Medan Area University

Repository Universitas Medan Area
Not a member yet
    21105 research outputs found

    Analysis of Influencing Factors Sweet Orange (Citrus Sinensis) Farmers Income in Barung Kersap Village, Munte District Karo Regency

    No full text
    107 HalamanJeruk manis merupakan salah komoditi buah-buahan yang mempunyai peranan penting di pasaran dunia maupun dalam negeri, baik dalam bentuk segar maupun olahannya. Tujuan dari penelitian ini Untuk menganalisis pendapatan petani jeruk manis di Desa Barung Kersap Kecamatan Munte, Kabupaten Karo dan nntuk Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani jeruk manis di Desa Barung Kersap Kecamatan Munte Kabupaten Karo. Metode penelitian menggunakan deskriftif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Berdasarkan hasil penelitian bahwa petani jeruk manis berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani dengan nilai rata-rata pendapatan 35.527.317,07. Luas Lahan (X1) berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani jeruk manis dengan nilai signifikansinya sebesar (0,000). Biaya Pembelian Bibit (X2) berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani jeruk manis dengan nilai signifikansinya sebesar (0,000). Biaya Pembelian Pupuk berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani jeruk manis dengan nilai signifikansinya sebesar (0,007). Biaya Tenaga Kerja tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani jeruk manis dengan nilai signifikansinya sebesar (0,238). Produksi berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani jeruk manis dengan nilai signifikansinya sebesar (0,000). Metode analisis pendapatan petani jeruk menggunakan metode =TRTC, dan untuk menghitung pengaruh pendapatan petani jeruk menggunakan Uji Asumsi Klasik. Sweet orange is a fruit commodity that has an important role in the world and domestic markets, both in fresh and processed forms. The purpose of this study was to analyze the income of sweet orange farmers in Barung Kersap Village, Munte District, Karo Regency and to analyze the factors that affect the income of sweet orange farmers in Barung Kersap Village, Munte District, Karo Regency. The research method uses quantitative descriptive. Sampling was done purposively. Based on the results of the study that sweet orange farmers have a significant effect on farmers' income with an average income value of 35,527,317.07. Land area (X1) has a significant effect on the income of sweet orange farmers with a significance value of (0.000). The cost of purchasing seeds (X2) has a significant effect on the income of sweet orange farmers with a significance value of (0.000). The cost of purchasing fertilizer has a significant effect on the income of sweet orange farmers with a significance value of (0.007). Labor costs have no significant effect on the income of sweet orange farmers with a significance value of (0.238). Production has a significant effect on the income of sweet orange farmers with a significance value of (0.000). The income analysis method for citrus farmers uses the =TR-TC method, and to calculate the effect of citrus farmers' income using the Classical Assumption Test

    Cassava Chips Packaging Design At the Rindu Chips Snack Stall The Kansei Engineering Method

