Medan Area University

Repository Universitas Medan Area
Not a member yet
    21105 research outputs found

    Semiotic Analysis of the Traditional Ceremony of Sulang-Sulang Pahompu in the Film Ngeri-Ngeri Sedap (Roland Barthes' Semiotics)

    No full text
    84 HalamanSulang-Sulang Pahompu merupakan pengukuhan pesta pernikahan secara adat yang dimana pengukuhan dalam artian melunasi semua utang adat yang sebelumnya utang adat tersebut belum dibayar lunas terhadap pihak hula-hula yang melaksanakan upacara adat tersebut. Tujuan penelitian untuk menjabarkan bagaimana Sulang-Sulang Pahompu di dalam film Ngeri-Ngeri Sedap menggunakan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Dalam penelitian ini akan menganalisis makna melalui adegan dan dialog dalam film yang ditampilkan selama 114 menit. Makna denotasi dan konotasi pada film ini yaitu menggambarkan tahapan sulang-sulang pahompu dari beberapa adegan. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, wawancara, studi literatur. Hasil penelitian ini memperlihatkan pemaknaan denotasi dan konotasi yang terdapat pada aspek perilaku, kamera, aksi, karakter, dialog. Upacara Sulang-sulang Pahompu adalah pengukuhan pesta pernikahan secara adat, pengukuhan yang dimaksud adalah melunasi semua utang adat yang sebelumnya utang adat tersebut belum dibayar lunas terhadap pihak Hula-hula yang melaksanakan upacara adat tersebut. Sulang-Sulang Pahompu is a customary inauguration of a wedding ceremony The aim of the research is to explain how Sulang-Sulang Pahompu in the film Ngeri- Ngeri Sedap uses Roland Barthes` semiotics contained in aspects of behavior, camera, action, dialogue. The ceremony is the inauguration of a traditional wedding ceremony, the inauguration in question is paying off all customary debts that previously had not been paid in full to the Hula-hula who carried out the traditional ceremony

    Analysis of Split Tensile Strength of E-Glass Epoxy Laminate Composite as Reinforcement of Cylindrical Column Concrete Based on Material Energy Absorption Method

    No full text
    41 HalamanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah energi yang mampu diserap (ketangguhan) bahan beton kolom silinder (BKS) dengan menggunakan metode penyerapan energi dan menganalisis perbandingan antara kuat tarik belah (KTB) dengan Energi ketangguhan bahan (EKB) dari hasil uji tarik belah spesimen BKS diperkuat KLG. Berdasarkan grafik hasil uji tarik belah spesimen beton kolom slinder (BKS) diperkuat komposit laminat E-Glass (KLG). Pengujian kuat tarik belah menggunakan alat uji Universal Testing Machine, dan bahan baku yang di gunakan untuk pembuatan spesimen yaitu semen, pasir, kerikil, air, E-Glass, resin epoxy dan hardener. Cetakan spesimen beton mengunakan cetakan dengan mengikuti standar uji ASTM C496 yang memiliki diameter 50mm dan tinggi 150mm. Jumlah variasi spesimen pada penelitian ini berjumlah 5 variasi, yang diantaranya: variasi 1 (spesimen tanpa selubung), variasi 2 (spesimen E-Glass lapis 1), variasi 3 (spesimen E-Glass lapis 2), variasi 4 (spesimen E-Glass lapis 3), dan variasi 5 (spesimen E-Glass lapis 4), yang di setiap variasinya memiliki 3 spesimen pengulangan. Hasil penelitian ini ialah ketangguhan bahan maksimum rata-rata diperoleh pada jumlah selubung KLG pada 4 lapisan, yaitu sebesar 8635.16 Joule atau mengalami peningkatan energi ketangguhan rata-rata hingga 17800% terhadap spesimen tanpa selubung, begitu pula pada hasil perbandingan antara kuat tarik belah dan energi ketangguhan bahannya, semakin banyak laminat yang melapisi beton kolom silinder maka semakin besar pula kuat tarik belah dan energi ketangguhan bahannya. The purpose of this study is to determine the amount of energy that can be absorbed (toughness) of cylindrical column concrete material using the energy absorption method and analyze the comparison between the tensile strength of the split and the toughness energy of the material from the results of the split tensile test of the EGlass laminate composite -reinforced slinder column concrete specimen. Based on the graph of the tensile test results of the slinder column concrete specimen reinforced E-Glass laminate composite. Tensile strength testing uses Universal Testing Machine test equipment, and the raw materials used for specimen manufacturing are cement, sand, gravel, water, E-Glass, epoxy resin and hardener. Concrete specimen molds use molds by following the ASTM C496 test standard which has a diameter of 50mm and a height of 150mm. The number of specimen variations in this study amounted to 5 variations, which included: variation 1 (specimen without sheath), variation 2 (E-Glass specimen layer 1), variation 3 (specimen E-Glass layer 2), variation 4 (specimen E-Glass layer 3), and variation 5 (specimen E-Glass layer 4), which in each variation had 3 repeat specimens. The result of this study is that the average maximum material toughness was obtained in the number of E-Glass laminate composite sheaths in 4 layers, which was 8635.16 Joules or experienced an increase in average toughness energy up to 17800% against specimens without sheaths, as well as in the results of the comparison between the tensile strength and the toughness energy of the material, the more laminates that coat the cylindrical column concrete, the greater the tensile strength and toughness energy of the material

