21105 research outputs found
Sort by
Village Head's Strategy for Improving Employee Performance at the Mangkai Baru Village Office, Limapuluh District, Batu Bara Regency
99 HalamanKinerja pegawai merupakan hal yang kursial, desa mangkai baru jika dilihat
dalam konteks yang lebih kecil keadaan dan kondisi desa ini cukup tertata, hanya
saja kinerja pegawai nya masi belum efektif dalam memberi pelayanan kepada
masyarakat. Fakta lapangan yang ada menjadi pendorong penulis untuk
mengangkat judul ini kedalam sebuah penelitian guna untuk mengetahui
bagaimana strategi kepala desa dalam meningkatkan kinerja pegawai, serta apa
saja faktor penghambat kepala desa dalam meningkatkan kinerja pegawai, untuk
melihat strategi kepala desa, penulis menggunakan teori strategi menurut Grant
(1999:21) yaitu strategi sebagai pengambilan keputusan, strategi koordinasi dan
komunikasi, dan target. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif
pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,
observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini melibatkan kepala desa,
sekretaris desa, kasi kesejahteraan, kasi pemerintahan, serta beberapa masyarakat
desa mangkai baru. Berdasarkan hasil penelitian yang diproleh bahwa strategi
kepala desa dalam meningkatkan kinerja pegawai sudah dijalankan dengan baik
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adapun faktor penghambat
kepala desa dalam meningkatkan kinerja pegawai yaitu masi kurangnya sumber
daya manusia aparatur pemerintah desa dan pendidikan yang ada. village are quite orderly, it's just that the performance of its employees is still not
effective in providing services to the community. Existing field facts motivated the
author to raise this title into a study in order to find out how the village head's
strategy is in improving employee performance, as well as what are the inhibiting
factors of the village head in improving employee performance. To see the village
head's strategy, the author uses strategy theory according to Grant (1999:21),
namely strategy as decision making, coordination and communication strategy,
and targets. The research method used is a qualitative descriptive approach with
data collection techniques using interviews, observation and documentation.
Informants in this study involved village heads, village secretaries, heads of
welfare, heads of government, as well as several Mangkai Baru village
communities. Based on the research results obtained, the village head's strategy
in improving employee performance has been carried out well in providing
services to the community. The inhibiting factor for the village head in improving
employee performance is the lack of human resources for the village government
apparatus and existing education
The Effect of Facilities and Location on the Decision to Stay at Hotel Lariz Depari Medan
75 HalamanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh fasilitas dan lokasi terhadap keputusan menginap di Hotel Lariz Depari Medan.Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksploratif, dimana variabel diukur dengan skala likert. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (interview),dengan daftar pertanyaan (questionnaire) dan studi dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan Hotel Lariz Depari Medan. yang berjumlah 57 orang. Pengambilan sampel dengan metode sampling jenuh atau lebih dikenal dengan istilah sensus. Dalam penelitian ini jumlah populasi relatif kecil yaitu sebanyak 57 orang. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23, dengan analisis deskriptif dan pengujian hipotesis analisis regresi berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara parsial variabel fasilitas mempengaruhi keputusan menginap di Hotel Lariz Depari Medan;(2)secara parsial variabel lokasi mempengaruhi keputusan menginap di Hotel Lariz Depari Medan;(3)secara simultan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel fasilitas dan lokasi terhadap keputusan menginap di Hotel Lariz Depari Medan. The purpose of this study was to determine and analyze the effect of facilities and location on the decision to stay at Lariz Depari Hotel Medan. The research method used was exploratory research, where the variables were measured using a Likert scale. Methods of data collection is done by interview (interview), with a list of questions (questionnaire) and study documentation. The population in this study were all customers of Lariz Depari Hotel Medan. totaling 57 people. Sampling with saturated sampling method or better known as census. In this study, the population was relatively small, as many as 57 people. Data processing using SPSS version 23 software, with descriptive analysis and multiple regression analysis hypothesis testing. The results showed that: (1) partially the facility variable influenced the decision to stay at the Lariz Depari Hotel Medan; (2) partially the location variable influenced the decision to stay at the Lariz Depari Hotel Medan; (3) Simultaneously there is a positive and significant influence between the facilities and location variables on the decision to stay at the Lariz Depari Hotel Medan
