Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    The Use Of Cefr Levels And Noun Types To Introduce English Vocabulary In An Activity Puzzle Entitled “My Body Parts”

    Get PDF
    Puzzle media is an interesting way to teach children English. Puzzle media also helps children remember things better. This report looks at the level of vocabulary based on CEFR and the types of nouns used in an activity puzzle. This report uses two tools to collect data: puzzles and observation. To find out the level and type of noun the author uses the Cambridge website for the references in his research method. The purpose of this research is to find out the level of vocabulary used in each word in the puzzle, so the author can find out the target users who are appropriate for the puzzle she made. The target users are chosen based on the level of words used in the puzzle. There are two results in this report. First, there are several levels used in this puzzle from the A1 level to the C2 level. Second, two types of nouns are most often found in this puzzle which are common nouns and concrete nouns. After completing this research, the author concludes that choosing the right word level for the target users is very important in creating effective learning media, especially for EFL students

    Analisis Risiko Ledakan Dan Kebakaran Pada Tangki Penyimpanan Propylene Menggunakan Metode Dow’s Fire And Explosion Index Di Pt. X Jawa Timur

    No full text
    PT. X merupakan sebuah industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan turunan alkohol. Salah satu bahan baku yang digunakan dalam proses pengolahan produk adalah propylene. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan langkah-langkah pengendalian potensi bahaya ledakan dan kebakaran pada industri. Pemilihan objek pada penelitian ini terletak pada tangki penyimpanan propylene D-711 dengan kapasitas 3.050.000 liter, diameter 18 meter serta tinggi 20 meter. Objek tersebut dipilih berdasarkan sifat yang terdapat pada material propylene yaitu memiliki flashpoint -108˚C dan termasuk kedalam kategori flammable liquid. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif semi kuantitatif dengan hasil penelitian berupa penilaian risiko Dow’s Fire and Explosion Index. Langkah-langkah penelitian dimulai dengan mengumpulkan data dari sumber identitas tangki, Material Safety Data Sheet, layout, observasi dan wawancara bersama pihak manajemen. Kemudian, peneliti melakukan analisis dan perhitungan menggunakan metode Dow’s Fire and Explosion Index. Hasil penelitian yang didapatkan berupa besar potensi bahaya sebesar 179,5 sehingga termasuk kedalam risiko severe (paling berat), radius pajanan ledakan adalah sejauh 55 meter, luas area pajanan yang dimiliki sejauh 9.498 m2, nilai ganti rugi daerah terpajan ledakan dan kebakaran adalah sebesar Rp 1.474.328.500, nilai faktor kerusakan dari aset perusahaan sebesar 83%, besar kerugian dasar maksimum sebesar Rp 1.223.692.655, nilai kerugian kontrol yang diperoleh adalah 0,54, besar kerugian finansial sebesar Rp 660.794.033, jumlah maksimum hari kerja yang hilang sebanyak 5 hari kerja dan nilai kerugian akibat terhentinya bisnis selama 5 hari adalah Rp 7.078.532.340. Guna mengurangi risiko yang telah teridentifikasi, saran yang dapat diberikan adalah mengoptimalkan proteksi kebakaran berupa pemasangan blast walls antar tangki, pemasangan flame detector serta gun monitor sebagai proteksi tambahan, pemberian edukasi dan peningkatan corporate social responsibility kepada masyarakat. Pada penelitian selanjutnya, perusahaan dapat melibatkan para ahli dan juru taksir di bidang keuangan guna memastikan estimasi kerugian yang lebih akurat. Melalui saran yang diberikan maka dapat meminimalisir kerugian yang dihasilkan

    Penyelesaian SP2DK Terkait Selisih Nilai Peredaran Usaha Antara SPT Tahunan Badan Dengan SPT Masa PPN Pada PT X

