21105 research outputs found
Sort by
Study of Shopping Center Parking in Medan City (Case Study of Suzuya Marelan Plaza)
79 HalamanParkir merupakan fasilitas yang harus terpenuhi dalam sebuah institusi. Fasilitas ini merupakan sarana pendukung dalam keyamanan melakukan aktifitas pada sebuah institusi. Sistem parkir yang tertata dengan baik akan membuat pengguna kendaraan merasa nyaman. Sehingga para pengguna parkir pun dapat melakukan aktifitas dengan maksimal. Seiring dengan semakin banyak pengguna parkir, lahan parkir terbatas. Keterbatasan lahan menjadi kendala untuk menambah luas parkir secara horisontal, sehingga penambahan ruang parkir dapat dilakukan secara vertikal yaitu dengan membuat gedung parkir bertingkat. Namun keberadaan gedung parkir di gedung bertingkat tentunya harus didisain dengan baik, agar memenuhi aspek keselamatan dan keyamanan yang maksimal, untuk menghindari kecelakaan. Dari analisa di dapat bahwasanya Suzuya Marelan Plaza Memiliki aspek keselamatan yang cukup baik, ini dapat dilihat dr area parkir yang memiliki area parkir yang mampu menampung pengguna parkir baik di hari kerja maupun di hari libur, serta memiliki persentase kemiringan ramp dibawah 10%. namun demikian area parkir Suzuya Marelan Plaza juga mempunyai kekurangan yang dimana area parkir di lantai dua tidak memiliki railing atau besi pembatas untung penahan manusia maupun kendaraan. Parking is a facility that must be met in an institution. This facility has an important role for the progress of the institution. A well-organized parking system will make vehicle users feel comfortable. Users can also perform activities to the maximum. Limited land has been an obstacle so far to increase the parking area horizontally, so that additional parking spaces can be done vertically, namely by making multi-storey parking buildings. However, so far the existence of multi-storey parking buildings has not met the safety aspect, this is evidenced by the many accidents that occur.Parking management becomes even more important, when the convenience aspect of parking lot users is included. is still empty.From the analysis, it can be seen that Suzuya Marelan Plaza has a fairly good safety aspect, this can be seen from the parking area which has a parking area that is able to accommodate parking users both on weekdays and on holidays, and has a ramp slope percentage below 10%. however. the parking area of Suzuya Marelan Plaza also has a drawback where the parking area on the second floor does not have railings or iron barriers to restrain people and vehicles
Validity and Settlement of Default Disputes in Oral Maritime Food Sales and Purchase Agreements Based on the Civil Code (Study at UD. Indah Percut)
63 HalamanPerjanjian jual beli menurut kitab undang undang hukum perdata adalah suatu perjanjian timbal balik dimana pihak yang satu (penjual) berjanji untuk menyerahkan hak milik atas suatu barang, dan dipihak lain (pembeli) berjanji untuk membayar harga yang terdiri atas sejumlah uang sebagai imbalan dari perolehan hak milik tersebut. Perjanjian jual beli itu terjadi akibat dari kata sepakat terkait harga dan barang. Dengan perjanjian jual beli boga bahari hasil laut yang dilakukan pada UD. INDAH PERCUT dengan pembeli juga dibuat dengan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak. Dalam pelaksanaan penelitian skripsi ini menggunakan metode analisis data kualitatif. Metode ini digunakan untuk menjelaskan data data yang diperoleh berupa penjelasan data wawancara, peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah penelitian, bahan penelitian kepustakaan yang berkaitan dengan masalah dari penelitian. Kesimpulan dari skripsi ini bahwa bentuk dalam pelaksanaan perjanjian jual beli boga bahari antara UD. INDAH PERCUT dengan pembeli dilakukan secara tidak tertulis atau secara lisan. Perjanjian yang dibuat secara lisan adalah perjanjian yang sah selama mengikuti syarat sah dari perjanjian yang diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata. UD. INDAH PERCUT menyelesaikan masalah yang timbul melalui penyelesaian secara non litigasi yaitu dengan musyawarah secara kekeluargaan. A sale and purchase agreement according to the civil code is a reciprocal agreement in which one party (the seller) promises to hand over the ownership rights to an item, and the other party (the buyer) promises to pay a price consisting of a certain amount of money in return for acquiring the rights. that property. The sale and purchase agreement occurs as a result of an agreement regarding price and goods. With a sale and purchase agreement for seafood seafood made at UD. BEAUTIFUL PERCUT with the buyer is also made by mutual agreement between both parties. In carrying out this thesis research, qualitative data analysis methods were used. This method is used to explain the data obtained in the form of explanations of interview data, laws and regulations related to the research problem, library research materials related to the research problem. The conclusion from this thesis is that the form in implementing the marine food sale and purchase agreement between UD. BEAUTIFUL CONTRACTS with buyers are carried out unwritten or verbally. An agreement made orally is a valid agreement as long as it follows the legal requirements of the agreement as regulated in Article 1320 of the Civil Code. UD. INDAH PERCUT resolves problems that arise through non-litigation resolution, namely through family deliberation
The Urgency of Applying Criminal Sanctions to Settlement of Copyright Disputes in the Form of Buying and Selling Writing on Digital Media Studies at the Ministry of Law and Human Rights in the Field of Intellectual Property in Medan City