Correlation of Interpersonal Communication with Employee Job Satisfaction at the National Narcotics Agency of North Sumatra
96 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal dengan
kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek dalam
penelitian ini adalah pegawai Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara. Jumlah
sampel dalam penelitian ini sebanyak 72 pegawai dan sudah terdaftar sebagai pegawai tetap.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Metode
pengumpulan data dalam penelitian ini dengan melakukan observasi dan penyebaran angket.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi product
moment dari Carl Pearson. Dari penelitian tersebut peneliti mendapatkan hasil bahwa: 1)
terdapat hubungan positif antara komunikasi interpersonal dengan kepuasan kerja pada pegawai
Badan Narkotika Nasional Sumatera Utara. Hasil ini dibuktikan dengan adanya korelasi rxy
sebesar 0,449. 2) Hasil uji determinasi diperoleh sebesar 0,249. Artinya komunikasi
intrepersonal memiliki kontribusi terhadap meningkatnya kepuasan kerja pada pegawai Badan
Narkotika Nasional Sumatera Utara yaitu sebesar 24,9 %. Sementara sisanya sebesar 75,1 %
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Mean hipotetik dan mean
empirik komunikasi interpersonal berada pada kategori positif, karena mean hipotetik (75) lebih
kecil dari pada nilai empiris (91,42) dimana selisihnya melebihi nilai SD (13,996) dan kepuasan
kerja berada pada kategori positif, karena mean hipotetik (57,5) lebih kecil dari mean empiris
(85,65), dimana selisihnya lebih besar dari nilai SD (14.426). This study aims to determine the relationship between interpersonal communication and job
satisfaction. This research uses quantitative research methods. The subjects in this study were
employees of the National Narcotics Agency of North Sumatra Province. The number of samples
in this study were 72 employees and were registered as permanent employees. The sampling
technique in this study used a saturated sampling technique. Methods of collecting data in this
study by observing and distributing questionnaires. The data analysis method used in this
research is the product moment correlation method from Carl Pearson. From this study, the
researchers found that: 1) there was a positive relationship between interpersonal
communication and job satisfaction for the employees of the National Narcotics Agency of North
Sumatra. This result is evidenced by the rxy correlation of 0.449. 2) The result of the
determination test is 0.249. This means that interpersonal communication has a contribution to
increasing job satisfaction for employees of the National Narcotics Agency of North Sumatra,
which is 24.9%. While the remaining 75.1% is influenced by other variables not examined in this
study. The Hypothetical Mean and the Empirical Mean of interpersonal communication are in
the positive category, because the hypothetical mean (75) is smaller than the empirical (91.42)
where the difference exceeds the SD value (13.996) and job satisfaction is in the positive
category, because the hypothetical mean (57, 5) smaller than the empirical mean (85.65), where
the difference is more than the SD value (14,426)
PT Organizational Communication. Perkebunan Nusantara IV in Facing Employees during a Crisis of Declining Palm Oil Productivity (Study of Berangir Plantation, Afdeling I Business Unit)
69 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi organisasi dalam menghadapi krisis di PT. Perkebunan Nusantara IV Afdeling I Unit Usaha Berangir, dan mengetahui hambatan komunikasi organisasi dalam menghadapi krisis di PT. Perkebunan Nusantara IV Afdeling I Unit Usaha Berangir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan teori fungsi komunikasi organisasi Sendjaja (2008) yaitu fungsi informatif, fungsi regulatif,
fungsi persuasif, dan fungsi integratif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ketersediaan informasi melalui ngupi (ngumpul pagi), briefing, evaluasi kerja, rapat, dan group chat Whatsapp memberikan kecukupan informasi yang didapatkan oleh karyawan dalam melakukan pekerjaan, serta memanfaatkan komunikasi persuasif untuk memberikan motivasi kepada karyawan melalui kegiatan rutin yang dilakukan. Adapun hambatan dalam komunikasi organisasi merupakan hambatan internal Berdasarkan hasil simpulan bahwa komunikasi organisasi PT. Perkebunan Nusantara IV AFD I Unit Usaha Berangir dalamfungsi informatif, regulatif, persuasif, dan integratif menjadi salah satu fungsi komunikasi organisasi yang diterapkan dengan baik dalam menghadapi karyawan pada krisis penurunan produkitivitas. This study aims to determine organizational communication in dealing with crises at PT. Perkebunan Nusantara IV Afdeling I Berangir Business Unit, knowing organizational communication barriers in dealing with crises. This study uses qualitative descriptive method with determination informants using purposive
