis partial budgeting
diketahui bahwa keputusan pekebun untuk melakukan konversi tanaman karet menjadi
kelapa sawit adalah menguntungkan. Hasil analisis regresi linier berganda menyatakan
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pekebun untuk melakukan konversi
tanaman karet rakyat menjadi kelapa sawit adalah Jumlah Tanggungan Keluarga, Luas Lahan
Sebelum Konversi dan Sumber pendapatan lainnya, ketiganya secara simultan berkontribusi
terhadap terjadinya konversi sebesar 50,5 %, yang mempengaruhi secara signifikan terhadap
terjadinya konversi adalah Luas Lahan Sebelum Konversi. Within 10 years period from 2012 to 2021 there has been a decrease in the area of smallholder
rubber plantations in Asahan District by 2,918.85 Ha, while the area of smallholder oil palm
plantations has increased by 3,088.21 Ha. During the same period, the area of smallholder
rubber plantations in Aek Songsongan Sub District decreased by 985.58 Ha, while the area of
smallholder oil palm plantations increased by 690.00 Ha, this was due to the conversion of
crops from rubber to oil palm. This study aims to find out whether the farmer's decision to
convert smallholder rubber plantations into oil palm is logical or profitable, and to find out and
analyze how much the factors influence the conversion. Data analysis uses 2 methods, namely
Partial Budgeting Analysis and Multiple Linear Regression Analysis. From the results of the
partial budgeting analysis, it is known that the planters' decision to convert rubber plants to oil
palm is profitable. The results of multiple linear regression analysis state that the factors that
influence the decision of planters to convert smallholder rubber plantations to oil palm are the
number of family dependents, land area before conversion and other sources of income, all
three of which simultaneously contribute to the conversion by 50.5%, what significantly
influences the occurrence of conversion is the land area before conversion
Quality Improvement in Oil Production Palm Oil (Cpo) Pt. Blankahan Oil Mill By Using the Seven Tools Method
57 HalamanPT. Ukindo Blankahan Oil Mill merupakan perusahaan bergerak di bidang minyak
kelapa sawit (CPO) yang berkapasitas 45 ton, Untuk mampu bersaing dengan
perusahaan lain yang bergerak dalam bidang yang sama dan memenuhi standar
kualitas CPO untuk dipasarkan, maka PT. Ukindo Blankahan Oil Mill harus
menghasilkan produk CPO yang berkualitas. Oleh karena itu, perusahaan memiliki
standar mutu minyak kelapa sawit dengan nilai ambang batas Asam Lemak Bebas
(ALB) 3,0% dengan sesuai perjanjian perusahaan, penetapan standar ini bertujuan
untuk mengantisipasi agar tidak melebihi standar Nasional yakni sebesar 5%.
Namun pada kenyataannya pada produksi CPO masih terdapat ALB yang melewati
batas standar perusahaan. Pada bulan agustus 2020 PT Ukindo Blankahan Oil Mill
mendapati kadar ALB yang tinggi yakni sebesar 4,0%. Adapun tujuan penelitian
ini dengan mencari masalahnya, proses mencari masalahnya menggunakan metode
seven tools dengan pengolahan data terdiri dari alb,kadar air dan kadar kotoran,
sehingga mendapatkan kesimpulan Parameter jenis penyimpangan mutu produk
Crude Palm Oil (CPO) terbesar terdapat pada kadar kotoran total penyimpangan
mutu sebesar 112 unit sampel (55,45%), diikuti oleh kerusakan kadar air sebesar 75
unit sampel (37,13%) dan yang terkecil yaitu pada kadar asam lemak bebas yaitu
sebesar 15 kerusakan (7,43%). Berdasarkan diagram pareto maka jenis
penyimpangan mutu yang diteliti adalah pada kadar kotoran dan kadar air dimana
jumlah persentase kumulatif mencapai 92,57%. Perbaikan kualitas yang diberikan
dilakukan dengan menerapkan pemecahan masalah dengan menentukan prioritas
masalah berdasarkan diagram sebab akibat (Cause And Effect Diagram) yaitu pada
perbaikan di pada operator dan mesin. Perencanaan perbaikan mutu tersebut adalah
pembuatan SOP vacuum dyer dan vibrating screen. PT. Ukindo Blankahan Oil Mill is a company operating in the oil sector
palm oil (CPO) with a capacity of 45 tonnes, to be able to compete with
other companies that operate in the same field and meet the standards
quality CPO to be marketed, then PT. Ukindo Blankahan Oil Mill must
produce quality CPO products. Therefore, the company has
Palm oil quality standards with Free Fatty Acid threshold values
(ALB) 3.0% in accordance with the company agreement, this standard setting aims
to anticipate that it does not exceed the National standard of 5%.