    No full text
    70 HalamanWarung Cemilan Keripik Rindu merupakan usaha pembuatan keripik singkong. Warung Cemilan Keripik Rindu ini berlokasi di jalan Medan - Banda Aceh, Desa Air Hitam Kec. Gebang. Kemasan yang digunakan oleh Warung Cemilan Keripik Rindu adalah plastik polos trasparan dan kertas yang ditempel di kemasan sebagai merek dagang dengan bentuk yang kuang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kata Kansei (keinginan) yang berpengaruh terhadap desain kemasan yang diinginkan konsumen, menentukan tingkat kepentingan masing-masing atribut yang mempengaruhi selera konsumen dan menghasilkan spesifikasi kategori kemasan dan desain kemasan keripik rindu dengan metode kansei engineering. Sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode survei, yaitu sebuah cara pengambilan sampel dengan angket sebagai alat penelitian pada suatu popolasi dan hanya 50 responden saja yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan spesifikasi kategori kemasan keripik singkong yang terpilih adalah bentuk kemasan standing pouch dengan bahan kemasan aluminium foil, warna kemasan kuning dan biru, ukuran kemasan sedang dengan berat 200g, dan lebar 16cm x panjang 24cm bentuk kemasan persegi, petunjuk tentang informasi produk dan gambar keripik singkong. Rindu Chips Snack Stall is a cassava chip making business. This Rindu Chips Snack Warung is located on the Medan - Banda Aceh road, Air Hitam Village, Kec. Gebang. The packaging used by Warung Keripik Rindu is plain transparent plastic and paper taped to the packaging as a trademark in an unattractive shape. This study aims to produce Kansei words (desires) that influence the packaging design desired by consumers, determine the level of importance of each attribute that affects consumer tastes and produce packaging category specifications and packaging design for missed chips using the kansei engineering method. The sample used in this study used the survey method, which is a way of taking samples with a questionnaire as a research tool in a population and only 50 respondents were studied. The results showed that the specifications for the selected category of cassava chip packaging were standing pouch packaging with aluminum foil packaging materials, yellow and blue packaging colors, medium packaging size weighing 200g, and 16cm x 24cm long with square packaging, instructions on product information and pictures. cassava chips

    Differences Of Narcistic Review From Students Gender In Sma Dharmawangsa Medan

    No full text
    81 HalamanNarsistik adalah cinta diri secara berlebihan, rasa cinta terhadap diri sendiri baik namun berdampak buruk apabila dilakukan secara berlebihan. Setiap orang punya rasa narsistik dalam porsi yang berbeda-beda. Lingkungan sosial terdekat akan sangat mempengaruhi siswa. Penelitian tentang gangguan kepribadian narsistik dianggap penting karena dapat mendeteksi ciri awal seseorang gangguan kepribadian narsistik. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan subjek penelitian siswa kelas XII SMA Dharmawangsa Medan yang berjumlah 30 siswa dan 30 siswi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah anova satu jalur, maka hasil yang diperoleh yaitu: Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kecenderungan narsistik antara siswi perempuan dan siswa laki-laki di SMA Dharmawangsa Medan. Hal ini dapat dilihat dari nilai T hitung sebesar 9.629 dengan tingkat signifikansi 0.000 lebih kecil dari 0.05, nilai mean sikap narsistik perempuan 132.50 yang tergolong sangat tinggi, dan nilai narsistik laki-laki menurun 116,67 tergolong tinggi. Narcissism is an excessive self-love, where self-love itself is good, but harmful when taken to extremes. Each individual possesses narcissism in varying degrees. The immediate social environment greatly influences students. Research on narcissistic personality disorder is considered vital in detecting early signs. This study adopts a quantitative approach with a comparative method, using purposive sampling with 30 male and 30 female students from SMA Dharmawangsa Medan as subjects. The data analysis method employed is one-way ANOVA, yielding the following results: The hypothesis test shows a difference in narcissistic tendencies between female and male students at SMA Dharmawangsa Medan. This is evident from the T value of 9.629 with a significance level of 0.000, less than 0.05. The mean value for female students is 132.50, classified as very high narcissism, while the mean value for male students is 116.67, classified as high narcissism

    The Horrifying Film Sedap by Bene Dion Rajagukguk and the Meaning of Moral Messages (Semiotic Analysis of Ferdinand De Saussure)