sampling techniques. Data collected through interviews, observation, documentation. Research uses Sendjaja's (2008) theory of organizational communication functions, informative function, regulative function, persuasive function, integrative function. Availability information through ngupi, briefings, work evaluations, meetings, Whatsapp group provides sufficient information toobtained by employees carrying out work, utilizing persuasive communication to provide motivation to employees through routine activities carried out. The
obstacles organizational communication are internal barriers. PT. Perkebunan Nusantara IV AFD I Berangir Business Unit informative, regulative, persuasive, integrative functions is one of the organizational communication functions that is implemented in dealing with employees in crisis of decreased productivity
Strategy of the Tourism Office in Developing Ecotourism in Bukit Lawang, Bahorok District, Langkat Regency
85 HalamanBukit Lawang merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Banyaknya kunjungan wisatawan ke objek wisata ini karena daya tarik alam yang luar biasa, hal ini tentu menghasilkan retribusi yang akan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun adanya
penurunan kunjungan wisatawan harus adanya pengembangan kembali terhadap ekowisata Bukit Lawang. Dalam hal ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat selaku pengelola objek wisata Bukit Lawang memiliki strategi penuh untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke ekowisata Bukit Lawang.
Dalam mengupayakan pengembangan ekowista tersebut dalam penelitian ini menganalisis terlebih dahulu dengan analisis SWOT milik Freddy Rangkuti (2008:18), penelitian ini menggunakan metodologi jenis kualitatif yang menggunakan teknik wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Sebagai penguat, penelitian ini juga terdiri dari informan kunci, informan utama dan informan tambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dengan pengembangan ekowisata Bukit Lawang. Hasil dari penelitian ini adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat telah memiliki strategi namun belum maksimal, hal tersebut diketahuhi melalui empat indikator yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Bukit Lawang is one of the popular tourist destinations in Langkat Regency, North Sumatra. The large number of tourist visits to this tourist attraction is due to its extraordinary natural attraction, this certainly results in a levy that will become one of the sources of Regional Native Income (PAD). However, the decrease in tourist visits must be redeveloped towards Bukit Lawang ecotourism. In this case, the Tourism and Culture Office of Langkat Regency as the manager of Bukit Lawang tourist attractions has a full strategy to increase tourist visits to Bukit Lawang ecotourism. In seeking the development of ecowista in this study analyzed first with Freddy Rangkuti's SWOT analysis (2008: 18), this study used a qualitative type methodology that used interview, obervation, and documentation techniques. As a reinforcement, the study also consists of key informants, lead informants and additional informants. The purpose of this study is to determine the strategy of the Tourism and Culture Office of Langkat Regency in increasing tourist visits with the development of Bukit Lawang ecotourism. The result of this study is that the Tourism and Culture Office of Langkat Regency has had a strategy but has not been maximized, this is known through four indicators used in this study, namely strengths, weaknesses, opportunities and threats
Implementation of Regional Regency of Batubara Number 9 of 2014 Regarding the Master Plan of Regional Tourism Development 2014 – 2029 (Study of Community-Based Historical Beach Tourism Development Increasing Income Original Area in Batubara District
140 HalamanPengembangan objek wisata Pantai Sejarah Berbasis Masyarakat dapat meningkatkan
restribusi daerah dari sektor pariwisata yang akan mempengaruhi Pendapatan Asli
Daerah, menempatkan Pariwisata berbasis Masyarakat menjadi bagian dari kebijakan
strategis Pemerintah Kabupaten Batubara untuk mendorong percepatan target
pembangunan daerah sesuai Implementasi Kebijakan Perda Kabupaten Batubara
Nomor 9 Tahun 2014. Berdasarkan hal tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini:
1) Bagaimana implementasi Perda Kabupaten Batubara Nomor 9 Tahun 2014 Tentang
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2014 – 2029 (Studi
Pengembangan Pariwisata Pantai Sejarah Berbasis Masyarakat Dalam Meningkatkan
Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Batubara). 2) Bagaimana kendala-kendala yang
dihadapi dalam implementasi Perda Kabupaten Batubara Nomor 9 Tahun 2014
Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2014 – 2029
(Studi Pengembangan Pariwisata Pantai Sejarah Berbasis Masyarakat Dalam
Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Batubara. Adapun metode
penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, sedangkan teknik analisis data
menggunakan deskriptif kualitatif. Peneliti memperoleh data melalui beberapa
informan antara lain adalah :1. Pegawai Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Batu
Bara, sebanyak 3 orang, tokoh masyarakat/pengetua dan masyarakat yang
diberdayakan di Desa Perupuk dan Pantai Kabupaten Batu Bara berjumlah 8 orang,
Pegunjung Pantai Sejarah desa Perupuk, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara
sebanyak 6 orang.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari segi
komunikasi, bagaimana implementasi Perda Kabupaten Batubara Nomor 9 Tahun
2014 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2014 –
2029 (Studi Pengembangan Pariwisata Pantai Sejarah Berbasis Masyarakat Dalam
Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Batubara) sudah berjalan sesuai
teori yang ada walaupun masih ditemui adanya kendala. Dari segi sumber daya, sudah
berjalan dengan sesuai teori, namun masih ditemukan kendala. Dari segi disposisi,
sudah berjalan dengan optimal. Dari segi struktur birokrasi, sudah berjalan dengan
baik. Kendala yang dihadapi dalam implementasi Perda Kabupaten Batubara Nomor
9 Tahun 2014 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun
2014 – 2029 (Studi Pengembangan Pariwisata Pantai Sejarah Berbasis Masyarakat
Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Batubara) adalah: Pada
faktor ketersediaan sumberdaya, terutama sumberdaya financial, sumberdaya
sarana prasarana serta faktor disposisi/sikap dari pelaksana kebijakan. Dimana tidak semua pelaksana kebijakan memberikan respon positif terhadap implementasi
kebijakan tersebut. Implementasi perda nomor 9 tahun 2014 Kabupaten Batubara
ini benar-benar memberikan dampak nyata terhadap pemasukan bagi restribusi
daerah sehingga berpengaruh terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah. The development of Community-Based Historical Beach attractions can increase
regional retribution from the tourism sector which will affect Regional Original Income,
placing Community-based Tourism as part of the Batubara Regency Government's
strategic policies to encourage the acceleration of regional development targets in
accordance with the Implementation of Batubara Regency Regional Regulation No. 9 of
2014. Based on this, the formulation of the problem in this study: 1) How is the
implementation of the Batubara Regency Regional Regulation Number 9 of 2014
concerning the Regional Tourism Development Master Plan for 2014 – 2029 (Study of
Community-Based Historical Beach Tourism Development in Increasing Regional
Original Income in Batubara Regency). 2) What are the obstacles encountered in the
implementation of the Batubara Regency Regional Regulation Number 9 of 2014
concerning the Regional Tourism Development Master Plan for 2014 – 2029 (Study of
Community-Based Historical Beach Tourism Development in Increasing Regional
Original Income in Batubara Regency. The research method used is descriptive method,
while the data analysis technique uses descriptive qualitative. Researchers obtained data
through several informants, including: 1. 3 employees of the Batu Bara Regency
Tourism Office, community leaders/leaders and empowered communities in Perupuk
and Pantai Villages, Batu Bara Regency, 8 people, 6 people who visit the Historical
Beach of Perupuk Village, Limapuluh District, Batubara Regency. The results of this
study indicate that in terms of communication, how is the implementation of the
Regional Regulation of Batubara Regency Number 9 of 2014 concerning the Regional
Tourism Development Master Plan for 2014 – 2029 (Study of Community-Based
Historical Beach Tourism Development in Increasing Regional Original Income in
Batubara Regency) has been running according to theory exist, although there are still
obstacles. In terms of resources, it has been running according to theory, but obstacles
are still found. In terms of disposition, it has been running optimally. In terms of
bureaucratic structure, it has been going well. The obstacles faced in the implementation
of the Batubara Regency Regional Regulation Number 9 of 2014 concerning the
Regional Tourism Development Master Plan for 2014 – 2029 (Study of Community-
Based Historical Beach Tourism Development in Increasing Regional Original Income
in Batubara Regency) are: In the factor of availability of resources, especially financial
resources, infrastructure resources and disposition/attitude factors of policy
implementers. Where not all policy implementers give a positive response to the
implementation of the policy. The implementation of regional regulation number 9 of 2014 in Batubara Regency has really had a real impact on revenue for regional fees so
that it has an effect on increasing Regional Original Income
The Relationship Between Organizational Climate and Job Satisfaction in Batunadua Padang Sidempuan Health Center Employees