However, in reality, in CPO production there is still ALB passing through
company standard limits. In August 2020 PT Ukindo Blankahan Oil Mill
found high ALB levels, namely 4.0%. As for the research objectives
This is by looking for the problem, the process of finding the problem using methods
seven tools with data processing consisting of alb, water content and dirt content,
so as to obtain conclusions about the parameters of the type of product quality deviation
The largest Crude Palm Oil (CPO) content is found in the total deviation of impurities
quality was 112 sample units (55.45%), followed by damage to water content of 75
sample units (37.13%) and the smallest is the free fatty acid content, namely
amounting to 15 damage (7.43%). Based on the Pareto diagram, the types
The quality deviations studied were the dirt content and water content
the cumulative percentage reached 92.57%. Quality improvements provided
This is done by implementing problem solving by determining priorities
problems based on a cause and effect diagram (Cause And Effect Diagram), namely at
improvements to operators and machines. The quality improvement planning is
making SOPs for vacuum dyers and vibrating screens
The Implementation Of The Ultimum Remedium Principle Towards Children As Narcotics Abuse (Study Of Decision Number 37/Pid.Sus-Anak/2022/Pn Mdn)
71 HalamanPutusan pengadilan anak yang sering memvonis anak sebagai penyalahguna
narkotika dengan hukuman penjara tidak sesuai dengan filosofi dasar peradilan
pidana bagi anak. Sanksi pidana mungkin bisa menjadi pilihan terakhir (Ultimum
Remedium) apabila cara lain dianggap tidak mampu mengatasinya. Anak-anak
yang terlibat kasus hukum seperti penyalahgunaan narkotika tidak sepenuhnya
merupakan pelaku dan penjahat yang mungkin akan dihukum seperti orang dewasa;
mereka juga merupakan korban yang tidak bisa bertanggung jawab penuh atas
perbuatannya. Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 37/Pid.Sus-
Anak/2022/PN Mdn tidak menganggap Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana
Anak/Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) melanggar nilai keadilan dan asas
kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penerapan asas Ultimum Remedium pada anak penyalahguna narkotika. Penelitian
ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang disebut penelitian hukum
kepustakaan atau penelitian yang memperhatikan kepustakaan (data sekunder).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asas Ultimum Remedium kepada
anak merupakan upaya terakhir dalam menjatuhkan hukuman. The juvenile court decisions that often sentence children to prison as narcotics
abusers were not following the basic philosophy of criminal justice for children.
Criminal sanctions might be a last resort (Ultimum Remedium) if other methods
are considered unable to overcome them. The children involved in legal cases
such as narcotics abuse were not entirely perpetrators and criminals who might
be punished like adults; they are also victims who cannot be fully responsible for
their actions. Medan District Court Decision Number 37/Pid.Sus-Anak/2022/PN
Mdn did not consider the Law of Juvenile Criminal Justice System/Sistem
Peradilan Pidana Anak (SPPA) to have violated the values of justice and the
principle of the children's best interests. This research aimed to find out the
application of the Ultimum Remedium principle to children who abuse narcotics.
The research used the normative legal research method called library legal
research or research that was noticed in the literature (secondary data). The study
results showed that the Ultimum Remedium principle implementation to children
was the last resort in imposing a sentence
The Correlation Between Family Support And Students' Anxiety In Facing The World Of Work At SMK N 1 Takengon
94 HalamanTujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan
kecemasan pada siswa dalam menghadapi dunia kerja. Hipotesis yang diajukan
pada penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara dukungan keluarga dengan
Kecemasan pada siswa dalam menghadapi dunia kerja, dengan asumsi semakin
tinggi dukungan keluarga pada siswa maka akan semakin rendah kecemasan pada
siswa dalam menghadapi dunia kerja. Sebaliknya semakin rendah dukungan
keluarga pada siswa maka akan semakin tinggi kecemasan dalam menhgadapi
dunia kerja. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi
penelitian ini sebanyak 400 orang dan sampel sebanyak 200 orang, peneliti
menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada
hubungan negatif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kecemasan
siswa dilihat dari nilai koefisien (Rxy) yang memiliki nilai -0.506 dengan p atau
signifikansinya 0.000 < 0.050, artinya hipotesis yang menyatakan bahwa ada
hubungan negatif dan signifikan dukungan keluarga dengan kecemasan diterima.