    No full text
    78 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pesan moral dalam film "Ngeri-Ngeri Sedap" dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan data primer berupa potongan-potongan gambar dari film dan data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat scene yang mengandung pesan moral dalam film tersebut. Pertama, scene Hamoraon mengajarkan bahwa kekayaan orangtua sebenarnya terletak pada anak-anaknya, bukan harta benda. Kedua, scene Hagabeon menekankan tentang pentingnya kesuksesan anak-anak sebagai kebanggaan dan penghormatan bagi orangtua. Ketiga, scene Hasangapon menyampaikan pesan mengenai pentingnya kedudukan dan kehormatan dalam hidup. Keempat, scene Dalihan Na Tolu yaitu Somba Marhula-hula yang menekankan menghormati hula-hula dari marga istri, Elek Marboru menekankan mengayomi perempuan atau istrinya, dan Manat Mardongan Tubu bersikap hati-hati atau sopan santun kepada saudara. Dengan demikian, penelitian ini berhasil menganalisis pesan moral dalam film "Ngeri-Ngeri Sedap" dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand De Saussure, yang memberikan wawasan tentang nilai-nilai dan makna yang terkandung dalam narasi film tersebut. Pesan moral ini mengajarkan tentang nilai keluarga, keberhasilan, dan penghargaan dalam hidup, serta pentingnya memahami peran gender dalam masyarakat. Research aims to examine moral message film "Horrifyingly Delicious" Ferdinand De Saussure's semiotic approach. Research applies descriptive method with a qualitative approach and uses primary data in the form of stills from films and secondary data from related literature. Research results show four scenes contain moral messages film. First, the Hamoraon scene teaches parents' wealth actually lies children, not material possessions. Second, Hagabeon scene emphasizes importance children's success source pride and respect for parents. Third, Hasangapon scene conveys a message importance position honor in life. Fourth, Dalihan Na Tolu scene, namely Somba Marhula-hula which emphasizes respecting hula-hula of the wife's clan, Elek Marboru emphasizes protecting women wife, and Manat Mardongan Tubu being careful or polite brothers. Thus, Research succeeded in analyzing the moral message film "Ngeri-Ngeri Sedap" using Ferdinand De Saussure's semiotic theory, which provides insight values and meanings contained film's narrative. Moral message teaches about family values, success and appreciation life, as well importance of understanding gender roles in society

    The Legal Protection Of Contract Workers In Certain Time Work Agreements In The Construction Services Sector (Study At Cv. Ridwan Jaya)

    No full text
    75 HalamanPerlindungan hukum adalah suatu perlindungan yang diberikan terhadap subyek hukum dalam bentuk perangkat hukum baik yang bersifat preventif maupun yang bersifat represif. Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu adalah perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis Normatif yaitu metode penelitian yang mengkaji studi dokumen, yakni menggunakan berbagai data sekunder seperti peraturan, perundang-undangan, keputusan pengadilan, teori hukum dan dapat juga berupa pendapat para sarjana. Selain itu saya juga mengambil Data Primer yaitu sumber data yang diperoleh secara langsung dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber terkait penelitian saya. Hasil penelitian ini adalah berdasarkan keterangan dari para pekerja mereka sudah menerima Hak/Kewajiban sesuai yang di atur dalam Undang Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.dalam pemutusan hubungan kerja secara sepihak yang di lakukan oleh pekerja yaitu pihak pekerja melalaikan kewajiban nya dengan mengundurkan diri satu hari setelah meandatangani kontrak kerja tanpa ada pemberitahuan kepada pihak pengusaha dan pihak pekerja di wajibkan membayar pinalti kepada pihak pengusaha. Legal protection is protection provided to legal subjects in the form of legal instruments, both preventive and repressive. The workforce is the person who can work to produce goods and or services both to meet their own needs and for the community. A Certain Time Work Agreement is a work agreement between a worker/laborer and an entrepreneur to enter into a work relationship for a definite time or job. The research method used was normative juridical, namely a research method that examines document studies that use various secondary data such as regulations, legislation, court decisions, legal theory, and the opinions of scholars. Apart from that, the writer also took Primary Data, namely data sources obtained directly by asking questions to the sources regarding the research. The results of this research were based on information from workers that they had received the rights/obligations as regulated in Law No. 13 of 2003 concerning employment. In unilateral work termination carried out by workers, the worker neglected his responsibilities by resigning one day after signing the employment contract without any notification to the employer, and the worker was obliged to pay a penalty to the employer

    Bureaucratic Performance of Elimination of Other Inventory Goods in the Field of Financial Management Agency Assets and Regional Assets of North Sumatra Province