90 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan iklim organisasi dengan kepuasan kerja pada pegawai Puskesmas Batunadua Padang Sidempuan. Kepuasan kerja adalah sikap atau perasaan seseorang untuk memandang pekerjaannya seperti hal puas dan tidak puas, senang atau tidak senang yang menyangkut perasaan seseorang pekerja atau pegawai atas segala hasil kerja yang diterima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 36 orang. Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling. Penelitian ini menggunakan model skala likert. Teknik analisis yang dilakukan menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,598 dengan p = 0,006 (p<0,050), artinya ada hubungan positif antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini diterima. Nilai koefisien korelasi positif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variable adalah positif, artinya semakin tinggi iklim organisasi maka semakin tinggi kepuasan kerja. Iklim organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 35,7% pada kepuasan kerja dan sebesar 64,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini yaitu seperti faktor gaji, hubungan kerja, kondisi pekerjaan dll. Mean empirik variabel kepuasan kerja yang diperoleh yaitu 58,72 sedangkan mean empirik variabel iklim organisasi sebesar 68,44. Untuk mean hipotetik variabel kepuasan kerja sebesar 70 dan mean hipotetik variabel iklim organisasi sebesar 70. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. This study aims to determine the relationship between organizational climate on employee job satisfaction at the the puskesmas batunadua padang sidempuan Job satisfaction is the attitude or feeling of a person to view his job as a matter of being satisfied and dissatisfied, happy or unhappy that concerns a person's feelings of employees or employees for all the work they receive. This study uses a quantitative approach. The sample of this study was 36 people, the sampling technique was the total sampling method. This study uses a Likert scale model. The analysis technique used is Product Moment correlation. The results of this study indicate the rxy correlation coefficient = 0,598 with p = 0,006 (p <0.050), meaning that there is a positive relationship between organizational climate and job satisfaction and accept. The positive correlation coefficient indicates that the direction of the relationship between the two variables is positive, meaning that the higher the organizational climate, the higher job satisfaction. Organizational climate provides an effective contribution of 35,7 % on job satisfaction and 64,3% is influenced by other factors not examined in this study, such as salary factors, company characteristics etc. The empirical mean of job satisfaction variable was 58,72 while the empirical mean of organizational climate variable was 68,44, then for the hypothetical mean variable job satisfaction was 70 and the hypothetical mean organizational climate variable was 85. Based on the results of this study, the proposed hypothesis is declared accepted
Factors Identification Study Influencing Lying Behavior In Adolescents at State Middle School 1 Namorambe
79 HalamanPada masa ini, remaja mulai bergaul dengan teman sebaya, mengembangkan kata hati
dilakukan untuk mencapai kenyamanan.Permasalahan yang biasa terjadi pada remaja
adalah melakukan suatu kebohongan demi memenuhi keinginan pribadinya.Kebohongan
yang dilakukan biasanya adalah berupa kebohongan verbal atau mengatakan yang tidak
sesuai dengan kadaan seperti berkata ingin belajar kelompok ternyata bermain.Dalam
penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif sebagai metode
penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan di Sekolah SMP Negeri 1 Namorambe
menunjukkan perilaku berbohong dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, faktor situasi
dengan kategori tinggi dilihat dari mean, faktor keuntungan pribadi dengan kategori
sedang, dan faktor kebiasaan dengan kategori tinggi, dilihat dari nilai mean hipotetik dan
nilai mean empiriknya.Berdasarkan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku
berbohong, masing-masing faktor memiliki kontribusi berbeda-beda. Dimana faktor
situasi sebesar 0,624 atau 30%, faktor keutungan pribadi sebesar 0,717 atau 34%, ddan
faktor kebiasaan sebesar 0,733 atau 35%. At this time, adolescents begin to associate with peers, developing conscience is done to
achieve comfort. The problem that usually occurs in adolescents is to commit a lie in
order to fulfill their personal desires. Lies that are usually carried out are in the form of
verbal lies or saying things that are not in accordance with circumstances, such as saying
that they want to study in groups, it turns out to be playing. In this study, researchers
used quantitative research methods as research methods. The results of research
conducted at SMP Negeri 1 Namorambe showed that lying behavior was influenced by