79 HalamanPelanggaran terhadap hak cipta merupakan salah satu bentuk tindak pidana.
Pelanggaran terhadap hak cipta makin sering terjadi, tak terkecuali penggandaan
buku dengan menggunakan media digital. Metode penelitian ini adalah penelitian
kualitatif berjenis yuridis normatif (legal research) yang bersifat analisis
deskriptif. Berdasarkan hasil Penelitian penulis, pengaturan hukum terhadap hak
cipta diatur dalam isi Perjanjian Konvensi Internasional, Undang-Undang No. 28
Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 56 Tahun
2021. Tindakan Pelanggaran Hak Cipta dilarang secara hukum dapat diatur dalam
Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 di pasal ayat 3 Undang-Undang Hak Cipta
sedangkan sanksi pidana tindak pidana pelanggaran terhadap Hak Cipta, terdapat
di pasal 113 ayat 4, pasal 115, dan pasal 119 Undang-Undang Hak Cipta. Kasus
Sengketa Hak Cipta Dalam Bentuk Jual Beli Tulisan Pada Media Digital Studi di
Kemenkumham Bidang Kekayaan Intelektual Kota Medan telah diselesaikan
lewat jalur mediasi dengan prosedur yang sudah ditetapkan di Kanwil
Kemenkumham Sumatera Utara. Violation of copyright is a form of crime. Copyright violations are
increasingly common, including the duplication of books using digital media. This
research method is a qualitative normative research type (legal research) which
is analytical in nature. Based on the results of the author's research, legal
arrangements for criminal acts of copyright infringement are regulated in
International Convention Agreement, Law no. 28 of 2014 concerning Copyright,
and Government Regulations no. 56 of 2021. Acts of copyright infringement are
legally prohibited and can be found in article paragraph 3 of the Copyright Act,
while criminal sanctions for violations of copyright are found in article 113
paragraph 4, article 115, and article 119 of the copyright law. The Case of a
Copyright Dispute in the Form of Buying and Selling Writing on Digital Media
Studies at the Ministry of Law and Human Rights in the Field of Intellectual
Property in Medan City has been resolved through mediation with procedures
that have been set at the Regional Office of the Ministry of Law and Human
Rights in North Sumatra
Portal Structure Analysis Using Takabeya and Sap 2000 Methods in the Balige Pratama Tax Service Office Construction Project, North Sumatra
74 HalamanStruktur bangunan merupakan komponen utama yang menunjang terdirinya suatu bangunan. Dalam menganalisa struktur bangunan baik statis tertentu maupun tak tentu terdapat berbagai metode distribusi momen. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode takabeya dan SAP 2000 sebagai pembanding. Tujuan penelitian ini ialah membandingkan nilai momen, gaya geser dan gaya aksial portal struktur Gedung dengan metode takabeya dan SAP 2000. Dari hasil perhitungan gaya dalam pada lantai I menunjukkan nilai yang hampir. Sedangkan untuk lantai 2, pada portal bagian pinggir bangunan terdapat selisih nilai yang kecil, namun tidak pada portal bagian tengah yang memiliki selisih hingga 20%. Dari keseluruhan perhitungan gaya dalam diperoleh perbandingan nilai momen sebesar ± 7%, gaya geser ± 3%, dan pada gaya aksial ± 5%. Perbedaan hasil gaya dalam antara metode takabeya dan SAP 2000 tidak terlalu besar, hal ini menunjukkan distribusi momen untuk kedua momen hampir sama. Tetapi tidak, untuk hasil gaya geser dan gaya aksial yang mempunyai perbedaan hasil yang sangat jauh, perbedaan ini disebabkan kemungkinan terjadi pendistribusian beban pada titik-titik joint yang menggunakan Takabeya (manual) tidak merata. The building structure is the main component that supports the establishment of a building. In analyzing the building structure, either determinate or indeterminate, there are various moment distribution methods. The method used in this research is the Takabeya method and SAP 2000 as a comparison. The purpose of this study is to compare the value of the moment, shear force and axial force of the building structure with the Takabeya and SAP 2000 methods. From the results of the calculation of the internal forces on the first floor, the value is not significant. As for the 2nd floor, on the portal on the edge of the building there is a small difference in value, but not on the central portal which has a difference of up to 20%. From the overall calculation of internal forces, the ratio of moment values is ± 7%, shear force is ± 3%, and the axial force is ± 5%. The difference in internal force results between the Takabeya and SAP 2000 methods is not too large, it shows that the moment distribution for the two moments is almost the same. But for the results of the shear and axial forces which have very large differences in results, this difference is due to the possibility of load distribution at the joint points