    No full text
    108 HalamanPenulisan ini berlatar belakang melihat bagaimana kinerja birokrasi yang ada pada BPKAD Provsu sesuai dengan Teori Pollit dan Bouckaert (2000) sebagai berikut: Relevancexyaitu mengukurxketerkaitan atauxrelevansi antaraxkebutuhan denganxtujuan yangxdirumuskanxEfisiensi, yaituxperbandingan antaraxinput denganoutputxEfektivitas yaituxtingkat kesesuaianxantara tujuanxdengan intermediatexoutcomes (results)dan finalxoutcomesx (impacts),Utilityxand sustainabilityxyaitu mengukurxkegunaanxdan keberlanjutanxantara kebutuhanxdengan finalxoutcomesx (impacts) xpada proses penghapusan barang inventaris lainnya pada PemerintahxProvinsi SumateraxUtara. Tujuanxpenelitian inixadalah untukxmengetahuixdan memahami bagaimana kinerja birokrasi penghapusan barang inventaris lainnya pada bidang aset BPKAD Provsu dan juga faktorxpendukung danxpenghambat dalamxkinerja birokrasi dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Prosedur yangxdigunakanxdalam pengumpulan dataxadalah observasixwawancara danxdokumentasi. Teknikxanalisis dataxyang akanxdigunakan padaxpenelitian inixadalah modelxanalisisxdataxMiles, Hubermanxdan Saldana. xHasil penelitianxmenunjukkan bahwaxkinerja birokrasixpelayanan administrasi pelimpahan porsi jemaah haji reguler dixBadan PengelolaanxKeuangan danxAset DaerahxProvinsi SumateraxUtara sudahxmemenuhi standar pelayanan yang sesuaixdengan teorixkinerja oleh Pollit & Bouckaert yangxdigunakan dalamxpenelitianxini. Untuk menyempurnakan dan meningkatkan kinerja birokrasi penghapusan barang inventaris maka perlu adanya inovasi dan SOP yang baru pada proses penghapusan barang yang tidak dapat ditemukan . The background of this writing is to see how the performance of the bureaucracy at BPKAD Provsu is in accordance with Pollit and Bouckaert's theory (2000) as follows: Relevance, namely measuring the linkage or relevance between needs and objectives formulated Efficiency, namely the comparison between input and output Effectiveness, namely the level of conformity between goals with intermediate outcomes (results) and final outcomes (impacts), Utility and sustainability, namely measuring the usefulness and sustainability of needs and final outcomes (impacts) in the process of eliminating other inventory items at the Provincial Government of North Sumatra. The purpose of this study was to find out and understand how the performance of the bureaucracy on the elimination of other inventory items in the BPKAD Provsu asset sector and also the supporting and inhibiting factors in bureaucratic performance using qualitative research methods. The procedure used in data collection is observation, interviews and documentation. The data analysis technique that will be used in this study is the data analysis model of Miles, Huberman and Saldana. The results showed that the performance of the administrative service bureaucracy for the delegation of portions of regular pilgrims at the Regional Financial and Asset Management Agency of North Sumatra Province had met service standards in accordance with the performance theory by Pollit & Bouckaert used in this study. To perfect and improve the performance of the bureaucratic elimination of inventory items, it is necessary to have innovations and new SOPs for the process of writing off items that cannot be found

    The Influence Of Parents' Parenting Patterns On The Spiritual Intelligence Of Catholic Adolescents Stasi Sarudik Sibolga