Begitu juga dengan hasil nilai koefisien diterminan (R2) yang memiliki nilai
0.256, hal ini setara dengan 25,6%, artinya adalah bahwa dukungan keluarga pada
siswa tersebut berkontribusi sebesar 25,6% terhadap kecemasan siswa
menghadapi dunia kerja. Selain itu dukungan keluarga dalam penelitian ini rendah
disebabkan oleh nilai mean empiric lebih kecil dari nilai mean hipotetik dan
kecemasan pada siswa tergolong tinggi, disebabkan oleh nilai mean empiric lebih
besar dari nilai mean hipotetik. The purpose of this study was to determine the relationship between family
support and student anxiety in facing the world of work. The hypothesis put
forward in this study is that there is a negative relationship between family
support and anxiety for students in facing the world of work, with the assumption
that the higher the family support for students, the lower the anxiety of students in
facing the world of work. Conversely, the lower the family support for students,
the higher the anxiety in facing the world of work. This research method uses
quantitative methods. The population of this study was 400 people and a sample
of 200 people, the researchers used a random sampling technique. The results
showed that there was a significant negative relationship between family support
and student anxiety seen from the value of the coefficient (Rxy) which had a value
of -0.506 with p or a significance of 0.000 <0.050, meaning that the hypothesis
which stated that there was a negative and significant relationship between family
support and anxiety was accepted. Likewise with the results of the determined
coefficient (R2) which has a value of 0.256, this is equivalent to 25.6%, meaning
that family support for these students contributes 25.6% to students' anxiety in
facing the world of work. In addition, family support in this study was low due to
the empirical mean value being smaller than the hypothetical mean value and
student anxiety being high, caused by the empirical mean value being greater
than the hypothetical mean value
The Correlation between Self Efficacy and Academic Dishonesty in SMA Negeri 2 Lubuk Pakam
140 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara self efficacy
dengan academic dishonesty siswa di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam. Sampel dalam
penelitian ini adalah 70 siswa kelas XI SMA Negeri 2 Lubuk Pakam yang di dapat
dengan menggunakan purposive sampling. Adapun instrumen penelitian ini
menggunakan dua skala yakni skala self efficacy dan skala academic dishonesty.
Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik analisis data
menggunakan teknik korelasi Pearsons product moment. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa koefisen korelasi sebesar -0,843 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05).
Artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self efficacy dengan
academic dishonesty. Koefisien determinan dari hubungan antara variabel self efficacy
dengan variabel academic dishonesty adalah sebesar 0,710, Ini menunjukkan bahwa
self efficacy berkontribusi terhadap academic dishonesty sebesar 71,0%. Dengan kata
lain, hipotetsis yang diajukan dinyatakan diterima. Berdasarkan perbandingan antara
Mean Hipotetik dengan Mean Empirik, didapatkan bahwa Mean Hipotetik self efficacy
(me = 70) berada diatas Mean Empirik (me = 51,65), maka dapat disimpulkan bahwa
Subjek penelitian ini memiliki self efficacy yang rendah. Kemudian Mean Hipotetik
academic dishonesty (me = 70) berada dibawah Mean Empirik (me = 87,33), maka
dapat disimpulkan bahwa subjek penelitian ini memiliki academic dishonesty yang
tinggi. This study aims to determine whether there is a correlation between self-efficacy and
student academic dishonesty at SMA Negeri 2 Lubuk Pakam. The sample in this study
were 70 students of class XI SMA Negeri 2 Lubuk Pakam who were obtained using
purposive sampling. The research instrument uses two scales, namely the self-efficacy
scale and the academic dishonesty scale. This research method uses quantitative
methods. The data analysis technique uses the Pearsons product moment correlation
technique. The results showed that the correlation coefficient was -0.843 with a
significance level of 0.000 (p <0.05). This means that there is a significant negative
correlation between self-efficacy and academic dishonesty. The coefficient of
determination of the correlation between self-efficacy and academic dishonesty is