Comparison of Design Spectal Acceleration in Aceh Province in SNI 1726:2019 and SNI 1726:2012
70 HalamanProvinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang paling sering terkena dampak gempa, banyak kerusakan struktural pada bangunan yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi. Dalam hal ini perencanaan dan evaluasi struktur tahan gempa secara menyeluruh perlu sebuah peraturan perencanaan struktur bangunan
tahan gempa. Perbandingan parameter spektral respons desain dan Percepatan spektral desain (S1, Ss, Fa, Fv, SDS, dan SD1) antara SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 adalah parameter yang diukur dan diamati dalam penelitian ini. Grafik spektrum respons dibuat untuk tiga kelas situs (tanah lunak, tanah sedang, dan
tanah keras) dalam rencana kota/kabupaten yang sedang ditinjau. Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan parameter percepatan respon spektra desain SNI 1726:2012 dengan SNI 1726:2019 pada Kabupaten/kota di Aceh. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua kabupaten di Provinsi Aceh telah memiliki nilai parameter - parameter untuk percepatan desain berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019. Dari hasil perbandingan, dapat dilihat bahwa Nilai parameter respons spektral percepatan pada periode pendek (SDS) dan periode 1 detik (SD1) mengalami kenaikan dari SNI 1726:2012 ke SNI 1726:2019 pada dua kelas situs tanah Keras (SC) dan kelas situs sedang (SD). Sedangkan pada kelas situs tanah lunak (SE) mengalami penurunan dari SNI 1726:2012 ke SNI 1726:2019. Oleh karenanya perlu segera untuk menilai keamanan struktur di daerah-daerah ini yang dibangun sesuai dengan peraturan gempa SNI 1726:2012. Begitu juga perlu meninjau ulang untuk struktur yang sedang dibangun saat ini atau dalam waktu dekat perencanaan. Aceh Province is one of the provinces most frequently affected by earthquakes, a lot of structural damage to buildings caused by earthquake disasters. In this case the planning and evaluation of earthquake-resistant structures as a whole needs an earthquake-resistant building structure planning regulation. Comparison of
design response spectral parameters and design spectral acceleration (S1, Ss, Fa, Fv, SDS, and SD1) between SNI 1726:2012 and SNI 1726:2019 are the parameters measured and observed in this study. Response spectrum graphs were created for three site classes (soft soil, medium soil, and hard soil) in the
city/district plan under review. This paper aims to compare the acceleration parameters of the design response spectra of SNI 1726:2012 with SNI 1726:2019 in districts/cities in Aceh. The analysis shows that all districts in Aceh Province already have parameter values for design acceleration based on SNI 1726:2012 and SNI 1726:2019. From the comparison results, it can be seen that the value of the acceleration spectral response parameter in the short period (SDS) and 1 second period (SD1) has increased from SNI 1726: 2012 to SNI 1726: 2019 in two classes of hard soil sites (SC) and medium site classes (SD). While the soft soil site class (SE) has decreased from SNI 1726:2012 to SNI 1726:2019. Therefore, it is necessary to immediately assess the safety of structures in these areas that were built in accordance with SNI 1726:2012 earthquake regulations. It is also necessary to review for structures that are being built currently or in the near future planning
The Correlations between Organizational Justice and Job Satisfaction of Special Eye Hospital Medan Baru Employees
97 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Keadilan Organisasi
dengan kepuasan kerja Pegawai RS Khusus Mata Medan Baru.Populasi sebanyak
87 Pegawai Rumah Sakit Mata Khusus Medan Baru. Teknik pengambilan sampel
adalah Total Sampling. Pengukuran keadilan menggunakan yang disusun peneliti
berdasarkan aspek-aspek keadilan organisasi menurut Farlin dan Sweeney (2014)
adalah: Karakteristik tugas. Tingkat kepercayaan bawahan. Frekuensi feedback.