several factors, namely, situational factors in the high category seen from the mean,
personal gain factors in the medium category, and habit factors in the high category,
seen from the mean hypothetical value and the mean value. empirically. Based on several
factors that influence lying behavior, each factor has a different contribution. Where the
situation factor is 0.624 or 30%, the personal gain factor is 0.717 or 34%, and the habit
factor is 0.733 or 35%
The Role of the Medan City Social Service in Handling the Poor (Case Study of Distribution of Non-Cash Food Assistance in Medan Helvetia District)
67 HalamanPermasalahan Dinas Sosial dalam penanganan fakir miskin di Kota Medan adalah pendataan yang tidak sesuai, sehingga masyarakat miskin ada yang tidak mendapatkan bantuan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran Dinas Sosial dalam menangani fakir miskin dan mengetahui faktor pendukung faktor
penghambat peran Dinas Sosial Kota Medan. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori ini menggunakan teori peran Yusuf, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Dinas Sosial kurang optimal, dibuktikan sebagai berikut: 1. Peran Dinas Sosial sebagai regulator cukup terlaksana dengan baik tetapi ada pendataan yang belum sesuai 2. Peran Dinas Sosial sebagai dinamisator Dinas Sosial belum cukup baik dalam penyaluran BPNT. 3. Peran Dinas Sosial sebagai fasilitator dalam pendanaan belum berjalan dengan baik. Faktor pendukung di Dinas Sosial di kecamatan medan helvetia yaitu dukungan finansial dari Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial cukup aktif sedangkan faktor penghambat yaitu masih ada KKN yang tejadi. This study aimed to discover the role of Social Service in handling the poor and the supporting and inhibiting factors. This study employed qualitative methods, with observation, interviews, and documentation. The study's findings indicated that: 1. Their role as a regulator was well-implemented, but data collection was
not yet appropriate. 2. Their role as a driving force was lacking in BPNT distribution. 3. Their as a financial facilitator was unsuccessful. Supporting factors included financial support from the Indonesian Ministry of Social Affairs and the Social Service, while the inhibiting factor was that KKN continued to occur
The Effect Of Anxiety And Self Efficacy With Job Satisfaction Of Bintara Personnel Brimob Unit Of The North Sumatra Regional Police
175 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh : (1) kecemasan terhadap kepuasan kerja personel Bintara Satuan Brimob Polda Sumut, (2) self efficacy terhadap kepuasan kerja personel Bintara Satuan Brimob Polda Sumut, (3) kecemasan dan self efficacy terhadap kepuasan kerja personel Bintara Satuan Brimob Polda Sumut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh personil yang bertugas di Satuan Brimob Polda Sumut. Sampel pada penelitian ini ditentukan menggunakan teknik total sampling sehingga jumlah sampel pada penelitian ini adalah 444 personel Bintara Polda Sumut. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert dimana seluruh item instrumen penelitian dengan jumlah 16 item yang dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik parametrik melalui analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian yang diperoleh yakni : (1) kecemasan memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja personel Sat Brimob Polda Sumut, (2) self Efficacy tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja personel Sat Brimob Polda Sumut, (3) variabel kecemasan dan self efficacy secara bersama-sama atau simultan memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja Sat Brimob Polda Sumut. This study aims to determine the effect of: (1) anxiety on the job satisfaction of the Bintara Personnel Brimob Unit of the North Sumatra Regional Police, (2) self-efficacy on the job satisfaction of the Bintara Personnel Brimob Unit of the North Sumatra Regional Police, (3) anxiety and self-efficacy on the job satisfaction of the Bintara Personnel Brimob Unit of the North Sumatra Regional Police. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. The population in this study were all personnel assigned to the North Sumatra Police Mobile Brigade Unit. The sample in this study was determined using a total sampling technique so that the number of samples in this study were 444 North Sumatran Police Officers. The research instrument used a Likert scale where all 16 items of the research instrument were declared valid and reliable. Data analysis used in this study used parametric statistics through multiple linear regression analysis. The research results obtained were: (1) anxiety has an influence on the job satisfaction of Sat Brimob Polda Sumut, (2) self-efficacy has no effect on job satisfaction of Sat Brimob Polda Sumut, (3) variables of anxiety and self-efficacy together or simultaneously has an influence on job satisfaction of the Bintara Personnel Brimob Unit of the North Sumatra Regional Police