82567 research outputs found
Sort by
Campaign Plan Dengan Key Opinion Leader Produk “Kisana Hair Removal” Oleh PT. Paragraf Labs Indonesia
Penelitian ini berjudul "Campaign Plan dengan Key Opinion Leader Produk 'Kisana Hair Removal' oleh PT. Paragraf Labs Indonesia" bertujuan untuk merancang strategi kampanye pemasaran yang efektif dengan memanfaatkan Key Opinion Leaders (KOL) guna meningkatkan kesadaran merek dengan menjangkau lebih banyak audiens. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara mendalam dengan manajemen PT. Paragraf Labs Indonesia dan Key Opinion Leaders (KOL), serta analisis insight media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi dengan KOL yang memiliki audiens yang relevan dan kredibel secara signifikan meningkatkan influencer pengunjung media sosial Kisana. KOL yang memiliki pengikut yang setia dan aktif mampu menciptakan kepercayaan dan daya tarik yang kuat terhadap produk, yang pada akhirnya meningkatkan engagement pada media sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pemasaran yang inovatif dan berbasis influencer dalam industri kecantikan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam memilih KOL, seperti kesesuaian audiens, kredibilitas, dan kemampuan KOL dalam menyampaikan pesan merek dengan autentik. Dengan demikian, PT. Paragraf Labs Indonesia dapat merancang kampanye yang lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan potensi KOL. Kesimpulannya, penggunaan KOL dalam kampanye pemasaran produk Kisana Hair Removal menjadi strategi yang yang tepat untuk meningkatkan influencer pengunjung sosial media, sehingga masyarakat luas bisa mengetahui adanya Brand Kisana Hair Removal
Hubungan Penggunaan Smartphone Dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja Di Smpn 28 Surabaya
Penggunaan smartphone yang berlebihan pada remaja dapat menyebabkan remaja kesulitan untuk tertidur dan dapat mengurangi waktu istirahat, sehingga menyebabkan remaja mengalami insomnia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan penggunaan smartphone dengan kejadian insomnia pada remaja di SMPN 28 Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi sampel pada penelitian ini sebanyak 210 responden dan teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 138 responden. Instrumen pada penelitian ini adalah kuesioner penggunaan smartphone dan kuesioner KSPBJ-IRS (kelompok studi psikiatri biologik jakarta – insomnia rating scale). Variabel independen pada penelitian ini yaitu penggunaan smartphone, sedangkan variabel dependen yaitu kejadian insomnia. Data dianalisa menggunakan uji Chi-square p < 0,05. Hasil penelitian p: 0.001 yang artinya ada hubungan antara penggunaan smartphone dengan kejadian insomnia. Diharapkan pihak sekolah membuat berbagai kebijakan dalam upaya meningkatkan kesadaran penggunaan smartphone yang bijak dan positif seperti anjuran waktu penggunaan smartphone yang tepat dan tidak melebihi batas serta penggunaan aplikasi smartphone yang dapat mendukung proses pembelajaran sebagai upaya pencegahan insomnia pada remaja dan diharapkan pada orang tua untuk melakukan pendekatan pada remaja agar dapat menggunakan smartphone mereka dengan bijak dan positif sebagai upaya pencegahan insomnia pada remaja
KULTIVASI MIKROALGA JENIS Spirulina platensis PADA PT. ALGA BIOTEKNOLOGI INDONESIA.
"Spirulina platensis merupakan mikroorganisme yang memiliki kandungan nutrisi lengkap, terutama kandungan protein yang tinggi menyebabkan mikroalga ini memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional. Tujuan pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL) ini yaitu mengetahui Teknik kultivasi mikroalga Spirulina platensis dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sistem budidaya Spirulina platensis di PT. Alga Bioteknologi Indonesia yang meliputi sub bab kegiatan persiapan budidaya, prosedur kultur, dan manajamen kualitas air.
Praktek Kerja Lapang (PKL) dilaksanankan pada tanggal 24 Juni 2024 sampai 22 Agustus 2024 di PT. Alga Bioteknologi Indonesia. Metode kerja yang dilakukan selama proses PKL ini yaitu dengan pengambilan data primer dan data sekunder. Data primer diambil dan diperoleh dari pengambilan data secara langsung melalui wawancara, pencatatan hasil observasi, dan partisipasi aktif, sedangkan data sekunder diperoleh dari kajian pustaka, literatur jurnal ilmiah, dan buku.