Kinerja manajerial. dan Iklim organisasi. Pengukuran Kepuasan kerja disusun
peneliti berdasarkan aspek-aspek kepuasan kerja menurut Spector (dalam
Harianja, 2018) yaitu: Gaji, Promosi, Atasan, Tunjangan, Imbalan Non Materil,
Kondisi Kerja, Rekan Kerja, Sifat Pekerjaan, dan Komunikasi. Berdasarkan hasil
uji asumsi normalitas dan linieritas disimpulkan bahwa variabel x dan y tidak
memenuhi asumsi normalitas dan juga tidak memenuhi asumsi linieritas,
mengunakan Korelasi Spearman yang sifatnya non parametrik. Berdasarkan hasil
perhitungan analisis korelasi Spearman product moment, dapat diketahui bahwa
terdapat hubungan positif antara Keadilan organisasi dengan Kepuasan kerja.
Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi rxy = 0,981, dengan Signifikan p=
0,000 < 0,05. Koefisien determinan (r2) dari hubungan antara variabel bebas dan
variabel terikat adalah r2= 0,963. Ini menunjukkan bahwa Keadilan organisasi
berdistribusi sebesar 96,30% terhadap Kepuasan kerja. Dapat diketahui bahwa
hasil keadilan organisasi memperoleh hasil rendah dan kepuasan juga
memperoleh hasil sedang. This study aims to determine the correlation of organizational justice and job
satisfaction of employees of the Medan Baru Special Eye Hospital. The population
is 87 employees of the Medan Baru Special Eye Hospital. The sampling technique
is Total Sampling. The measurement of fairness that was compiled by researchers
based on aspects of organizational justice according to Farlin and Sweeney
(2014) is: Task characteristics. Level of trust of subordinates. Feedback
frequency. Managerial performance. and Organizational climate. Measurement of
job satisfaction was compiled by researchers based on aspects of job satisfaction
according to Spector (in Harianja, 2018), namely: Salary, Promotion, Superiors,
Allowances, Non-Material Rewards, Working Conditions, Colleagues, Nature of
Work, and Communication. Based on the calculation results of the Spearman
product moment correlation analysis, there is a positive relationship between
organizational justice and job satisfaction. This result is evidenced by the
correlation coefficient rxy = 0.981, with a significant p = 0.000 <0.05. The
coefficient of determination (r2) = 0.963. This shows that organizational justice
has a distribution of 96.30% on job satisfaction. It can be seen that the results of
organizational justice obtain low results and satisfaction also obtain moderate
results
The Relationship Between Permissive Parenting and Delinquency Class X Teenagers at SMA Negeri 2 Medan
120 HalamanMasa remaja adalah masa yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan
perkembangan anak karena pada masa ini adalah masa peralihan dari masa anakanak
menuju masa dewasa. Tumbuh kembang remaja masih menjadi tanggung
jawab orang tua dalam memberikan pola asuh. Pola asuh yang salah dapat
membentuk karakter diri yang negatif sehingga remaja cenderung untuk resisten
dengan segala peraturan yang membatasi kebebasannya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui seberapa besar Hubungan Antara Pola Asuh dengan Kenakalan
Remaja Kelas X di SMA Negeri 2 Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan
yaitu siswa-siswidi SMA Negeri 2 Medan dengan jumlah sampel sebanyak 60
siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling non random
sampling (Purposive Sampling). Dengan skala penelitian menggunakan metode
Skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment.
