82567 research outputs found
Sort by
PRODUKSI HORMON ESTROGEN ALAMI DARI BIAKAN IN VITRO SEL HEPAR KAMBING
Mengingat pentingnya hormon estrogen terhadap kebutuhan di bidang peternakan dan biomedik, dimana telah kita ketahui bahwa harga preparat hormon estrogen sintetik yang relatif mahal dan sulitnya mendapatkan hormon estrogen yang sewaktu-waktu dibutuhkan, maka perlu dilakukan suatu usaha atau pemecahan masalah dalam bidang pengembangan bioteknologi untuk mengatasi
masalah tersebut yaitu dengan melakukan penelitian tentang bagaimana memproduksi estrogen alami dari biakan in vitro sel hepar kambing.
Penelitian tentang biakan sel hepar kambing ini mempunyai tujuan untuk untuk mengetahui bahwa hormon estrogen dapat dihasilkan dari biakan in vitro sel hepar kambing dan untuk mengetahui produksi maksimum hormon estrogen dihasilkan dari biakan in vitro sel hepar kambing. Penelitian ini menggunakan hepar kambing sebagai bahan penelitian karena diduga hepar memiliki kemampuan dalam memproduksi hormon estrogen selain sel atau organ reproduksi seperti sel-sel teka intema dan sel granulosa pada ovariurn. Selain itu, hepar juga mudah didapatkan di Rurnah Potong Hewan (RPH), dapat mempermudah produksi hormon estrogen secara massa! dari biakan in vitro sel hepar kambing dan bisa dilakukan sewaktu-waktu tanpa menunggu ovarium untuk memproduksi estrogen
Efek Berbagai Pakan Komplit Terhadap Daya Cerna Lemak Dan Serat Kasar Pada Sapi Perah
The purpose of this research is to examine and detennine complete feed for dairy cattle to obtain feed with digestibility of the best fut and the best crude fiber. In this research we used 20 dairy cattles as experimental animals, the 20 of dairy cattle got seven treatments ar.d three repetitions which was divided randomly. In the Fl treatment of Basic complete feed which is consist of forrage and pellet, and F2-F7 of Basic complete feed that was added patent formula. When the treatments begun the amount of feed that was given are 12 kg which in the morning six kg and in the afternoon six kg. The design of research which is used is completel} randomized design. Data digestibility of fat and crude fiber that was obtained from the research was analyzed with Anava method, and for the different mean between the treatments that was tested by Duncan's multiple range tests. The software that was used to analyse the data is windows statistical program for sociaf science 13 (SPSS 13). The result of the research showed that various complete feeds have an effect toward fat and crude fiber
Pemanfaatan Bakteri Selulolitik Untuk Fermentasi Limbah Tempe Sebagai Subtitusi Jagung Pada Itik Petelur Terhadap Haugh Unit Dan Kecerahan Kuning Telur
Kebutuhan pangan yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu karena pertambahan penduduk, perkembangan ekonomi, perubahan pola hidup, dan peningkatan akan kesadaran gizi, sehingga permintaan pangan asal hewan meningkat salah satunya adalah telur (Yogaswara dkk., 2005). Telur merupakan bahan pangan yang sempurna, karena mengandung zatzat gizi yang lengkap bagi pertumbuhan anak-anak. Protein telur mempunyai mutu yang tinggi karena memiliki susunan asam amino esensial yang lengkap, sehingga dijadikan patokan untuk menentukan mutu protein dari bahan pangan yang lain (Winarno dan Koswara, 2002). Beberapa hewan dapat menghasilkan telur, tetapi hanya jenis telur tertentu yang biasa diperdagangkan dan dikonsumsi manusia yaitu telur ayam, telur itik, telur puyuh dan telur ikan. Pada kenyataannya telur ayam dan itik yang paling populer dikalangan konsumen (Rachmawan, 2001
Pengaruh Pemberian Ampas Tahu Hasil Fermentasi Ragi Tempe Sebagai Substitusi Pakan Komersial Terhadap Produksi Dan Berat telur Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian substitusi ampas tahu hasil fennentasi ragi tempe pada pakan komersial terhadap produksi dan berat telur burung puyuh (Colurnix colurnix japonica). Penelitian ini menggunakan 40 hewan coba yaitu burung puyuh betina yang telah berproduksi berumur 10 minggu.
Hewan coba dibagi dalam empat perlakuan dan setiap perlakuan mendapat 10 ulangan. Empat perlakuan tersebut terdiri dari Po sebagai kontrol tanpa pemberian substitusi ampas tahu fermentasi, PI dengan pemberian substitusi ampas tahu fermentasi 5 persen, P2 10 persen dan P3 15 persen. Pakan perlakuan menggunakan pakan komersial CP 591 produksi Phokphand dan ampas tahu yang
difermentasi dengan inokulum ragi tempe.
Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis Varian (ANA VA). Jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Peubah yang diamati adalah produksi dan berat telur selama tiga minggu masa perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian substitusi ampas tahu hasil fermentasi ragi tempe berbeda nyata (p<0,05) terhadap produksi telur. Uji Beda Nyata Terkecil lima persen (BNT 5%) menunjukkan produksi telur tertinggi terdapat pada Po yang tidak berbeda nyata dengan P2 dan PI, terendah terdapat pada P3 meskipun tidak berbeda nyata dengan PI. Berat telur menunjukkan perbedaan yang nyata (p<0,05). Hasil uji BNT 5% menunjukkan berat telur tertinggi terdapat pada Po yang tidak berbeda nyata dengan P2. PI tidak berbeda nyata dengan P2, sedangkan berat telur terendah terdapat pada P3 yang berbeda nyata dengan Po. P2 dan PI
Studi Tentang Manfaattata Laksana Penggunaan Pakan Yang Efisien Pada Peternakan Ayam Petelur
Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional bidang ekonomi, sub sektor petemakan diharapkan memberikan sumbangan yang besar terutama dalam masalah gizi dan penyediaan protein hewani. Salah satu kebijaksanaan pemerintah untuk mcmenuhi penyediaan protein tersebut dengan meningkalkan produksi perunggasan yang diharapkan melalui usaha petemakan yang intensif dapat membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, disamping meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petemak serta kesempatan kerj
STATUS KONDISI PRESTASI PROGRAM INSBMINASI BUATAN PADA SAPI PERAH HASIL INSEMINASI BUATAN DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH DI WILAYAH KERJA KUTT SUKA MAKMUR GRATI
Status kondisi prestasi program inseminasi buatan pada sapi perah hasil inseminasi buatan di dataran tinggi dan dataran rendah di wilayah kerja kutt suka makmur grati
Pengaruh Tindakan Akupunktur Terhadap Perubahan Kadar Hormon Testosteron Kelinci ( Oryctolagus Cuniculus) Jantan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan kadar hormon testosteron pada kelinci jantan sebagai hewan percobaan dengan menggunakan akupunktur sebagai perlakuan. Sejumlah 16 ekor kelinci jantan jenis lokal berumur tujuh bulan dipakai dalam penelitian ini. Analisis percobaan dengan menggunakan uji t (t test) berpasangan. Sebelum diberi perlakuan akupunktur, terlebih dahulu diambil sampel darah sebagai kontrol. Perlakuan akupunktur diberikan selama 15 menit dan s etelah empat jam diambil sampel darah. Parameter yang diamati adalah kadar hormon testosteron dalam serum kelinci jantan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Pengambilan darah melalui vena auricularis. · Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (p < 0,01) antara kelompok I (kontrol) dengan kelompok II (perlakuan) terhad~p perubahan kadar ryormon testosteron dalam serum kelinci jantan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan t indakan akupunktur pada titik nomor 16 dan titik nomor 21 t erjadi peningkatan kadar hormon testosteron dalam serum kelinci
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seks Remaja di SMA Pratica Surabaya
There areseveralfactors that can affect youth. So that, are desperate tohave
sex. Including thelackof attentionfrom parents, havingbroken homein the family,
lack of moral , and religious education, carriedin today'ssociety. The aim of this
reserch is to analyze the factor related to adolescent sexual behavior.
Design use in this study was descriptive analitic cross sectional approch.
The sample of this research was 88 adolescent. Sample was taken using purposive
sampling. The variable independent was knowledge and attitude of youth while
variable dependent was youth act's about sex. The data was collected by
questionnaire. Spearman's Rho Correlation analysis was done to determine
influencing factor of sexual behavior in adolescents v.rith significant level < 0,05.
The result showed knowledge had correlation with sexual act (p = 0,025, r
= 0,239). While attitude had correlation with sexual act (p = 0,012, r = 0,266)
It can be concluded that adoJent knowledge and attitude had correlation
with sexual act So that, schoolb health nurse should give more health education
routinely to the students
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Desa Konte Wilayah Kerja Puskesmas Kempo Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (Penelitian Cross Sectional)
Factors that corelate Malaria are host (age, gender, race, nutritional state and
immunity), agent (Plasmodium) and environment (flooding water, wall, stall, dragnet
at ventilation, mosquito net, habit to go out in the evening, using of mosquito essence
and occupation). This study was aimed to analyze dominant factor that affected
Malaria.
Design of this study was correlation study. Independent variable is host, agent
and environment. Dependent variable is incident of Malaria. Samples were 98 persons
living in Konte Village, taken by simple random sampling. The data collected using
questionnaire, observation sheet, gage and weights, then analyzed using spearman rho,
with significant level p:::: 0,05.
The results showed that there were correlation between incident of Malaria and
age (p=O,Ol), flooding water (p=0,01), wall (P=O,Ol) and dragnet at ventilation
(p=0,01). There were no correlation between incident of malaria and gender,
nutritional state, stall, mosquito net, habit to go out in the evening, using of mosquito
essence and occupation.
It can be concluded that the dominant factor of incident of Malaria is flooding
water because floocling water can be a larva pabitat for mosquito causing mal~ria.
Furthyr research should studY about the other factors that affect irciqent of Malaria
Analisis Faktor yang Berperan Dalam Ketidakpatuhan Pola Makan 3j (Jenis, Jumlah Dan Jadual) Yang Mempengaruhi Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di Instalasi Rawat Inap RSU Haji Surabaya
Several factors affect blood sugar level of patient with diabetes mellitus. These include diet, exercise, stress, and drugs antidiabetic. There were 25 % patient with DM experience blood sugar inacrement due to unhealthy diet. This study aimed to explain factors that play role to incompliant of diet (variety, quantity and schedule) that affecting blood glucose in patient with DM.
This study was a cross sectional study. Sample was 15 respondents taken by consecutive sampling, Sample drawn from the population of patient with DM who suffered a relapse at Inpatient Intalation of Hajj General Hospital, Surabaya. Variable independent was incomplaince of diet and variable dependent was blood sugar level.
The result of this study showed that the main factor of diet incompliant that affecting blood glucose was meals time. It was found that there were 13 patient who not follow the scheduled meals time.
This result can be used as a frame of nursing development especially in medical surgical nursing related to diet regulation in patient with DM. From this study it can be conclude that role in scheduled meals time in hospital provision have an important role in blood sugar level regulation. Futher study is needed to analyse factors that play role in the incompliant of diet, affecting blood sugar control at inpatient instalation hajj general hospital, Surabaya