    Mukbang Video on Hamzy's Youtube Channel (Review of Roland Barthes' Semiotics)

    No full text
    101 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan video mukbang dalam kanal youtobe Hamzy dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan penelitian individual yang dilakukan oleh peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi data yang terdiri dari dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan mengumpulkan screenshort dari kumpulan adegan atau scene yang sudah dikategorikan dari video mukbang dalam kanal youtube Hamzy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video mukbang dalam kanal youtube Hamzy memiliki makna denotasi tentang memasak dan makanan rumahan khas Korea Selatan yang persiapan dan penyajiannya dengan resep yang khas. Makna konotasi yang melibatkan aspek kenikmatan makanan, warisan budaya, dan kehangatan keluarga serta membangun hubungan emosional dan kenangan keluarga. Mitos yang ditampilkan melalui narasi, tampilan visual yang tersirat sebagai bentuk penyembuhan emosional, identitas budaya dan sebagai ekspresi cinta dan perhatian. This research aims to analyze the meaning of mukbang videos on Hamzy's YouTube channel using Roland Barthes' semiotic approach, which includes denotation, connotation, and myth. The research method used is Sdescriptive qualitative research conducted individually by the researcher. Data collection techniques are performed through data triangulation consisting of documentation, observation, and literature review. Connotative meanings involve aspects of food enjoyment, cultural heritage, family warmth, and the establishment of emotional connections and family memories. Myths are portrayed through narration and implied visual representations as forms of emotional healing, cultural identity, and expressions of love and care

    Parents' Interpersonal Communication Strategies In Efforts to Prevent Deviant Behavior Broken Children Home Tanjung Barus Village Karo Regency

    No full text
    73 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi interpersonal pada perilaku anak broken home dengan orang tua dalam keluarga dan apa saja faktor-faktor penghambat komunikasi interpersonal antara anak broken home dengan orang tua dalam keluarga. Peneliti menggun metode deskriftif kualitatif. Informan peneliti adalah warga Desa Tanjung Barus yang mengalami kondisi beroken home. Informan dalam penelitian ini berjumblah 5 orang dengan menggunakan teknik triangulas i. Data dari penelitian dikumpulkan berdasrkan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawa - ncara, dan dokumentasi. Teori yang di gunakan yaitu teori komunikasi interpersonal, dimana Komunikasi interpersonal ialah sebuah komunikasi yang dijalankan oleh dua orang dengan sifat yang privat dan eksklusif, artinya komunikasi ini identik dengan tatapan langsung atau face to face. Dari penelitian ini diketahui bahwa perceraiaan orang tua sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya anak apalagi penyebab perceraian orang tua mereka karena kasus KDRT ataupun Perselingkuhan. This study aims to find out how the interpersonal communication strategy is on the behavior of broken home children and their parents in the family and what are the inhibiting factors of interpersonal communication between broken home children and their parents in the family. Researchers use qualitative descriptive method. The research informants were residents of Tanjung Barus Village who experienced the condition of being driven home. There were 5 informants in this study using the triangulation technique. Data from the research were collected based on data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. The theory used is interpersonal communication theory, where interpersonal communication is a communication carried out by two people with a private and exclusive nature, meaning that this communication is synonymous with direct gaze or face to face. From this study it is known that the divorce of parents greatly affects the growth and development of children, especially the cause of their parents' divorce due to cases of domestic violence or infidelity