Berdasarkan dari hasil analisis korelasi r Product Moment, dimana rxy = -0,432
dengan signifikan p = 0.0011 < 0,05. Artinya, pola asuh orang tua dengan kenakalan
remajamemiliki hubungan yang signifikan. Pola asuh orang tua memberikan
kontribusi pada kenakalan remaja sebesar 18,7%. Fakta yang ada dilapangan
menunjukan pola asuh orang tua pada siswa-siswi di SMA Negeri 2 Medan rendah
dan kenakalan remaja pada siswa-siswi di SMA Negeri 2 Medan tergolong sedang
mengarah ke tinggi. Adolescence is a very important period in the process of growth and development
of children because at this time it is a period of transition from childhood to
adulthood. The growth and development of adolescents is still the responsibility of
parents in providing parenting. Wrong parenting patterns can form negative selfcharacter
so that adolescents tend to be resistant to all regulations that limit their
freedom. This study aims to find out how big the relationship is between parenting
style and juvenile delinquency in Class X at SMA Negeri 2 Medan. The method used
in this research is descriptive method with a quantitative approach. The sample
used was students at SMA Negeri 2 Medan with a total sample of 60 students. The
sampling technique uses a non-random sampling technique (Purposive Sampling).
With a research scale using the Likert Scale method. The data analysis technique
used is Product Moment correlation. Based on the results of the correlation analysis
of r Product Moment, where rxy = -0.432 with a significant p = 0.0011 <0.05. That
is, parenting style of parents with juvenile delinquency has a significant
relationship. Parenting style contributes to juvenile delinquency by 18.7%. The
facts in the field show that the parenting style of students at SMA Negeri 2 Medan
is low and juvenile delinquency among students at SMA Negeri 2 Medan isclassified
as being towards high
The Influence of Social Media Marketing and Word Of Mouth on Purchasing Decisions Pesenjama Coffee Medan Customers
74 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah social media marketing dan
word of mouth mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian. Populasi
yang digunakan dalam penelitian ini yakni 300 pelanggan Pesenjama Coffe
selama sebulan pada bulan Desember 2022. Penelitian ini menggunakan sebanyak
75 responden, dengan menggunakan rumus slovin sebagai teknik pengambilan
sampelnya. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis
statistik yang terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi
linear berganda, uji F, uji t dan koefisien determinasi ( ) dengan ,menggunakan
software SPSS (Statistic Product and Service Solution). Data penelitian bersumber
dari data primer dan diambil dengan cara menyebar kuesioner. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel independen yaitu social
media marketing dan word of mouth terhadap variabel dependen keputusan
pembelian. Variabel social media marketing diperoleh thitung (3,926) > ttabel
(1,669) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan untuk variabel word of
mouth diperoleh thitung (13,316) > ttabel (1,669) dengan nilai signifikan sebesar
0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan social media marketing dan word of
mouth berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian Pesenjama
Coffe. Dan uji F diperoleh dengan nilai fhitung > ftabel (3,852 > 3,12) dengan
probabilitas signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 maka Ho di tolak dan Ha
diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel social media marketing
(X1) dan word of mouth (X2) secara simultan berpengaruh terhadap variabel
keputusan pembelian (Y). This study aims to determine whether social media marketing and word of mouth
have an influence on purchasing decisions. The population used in this study is
300 Pesenjama Coffee customers for a month in December 2022. This study used
75 respondents, using the slovin formula as the sampling technique. Hypothesis
testing in this study uses statistical analysis consisting of validity test, reliability
test, classical assumption test, multiple linear regression, F test, t test and
coefficient of determination ( ) using SPSS (Statistic Product and Service
Solution) software. The research data is sourced from primary data and taken by
distributing questionnaires. The results of the study show that there is a
relationship between the independent variables, namely social media marketing
and word of mouth, on the dependent variable of purchasing decisions. The social
media marketing variable obtained tcount (3.926) > ttable (1.669) with a valuea
significance of 0.000 <0.05 and for the word of mouth variable obtained tcount
(13.316) > ttable (1.669) with a significant value of 0.000 <0.05. So it can be
concluded that social media marketing and word of mouth have a significant
positive effect on purchasing decisions for Pesenjama Coffee. And the F test is
obtained with a value of fcount > ftable (3.852 > 3.12) with a significant
probability much smaller than 0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. So it
can be concluded that social media marketing variables (X1) and word of mouth