Teknik budidaya Spirulina platensis di PT. Alga Bioteknologi Indonesia memiliki tiga skala budidaya yang berbeda yaitu; budidaya skala laboratorium, skala semi-massal, dan massal. Kegiatan budidaya meliputi persiapan budidaya yaitu persiapan alat dan bahan serta sterilisasi. Kemudian prosedur kultur Spirulina platensis yaitu persiapan media kultur, pemilihan bibit, monitoring harian, dan pengamatan laju pertumbuhan dan bentuk sel . Pada manajemen kualitas air selama pemeliharaan meliputi pengukuran suhu, salinitas, pH, dan Intensitas cahaya
Proses monitoring dilakukan setiap pagi hari untuk mengetahui laju pertumbuhan dan bentuk sel serta manajemen kualitas air. Pemanenan dilakukan pada hari ke 8 atau 9 atau ketika OD (Optical density) > 0,6 yang diukur menggunakan spektrofotometer gelombang 720 nm dan pada hasil pemanenan pada skala semi massal didapatkan berat basah P1 sebesar 30,7 gram, P2 sebesar 38,6 gram, dan P3 sebesar 28,9 gram. Setelah proses panen Spirulina platensis dilakukan kultur lanjutan dengan memberikan nutrisi albitec untuk menunjang pertumbuhan Spirulina platensis.
TEKNIK PEMELIHARAAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) PADA KOLAM INTENSIF DI BALAI BESAR RISET BUDIDAYA LAUT DAN PENYULUHAN PERIKANAN (BBRBLPP) GONDOL, PROVINSI BALI.
"Udang vaname (Litopenaeus vannamei) memiliki nilai ekonomis tinggi dan
banyak diminati. Praktik Kerja Lapang (PKL) di Tambak Intensif, BBRBLPP
Gondol, Bali, bertujuan mempelajari teknik budidaya udang ini. Tambak memiliki
dua petak kolam, dengan padat tebar 205 ekor/m2. Persiapan kolam meliputi
pembersihan, pengapuran, dan persiapan air. Pakan yang digunakan bervariasi
sesuai umur udang, dengan nutrisi yang mencakup protein, lemak, serat, dan
mineral. Pemberian pakan menggunakan metode blind feeding dan demand feeding
untuk efisiensi. Kualitas air dipantau secara ketat, baik itu dari segi aspek fisika,
biologi dan kimia. Hal ini untuk memastikan parameter yang optimal untuk
pertumbuhan udang. Pengelolaan penyakit dan biosekuriti diterapkan, serta
pemanenan dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kualitas udang. Praktik ini
mendukung produksi udang berkualitas tinggi dan keberlanjutan budidaya.
TEKNIK BUDIDAYA IKAN NILA LARASATI (Oreochromis sp.) DI LOKASI KERJA JANTI, KLATEN, JAWA TENGAH
Ikan Nila Larasati merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi tinggi untuk dibudidayakan di Indonesia. Budidaya ikan ini telah dilakukan sejak tahun 1970-an dan saat ini terdapat berbagai varietas unggul, termasuk Nila Larasati yang dikenal karena daya adaptasinya yang baik, pertumbuhan cepat, dan efisiensi pakan. Tujuan dari Praktik Kerja Lapang ini adalah mengetahui teknik pembenihan ikan Nila Larasati, mengetahui teknik pendederan ikan Nila Larasati, mengetahui teknik pembesaran ikan Nila Larasati. Praktik Kerja Lapang ini dilakukan di Balai Benih Ikan Janti, Klaten, untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai teknik budidaya ikan Nila. Pelaksanaansanaan PKL berlangsung tanggal 24 Juni- 24 Agustus 2024. Praktik Kerja Lapang ini melibatkan pengamatan langsung di lokasi kerja, pengumpulan data mengenai teknik pembenihan, pendederan, dan pembesaran ikan Nila Larasati. Metode kerja yang digunakan adalah dengan menggunakan metode partisipasi aktif dan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam PKL ini adalah dengan mengumpulkan data baik primer maupun sekunder. Data primer diambil dan diperoleh dari pengambilan data secara langsung melalui wawancara, pencatatan hasil observasi, dan partisipasi aktif, sedangkan data sekunder diperoleh dari kajian pustaka, literatur jurnal ilmiah, dan buku. Hasil PKL menunjukkan bahwa kegiatan budidaya ikan nila larasati di Loka Janti, Klaten, Jawa Tengah meliputi kegiatan pembenihan, kegiatan pendederan, dan kegiatan pembesaran. Kegiatan pembenihan ikan nila larasati di Loka Janti meliputi persiapan kolam dengan menggunakan kolam beton berukuran 15 x 2 m2, seleksi induk, pemijahan dengan perbandingan jantan 1 dan 3 betina, hingga penetasan dengan menggunakan sistem pengetekan. Nilai fekunditas ikan nila larasati 3647 butir, fertilization rate 99,42%, hatching rate 99,80%, dan survival rate 99,72%. Kegiatan