Medan Area University

Repository Universitas Medan Area
Not a member yet
    21105 research outputs found

    Analysis of Criminal Sanctions Against Children as Perpetrators of Crimes of Serious Abuse Which Result in Death (Decision Study Number 5/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Mdn)

    No full text
    80 HalamanPenyimpangan tingkah laku atau perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh anak disebabkan oleh berbagai faktor antara lain dampak negatif dari perkembangan pembangunan yang cepat, arus globalisasi di bidang komunikasi dari informasi, serta kemajuan ilmu pengetahuan. Menurut Pasal45 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, anak yang belum dewasa adalah apabila belum berumur 16 tahun. Adapun tujuan penelitian dan penulisan yang dilakukan penulis untuk mengetahui Penerapan sanksi pidana terhadap anak sebagai pelaku kejahatan penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian, untuk mengetahui kendala yang menjadi penghambat dalam penerapan sanksi pidana terhadap anak sebagai pelaku kejahatan penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian. Metode Penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Kepustakaan (Library Research) yaitu metode dengan melakukan penelitian terhadap berbagai sumber bacaan tertulis. Penelitian Lapangan (Field Research) penulis langsung melakukan studi pada Pengadilan Negeri Medan. Analisis Sanksi Pidana Terhadap Anak Sebagai Pelaku Kejahatan Penganiayaan Berat Yang Mengakibatkan Kematian dalam Putusan Pengadilan Negeri Medan No.5/Pid.sus- Anak/2022/PN.Mdn yakni menerapkan sanksi pidana penjara kepada anak oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan. Various factors cause deviant behavior or unlawful acts committed by children. It includes the negative impact of rapid development, the flow of globalization in information communication, the advances in science and technology, and the changes in parenting styles and lifestyles. Based on Article 45 of the Criminal Code, a child who has not reached the age of majority is a person who has not reached the age of 16. If a child is involved in a criminal case, the judge may order that the minor defendant be returned to his/her parents. The problemata in this study were the application of criminal sanctions against children as crimes perpetrators of serious abuse resulting in death; the obstacles in implementing criminal sanctions against children as crimes perpetrators of serious abuse resulting in death in the decision; the consideration of judges against children as crimes perpetrators of serious abuse resulting in death in the decision. The type of this research was normative juridical research. The data collection techniques used were library and field research. The nature of this research was qualitative. The results showed that children who committed crimes of abuse were caused by two factors, namely internal and external factors. Based on Law No. 23 of 2002 concerning Child Protection in conjunction with Law No. 35 of 2014 on Amendments to Law No. 23 of 2002 concerning Child Protection, it was concluded that children who committed crimes of serious abuse were subject to imprisonment for 3 (three) years and 6 (six) months

    Development Strategy Mangrove Tour In Kampoeng Nipah In Sei Nagalawan Village Perbaungan District Serdang Bedagai Regency