(X2) simultaneously influence the purchasing decision variable (Y)
Comparison of Lowland Rice Farming with Various Irrigation Sources in Manyak Payed District, Aceh Tamiang Regency
64 HalamanUsaha padi sawah akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang demi meningkatnya ketersediaan sandang pangan terkhusus kebutuhan pokok beras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan pendapatan usaha tani padi sawah dari metode sumber
irigasi yang digunakan di Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang.Sampel penelitian ini berjumlah 87 responden yang tersebar di 15 Desa yang ada di kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang. Petani padi sawah di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang yang menggunakan sumber irigasi teknis memperoleh penghasilan yang lebih besar dan berbeda nyata dengan kelompok petani dengan sumber irigasi dari sungai dengan pompa diameter 6 inchi. Penggunaan sumur pompa diameter 3 inchi sebagai sumber irigasi dapat digunakan sebagai alternatif dalam peningkatan pendapatan petani padi sawah di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan irigasi sangat penting bagi peningkatan pendapatan masyarakat petani padi sawah di Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, oleh karena itu pembangunan irigasi teknis perlu terus dilanjutkan agar seluruh petani padi sawah
mendapatkan pelayanan yang sama. The lowland rice business has recentl y become the center of attention of the Aceh Tamiang Regency government for the availability of food and clothing, especially the basic needs of rice. The purpose of this study was to analyze the comparison of lowland rice farming income from the irrigation source method used in Manyak Payed District, Aceh Tamiang Regency. The sample of this study amounted to 87 respondents spread over 15 villages in the Manyak Payed sub-district, Aceh Tamiang district. Lowland rice farmers in Manyak Payed Sub-district, Aceh Tamiang District who use technical irrigation sources earn higher incomes and
are significantly different from groups of farmers with irrigation sources from rivers with 6-inch diameter pumps. The use of a 3 inch diameter pump well as an irrigation source can be used as an alternative in increasing the income of lowland rice farmers in Manyak Payed District, Aceh Tamiang Regency. Irrigation development is very important for increasing the income of lowland rice farmers in Manyak Payed District, Aceh Tamiang Regency, therefore technical irrigation development needs to be continued so that all lowland rice
farmers get the same service
Road Pavement Damage Analysis With Pavement Condition Index (PCI) Method
139 HalamanDalam pembangunan jalan pada suatu wilayah tidak terlepas dari tejadinya
peningkatan pertumbuhan dan kebutuhan penduduk dan tanpa terkecuali dalam
bidang sosial ekonomi. Maka untuk memenuhi standar keamanan maupun
kenyamanan bagi pengendara, konstruksi jalan tentu wajib didukung oleh
perkerasan dengan standar baik. Analisis kerusakan perkerasan jalan dimaksudkan
untuk menganalisis kerusakan perkerasan jalan di Jalan Cemara supaya tercapai
tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan jalan yang
terjadi. Analisis yang dilakukan dengan metode pengumpulan data dan
pengolahan data berupa metode Pavement Condition Index (PCI) sehingga
diperoleh hasil analisis yaitu Jenis kerusakan jalan pada lapisan perkerasan lentur
pada Jalan Cemara yaitu alligator cracking, block cracking, bumps and sags,
depression, edge cracking, bleeding, long & trans cracking, patching and until
cut patching, polished agregate, potholes, dan slippage cracking, sedangkan
tingkat kerusakannya yaitu sedang (low), (medium) dan (high) dan diperoleh nilai
PCI 51,23 dan digolongkan ke dalam kondisi buruk (poor) dan direkomendasikan
penanganan kerusakan jalan dengan cara tambalan dan lapis tambah (overlay) di
21 segmen, rekonstruksi di 11 segmen dan pemeliharaan rutin di 8 segmen. In road construction in an area cannot be separated from the increase in
population growth and needs and without exception in the socio-economic field.
So to meet safety and comfort standards for motorists, road construction must
certainly be supported by pavements with good standards. Pavement damage
analysis is intended to analyze road pavement damage on Jalan Cemara in order
to achieve the purpose of the study, namely to determine the type and extent of
road damage that occurs. The analysis was carried out using data collection and
data processing methods in the form of the Pavement Condition Index (PCI)
method so that the results of the analysis were obtained, namely the type of road
damage on the bending pavement layer on Jalan Cemara, namely alligator
cracking, block cracking, bumps and sags, depression, edge cracking, bleeding,
long & trans cracking, patching and until cut patching, polished aggregates,
potholes, and slippage cracking, while the level of damage is medium (low),
(medium) and (high) and obtained a PCI value of 51,23 and classified into poor
condition (poor) and recommended handling of road damage by means of patches
and overlays in 21 segments, reconstruction in 11 segments and routine
maintenance in 8 segment