    Analog Switch-Off Process Towards Digital Television (Study of Digital Television Broadcasting Policy in Indonesia)

    No full text
    126 HalamanTelevisi di Indonesia saat ini sudah memasuki ASO (Analog Switch-Off) atau dikenal dengan beralihnya siaran televisi analog menuju digital. Sehingga peneliti melakukan penelitian tentang proses Analog Switch-Off (ASO) menuju televisi digital (Studi Kebijakan Penyiaran Televisi Digital di Indonesia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan televisi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan wawancara yang dilakukan pada dua narasumber yang memenuhi kriteria tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti, penelitian ini menemukan bahwa digitalisasi penyiaran televisi di Indonesia mengalami proses yang sangat lama dan banyak hambatan khususnya mengenai kebijakan ataupun regulasi yang memuat mengenai digitalisasi penyiaran televisi di Indonesia. Ketidakjelasan kebijakan yang mengatur proses digitalisasi penyiaran televisi mengakibatkan kerugian pada masyarakat. Televisi yang merupakan media komunikasi yang digunakan sebagai ranah publik mengalami keterbatasan akses dikarenakan proses ASO yang lama dan regulasi yang tidak jelas. Dengan demikian pemerintah seharusnya bisa memberikan kebijakan yang jelas dan terperinci mengenai digitalisasi penyiaran televisi di Indonesia agar banyaknya pihak tidak dirugikan khsususnya masyarakat. Apalagi televisi merupakan ruang publik masyarakat sebagai media komunikasi khususnya sumber informasi. Television in Indonesia has entered Analog Switch-Off (ASO). So researchers conducted research on the ASO process towards digital television. This study aims to find out how the television policy in Indonesia and used a qualitative research method with a descriptive type of approach. Data collection techniques used were documentation, observation and interviews. Researchers founded that the digitization of television broadcasting in Indonesia experienced a very long process and many obstacles. The goverment should be able to provide clear policies on this matter to public sphere as a source of information

    Efficacy of Several Botanical Insecticides Against Subterranean Termite Mortality (Coptotermes curvignathus Holmgren)