    No full text
    88 HalamanWisata Mangrove Kampoeng Nipah berada di Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai dikelola oleh Kelompok Konservasi Mangrove Muara Baimbai yang mempunyai Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan seluas ± 2 Ha pada Kawasan Hutan Lindung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Program Perhutanan Sosial. Saat ini perlu dilakukan peningkatan pengelolaan pada kawasan wisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mencari strategi pengembangan wisata agar menjadi lebih berkembang. Hasil identifikasi didapat 5 faktor kekuatan, 5 faktor kelemahan, 5 faktor peluang dan 5 faktor ancaman. Penelitian ini menggunakan Matriks IFAS dan EFAS, Analisa SWOT dan Matriks QSPM. Dari hasil analisis Diagram SWOT didapat strategi pengembangan berada di kuadran ketiga (Startegi Turn Around) yaitu memanfaatkan peluang dengan cara meminimalkan kelemahan. Hasil pencocokan strategi pada Matriks SWOT pada strategi WO didapat 3 strategi alternatif, yaitu : 1)Membentuk organisasi bisnis usaha pariwisata; 2)Meningkatkan pengelolaan keuangan serta bekerjasama dengan lembaga keuangan atau pemodal lainnya; 3) Mengoptimalkan kerjasama dengan pemerintah atau lembaga lainnya untuk peningkatan fasilitas dan SDM. Kemudian dari analisis Matriks QSPM didapat hasil yang menjadi strategi utama dalam pengembangan Wisata Mangrove Kampoeng Nipah adalah Strategi Alternatif ketiga, yaitu : “Mengoptimalkan kerjasama dengan pemerintah atau lembaga lainnya untuk peningkatan fasilitas dan SDM”. Kampoeng Nipah Mangrove Tourism is located in Sei Nagalawan Village, Perbaungan District, Serdang Bedagai Regency, managed by the Muara Baimbai Mangrove Conservation Group which has a Community Forest Utilization Business Permit covering an area of ± 2 Ha in a Protected Forest Area from the Minister of Environment and Forestry through the Social Forestry Program. Currently it is necessary to improve the management of the tourist area. The purpose of this research is to find a tourism development strategy so that it becomes more developed. Identification results obtained 5 factors of strength, 5 factors of weakness, 5 factors of opportunities and 5 factors of threats. This research uses IFAS and EFAS Matrix, SWOT Analysis and QSPM Matrix. From the results of the SWOT Diagram analysis, the development strategy is in the third quadrant (Turn Around Strategy), namely taking advantage of opportunities by minimizing weaknesses. The results of matching the strategy to the SWOT Matrix on the WO strategy obtained 3 alternative strategies, namely: 1) Forming a tourism business organization; 2) Improving financial management and cooperating with financial institutions or other investors; 3) Optimizing cooperation with the government or other institutions to improve facilities and human resources. Then from the analysis of the QSPM Matrix, the results obtained are the main strategy in developing Kampoeng Nipah Mangrove Tourism, namely the third alternative strategy, namely: "Optimizing cooperation with the government or other institutions to improve facilities and human resources"

    Stress Coping Strategies for Parents Who Have Down Syndrome Children

    No full text
    127 HalamanDown syndrome juga merupakan suatu abnormalitas pada kromosomnya yang akan terjadi pada bayi yang baru saja dilahirkan. Down syndrome disebabkan adanya suatu gangguan pada suatu kromosom ke-21. Manusia pada umumnya memiliki 23 pasang kromosom. Tetapi pada anak yang menyandang down syndrome kromosom mereka yang ke 21 tidak hanya dua pasang seperti manusia normal melainkan terdapat tiga pasang kromosom yang disebut dengan trisomy. Jadi dengan kata lain anak yang penyandang down syndrome bisa disebut gangguan genetik. Jumlah seluruh kromosom bisa mencapai 47 buah kromosom. Mengakibatkan terjadinya gangguan sistem metabolisme di seluruh dalam sel tubuh. Menurut Lazarus & Folkman (1984) coping adalah suatu tindakan merubah kognitif secara konstan dan merupakan suatu usaha tingkah laku untuk mengatasi tuntutan internal atau eksternal yang dinilai membebani atau melebihi sumber daya yang dimiliki individu. Coping dipandang sebagai suatu usaha untuk menguasai situasi tertekan, tanpa memperhatikan akibat dari tekanan tersebut (dalam Taylor, 1991).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis strategi coping yang dilakukan oleh orang tua yang memiliki anak down syndrome. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pedoman wawancara dan observasi. Hasil menunjukkan adanya stresor internal dan eksternal. Jenis strategi coping yang telah digunakan dalam penelitian ini ialah problem focused coping dan emotional focused coping. Down syndrome is also an abnormality in the chromosomes that will occur in newborn babies. Down syndrome is caused by a disorder on the 21st chromosome. Humans generally have 23 pairs of chromosomes. But in children with Down syndrome, their 21st chromosome is not only two pairs like normal humans, but there are three pairs of chromosomes, which is called trisomy. So in other words, children with Down syndrome can be called genetic disorders. The total number of chromosomes can reach 47 pieces of chromosomes. Resulting in disruption of the metabolic system throughout the body's cells. According to Lazarus & Folkman (1984) coping is an act of constant cognitive change and is a behavioral attempt to overcome internal or external demands that are considered to burden or exceed the resources of the individual. Coping is seen as an attempt to master stressful situations, without regard to the consequences of these pressures (in Taylor, 1991). The purpose of this study was to determine the types of coping strategies used by parents who have children with Down syndrome. The method used is qualitative by using interview and observation guidelines. The results show the presence of internal and external stressors. The types of coping strategies that have been used in this research are problem focused coping and emotional focused coping

    Drainage System Planning Analysis on the Jl. Drainage Development Project. Soekarno-Hatta West Nias