0.710. This indicates that self-efficacy contributes to academic dishonesty by 71.0%.
In other words, the proposed hypothesis is declared accepted. Based on a comparison
between the Hypothetical Mean and the Empirical Mean, it was found that the
Hypothetical Mean self efficacy (me = 70) was above the Empirical Mean (me =
51,65), so it can be concluded that the subjects of this study had low self efficacy. Then
the Hypothetical Mean of academic dishonesty (me = 70) is below the Empirical Mean
(me = 87.33), so it can be concluded that the subjects of this study have high academic
dishonesty
The Relationship Between Parental Support With Motivation Studying with Class VIII Students at Mts Hifzhil Qur'an North Sumatra Islamic Center Foundation
92 HalamanMotivasi belajar merupakan dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa
yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya
dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menguji secara empiris dan mengetahui adanya Hubungan antara
Dukungan Orang Tua Dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Mts Hifdzil
Qur‟an Yayasan Islamic Centre Sumatera Utara. Populasi penelitian ini adalah
para siswa kelas VIII di MTS Hifzhil Qur‟an Yayasan Islamic Center Sumatera
Utara yang berjumlah 157 siswa, dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 40
siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Metode
penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan
skala dukungan orang tua dan skala motivasi belajar diukur dengan menggunakan
skala likert.teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil
penelitian menunjukkan hasil nilai yang signifikan korelasi p= 0,000 <0,05,
artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan motivasi
belajar pada siswa kelas VIII Mts Hifzhil Qur‟an Yayasan Islamic Center
Sumatera Utara, dengan koefisien determinan (r²) 0,541 atau 54,1% dengan kata
lain, hipotesis diterima. Motivasi belajar tergolong rendah ( mean empirik = 50,15
< mean hipotetik = 60 di mana selisihnya lebih dari bilang SD= 7,924), dan untuk
dukungan orang tua tergolong rendah ( mean empirik = 26,78< mean hipotetik =
35 di mana selisihnya lebih dari bilang SD=4,300). Learning motivation is internal and external encouragement to students who are
learning to make changes in behavior, generally with several indicators or
elements that support. The aim of this study was to empirically test and find out
the correlation between Parental Support and Learning Motivation of Class VIII
Mts Hifdzil Qur'an Islamic Center Foundations, North Sumatra. The population of
this research is the students of class VIII at MTS Hifzhil Qur'an Islamic Center
Foundation of North Sumatra totaling 157 students, and the sample in this study
amounted to 40 students. the sampling technique used was random sampling. This
research method uses quantitative methods. Data collection using the parental
support scale and learning motivation scale measured using the Likert scale. The
data analysis technique used product moment correlation. The results showed a
significant correlation value of p = 0.000 <0.05, meaning that there was a
significant correlation between parental support and learning motivation in class
VIII Mts Hifzhil Qur'an Islamic Center Foundation of North Sumatra, with a
determinant coefficient (r²) of 0.541 or 54.1% in other words, the hypothesis is
accepted. Learning motivation is low (empirical mean = 50.15 < hypothetical
mean = 60 where the difference is more than SD = 7,924), and for parental
support it is low (empirical mean = 26.78 < hypothetical mean = 35 where the
difference is more than SD = 4,300)
Crime Prevention Policy for Tobacco Products Excise Crimes at the North Sumatra Regional Office of the Directorate General of Customs and Excise (DJBC)
95 HalamanPenelitian ini dilakukan untuk membahas kebijakan penanggulangan kejahatan tindak pidana cukai hasil tembakau pada Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara. Fenomena yang terjadi kenaikan tarif cukai setiap tahun tidak menurunkan konsumsi hasil tembakau di Indonesia malah meningkatkan peredaran hasil tembakau ilegal. Metode penelitian digunakan adalah penelitian yuridis normatif didukung data empiris dan wawancara. Sifat penelitian ini deskriftif analisis. Hasil penelitian kebijakan penanggulangan kejahatan tindak pidana cukai hasil tembakau pada Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara mengacu kepada UU No 11 Tahun 1995 diubah terakhir dengan UU No 7 Tahun 2021, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 237/PMK.04/2022, dan Instruksi Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor: INS-05/BC/2022 tanggal 1 November 2022. Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara pada tahun 2021-2022 belum melakukan penyelesaian perkara pidana cukai hasil tembakau dengan restorative justice. Kendala dihadapi Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara dalam masalah belum adanya peraturan pelaksanaan Undang-undang, belum dilaksanakannya peranan yang seharusnya dari PPNS Bea dan Cukai, Sarana dan prasarana kurang mendukung, minimnya kesadaran hukum masyarakat, budaya merokok dan persepsi negatif terhadap peraturan cukai hasil tembakau. This research was conducted to discuss the criminal policy on tobacco excise at North Sumatra Regional Office of the DGCE. The phenomenon of increasing excise rates every year does not reduce tobacco consumption in Indonesia but instead increases the circulation of illegal tobacco products. The research method used is normative juridical research supported by empirical data and interviews. The nature of this research is descriptive analysis. The results of the research on the policy of combating tobacco excise criminal offenses at the North Sumatra Regional Office of the DGCE refer to Law No. 11 of 1995 as last amended by Law No. 7 of 2021, Minister of Finance Regulation No. 237/PMK.04/2022, and DGCE Instruction No. INS-05/BC/2022 dated November 1, 2022. The North Sumatra Regional Office of the DGCE has not yet resolved tobacco excise criminal cases with restorative justice from 2021 to 2022. The obstacles faced by the North Sumatra Regional Office of the DGCE include the absence of implementing regulations for the law, the failure to implement the roles of Customs and Excise investigators, inadequate facilities and infrastructure, low legal awareness of the public, smoking culture, and negative perceptions of tobacco excise regulations
The Role of Village Government in Increasing Land and Building Tax Revenue in Pagaran Lambung Iii Village, Adiankoting District, North Tapanuli Regency
87 HalamanRendahnya penerimaan pajak bumi dan bangunan didesa Pagaran Lambung III Tujuan penelitian mendeskripsikan peranan pemerintah desa dalam meningkatkan penerimaan pajak bumi dan bangunan. Teori oleh Ryaas Rasyid. Metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. informan kunci , informan utama dan informan tambahan. Hasil penelitian ini ialah peranan pemerintah desa belum maksimal dalam menyelesaikan permasalah penerimaan pajak bumi dan bangunan yang belum mencapai target realisasi pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah kabupaten Tapanuli utara
Evaluation of Land Suitability for Crops Papaya (Carica Papaya L.) in the District Deli Serdang Regency Quiz Bar North Sumatra Province
73 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan bagi
pertumbuhan pepaya (Carica pepaya L.) di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten
Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan
dengan mempertimbangkan sejumlah parameter krusial yang memengaruhi
pertumbuhan dan produksi pepaya, seperti karakteristik tanah, iklim, topografi, dan
hidrologi. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode survei
dengan menggunakan data sekunder yang terkait dengan sifat fisik tanah, data
iklim, peta topografi, dan data hidrologi. Data-data ini dianalisis dan
diinterpretasikan guna melakukan klasifikasi terhadap tingkat kesesuaian lahan,
dengan mengadopsi sistem klasifikasi yang telah disesuaikan dari beberapa sumber
literatur terkait. Hasil penelitian ini memberikan informasi tentang tingkat
kesesuaian lahan untuk budidaya pepaya dalam kategori-kategori seperti sesuai,
sesuai dengan pembatasan, dan tidak sesuai. Penelitian ini menemukan bahwa
sejumlah area di Kecamatan Batang Kuis memiliki tingkat kesesuaian yang baik.
Secara spesifik, terdapat 7 satuan lahan (SL) dengan total luas 34,11 km2 yang
masuk dalam kategori S1 (Sesuai), serta 1 satuan lahan dengan total luas 1,99 km2
yang masuk dalam kategori S2 (Cukup Sesuai) untuk budidaya pepaya. Perlu
dicatat bahwa faktor pembatas utama adalah ketersediaan unsur hara (S2nr)
sehingga manajemen hara tanah perlu diperhatikan secara lebih mendalam agar
wilayah tersebut menjadi lebih sesuai bagi pertumbuhan pepaya. This study aims to evaluate land suitability for Pepaya (Carica papaya L.)
growth in the Batang Kuis Subdistrict, Deli Serdang Regency, North Sumatra
Province. Land suitability evaluation is conducted by considering several crucial
parameters that influence the growth and production of Pepaya, such as soil
characteristics, climate, topography, and hydrology. The method applied in this
research is the survey method using secondary data related to soil physical
properties, climate data, topographic maps, and hydrology data. These data are
analyzed and interpreted to classify the level of land suitability, adopting a
classification system that has been adapted from various relevant literature
sources. The results of this study provide information about the level of land
suitability for Pepaya cultivation in categories such as highly suitable, suitable with
limitations, and not suitable. The research findings reveal that several areas in the
Batang Kuis Subdistrict have a good level of suitability. Specifically, there are 7
land units (LU) totaling 34.11 km2 classified as S1 (Suitable), as well as 1 land
units totaling 1.99 km2 classified as S2 (Moderately Suitable) for Pepaya
cultivation. It is worth noting that the primary limiting factor is nutrient availability
(S2nr), highlighting the need for a more in-depth consideration of soil nutrient
management to make the area more suitable for Pepaya growth