    No full text
    80 HalamanRayap (Coptotermes curvignathus Holmgren) sulit dikendalikan karena tinggal di tanah dan di bagian kayu yang tersisa di mana menjadi makan, bersembunyi, dan berkembang biak. Salah satu alternative yang memliki prospek baik untuk mengendalikan rayap adalah dengan insektisida nabati, yaitu insektisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis Insektisida nabati yang efektif untuk mengendalikan Rayap tanah (C.curvignathus Holmgren). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri sebagai berikut : P0 : kontrol,/100g pakan P1 : daun sirsak 20g/100g pakan , P2 : daun sirsak 30 g/100g pakan, P3 : daun sirsak 40 g/100g pakan, P4 : daun kemangi 20 g/100g pakan, P5 : daun kemangi 30 g/100g pakan, P6 : daun kemangi 40 g/100g pakan, P7 : daun serai wangi 20 g/100g pakan, P8 : daun serai wangi 30 g/100g pakan, P9 : daun serai wangi 40 g/100g pakan, P10 : daun cengkeh 20 g/100g pakan, P11 : daun cengkeh 30 g/100g pakan, P12 : daun cengkeh 40 g/100g pakan. Hasil dari penelitian ini yaitu pemberian pestisida nabati dari daun sirsak, daun serai wangi dan daun cengkeh dengan dosis 40 g mampu membunuh 100% hama rayap tanah pada hari ke-3. Nilai LD50 terbaik adalah dari pestisida nabati daun cengkeh yaitu 11,06 g. Nilai LT50 yang tercepat pestisida nabati dari daun cengkeh adalah 1,94 hari. The termite (Coptotermes curvignathus Holmgren) is difficult to control because it lives in the soil and in the remaining wood where it feeds, hides, and breeds. One alternative that has good prospects for controlling termites is by using plant-based insecticides, namely insecticides whose basic ingredients come from plants. The purpose of this study was to determine the type of insecticide that is effective for controlling subterranean termites (C. curvignathus Holmgren). This research was conducted using a non-factorial completely randomized design (CRD) consisting of the following: P0 : control/100g of feed, P1 : 20 g soursop leaves/100g of feed, P2 : 30 g soursop leaves/100g of feed, P3 : 40 g soursop leaves/100g of feed, P4 : 20 g basil leaves, P5 : 30 g basil leaves/100g of feed, P6 : 40 g basil leaves/100g of feed, P7 : 20 g citronella leaves/100g of feed, P8 : 30 g citronella leaves/100g of feed, P9 : 40 g citronella leaves/100g of feed, P10 : 20 g clove leaves/100g of feed, P11 : 30g clove leaves /100g of feed, P12: clove leaves 40 g/100g of feed. The results of this study showed that the administration of botanical pesticides from soursop leaves, citronella leaves and clove leaves at a dose of 40 g was able to kill 100% of subterranean termites on the 3rd day. The best LD50 value was from clove leaf vegetable pesticides, which was 11.06 g. The fastest LT50 value of vegetable pesticides from clove leaves was 1.94 days

    Suffering Representation in 2037 (Semiotic Analysis of Suffering in Yoon Young)

    No full text
    89 HalamanPenderitaan merupakan keadaan fisik dan psikis yang dialami manusia dari masalah yang dihadapinya. Penderitaan pada tingkat tinggi melakukan tindakan diluar nalar berfikir seseorang yang mampu melukai diri sendiri. Penelitian fokus pada penderitaan yang terdapat dalam film 2037. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana representasi penderitaan pada tokoh Yoon Young dan bagaimana level penderitaan yang dijabarkan dalam film 2037. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif menggunakan teori semiotika John Fiske melalui television codes yaitu: Level Realitas, Level Representasi, dan Level Ideologi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian tersaji pada tiga level Television Codes yaitu pada Level Realitas yang ditunjukkan pada aspek perilaku melalui adegan Yoon Young yang menghadapi penderitaannya dengan cara yang buruk sebagai korban pelecehan seksual. Level Representasi ditunjukkan pada aspek konflik, dialog, kamera, karakter, dan aksi melalui beberapa scene yang menggambarkan tingkat penderitaan Yoon Young dan teknik pengambilan gambar pada setiap scene. Level Ideologi yang terlihat pada aspek kelas sosial menampilkan kelas sosial Yoon Young berada pada kelas bawah. Penderitaan perempuan mengingatkan bahwa kekerasan seksual tidak akan ada habisnya sampai sekarang yang mampu membuat penderitaan korban sampai pada tingkat stress yang lebih tinggi. Suffering is physical and psychological state experienced humans. Research focuses on suffering contained film 2037. Research objective determine representation suffering character Yoon Young and level suffering film 2037. Research uses qualitative descriptive method approach and John Fiske's semiotic theory through television codes. Data collection techniques form observation, interviews, documentation. Results of the research are Reality Level on the behavioral aspect, Representational Level on the conflict, dialogue, camera, character, and action aspects, Ideology Level social class aspect, namely social class. Suffering victims sexual violence makes victim's suffering even more stressful

    The Influence of Tough Personality and Optimism on Police Professionalism at the Medan Police Traffic Unit