    No full text
    62 HalamanSeiring berkembangnya infrastruktur dan juga pembangunan daerah Kabupaten Nias Barat, tepatnya di Desa Onolimbu Kecamatan Lahomi, yang juga terjadinya pertambahan jumlah penduduk sehingga menyebabkan bertambahnya kegiatan pembangunan yang dilakukan pemerintahan Kabupaten Nias Barat. Saat ini salah satu permasalahan yang dihadapi daerah ini yaitu terjadinya genangan air berlebih pada saat hujan. Hal ini disebabkan dampak tata guna lahan serta saluran drainase masih belum optimal mengalirkan air hujan yang ada. Saluran yang digunakan masih saluran alamiah yakni berupa galian tanah dan masih belum dinilai cukup bisa membantu aliran air hujan secara optimal sehingga masih terjadinya genangan berlebih atau banjir pada daerah tersebut.Tinjauan analisis drainase jalan Soekarno-Hatta, Nias Barat, yang penulis bahas dalam tugas akhir ini adalah untuk meninjau hasil perencanaan yang telah ada terutama besar limpasan yang terjadi jalan Soekarno-Hatta, Nias Barat yang akan menggenangi drainase pemukiman, bentuk dan dimensi panampang drainase pada jalan Soekarno-Hatta serta mendapatkan keseragaman dalam cara merencanakan drainase permukaan jalan yang sesuai dengan persyaratan teknis,karna daerah yang dengan intensitas hujan yang tinggi drainase sangat penting direncanakan dengan baik karena tidak saja sebagai penyalur air tetapi juga sebagai bagian konstruksi jalan itu sendiri. Berdasarkan dari hasil analisa yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa luas yang didapat adalah debit rencana =0,95 m3/det, kecepatan aliran = 1.50m/det, luas penampang basah 1,054 m2, tinggi drainase = 1.666 m, luas penampang basah = 0,0100 m2, tinggi jagaan = 0.636m, lebar drainase = 1,03 m. Along with the development of infrastructure and regional development in West Nias Regency, to be precise in Onolimbu Village, Lahomi District, there has also been an increase in population, which has led to an increase in development activities carried out by the West Nias Regency government. Currently, one of the problems facing this area is the occurrence of excess waterlogging when it rains. This is due to the impact of land use and drainage channels that are still not optimal for draining existing rainwater. The channels used are still natural channels, namely in the form of earth excavations, and are still not considered sufficient to be able to help the flow of rainwater optimally so that excess inundation or flooding still occurs in the area. The review of drainage analysis on the Soekarno-Hatta road, West Nias, which the author discusses in this final project is to review the existing planning results, especially the amount of runoff that occurs on the Soekarno-Hatta road, West Nias, which will inundate residential drainage, the shape and dimensions of the cross-section of the drainage on the Soekarno-Hatta road, and obtain uniformity in how to plan road surface drainage in accordance with technical requirements because the area with With high rainfall intensity, it is very important that drainage is planned properly because it does not only act as a channel for water but also as part of the road construction itself. Based on the analysis results, it can be concluded that the area obtained is the design discharge = 0.95 m3/s, flow velocity = 1.50 m/s, wet cross-sectional area = 1.054 m2, drainage height = 1.666 m, wet cross-sectional area = 0.0100 m2, guard height = 0.636 m, and drainage width = 1.03 m