    No full text
    113 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orangtua terhadap kecerdasan spiritual remaja katolik stasi Sarudik Sibolga. Hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh positif pola asuh orangtua terhadap kecerdasan spritual remaja katolik Sarudik Sibolga. Diasumsikan semakin tinggi pola asuh orangtua maka semakin tinggi kecerdasan spritual remaja, sebaliknya semakin rendah pola asuh orangtua maka semakin rendah kecerdasan spritual remaja. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 orang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan skala Likert. Hasil pengujian statistik dengan SPSS pada variabel X (pola asuh orangtua) diperoleh nilai Fhitung = 30,316 > 2,010 = Ftabel dan sig = 0,000 < 5%, sehingga H0 ditolak. Hal ini berarti variabel pola asuh orang tua berpengaruh positif signifikan terhadap variabel kecerdasan spritual. Nilai R2 = 0,852 = 85,20 %. Hal ini berarti variabel bebas pola asuh orangtua mempengaruhi variabel dependen kecerndasan spritual remaja sebesar 85,20 % dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh orangtua tergolong tinggi dengan nilai mean hipotetik sebesar 72,50 dan mean empirik sebesar 93,54. Selanjutnya kecerdasan spritual tergolong rendah karena mean hipotetik 75 dan mean empiriknya sebesar 63,06. This research aims to determine the influence of parenting patterns on the spiritual intelligence of Catholic teenagers at Sarudik Sibolga Station. The hypothesis proposed is that there is a positive influence of parenting styles on the spiritual intelligence of Sarudik Sibolga Catholic teenagers. It is assumed that the higher the parenting style, the higher the adolescent's spiritual intelligence, conversely, the lower the parenting style, the lower the adolescent's spiritual intelligence. The sample in this study amounted to 65 people. The method used is a qualitative method. Data collection uses a Likert scale. The results of statistical testing using SPSS on variable This means that the variable parenting style has a significant positive effect on the spiritual intelligence variable. R2 value = 0.852 = 85.20%. This means that the independent variable parenting style influences the dependent variable of adolescent spiritual intelligence by 85.20% and the remainder is influenced by other variables not included in this research. Based on the description above, it can be concluded that parental parenting is classified as high with a hypothetical mean value of 72.50 and an empirical mean of 93.54. Furthermore, spiritual intelligence is classified as low because the hypothetical mean is 75 and the empirical mean is 63.06

    Application of Restorative Justice in Cases of Sexual Violence Against Children in Medan City (Study at Medan Police)

    No full text
    83 HalamanTindak pidana yang semakin berkembang saat ini yaitu kejahatan seksual khususnya terhadap anak. Anak merupakan seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan. Penyelesaian tindak pidana kekerasan seksual secara hukum belum dapat terpenuhinya hak korban. Oleh karena itu, perlu ada upaya lain yang terintegrasi dalam penyelesaian kasus kejahatan seksual yaitu melalui konsep restorative justice. Yang dimana upaya penyelesaian perkara kepidanaan menekankan kepada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan antar hak-hak korban dan pelaku tindak pidana. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan penerapan prinsip restorative justice pada kasus kekerasan seksual terhadap anak, bagaimana penyelesaian kasus kekerasan seksual terhadap anak melalui penerapan pendekatan restorative justice? dan bagaimana faktor penghambat dalam penerapan restorative justice sebagai penyelesaian tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang (statue approach) dan pendekatan kasus (case approach) yang diambil dari data sekunder yang bersifat deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan pengaturan hukum dalam penerapan restorative justice mengacu kepada Undang-undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2021 tentang restorative justice. Penyelesaian kasus kekerasan seksual terhadap anak melalui penerapan restorative justice dapat dilakukan jika ada kesepakatan para pihak, baik korban maupun pelaku. Tanpa adanya kesepakatan damai para pihak maka upaya restorative justice tidak terlaksanakan dan penyelesaian dilanjutkan melalui jalur litigasi. Faktor penghambat dalam penerapan restorative justice sebagai upaya penyelesaian kekerasan seksual terhadap anak adalah ketidaktahuan masyarakat mengenai keadilan restoratif, Criminal acts that are increasingly developing today are sexual crimes, especially against children. Child is someone who is not yet 18 years old, including children who are still in the womb. Completion criminal acts of sexual violence legally has not been able to fulfill the rights victims. Therefore, there needs another effort that is integrated in solving sexual crime cases, namely through concept restorative justice. Where efforts resolve criminal cases emphasize conditions for creating justice and balance between rights of victims and perpetrators criminal acts. Problem in this research is how regulate application principles restorative justice in cases sexual violence against children, how resolve cases sexual violence against children through the application of a restorative justice approach? and what are the inhibiting factors in the application of restorative justice as a settlement for crimes of sexual violence against children? The method used in this study is normative juridical research with a statutory approach and a case approach taken from secondary data which is descriptive analysis in nature. The results of the study show that legal arrangements in the application of restorative justice refer to Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System and Regulation of the Indonesian National Police Number 8 of 2021 regarding restorative justice. Settlement of cases of sexual violence against children through the application of restorative justice can be done if there is an agreement between the parties, both victims and perpetrators. Without an amicable agreement between the parties, restorative justice efforts will not be carried out and the settlement will proceed through litigation. The inhibiting factors in the application of restorative justice as an effort to resolve sexual violence against children are the ignorance of the community about restorative justice, the participation of victims in resolving cases and the problem of paying fines