    Get PDF
    PT X merupakan induk perusahaan yang mengatur, mengendalikan, dan mengawasi 27 anak perusahaan yang bertempat di Surabaya, Jawa Timur. Anak perusahaan PT X bergerak pada bidang pupuk, properti, Perkebunan, aneka usaha, dan TIC (Testing, Inspection, & Certification). Pada Laporan ini, penulis membahas tentang penyelesaian selisih dari Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) Pada PT X atas SPT Tahunan Badan dan SPT Masa PPN Tahun Pajak 2018 dengan mengumpulkan data pada PT X. Pihak pemeriksa mendapatkan perbedaan selisih nilai omzet yang terlapor pada Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Tahunan Badan senilai Rp10.060.533.300 lebih kecil dari pelaporan SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang senilai Rp10.212.068.049 sehingga mengakibatkan selisih sebesar Rp151.534.749. Selisih tersebut terjadi karena pendapatan sewa bukan termasuk klasifikasi usaha utama dari PT X, sehingga termasuk dalam pendapatan lain-lain. Dari hasil penyelesaian Tugas Akhir PT X harus menjelaskan dan mengirim surat tanggapan atas terjadinya selisih pada SPT Tahunan Badan dengan SPT Masa PPN tersebut

    Proyek Perencanaan Konten (Content Planning) Instagram Elux Space

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang bergerak dengan cepat, mendorong terjadinya era serba digital. Banyak kegiatan yang bergantung dengan pemanfaatan teknologi dan internet, salah satunya yakni penggunaanan media sosial sebagai media pemasaran. Salah satu media sosial yang banyak digunakan dalam kegiatan pemasaran adalah Instagram. Elux Space sebagai agensi yang menyediakan jasa bidang pengembangan produk teknologi, kurang memanfaatkan penggunaan instagram dalam peningkatan brand awareness perusahaan, sehingga mendorong penulis untuk menyusun content planning guna mengembangkan konten yang lebih menarik, sehingga dapat meningkatkan performa dalam mendapatkan klien. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dalam proyek Elux Space, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan penulis, konten pillar yang digunakan yaitu promosi, berbentuk animasi dengan menekankan pada desain berjenis produk perangkat lunak. Hasil analisis yang didapatkan yaitu calon klien lebih menyukai konten dengan jenis animasi hasil desain. Proyek pembuatan perencanaan konten instagram Elux Space ini berhasil meningkatkan pengikut baru sebanyak 153,8% dibanding satu bulan sebelumnya dan kunjungan profil 51,7% dibanding satu bulan sebelumnya. Berdasarkan hasil pembuatan proyek, penulis berhasil meningkatkan brand awareness perusahaan Elux Space dan media sosial instagram dianggap efektif dalam pemanfaatan media promosi

    Teknik Pemeriksaan Ektoparasit Pada Komoditas Lobster Air Laut di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Bali

    Get PDF
    Lobster pasir (Panulirus homarus) merupakan komoditas yang hidup di perairan laut dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Hal ini yang menyebabkan lobster sebagai komoditas ekspor bernilai ekonomis tinggi. Lobster mampu dibudidayakan dari teknik tangkapan alam atau melakukan budidaya pembesaran untuk mendapatkan benih. Permasalahan utama yaitu serangan ektoparasit. Akibat munculnya ektoparasit dapat menyebabkan kerugian mortalitas yang tinggi dan rendahnya harga jual. Tujuan dari Praktik Kerja Lapang ini adalah untuk mengetahui teknik pemeriksaan, prevalensi, dan intensitas ektoparasit pada lobster air laut di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Bali dilakukan dengan metode deskriptif. Teknik pemeriksaan ektoparasit dengan metode mikroskopis diawali dengan pengambilan sampel, mengukur panjang dan berat, melakukan pemeriksaan dan pengamatan seluruh bagian tubuhnya, dan dilakukan scraping bagian mukus dan karapasnya. Organ yang diperiksa yaitu karapas, kaki jalan, kaki renang, antena, insang, dan kulit. Pemeriksaan parasit dilakukan pengamatan di bawah mikroskop. Hasil yang diperoleh selama kegiatan PKL yaitu ditemukan parasit Octolasmis sp. yang memiliki nilai prevalensi 0,8% tergolong Very Rarely dan intensitas 28,75 (ind/ekor) sedangkan Vorticella sp. memiliki nilai prevalensi 0% tergolong Almost never dan intensitas 5 (ind/ekor)