    Analysis of the Effect of Temperature on Plastic Materials on Impact Strength

    No full text
    52 HalamanPengujian ini sangat penting dalam menentukan ketahanan terhadap suatu material dengan perpatahan, berdasarkan energi yang diberikan oleh tumbukan atau pembebanan secara tiba-tiba pada suatu material, setelah melakukan kajian-kajian singkat kemudian peneliti berencana untuk menganalisis dan menguji impak pada material plastik Teflon, McBlue, PU yang nantinya akan digunakan untuk meningkatkan kualitas suatu produk. membuat benda kerja (spesimen) yang sesuai dengan standar ASTM 264 yang terdiri dari bahan plastik (Teflon, McBlue, PU), menguji benda kerja terhadap 3 suhu yang berbeda (27°C, 50°C, 100°C) dengan menggunakan mesin impak charpy dan menganalisis hasil pengujian dengan membandingkan kekuatan impak pada masing–masing bahan plastik. Data–data pengujian ini dilakukan secara eksperimental dan analisis secara kualitatif. Hasil pengujian impak charpy benda kerja berdasarkan ASTM 264 dengan ukuran 10 mm x 10 mm x 55 mm (l x t x p) dan posisi takik berada di tengah, kedalaman takik 2 mm dari permukaan benda kerja dan sudut takik 45°. Hasil pengujian impak charpy dengan benda kerja Teflon dengan suhu 27°C dan 50°C mengalami patah dan 100°C benda kerja tidak mengalami patah. Benda kerja McBlue dengan suhu 27°C mengalami patah dan 50°C dan 100°C benda kerja tidak mengalami patah. Benda kerja PU dengan 3 suhu yang berbeda bena kerja tidak mengalami patah karena karakteristik benda kerja PU elastis. Dari penelitian yang telah dilakukan perbedaan suhu berpengaruh pada setiap benda kerja terhadap pengujian mesin impak charpy. This test is very important in determining the resistance of a material to fracture, based on the energy provided by a sudden impact or loading on a material, after conducting short studies the researchers plan to analyze and test the impact on the plastic material Teflon, McBlue, PU which will be used to improve the quality of a product. make workpieces (specimens) in accordance with ASTM 264 standards consisting of plastic materials (Teflon, McBlue, PU), test workpieces at 3 different temperatures (27°C, 50°C, 100°C) using a charpy impact machine and analyze the test results with compare the impact strength of each plastic material. These test data were carried out experimentally and qualitatively analyzed. The results of the workpiece charpy impact test based on ASTM 264 with a size of 10 mm x 10 mm x 55 mm (l x t x p) and the notch position is in the middle, the notch depth is 2 mm from the workpiece surface and the notch angle is 45°. The results of the charpy impact test with Teflon workpiece with a temperature of 27°C and 50°C broken and 100°C the workpiece is not broken. McBlue workpieces with a temperature of 27°C fracture and at 50°C and 100°C the workpieces do not fracture. PU workpieces with 3 different temperatures do not experience fractures due to the elastic characteristics of PU workpieces. From theresearch that has been done, temperature differences affect each workpiece against charpy impact engine testing

    The Correlation between Culture Shock and Adjustment to Members of the Police at the South Nias Police

    No full text
    88 HalamanPenelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara culture shock dengan penyesuaian diri pada anggota Polri di Polres Nias Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota Polri bukan suku Nias di Polres Nias Selatan, yang berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan model skala Likert dengan dua skala, yaitu skala culture shock dan skala penyesuaian diri. Hasil penelitian dengan menggunakan teknik korelasi pearson product moment (rxy) diketahui sebesar -0,345 dengan p = 0,003 mean empirik (70,57) dan selisihnya melebihi bilangan satu SD (6,133), penyesuaian diri anggota Polri tergolong tinggi dengan mean hipotetik (92,5) > mean empirik (126,70) dan selisihnya melebihi bilangan satu SD (8,176). Kemudian diketahui bahwa kontribusi culture shock terhadap penyesuaian diri sebesar 15,2% sedangkan dipengaruhi oleh 84,8% faktor lainnya yang mempengaruhi penyesuaian diri yang tidak terungkap dalam penelitian ini yaitu kondisi fisik, kepribadian, edukasi/pendidikan, agama dan budaya. This research was conducted to see the correlation between culture shock and adjustment in members of the Police at the South Nias Police. The sample in this study were members of the National Police who were not ethnic Nias at the South Nias Police, which totaled 70 people. The sampling technique used is purposive sampling technique. Data collection was carried out using a Likert scale model with two scales, namely the culture shock scale and the adjustment scale. The results of the study using the Pearson product moment (rxy) correlation technique are known to be -0.345 with p = 0.003 empirical mean (70.57) and the difference exceeds the number one elementary school (6.133), adjustment to Polri members is classified as high with a hypothetical mean (92 .5) > empirical mean (126.70) and the difference exceeds one SD (8.176). Then it was found that the contribution of culture shock to adjustment was 15.2% while it was influenced by 84.8% of other factors that influence adjustment that are not revealed in this study are physical condition, personality, education/education, religion and culture

    Effectiveness of the Performance of the Simalungun Regency Regional Revenue Agency in Efforts to Increase Ground Water Tax (PAT) Revenue