    The Influence of Peer Appearance Culture Towards Body Dissatisfaction on Psychology Student at Universitas Medan Area

    No full text
    76 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji secara empiris pengaruh peer appearance culture terhadap body dissatisfaction pada mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Medan Area. Jumlah sampel penelitian ini adalah 35 mahasiswi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peer appearance culture berdasarkan indikator yang disusun oleh Dinhudayah (2019) dan Body Shape Questionaire 34 yang dibuat oleh J Cooper yang diadaptasi oleh Puspitasari (2016). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara peer appearance culture terhadap body dissatisfaction dimana nilai signifikansi adalah 0,003<0,05. Hasil analisis menunjukkan nilai R² square sebesar 0,161 yang dapat diartikan bahwa besarnya pengaruh peer apearance culture terhadap body dissatisfaction sebesar 16,1%. Berdasarkan hasil perbandingan dari mean empirik peer appearance culture senilai 183, 17 dan body dissatisfaction senilai 107, 43 dan mean hipotetik peer appearance culture senilai 170 dan body dissatisfaction senilai 102 maka peer appearance culture dan body dissatisfaction berada pada kategori tinggi. This study aims to determine the influence of peer appearance culture on body dissatisfaction among psychology students at Universitas Medan Area. The samples in this study consist of 35 Psychology students. Sampling using purposive sampling technique. The instrument used in this research are peer appearance culture by Hudayah (2019) and Body Shape Questionaire 34 by J Cooper with adaptation by Puspitasari (2016). The result of the analysis showed that the significance value is 0,003< 0,05. The result of the analysis showed that the R Square value was 0,161 so it can be concluded that there is a significant influence of peer appearance culture toward body dissatisfaction on psychology student and the magnitude of the influence is 16,1%. The empirical measures clasisify peer appearance culture of 183, 17 and body dissatisfaction of 107, 43as high, as do the hypothetical peer appearance culture of 170 and body dissatisfaction of 102

    The Effect of Adding a Mixture of Lime and Rice Husk Ash on the Shear Angle Strength of Sand Soil Using Direct Shear