    Deteksi Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dengan iMetode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Laboratorium Karantina Ikan

    Get PDF
    Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) merupakan parasit mikrosporodia penyebab penyakit Hepatopancreatic Microsporidiosis (HPM) pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Infeksi oleh EHP mengakibatkan penurunan nafsu makan, peningkatan rasio konversi pakan, keterlambatan pertumbuhan, peningkatan variabilitas ukuran, hingga kematian udang mencapai 10-20%. EHP termasuk dalam Hama dan Penyakit Ikan (HPIK) golongan I. Infeksi oleh EHP mengancam industri budidaya udang karena menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan. Pemeriksaan EHP pada udang vaname diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di Laboratorium Karantina Ikan Juanda, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur pada tanggal 24 Juni sampai 29 Agustus 2024. Tujuan dari Praktik Kerja Lapang (PKL) ini yakni untuk mempelajari teknik deteksi EHP dan menganalisis kendala yang terjadi ketika proses pemeriksaan EHP di Laboratorium Karantina Ikan Juanda BKHIT Jawa Timur. Metode kerja yang digunakan dalam Praktik Kerja Lapang (PKL) ini yaitu metode deskriptif dengan pengambilan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, partisipasi aktif, dan studi pustaka. Deteksi EHP di Laboratorium Karantina Ikan Juanda BKHIT Jawa Timur menggunakan metode PCR konvensional single-step yang terdiri dari tahap ekstraksi DNA, amplifikasi, elektroforesis dan visualisasi hasil. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama 60 hari ditemukan 4 sampel udang vaname positif terinfeksi EHP dari 52 sampel yang diperiksa. Hambatan yang dijumpai ketika pemeriksaan EHP yakni terdapatnya smear dan adanya band DNA penggangg

    MENGGAGAS REFORMASI PENDIDIKAN DI INDONESIA: TINJAUAN KRITIS SOSIOLOGI PENDIDIKAN

    Get PDF
    Pokok-pokok pemikiran tentang gagasan reformasi pendidikan dari tinjauan kritis sosiologi pendidikan sekaligus sebagai rekomendasi bagi para pengambil kebijakan di bidang pendidikan. Pertama, reformasi pendidikan harus kembali kepada tujuan dasar atau landasan perjuangannya, yaitu menegakkan nilainilai pancasila dalam filosofi pendidikannya. Filosofi pendidikan tersebut sejatinya sudah dibangun sedemikian rupa oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, sehingga semua elemen masyarakat, termasuk para elit politik dan penyusun kebijakan di bidang pendidikan, harus memperkuat fondasi dan mengembangkannya sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Godaan-godaan untuk berpaling dari filosofi pendidikan khas Indonesia, seringkali mengacaukan arah dan panduan pendidikan, termasuk dalam pembaruan kurikulum Kedua, undang-undang pendidikan sebagai payung dari berbagai kebijakan pendidikan seharusnya juga dirancang dan dibangun sedemikian rupa sesuai filosofi pendidikan Indonesia yang memiliki jangka waktu (lifetime) panjang, sebagai sebuah blue print pendidikan Indonesia yang handal dan dapat digunakan selama beberapa periode pemerintahan. Tidak sekadar ganti presiden, ganti menteri dan kemudian ganti kebijakan yang terlepas satu sama lain. Di Cina, blue print pendidikannya bisa digunakan untuk seratus tahun. Ketiga, reformasi pendidikan juga harus memperjuangkan nasib masyarakat Indonesia yang tidak beruntung, masyarakat yang mengalami kemiskinan struktural dan kultural, masyarakat minoritas dan berkebutuhan khusus. Termasuk juga memperjuangkan wilayah-wilayah yang tertinggal di mana akses pendidikan serta sarana-prasarana pendidikan, termasuk akses jalan menuju ke sekolah, sangat sulit untuk didapat. Dengan memberikan perhatian yang lebih besar kepada kelompokkelompok masyarakat tersebut, maka persoalan kesenjangan dan ketidakadilan sosial dapat sedikit demi sedikit dikurangi. Keempat, reformasi pendidikan juga harus menyentuh kepentingan terbaik bagi siswa dan para guru sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan. Interaksi antar aktor di sekolah, baik dalam proses pembelajaran, maupun dalam aktivitas sosial lain yang melibatkan orang tua dan masyarakat, dapat dikembangkan sedemikian rupa dengan menguatkan sisi-sisi humanis dan penghargaan terhadap kemanusian yang adil dan beradab. Berbagai persoalan pendidikan yang berkaitan dengan kekerasan di sekolah, menjadi alarm yang mengkhawatirkan tentang hilangnya rasa kemanusiaan dan keadaban di sekolah. Untuk itu, kebijakan pendidikan seharusnya memberi ruang bagi insan pendidikan untuk mengembangkan cipta, rasa, dan karsa yang lebih mengedapkan sisi-sisi kemanusiaan, tidak dengan mengontrolnya melalui berbagai beban administrasi dan aplikasi yang sangat mekanistis dan antihumanis