    No full text
    107 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepribadian tangguh dan optimisme terhadap profesionalisme polri di Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Medan. Profesionalisme pada polisi adalah sikap, cara berpikir, tindakan, perilaku seorang polisi yang dilandasi ilmu pengetahuan, khususnya etika kepolisian dan ilmu kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik guna mewujudkan ketertiban, keamanan serta tegaknya hukum di masyarakat. Hipotesis yang diajukan yaitu ada pengaruh antara kepribadian tangguh dan optimisme terhadap profesionalisme polri. Teknik sampling dengan menggunakan purposive sampling, sampel berjumlah 135 personil polisi. Penelitian ini menggunakan skala kepribadian tangguh, skala optimisme dan skala profesionalisme. Metode analisis data adalah regresi berganda. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka di peroleh hasil determinan (Rxy) = 0,679dengan p = 0.000 < 0.050, artinya ada pengaruh kepribadian tangguh dan optimisme terhadap profesionalisme polri, semakin tinggi kepribadian tangguh dan semakin tinggi optimisme maka semakin tinggi profesionalisme polri. Sumbangan kepribadian tangguh dan optimisme terhadap profesionalisme polri sebesar 46,1%, dengan demikian masih terdapat 53,9% pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. This study aims to determine the effect of tough personality and optimism on the professionalism of the Indonesian National Police in the Traffic Unit of the Medan City Police Resort. Professionalism in the police is the attitude, way of thinking, action, behavior of a police officer based on knowledge, especially police ethics and police science in providing the best service in order to create order, security and law enforcement in society. The hypothesis proposed is that there is an influence between tough personality and optimism on the professionalism of the police. The sampling technique used purposive sampling, the sample amounted to 135 police personnel. This study uses a tough personality scale, optimism scale and professionalism scale. The method of data analysis is multiple regression. Based on the data analysis carried out, the determinant result (Rxy) = 0.679 with p = 0.000 < 0.050, meaning that there is an influence of tough personality and optimism on the professionalism of the police, the higher the tough personality and the higher the optimism, the higher the professionalism of the police. The contribution of tough personality and optimism to the professionalism of the police is 46.1%, thus there is still 53.9% the influence of other factors not examined in this study

    The Legal Analysis Of Criminal Liability On Teachers Who Commit Criminal Acts Of Violence To Students In The School Environment (Study Of Decision Number: 353/Pid.Sus/2020/Pn Mdn)

    No full text
    71 HalamanFenomena kekerasan dalam lembaga Pendidikan sering terjadi di Indonesia. Pemberian hukuman oleh guru dianggap sebagai suatu tindak pidana kekerasan terhadap Peserta Didik. Permasalahan dalam penelitian ini delik materil dan formil terhadap guru yang melakukan tindak pidana kekerasan peserta didik di lingkungan sekolah; Pertanggungjawaban pidana terhadap Guru yang melakukan tindak pidana kekerasan peserta didik di lingkungan Sekolah; Pertimbangan Hakim terhadap Guru yang melakukan tindak pidana kekerasan peserta didik di lingkungan sekolah dalam putusan tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif. Teknik pengumpulan data yang dipakai penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Sifat penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian delik Materil bahwa akibat dari perbuatan oknum guru terhadap siswanya dengan memakai kekerasan dapat menimbulkan kerugian fisik maupun terganggunya psikologisnya. Delik formil oknum Guru yang melakukan kekerasan terhadap siswanya dengan memukul, menampar disalahkan atau tidak dapat dibenarkan. Berdasarkan Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Disimpulkan tidak ada alasan pembenar tindakan Guru melakukan kekerasan terhadap peserta didik, meskipun karena alasan penegakan disiplin di sekolah. Karena perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh Guru terhadap peserta didik dapat berdampak pada perkembangan psikis peserta didik. The phenomenon of violence in educational institutions often occurs in Indonesia. Teachers giving punishment is considered a criminal act of violence against students. The problems in this research were material and formal offenses against teachers who committed criminal acts of violence to students in the school environment, Criminal liability for teachers who committed criminal acts of violence to students in the school environment, The judge's consideration of teachers who committed criminal acts of violence to students in the school environment in that decision. This type of research used normative juridical. Data collection techniques used, were library and field research. The nature of this research was qualitative. The research results on Material offenses showed that the consequences of individual teachers' actions against their students using violence could cause physical harm and psychological disturbance. The Formal Offense of a teacher who committed violence to his students by hitting or slapping was blamed or could not be justified. Based on Article 80 paragraph (1) of Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection in conjunction with Law Number 35 of 2014 concerning amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection, it was concluded that there was no reason to justify the teacher's actions in committing violence to students, even if it was for reasons of enforcing discipline at school. This is because acts of violence committed by teachers to students can impact students' psychological development