    No full text
    95 HalamanUpaya kinerja badan pendapatan daerah kabupaten simalungun dalam meningkatkan penerimaan pajak air tanah yaitu dengan cara melakukan sosialisasi, penyesuaian diri untuk mencapai tujuan kerjanya namun dalam upaya tersebut belum mendapatkan hasil yang efektif. Penelitian ini menggunakan teori dari Richard M. Steers dengan 3 ukuran yaitu pencapain tujuan, integrasi dan adaptasi dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari ketiga pengukuraan efektivitas yaitu pencapaian tujuan belum efektif terlihat dari target maupun realiasi yang mengalami ketidakseimbangan dan untuk ukuran efektivitas integrasi dan adaptasi sudah berjalan hanya saja belum terlaksana sepenuhnya karena masih terdapat hambatan baik dari petugas pajaknya dan wajib pajaknya. Hambatan pemungutan pajak air tanah disebabkan wajib pajak masih memiliki pemikiran salah tentang pajak maupun sistem pajak yang sulit untuk dipahami, kurang sadar akan tanggungjawabnya dan tidak melaporkan usahanya seperti usaha baru didirikan, pindah, berhenti yang mengakibatkan pendataan ulang tidak ter update dan menghambat perhitungan pajak air tanah pada setiap tahunnya. Simalungun Regency Bapenda's performance efforts in increasing groundwater tax revenues, namely by way of socialization, self-adjustment to achieve its work goals but these efforts have not yet obtained effective results. Research theory from Richard M. Steers with 3 measures, namely goal attainment, integration and adaptation with qualitative descriptive research methods. The results of the third study measure effectiveness, namely the attainment of goals has not been effective and measures of integration and adaptation have been running but have not been fully implemented because there are still obstacles. Barriers to groundwater tax collection are caused by passive resistance and active resistance

    Structural Analysis of the Columbia Hospital Building Jl. Lieutenant Sujono Medan

    No full text
    65 HalamanKolom dan balok menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung berdirinya bangunan bertingkat yang kuat dan kokoh, dengan adanya pemasangan kolom dan balok yang sesuai dan perhitungan struktur kolom dan balok berdasarkan SNI - 2847:2019 serta analisis struktur yang dilakukan menggunakan program aplikasi SAP 2000 sehingga dapat diteliti sekaligus di pahami untuk pengujian sebelum dilakukan pembangunan untuk tahap selanjutnya. Sehingga dalam penelitian bertujuan untuk menganalisis gaya aksial, gaya geser dan momen menggunakan Program SAP 2000 dan perhitungan struktur kolom dan balok berdasarkan SNI 2847–2019 hasil dari perhitungan struktur dengan metode SNI-2847-2019 diperoleh desain tulangan balok dengan A’s = 9D25 mm dan As = 5D25 mm dan pada kolom diperoleh desain tulangan 48D25 mm. Dengan hasil yang diperoleh dari analisis, maka diperoleh perbedaan pada perhitungan struktur balok dengan berdasarkan SNI 2019 dan struktur kolom dengan grafik Mn dan Pn dengan bantuan program sap 2000. Columns and beams are very important to support the establishment of high-rise buildings that are strong and sturdy, with the installation of appropriate columns and beams and calculation of column and beam structures based on SNI - 2847:2019 as well as structural analysis carried out using the SAP 2000 Application program so that it can researched as well as understood for testing before development for the next stage. So in this study the aim is to analyze the axial force, shear force and moment using the SAP 2000 program and the calculation of the column and beam structure based on SNI 2847 – 2019 and a comparison of the calculation analysis on the project based on SNI 2847 - 2013. Based on the results of the structural calculations using the SNI-2013 method. 2847 2019 obtained the reinforcement design with A’s = 9D25 mm and As = 5D25 mm and on the column the reinforcement design was obtained 48D22 mm. With the results obtained from the two analyzes, there is no difference in the calculation of the column and beam structure based on SNI 2019 end the calculation of the SAP 2000 progra

    Pcnerjcmab Application Design in Indonesian Nias Language Uses the Levensthein Distance Algorithm Android based