    PROSES PRODUKSI FROZEN FOOD BAKSO CUMI, BAKSO BANDENG, DAN SCALLOP IKAN DI PT INDO LAUTAN MAKMUR, SIDOARJO, JAWA TIMUR

    Get PDF
    Bakso ikan bandeng dan bakso cumi merupakan salah satu olahan pangan di bidang perikanan yang cukup digemari oleh masyarakat. Selain banyak digemari oleh masyarakat. proses pembuatan bakso ikan bandeng dan bakso cumi tergolong cukup mudah seperti pembuatan bakso pada umumnya. Sedangkan Scallop ikan merupakan salah satu bentuk diversifikasi olahan hasil perikanan dengan bahan baku surimi. Praktik kerja lapangan ini telah dilaksanakan di PT. Indo Lautan Makmur, Sidoarjo, Jawa Timur pada tanggal 24 Juni – 24 Agustus 2024. Metode yang digunakan pada praktik kerja lapangan ini adalah metode deskriptif berdasarkan hasil pengumpulan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, pastisipasi aktif, dan studi literatur. Proses pembuatan bakso ikan bandeng dan bakso cumi di PT. Indo Lautan Makmur meliputi penerimaan bahan baku, persiapan bahan baku, pencampuran adonan, pencetakan dan perebusan adonan, penyimpanan di cold storage dan pembekuan menggunakan IQF, pengemasan, peyimpanan, distribusi dan pengolahan limbah. Sedangkan proses pembuatan scallop di PT. Indo Lautan Makmur relatif sama dengan proses produksi bakso namun terdapat proses pemotongan scallop setelah dilakukannya perebusan

    Teknik Budidaya Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus >< Epinephelus lanceolatus) pada Kolam Beton di Instalasi Budidaya Laut (IBL) Boncong Tuban, Jawa Timur