pendederan ikan nila larasati di Loka Janti meliputi persiapan kolam, penebaran larva dengan ukuran 0,8– 2 cm dan padat tebar 100– 150ekor/m2, pemeliharaan larva, dan manajemen pemberian pakan. Kegiatan pembesaran ikan nila larasati di Loka Janti meliputi persiapan kolam, manajemen pemberian pakan dengan menggunakan pakan HI ProVite 782 yang diberikan pada pukul 09.00 dan 16.00 WIB, manajemen kualitas air, pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, feed convertion ratio (FCR), spesific growth rate (SGR), dan survival rate(SR). Hambatan atau kendala yang ditemukan selama pelaksanaan PKL diantaranya minimnya sarana dan prasana laboratorium sehingga kurang optimal dalam pengambilan data, dan kurangnya penunjang pelaksanaan di lapangan karena masih menggunakan alat penunjang tradisional
PENERAPAN PENGAWASAN MUTU PRODUKSI PADA PEMBEKUAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI PT FKS MULTI AGRO Tbk., MUNCAR, BANYUWANGI, JAWA TIMUR
Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak digemari di Indonesia. Produksi ikan tongkol di Indonesia mencapai 593.901 ton pada tahun 2021, dengan PT. FKS Multi Agro Tbk., Muncar, Banyuwangi sebagai salah satu pabrik pengolahan yang menerapkan sistem pengawasan mutu yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP), dan Critical Control Point (CCP) dalam proses pembekuan ikan tongkol di PT. FKS Multi Agro Tbk., Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, melibatkan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta data sekunder dari studi pustaka. Pembekuan ikan dilakukan pada suhu rendah untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan mempertahankan kesegaran produk. Pengawasan mutu penting dalam proses produksi untuk memastikan produk akhir memenuhi standar yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GMP, SSOP, dan CCP yang efektif dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk ikan tongkol. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya sistem pengawasan mutu dalam industri perikanan dan kontribusinya terhadap keberlanjutan serta daya saing produk di pasar internasional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi industri perikanan dalam meningkatkan standar kualitas dan keamanan produk olahan
Analisis Produksi Kerupuk Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) di PT. Legong Bali Nusantara, Pasuruan, Jawa Timur
Ikan tenggiri (Scomberomorus sp.) merupakan bahan pangan yang mudah rusak sehingga perlu dioptimalkan pemanfaatannya, salah satunya sebagai bahan baku kerupuk ikan. Kerupuk ikan adalah camilan renyah dan gurih yang populer di Indonesia, juga sering dijadikan pelengkap makanan utama. Praktek Kerja Lapang (PKL) di PT Legong Bali Nusantara, Pasuruan, pada 24 Juni - 23 Agustus 2024, bertujuan mempelajari proses produksi, sanitasi, higiene, dan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dalam produksi kerupuk ikan tenggiri. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan partisipasi aktif. Proses produksi mencakup penerimaan bahan baku, pencucian, pemfilletan, penggilingan, pencampuran, pencetakan, pengukusan, pengepresan, pendinginan, pemotongan, pengeringan, sortasi, penimbangan, pengemasan, dan penyimpanan. Sanitasi dan higiene diterapkan secara ketat pada pekerja, bahan baku, ruang pengolahan, bangunan, peralatan, serta pengendalian hama. GMP juga diterapkan di setiap tahap untuk memastikan produk yang aman dan berkualitas
TEKNIK BUDIDAYA IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) HIBRIDISASI STRAIN NILASA DI UNIT KERJA BUDIDAYA AIR TAWAR CANGKRINGAN, BALAI (PTPB) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Salah satu komoditas ikan air tawar yang populer di Indonesia adalah ikan nila merah nilasa (Oreochromis niloticus). Ikan nila nilasa yang saat ini dibudidayakan di UKBAT BPTPB Cangkringan merupakan hasil perkawinan silang antara empat varietas strain dari berbagai negara dan di ekspor langsung ke Indonesia. Strain tersebut meliputi dari Thailand, Filipina, Singapura, dan NIFI (National Inland Fish Institute). Ikan nila nilasa ini memiliki keunggulan seperti pertumbuhan yang cepat, tingkat kelangsungan hidup yang tinggi, efisiensi dalam penggunaan