    No full text
    69 HalamanTanah pasir dalam kondisi padat cenderung memiliki sifat-sifat yang baik. Namun pada kondisi tertentu,seperti bila dalam kondisi lepas dan jenuh air, dapat memiliki kuat geser yang rendah ketika terjadi beban siklik seperti gempa bumi. Pada keadaan ini lapisan pasir kehilangan kuat gesernya atau berkurang. Secara umum, kuat geser tanah pasir disumbangkan oleh nilai sudut gesek internal. Guna meningkatkan kuat gesernya, perbaikan tanah pasir sering dilakukan dengan inklusi serat atau campuran semen (Consoli, dkk, 1998). Kapur dan abu sekam padi sebagai bahan stabilisasi tanah lempung sudah banyak diteliti, namun penggunaannya untuk tanah pasir belum banyak dikaji. Untuk itu dalam penelitian ini akan dikaji pengaruh campuran kapur dan abu sekam padi terhadap kuat geser tanah pasir. Metode penelitian adalah metode pelaksanaan yang digunakan dalam menemukan jawaban dari permasalahan yang akan diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan pemeriksaan dan pengujian tanah di laboratorium sesuai dengan data yang diperlukan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada jurnal, buku-buku, dan standar pengujian yang umum digunakan dalam bidang geoteknik 4.8 Perbandingan Hasil Tabel Perbandingan Hasil Uji Laboraturium Hasil Uji Direct Shear Sampel kohesi sudut geser dalam 0% 0,097 11,19 Tanah Campuran Abu Sekam Padi dan Kapur 15% 0,346 44,531 20% 0,225 44,531 25% 1,149 45,205 Pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pada hasil uji direct Shear, pada tanah campuran abu sekam padi dan kapur mendapatkan hasil yang cukup memuaskan, tetapi dari beberapa pengujian dan bahan yang di tambahkan hasil yang memuaskan yaitu pada presentase 25% di karena di bandingkan hasil yang lain nilai yg paling stabil adalah presentase tersebut yang mendapatkan nilai kohesei 1,149 kg/cm² dan nilai sudut geser 45,205º. 2. Hasil pengujian direct shear dari kota medan langkat stabat tanjung pura, diketahui bahwa penambahan bahan campuran abu sekam padi dan kapur memiliki pengaruh pada nilai kuat geser pada tanah di daerah stabat tanjung pura. Nilai Direct Shear Test dengan besarnya kohesi senilai 0,097 kg/cm2 dan besarnya sudut geser dalam senilai 11,906˚, mengalami peningkatan terbesar pada pencampuran abu sekam padi dan kapur pada prosentase 25% sebesar 15,43% dengan nilai kohesi senilai 1,149 kg/cm2 juga nilai sudut geser dalam senilai 45,205º. Sand soil in dense conditions tends to have good properties. However, under certain conditions, such as when it is loose and saturated with water, it can have low shear strength when cyclic loads such as earthquakes occur. In this situation the sand layer loses its shear strength or decreases. In general, the shear strength of sandy soil is contributed by the value of the internal friction angle. In order to increase its shear strength, sandy soil is often improved with fiber inclusions or cement mixtures (Consoli, et al, 1998). Lime and rice husk ash as stabilizing materials for clay soils have been widely studied, but their use for sandy soils has not been widely studied. For this reason, in this research the effect of a mixture of lime and rice husk ash on the shear strength of sandy soil will be studied. Research methods are implementation methods used to find answers to the problems to be researched. The research method used is by examining and testing the soil in the laboratory according to the required data. This research was carried out based on journals, books and test standards commonly used in the geotechnical field. 4.8 Comparison of Results Comparison Table of Laboratory Test Results Direct Shear Test Results Sample internal shear angle cohesion 0% 0.097 11.19 Soil Mixture of Rice Husk Ash and Lime 15% 0.346 44.531 20% 0.225 44.531 25% 1.149 45.205 In the table above it can be concluded that in the results of the direct shear test, the soil mixed with rice husk ash and lime obtained quite satisfactory results, but from several tests and materials added the results were satisfactory. namely at a percentage of 25% because when compared to other results the most stable value is the percentage which gets a cohesion value of 1.149 kg/cm² and a shear angle value of 45.205º. 2. Direct shear test results from Medan Langkat City, Tanjung Pura Stabat, it is known that the addition of a mixture of rice husk ash and lime has an influence on the shear strength value of the soil in the Tanjung Pura Stabat area. The Direct Shear Test value with a cohesion value of 0.097 kg/cm2 and an internal shear angle value of 11.906˚, experienced the largest increase in mixing rice husk ash and lime at a percentage of 25% amounting to 15.43% with a cohesion value of 1.149 kg/cm2 also the value the internal shear angle is 45.205º

    4,192

    full texts

    21,105

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Medan Area
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