    Get PDF
    "Kerapu cantang merupakan komoditas hasil hibridisasi antara ikan kerapu macan betina (Epinephelus fuscoguttatus) dan kerapu kertang jantan (Epinephelus lanceolatus). Ikan kerapu cantang memiliki peluang pasar yang baik di pasar domestik maupun internasional. Tujuan praktek kerja lapangan ini adalah mempelajari secara langsung tentang teknik budidaya ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus >< Epinephelus lanceolatus) di IBL Boncong serta mengetahui permasalahan dan cara mengatasi dalam proses budidaya ikan kerapu cantang. Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan di instalasi budidaya laut IBL boncong Tuban Jawa Timur pada tanggal 24 Juni 2024 - 24 Agustus 2024. Teknik penggelondongan meliputi persiapan kolam, pengisian air, seleksi benih, dan penyeragaman ukuran (grading). Pengamatan pertumbuhan mingguan menunjukkan hasil optimal dengan laju pertumbuhan spesifik (SGR) 6,4% per hari dan survival rate (SR) sebesar 91%. Teknik pembesaran ikan kerapu cantang melibatkan persiapan kolam, seleksi benih, penebaran, dan pengamatan pertumbuhan hingga pemanenan. Hasil pengamatan menunjukkan laju pertumbuhan spesifik yang stabil dan survival rate sebesar 65%, termasuk kategori sedang, dengan tantangan utama berupa kualitas air dan ketersediaan pakan. Teknik pemberian pakan harus disesuaikan dengan ukuran dan usia ikan untuk mencegah kekurangan atau kelebihan pakan. Selain itu, pengelolaan kualitas air, termasuk pengaturan suhu, pH, oksigen terlarut, dan salinitas, memastikan kondisi lingkungan yang mendukung kesehatan ikan.

    Manajemen Pembesaran Abalone (Haliotis Squamata) Pada Keramba Jaring Apung (Kja) Di Balai Perikanan Budidaya Laut (Bpbl) Lombok, Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat

    Get PDF
    "Manajemen Pembesaran Abalone (Haliotis squamata) di Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Keramba Jaring Apung melibatkan manajemen pakan, manajemen kualitas air, dan manajemen hama dan penyakit. Pembesaran abalone menggunakan media compartment gantung yang berisi 150 ekor dan 200 ekor yang diletakkan pada Keramba Jaring Apung (KJA). Manajemen pakan, meliputi perhitungan Feed Conversion Ratio (FCR) dan Specific Growth Rate (SGR). Monitoring pertumbuhan, meliputi Survival Rate (SR), pertumbuhan panjang mutlak dan pertumbuhan berat mutlak. Pemberian pakan abalon dilakukan sebanyak 2 hari sekali menggunakan jenis pakan Ulva sp. dan Sargassum sp dengan dosis pakan 250 gram pada compartment berisi 200 abalon dan dosis pakan 200 gram pada compartment berisi 150 abalon. SR abalon pada compartmen berisi 200 mencapai 72,3% dan compartmen berisi 150 mencapai 80,9%. FCR abalon pada compartmen berisi 200 mencapai 25,72 dan compartmen berisi 150 mencapai 35,38. SGR abalon pada compartmen berisi 200 mencapai 0,93% dan compartmen berisi 150 mencapai 0,64%. Pertumbuhan panjang mutlak abalon pada compartmen berisi 200 mencapai 0,016 cm/hari dan compartmen berisi 150 mencapai 0,011 cm/hari. Pertumbuhan berat mutlak abalon pada compartmen berisi 200 mencapai 0,089 gr/hari dan compartmen berisi 150 mencapai 0,56 gr/hari. Manajemen kualitas air dilakukan satu minggu sekali dengan parameter suhu, pH, salinitas, DO, nitrit, nitrat dan amonia. Hasil rata-rata pengukuran kualitas air selama ± 2 bulan, yaitu suhu 27,6?C, salinitas 33,3 ppt, pH 8.2, DO 6,1 mg/l, nitrit 0,007 mg/l, nitrat 0,02 mg/l, dan amonia 0,04 mg/l. Monitoring hama dan penyakit pada abalone dilakukan setiap 2 hari sekali dengan mengambil hama pada compartment gantung dan membersihkan compartment gantung yang ditumbuhi dengan teritip. Monitoring dengan pengambilan hama seperti bulu babi, sponge, teritip, kepiting, dan ikan predator. Pemanenan abalone dilakukan grading abalon untuk mengetahui ukuran yang sesuai dengan wadah pengemasan menggunakan waring dengan ukuran sesuai permintaan konsumen. Abalon ukuran konsumsi berkisar 4-5 cm dan ukuran benih berkisar 2-3 cm. Pada transportasi abalone diberikan oksigen dan es batu untuk menjaga suhu tetap stabil.

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