pakan, toleransi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem, serta memiliki tingkat reproduksi yang tinggi Selama pelaksanaan Praktek Kerja Lapang dilakukan pengamatan pemeliharaan larva ikan nila merah nilasa pada bak fiber dengan padat tebar 300 ekor didapatkan hasil Survival Rate (SR) sebesar 96,3%, Growth Rate (GR) sebesar 0,0069 gram/hari, Specific Growth Rate (SGR) sebesar 12,99%/hari, Feed Convertion Ratio (FCR) sebesar 1,4, panjang mutlak sebesar 1,31 cm, bobot mutlak 41,59 gram, Fekunditas sebesar 2,036 butir, Fertilization Rate (FR) sebesar 96,7% dan Hatcing Rate sebesar 76,7%. Sedangkan pada pembesaran ikan nila merah nilasa pada kolam semi permanen dengan padat tebar 4753 didapatkan Survival Rate (SR) sebesar 93,98%, Growth Rate (GR) sebesar 1,38 gr/hari, Specific Growth Rate (SGR) sebesar 2,83 %/hari, Feed Conversion Ratio (FCR) sebesar 0,94, panjang mutlak sebesar 5,77 cm dan bobot mutlak 252,678 kg. Penyakit yang ditemukan dalam pemeriksaan ikan nila merah nilasa yaitu penyakit parasit dan bakteri. Parasit yang menyerang ikan nila merah nilasa diantaranya Trichodina sp., Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., Oodinium sp., Ichthyophthirius sp., Vorticella sp. Didapatkan bakteri Aeromonas sp. dengan menggunakan media GSP (Glutamat Starch Phenile
Manajemen Pengolahan Produk Kerupuk Udang di PT. Legong Bali Nusantara, Pasuruan, Jawa Timur
Ikan tenggiri (Scomberomorus sp.) merupakan bahan pangan yang mudah rusak sehingga perlu dioptimalkan pemanfaatannya, salah satunya sebagai bahan baku kerupuk ikan. Kerupuk ikan adalah camilan renyah dan gurih yang populer di Indonesia, juga sering dijadikan pelengkap makanan utama. Praktek Kerja Lapang (PKL) di PT Legong Bali Nusantara, Pasuruan, pada 24 Juni - 23 Agustus 2024, bertujuan mempelajari proses produksi, sanitasi, higiene, dan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dalam produksi kerupuk ikan tenggiri. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan partisipasi aktif. Proses produksi mencakup penerimaan bahan baku, pencucian, pemfilletan, penggilingan, pencampuran, pencetakan, pengukusan, pengepresan, pendinginan, pemotongan, pengeringan, sortasi, penimbangan, pengemasan, dan penyimpanan. Sanitasi dan higiene diterapkan secara ketat pada pekerja, bahan baku, ruang pengolahan, bangunan, peralatan, serta pengendalian hama. GMP juga diterapkan di setiap tahap untuk memastikan produk yang aman dan berkualitas
PROSES PRODUKSI FROZEN FOOD BAKSO CUMI, BAKSO BANDENG, DAN SCALLOP IKAN DI PT INDO LAUTAN MAKMUR, SIDOARJO, JAWA TIMUR
"Ikan segar merupakan salah produk yang mudah rusak karena komponen biologisnya, oleh karena itu, ikan segar harus ditangani dengan baik dan cepat untuk dilakukan proses pengolahan. Teknik diversifikasi merupakan salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan kualitas produk perikanan. Scallop dan bakso ikan merupakan salah satu produk diversifikasi dari PT Indo Lautan Makmur yang berbahan dasar surimi ikan swanggi (Priacanthus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode proses produksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bakso cumi, bakso bandeng, dan scallop di PT Indo Lautan Makmur. Hasil dari penelitian ini adalah metode yang digunakan terdiri dari penerimaan dan persiapan bahan baku, pencampuran, perebusan sebanuyak 2 kali, proses pemotongan untuk produk scallop, pembekuan, IQF (Individual Quick Freezing) pada suhu -72 °C, pengemasan dalam plastik polyethylene, dan sistem distribusi dengan metode FIFO (First in First Out). Loss weight masing-masing produk baksoikan adalah 2 – 5% dan scallop dengan kisaran 5 – 7%. Elastisitas, tekstur, dan kekenyalan bakso ikan dan scallop ditentukan oleh faktor-faktor seperti suhu, waktu, kesegaran ikan, dan kekuatan gel surimi. Jenis limbah yang dihasilkan oleh PT Indo Lautan Makmur adalah limbah padat, limbah cair dan limbah B3. Pengolahan limbah cair yang dilakukan oleh PT Indo Lautan Makmur dibantu oleh mesin blower dengan metode IPAL. Standard Sanitation Operating Procedures
(SSOP) PT Indo Lautan Makmur telah berjalan dengan baik berdasarkan 8 kunci SSOP. Proses produksi telah dikelola dengan Good Manufacturing Practice (GMP) yang mencakup 18 aspek.