    The Role of Farmer Groups in Increasing Shallot Production in Simamora Village, Baktiraja District, Humbang Hasundutan Regency

    No full text
    80 HalamanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kelompok tani dalam meningkatkan produksi bawang merah di Desa Simamora Kecamatan Baktiraja dan mengetahui apa saja hambatan yang dihadapi kelompok tani terhadap peningkatan produksi bawang merah di Desa Simamora Kecamatan Baktiraja. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2022 s/d Februari 2022 di Desa Simamora Kecamatan Baktiraja. Jumlah petani yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling) sebagai responden sebanyak 40 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara dengan responden menggunakan daftar pertanyaan serta data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan menggunakan sistem skoring yaitu memberikan skor pada setiap item pertanyaan yang digunakan untuk melihat peranan kelompok tani.Berdasarkan hasil uraian penelitian dan pembahasan yang dilakukan sehubungan dengan permasalahan penelitian, maka dapat disimpulkan peranan kelompok tani terhadap peningkatan produksi bawang merah di Desa Simamora Kecamatan Baktiraja dalam 1. Peranan kelompok tani terhadap peningkatan produksi bawang merah di Desa Simamora Kecamatan Baktiraja berpengaruh dengan hasil produksi bawang merah yang dimana peranan kelompok tani dari ke 4 indikator yang dimana sumber informasi dengan skor 316 dengan kategori tinggi. Peranan kelompok tani terhadap penyediaan fasilitas dan sarana di kategorikan sedang dengan skor 284. Sedangkan peranan kelompok perencanaan kegiatan di kategorikan sedang dengan skor 280. Peranan kelompok tani penggunana teknologi dengan skor 276 di kategorikan sedang. 2.Produksi usaha tani bawangom merah di kelompok tani di Desa Simamora Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan adalah produksi dengan rata –rata 4683,15 Kg/Ha. Permusim tanam Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan maka saran yang akan terkait dengan peranan kelompok tani terhadap peningkatan produksi bawang merah yaitu 1. Pemerintah Humbang Hasundutan Khususnya Di Desa Simamora lebih diperhatikan petani kecil, di tambahnya penyuluhan, fasilitas dan sarana produksi dan teknologi untuk membantu menyediakan modal dan mempermudah kelompok tani dalam meningkatkan hasil produksinya This study aims to determine the role of farmer groups in increasing shallot production in Simamora Village, Baktiraja District and to find out what are the obstacles faced by farmer groups in increasing shallot production in Simamora Village, Baktiraja District. The research was carried out from January 2022 to February 2022 in Simamora Village, Baktiraja District. The number of farmers who were taken by simple random sampling as respondents was 40 people. Data collection techniques through direct observation and interviews with respondents using a list of questions and secondary data. The data analysis used was descriptive analysis using a scoring system, namely giving a score to each question item used to see the role of farmer groups. in Simamora Village, Baktiraja District in 1. The role of farmer groups in increasing shallot production in Simamora Village, Baktiraja District, has an effect on shallot production, where the role of farmer groups from the 4 indicators is where the source of information with a score of 316 is in the high category. The role of farmer groups in providing facilities and equipment is categorized as moderate with a score of 284. Meanwhile, the role of the activity planning group is categorized as medium with a score of 280. The role of farmer groups using technology with a score of 276 is categorized as moderate. 2. Production of shallot farming in farmer groups in Simamora Village, Baktiraja District, Humbang Hasundutan Regency is a production with an average of 4683.15 Kg/Ha. Per planting season Based on the results of the research and conclusions, the suggestions related to the role of farmer groups in increasing shallot production are 1. The Humbang Hasundutan Government, especially in Simamora Village, pays more attention to small farmers, adding counseling, facilities and production facilities and technology to help provide capital and make it easier for farmer groups to increase their productio

    4,192

    full texts

    21,105

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Medan Area
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