    No full text
    49 HalamanAplikasi penerjemah merupakan salah satu aJat yang pealing dalam memfa!>ilila!>i komunika~i lin~ bahcu;a. Dalam komeh ini, 1erdapm kebutuhan akan pengembangan aplikasi penerjemah yang dapat meoerjemahkan antara bahasa Indonesia dan bahasa Nias. Tujuan dari penclitian ini adaJah untuk merancang dan membangun aplikasi penerjemah berbasis Android yang dapat menerjemahkan tcks dari babasa Indonesia ke bahasa Nias dan sebaliknya. Pada penelitian ini, d.igunakan algoritma Leve11slrtein Distance sebagai mctode untuk melakukan proses penerjemahan. Algoritma ini memanfaalkan perhitungan jarak antara dua string untuk mengidcntifikasi kcmiripan dan perbedaan antara kata-kata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Nias. Dengan demikian, aJgoritma Levenshtein Distance dapat diguaakan untuk meogbasilkan basil terjemahan yang akurat dan relevan. Raocangan dan pernbangunan aplikasi pcnerjcrnah jni dilakukan dengan menggw1akan platform Android sebagai basis pengembangan. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan antannuka peogguna yang intuitif dan mudah digunakan, sebingga mcmungkinkan pengguna untuk dengan cepat dan efisicn menerjernahkan teks dalam bahasa Indonesia dan bahasa Nias. Selama proses pengembangan, dilakukan pengujian terhadap aplikasi penerjemah untuk memastikan kuaLitas dan kinerja yang baik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi penerjemab ini mampu menghasilkan terjemahan yang akurat dan sesuai dengan konteks bahasa Indonesia dan bahasa Nias. Translator applications play a vital role in facilitating cross-language communication. In this context, there is a need for the development of a translator application that can translate between Indonesian and Nias languages. Tire objective of this research is to design and develop an Android-based translator application thal can translate text from Indonesian to Nias language and vice versa.In this stlldy, the Leve11shtein Distance algorithm is employed as the method for the translation process. This algorithm utilizes the calculation of the distance between two strings to identify similarities and differences between words in Indonesian and Nias languages. Therefore, the Levenshtein Distance algorithm can be used to generate accurate and relevant translation results. The design and development of the translator application are carried out using the Android platform as the development base. The application is designed to provide an intuitive and userji- iendly interface, enabling users to quickly and efficiently translate text in Indonesian and Nias languages. Throughout the development process, the translator application is Jested to ensure good quality and pe1formance. The test results demonstrate that the translator application is capable of producing accurate translations that are contextually appropriate in Indonesian and Nias language

    Design and Build Automatic Control Systems Useful IoT-Based Hydroponic Chili Plants Preventing Crop Failure Due to Pests

    No full text
    50 HalamanSaat ini, pertanian hidroponik semakin populer dan terkenal karena menjadi salah sebuah alternative cocok untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas dari tanaman dengan menggunakan teknologi canggih. Smart Plant Protection merupakan suatu teknologi berbasis IoT yang dapat membantu petani dalam melakukan perawatan serta monitoring tanamannya secara digital. Alat ini juga dapat mempermudah petani melakukan penyemprotan pestisida secara digital atau hanya menggunakan handphone saja meskipun petani berada dari jarak yang jauh dari kebun. Teknologi yang dibuat ini telah dilengkapi dengan sensor ESP32- Cam yang berfungsi sebagai sensor kamera untuk memonitoring kondisi tanaman cabai secara realtime. Di dalam peprancangan smart Plant Protection ini alat yang diperlukan mencakup ESP8266 sebagai mikrokontrollernya dan beberapa aktuator yang digunakan untuk memonitoring kondisi tanaman serta relay yang digunakan sebagai saklar menghidupkan dan mematikan sensor berdasarkan perintah yang dijalankan. Dengan terinisiasi seluruh sensor dan mikrokontroller maka dapat dilakukan perawatan dan pengontrolan secara digital yang dapat dilakukan oleh mitra yang di mana saja dan dilakukan kapan saja tanpa adanya keterhalangan waktu dan juga tempat. Nowadays, hydroponic farming is increasingly popular and recognized as a suitable alternative to increase crop productivity and quality by using advanced technology. Smart Plant Protection is an IoT-based technology that can help farmers in caring for and monitoring plants digitally. This tool can also facilitate farmers in spraying pesticides digitally or simply by using a cellphone even though farmers are far from the garden. This technology made has been equipped with an ESP32-Cam sensor which functions as a camera sensor to monitor the condition of chili plants in realtime. In this smart Plant Protection design, the tools needed include ESP8266 as a microcontroller and several actuators used to monitor plant conditions and relays that are used as on and off sensor switches based on the commands executed. With the initiation of all sensors and microcontrollers, maintenance and control can be done digitally which can be done by partners anywhere and anytime without time and place restrictions

    4,192

    full texts

    21,105

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Medan Area
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